NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

DUREN SAWIT (duda keren sarang duwit)


Menceritakan seorang duda yang mati-matian mengejar cinta seorang remaja delapan belas tahun yang bernama Rianti. Gadis sederhana yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Hayu kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Katanya terbelah dua

****

Hampir setengah jam Rianti membereskan dan menata semua barang-barang miliknya di dalam kamar, mulai dari pakaian hingga perlengkapan make up. Sedangkan Ardi, ia menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja yang terletak di lantai atas.

Rianti berjalan mengitari kamar. Ia melihat lemari kaca yang di penuhi dengan banyak buku-buku tebal. Di kamar juga ada beberapa lukisan abstrak yang terpajang di dinding.

Setelah selesai melihat isi lemari dan lukisan. Rianti rebahkan tubuhnya yang terasa lelah di atas kasur, ia tatap langit-langit kamar yang bercat putih.

Rumah ini bagus, tapi kenapa kamarnya cuma satu? Berarti aku akan sekamar dengan mas Ardi dong ... tapi bagaimana aku bisa tidur saat bersebelahan dengan orang asing? Batin Rianti. Tidak berapa lama ia pun tertidur di ranjang empuk itu. Mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya yang benar-benar terasa lelah.

Ardi yang sudah menyelesaikan pekerjaannya berjalan keluar dari ruang kerja dan langsung menuju kamar. Ia mendapati istrinya sedang tertidur dengan posisi meringkuk memeluk guling. Ardi berjalan perlahan dan duduk di tepi ranjang sambil memandangi wajah Rianti

"Akhirnya aku bisa memilikimu lagi, Stella. Aku akan membahagiakanmu dan dengan begitu aku juga akan merasa bahagia," gumam Ardi pelan.

Dengan seksama ia pandangi wajah cantik Rianti yang sedang tertidur pulas. Dari rambut hingga kaki, dan kini pandangannya hanya tertuju pada bibir kecil Rianti yang berwarna merah muda. Beberapa kali ia menelan saliva miliknya, mendadak hasrat kelelakiannya membuncah hebat setelah enam tahun berhibernasi. Ia kecup singkat bibir itu.

"Sayang ... bangun udah malam. Kamu tidak lapar?" ucap Ardi sambil membelai-belai lembut rambut sang istri, namun gadis itu makin memeluk erat gulingnya seakan enggan untuk bangun.

"Sayang ... bangun ... " bisik Ardi pelan seraya meniup leher indah milik Rianti.

Rianti yang mendapat angin dadakan itu langsung terkesiap. Ia buka paksa mata dan melihat Ardi berada begitu dekat dengan wajahnya.

"Mas Ardi ngapain ke sini?" tanya Rianti dengan mata yang menatap tajam pada suaminya itu.

Ardi yang merasa dicurigai mendadak tertawa geli.

"Haha ... kenapa? Kamu takut kalau aku makan," goda Ardi.

"Kalau kamu masih belum bangun, aku benar-benar akan memakanmu sekarang," imbuhnya lagi.

Rianti menjadi salah tingkah sendiri dan tidak tau harus menjawab apa.

"Tapi aku masih bau Mas, aku mandi dulu ya," pintanya seraya beranjak dari kasur.

"Nanti aja, lagi pula aku gak akan biarkan siapa pun mendekat dan mencium aroma badanmu itu," ujar Ardi seraya terkekeh geli.

Rianti terlihat manyun, namun tetap mengikuti apa yang di perintahkan suaminya itu.

Di perjalanan, Rianti hanya terdiam dan memejamkan matanya yang memang masih mengantuk.

Tingggg.

Terdengar notifikasi chat masuk ke ponsel Rianti.

"Siapa?" tanya Ardi yang matanya masih fokus menatap jalanan.

"Shinta, Mas," jawabnya tanpa menoleh Ardi.

Rianti pun membalas pesan dari sahabatnya itu.

Shinta

[Gimana? Udah malam pertama belum?]

Rianti.

[Paan sih ... pikiran kamu tuh ngeres. Kami lagi cari makan nih.]

Shinta.

]Iya cari makan ... habis makan giliran kamu yang di makan.]

Rianti melirik Ardi yang ada di sampingnya dengan tatapan penuh curiga. Ia sipitkan matanya dan menatap tajam pada Ardi.

"Kenapa? Apakah ada yang tidak beres?" tanya Ardi penasaran.

Rianti hanya menggelengkan kepalanya dan kembali menatap layar ponsel.

Rianti.

[Pikiran kamu tuh perlu di cuci kayaknya. Sana keramas cepat!!! Biar otak kamu jadi waras.]

Shinta.

[Yee ... kok gak percaya sih. Dengerin nih ya, menurut novel-novel yang aku baca di NovelMoon, katanya kalo malam pertama itu rasanya sakit. Tubuh kayak kebelah dua.]

Rianti yang membaca pesan itu langsung bergidik ngeri dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Gadis itu emang bener-bener gila.

Setelah kurang lebih 20 menit, mereka tiba di sebuah restoran yang terlihat mewah.

Setelah memarkirkan mobil, mereka berdua berjalan masuk restoran dan di sambut oleh pria yang berpakaian rapi.

