NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Status: tamat
Genre:Romantis / Berubah manjadi cantik / Selingkuh / Tamat
Popularitas:31.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Danie A

Spil krisan donk. Masih pemula, tulisan masih berantakan🙏
Novel ini mengandung adegan ehem-ehem, yang merasa takut khilaf minggir dulu.


Embun 25tahun, seorang yatim piatu yang dibesarkan di sebuah Panti asuhan. Menikah dengan Danuarta diusia nya yang masih belia. Mereka dikaruniai anak yang cantik bernama Kayla. Keluarga harmonis itu berubah sejak Danu mengkritik penampilan Embun yang dekil.
Tanpa tahu Danu suaminya telah lama berselingkuh. Demi anaknya Embun mencoba bertahan dengan sikap Danu yang semakin menjadi. Namun Embun tetap diceraikan karena dekil.
Embun yang tersulut amarah merubah diri menjadi wanita cantik dan elegan dengan bantuan seorang pria asing bernama Malvin .


Siapakah Malvin? Kenapa dia mau membantu Embun? dan bagaimana reaksi Danu melihat perubahan Embun mantan istrinya itu?

Penasaran? Lanjut baca.
Like, komen, fav, Vote dan Gift nya ya😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 25 : Pesona Embun

Mata Danu membelalak melihat wanita cantik yang kini berada dalam jangkauan pandangannya. Dia begitu terkejut dan terpesona hingga tak bisa berkedip bahkan kehilangan kata-katanya.

"Wuuaahh... Inikah koki utama restoran ini? Seperti yang dikabarkan cantik sekali." sebut seorang pria rekan Danu.

"Terima kasih Anda terlalu memuji tuan." Embun tersenyum ramah.

"Masakanmu sangat enak."puji yang lainnya.

"Benar! Ini masakan terenak yang pernah ku makan." ucap yang lainnya.

"Terima kasih. Semoga anda suka dan berlangganan disini."Embun masih tersenyum ramah.

Danu hanya terdiam dalam keterkejutannya, sementara rekan-rekannya sibuk memuji dan menjilat mencari perhatian. Siapa sangka wanita dekil jelek dan berjerawat yang dia ceraikan dulu bisa berubah secepat dan secantik ini. Bagaimana bisa? Danu bahkan sampai tak berkedip melihatnya tadi.

setelah cukup muak meladeni kumpulan pria pecinta kulit bening itu, Embun pamit undur diri dengan ramah dan sopan. Embun berbalik dan melangkah perlahan dengan anggunnya. Seberkas senyum tipis dia ciptakan diwajah cantiknya. Melihat bagaimana ekspresi Danu dia sangat puas.

Embun kembali keruangannya. Dia menjatuhkan diri disofa ruang pribadinya. melepas semua penatnya. Embun memejamkan matanya mengistirahatkan diri. Hari ini terasa sangat melelahkan.

Setengah jam lamanya Embun terbangun, dirasakannya hp nya berdering dan bergetar kuat. Dengan segera dia mengambil hpnya. Panggilan telpon dari Malvin. Embun menggeser tombol hijau. wajah penuh Mavin terpampang dilayar hpnya.

"Ada apa Mal?"

"Aku kangen."dengan mimik serius.

"Kita baru berpisah pagi ini."Embun tersenyum geli.

"Iya. Dan aku kangen sekarang."Masih dengan mimik serius.

Embun tertawa lucu.

"Aku tutup telponnya. Aku masih harus membuat menu baru."

"Jadi kamu sekarang mengabaikanku?"Malvin merubah wajahnya dengan sedikit senyuman.

"Ayolah Daddy Malvin."

Malvin tersenyum lebar.

"Baiklah. Kamu dimaafkan."

"Siapa yang minta maaf?"Embun tersenyum lucu.

"sore ini ada kelas dansa. Aku akan menjemputmu." ucap Malvin dari seberang sana.

"Aku bawa mobil sendiri."

"Baiklah. kita bertemu di kelas dansa nanti."

"Okey."

"I love you Honey."

Embun tersenyum tanpa menjawabnya mematikan sambungan telpon. Embun meletakkan hpnya di meja tamu didepan dia duduk. Perlahan melangkah mendekati jendela kaca,melihat pemandangan dari lantai 3 restoran itu.

Dari sana mata Embun terhenti pada sosok pria yang sangat dikenalnya. pria itu beberapa kali menghentikan pelayan yang lewat dan sepertinya mereka bicara sebentar. Lalu pelayan meninggalkannya dengan gelengan kepala. Pria itu adalah Danu. Dengan senyum geli dan remeh Embun menatapnya. Lalu dia keluar dari ruangannya menuju dapur.

Didapur Embun mengaplikasikan menu baru yang dia ciptakan sendiri. Tak lama seorang pelayan mendatang. Embun sedang memplating menunya saat itu.

"Nona Embun!"Serunya.

Embun menoleh.

"Seorang pria menanyakan kapan anda pulang."

"Katakan saja seperti biasa."ucap Embun santai.

"tapi..."ucap pelayan itu.

"Dia gigih sekali nona. dari tadi siang dia disana dan menanyakan hal yang sama pada setiap pelayan."ucap karyawannya yang lain.

"Biarkan saja. jawab seperti biasanya."

"Baik."

Embun kembali fokus pada hidangannya. ada segaris senyum tipis disana.

pukul empat sore Embun bersiap keluar dari restorannya. Embun berjalan sambil mengambil kunci mobilnya dari tas bahunya saat sebuah suara menyebut namanya.

"Embun."

Embun menoleh.

Danu berjalan mendekat.

"Ternyata benar kamu." menatap Embun menyeluruh.

Embun tersenyum tipis.

"Apa yang mas Danu lakukan disini?"

"Aku sedang menyapamu."

"Apa kamu tak pulang sejak siang?"

"Tidak. ini hari sabtu. kantorku libur."ucap Danu

"Aahh... apa mas Danu masih bekerja ditempat yang dulu?"

"Masih."

"Jadi sekarang setiap sabtu libur ya?"

Danu gelagapan. dia lupa jika dulu dia berbohong pada Embun jika saat sudah menjadi kepala bagian setiap sabtu libur dia katakan masuk. hanya demi bisa bersama dengan Yura.

"Aaahh.. aku sudah jadi manager sekarang." balas Danu jujur."Jadi setiap sabtu libur."

"Aaahhh... begitu." Embun berbalik hendak melanjutkan keparkiran mobilnya.

"Mau kemana?" cegah Danu berjalan memotong langkah Embun.

"Pulang." Embun mengambil langkah melewati Danu.

"Aku antar."

Embun menoleh.

"Tidak perlu. Aku bawa kendaraan sendiri."tolak Embun melanjutkan langkahnya.

"Heemmm... maksudmu motor bututmu itu? tidak cocok dengan penampilanmu yang sekarang." gumam Danu geli.

Danu sudah berjalan mengikuti Embun lagi hendak menahannya dan membujuknya agar mau diantar olehnya. Namun langkahnya tertahan, melihat Embun membuka pintu mobil berwarna oren itu. Melirik padanya dan tersenyum sinis sebelum wanita cantik itu masuk dan melaju dengan kereta besinya.

Danu melongo. Embun sudah menjadi secantik itu, dia bahkan bisa menyetir sekarang. Bagaimana dia bisa seperti itu? Dari mana dia mendapatkannya? Dan Danu melewatkannya begitu saja?

"Shiitt!" umpat Danu.

Embun mengendarai mobilnya menuju ke salah satu kursus menari tak jauh dari restorannya. hanya berkisar 25menit.

Begitu sampai dan memarkirkan mobilnya dihalaman sanggar tari itu. Embun sudah disambut oleh wajah tampan pria bermata biru yang tersenyum hangat padanya.

"sudah lama menunggu?"

"Sudah." memeluk Embun.

"Hentikan. Banyak yang lihat."Embun menepuk punggung Malvin.

"Mereka punya mata."

"Dan aku punya malu."

"Aaahh.. baiklah. aku memang tidak punya malu." rajuk Malvin melepas pelukannya.

"Jangan ngambek." menepuk bokong Malvin dua kali. Dengan senyum manis tentunya.

"Ayo masuk."ajak Embun tanpa memperdulikan tatapan protes Malvin yang ditepuk bokongnya itu.

Mereka memulai kelas menari. Malvin menjadi pasangan dansa Embun.

"Kenapa akhir-akhir ini kamu ikut kelas menari? bukankah kamu sudah lihai?"tanya Embun ditengah-tengah berdansanya.

"Aku hanya tak suka kekasihku disentuh pria lain."

Embun tersenyum lucu.

"Alasanmu tidak enak didengar."

"Memang itu alasannya. Kamu mau alasan yang mana lagi?"masih mode berdansa.

"Lihat. jika bukan aku, pasti pria lain yang memelukmu seperti ini."Malvin mengeratkan sebelah tangannya yang melingkar ditubuh Embun.

Embun tartawa lucu.

"Kita sedang berdansa. dan memang seperti ini. Kenapa kamu seperti orang yang tidak tau bagaimana berdansa?"protes Embun.

"Karena aku sangat tau. jadi aku kemari."

Malvin sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya.

"Hentikan Mal, kita ditempat umum."

"Siapa bilang kita dikamar?"

"Daddy Mal!"

Malvin tersenyum mendekatkan mulutnya ketelinga Embun.

"Tubuh mungil ini membuatku ketagihan." bisiknya.

Pria itu tersenyum lebar menatap wajah Embun. Lalu kembali menegakkan tubuhnya. Mereka kembali berdansa mengikuti irama yang cepat.

Seusai mengukuti kelas dansa, mereka keparkiran mobil.

"Dimana mobilmu?"tanya Embun karena Malvin terus mengikutinya.

"Ken membawa kabur mobilku setelah menurunkan aku disini."

Embun tergelak.

"Dia seberani itu?"

"Tidak! Aku yang menyuruhnya."

"Aku numpang mobilmu." Malvin membuka pintu kursi penumpang setelah Embun menekan kunci remot nya.

"Aku lelah. jadi kamu supirnya." Ucap Malvin setelah keduanya duduk dan memasang sabuk pengaman.

Embun hanya menyambut dengan senyuman. Dia bersiap akan menjalankan mobilnya.

"Tunggu sebentar. Ada yang terlupa."ucap Malvin tiba-tiba.

Embun berhenti dan menoleh penuh tanya menatap Malvin.

.

.

.

Apa sih yang terlupa Mal? readers kasih ide donk apa yang terlupa?🤔🤔

1
Ellya Muchdiana
si Embun kenapa diam aja ditampar, tampar lagi laki2 jahat mantan suaminya itu
Ratna Ningsih
peran embun di sini lembek ..oon banget di hina sama yura ko diam ajah jdi kesal bacanya
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Zur Rosma Said
lanjut bro
Seven8
biang kerok dong
Seven8
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Akbar Razaq
Pak damar dan isyri apa tdk tahu klo Yira adalah pelakor.mungkin itu karmanya
Akbar Razaq
Sudah melihat.pertunjukqn Danu ,Yura dan mamahnya masih saja ingin ketemu Danu.keterlqluqn banget si Kay Tidakah.ia kasihan dan jaga perasaan mamanya
Akbar Razaq
Klo begini ceritanya ya ga papa ya dik ya 😆 soalnya di buang seorang centeng malah dapat rich man.
Akbar Razaq
dasar setan kenapa cuma talak 2 gak 3 sekalian nanggung toh siapa juga yg mau balikan sama yg senentar lagi jadi gembel
Akbar Razaq
aku yah baca yg beginian pasti tenggorokan rasanya kering dada sesak padahal sdh tahu bohongan.Apalagi klo pas sesi ketahuan pake lakinya gampar lagi rasanya aku pingin tiba tiba ada di samping lakinya trus nyekik dia.entahlah rasanya pingin jd super women nya istri teraniayah 🤭🤭
Sunarmi Narmi
Ambil Kay Embun jgan takut tidak bisa membiayai..pasti ada jln..jangan lemah krn Kay anak Mandiri..kasihan Kay klo kmu lemah hati.srmangattt 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Semoga anak Yura cacat biar kapok..dah tau hamil kok jahat
Sunarmi Narmi
Thor jgan terlalu banyak ciumannya..ngobrol dulu selesaika mslah..jgan nyosorrr trusss
Sunarmi Narmi
Klo kusam gunakan krim mlm krim siang Mbun...pelembab biar kulit kenyal...ini authornya lgi kepingin scinkare ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sunarmi Narmi
Cuci muka yg bersih Mbun..ngak usah pake scincare..mshal..suamimu lgi gila
Sunarmi Narmi
Klo ada modelan Yura di lingkunganku..lngsung aku masukin karung tak iket buang ke laut...perempuan macam apa anak rindu ayahnya dihalangin...minta digibeng...../Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Hammer//Angry//Angry/
Rinda
ibuk bodoh, dmn2 klo bercerai ibuk mempertahankan anknya
Seven8
emang
Seven8
Danu... Danu... dr dulu embun cantik, cuma sibuk ngurusin pekerjaan rumah, ngurus anak, gak punya duit buat diri sendiri & perawatan+ makan hati punya suami kaya kamu.. kecantikannya tertutup oleh kerasnya kehidupan yg kamu kasih.
kalo ngarep bisa bersinar yah modalnya jg gede...

modal gak mau tp ngarep dpt istri yg glowing maximal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!