"Apakah Anda sudah melakukan reservasi sebelumnya, Tuan?" tanya seorang pria yang memakai jas.

"Iya ... reservasi atas nama Ardi Mahendra Abbas," jawab Ardi tanpa basa-basi.

"Kalau begitu silakan ikuti saya."

Mereka berdua berjalan mengikuti pria itu menyusuri lorong restoran. Rianti yang tidak pernah ke tempat semewah tentu saja berdecak kagum melihat dekorasi yang begitu indah. Ia memandang kesana kemari sambil sesekali menyentuh barang-barang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Ardi yang memperhatikan tingkah polah Rianti hanya bisa tersenyum menahan tawa.

Aku janji mulai sekarang aku akan membuatmu menikmati indahnya dunia dan merasakan kemewahan dengan semua uang yang aku punya.

"Sudah sampai Tuan," ucap karyawan itu sambil membukakan pintu untuk mereka.

Ardi dan Rianti pun masuk kedalam menunggu pesanan tiba.

Lagi-lagi Rianti berdecak kagum dengan dekorasi yang tak kalah mewah dengan yang ada di luar.

"Mas ini restorannya mewah banget, pasti mahal," ucap Rianti yang matanya masih melihat kesekeliling.

Ardi hanya tersenyum tanpa menjawab.

Tidak lama kemudian seorang karyawan datang dan menghidangkan makanan di meja mereka.

"Mas, kita kan belum pesan, tapi kenapa makanannya udah dateng?" tanya Rianti sambil berbisik. Sedangkan karyawan yang menghidangkan makanan pun tersenyum mendengar ucapan dari Rianti.

"Waktu aku reservasi tempat, aku udah sekalian pesan makanannya," jawab Ardi dan Rianti hanya mengangguk pelan sambil melihat hidangan tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Ketika semua sudah terhidang mereka mulai makan. Namun Rianti yang penasaran lebih banyak bertanya dari pada menikmati makanannya.

"Mas, ini apa namanya? Seperti pangsit tapi ada isian daging di dalamnya," tanya Rianti sambil mengaduk-aduk makan tersebut.

"Itu namanya gnocchi."

"Kalau yang ini apa?"

"Itu fettuccini alfredo," jawab Ardi yang masih menikmati makanan yang ia pesan.

Akhirnya Rianti pun ikut makan tanpa bertanya lagi.

Setelah keduanya selesai makan. Tiba-tiba Ardi memberikan kotak kecil berwarna merah.

"Ini hadiah untuk pernikahan kita," ucap Ardi seraya berdiri dan membuka kotak merah tersebut.

Rianti terkesiap melihat isi dari kotak tersebut.

"Wah ... kalungnya indah, Mas," ucap Rianti yang terlihat menyentuh perhiasan itu.

"Bagi Mas, kamu itu lebih indah dari perhiasan manapun di bumi ini. Mas yakin dengan memakai perhisan ini akan menambah keindahanmu, sayang."

***

jangan lupa like dan komennya ya. 😊

1
Muna Dziroh
ahhh mas Ardi gombal biar ntar malem bisa belah duren🤭🤭
Heryta Herman
si ardi sakit mental...kasihan rianti hanya di jadikan wanita bayangan stela..
Qaisaa Nazarudin
Ckk BAIK apanya thor..gak sesuai dengan ekspetasi aku..akhir dr Shinta mau pun Rianti..🙇🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk gak rela banget aku Shinta dapat barang bekas,teh celup,apapun alesannya..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok jadi pahlawan utk menarik perhatian sinta,Sinta juga pasti gampang banget luluhnya
,Heran aku..Gitu aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Shin..jangan mau lagi terjebak dgn TEH CELUP,BARANG BEKAS tuh(VENO)..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Halu mu thor,terlampau berlebihan..
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA SAJA SHINTA MENJADIKAN APA YG TLAH BERLAKU KEPADA RIANTI SEBAGAI PENGAJARAN,MENDING MENJAUHI VENO JANGAN LAGI PERNAH BERHUBUNGAN DGN ORANG2 KAYA,MEREKA MELAKUKAN APAPUN SEENAKNYA,YG PENTING MEREKA BAHAGIA..
Qaisaa Nazarudin
Mahendra kamu juga bersenkokol dgn anak mu,membohongi Rianti..Tgu aja setelah besan kamu dtg..
Qaisaa Nazarudin
Mending Rianti Amnesia kekal,biar dia tdk bisa mengingat lagi kehidupannya yg penuh luka,kasian banget Rianti..Pasti Amnesia karena jatoh tangga kan..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..DARI AWAL RENCANA MU MENJEBAK RIANTI AKU UDAH KU BILANG,KAMU GBAKAN PERNAH BAHAGIA,KALO NIAT MU DARI AWAL AJA UDAH SALAH,MENJADIKAN RIANTI PELAMPIASAN MU, KARENA DIA MIRIP STELLA..NAH SEKARANG BENAR KAN...
Qaisaa Nazarudin
Rianti udah sekarat tuh jatoh dari tangga,Sial banget nasib Rianti setelah menikah dgn mu..
Qaisaa Nazarudin
Kabur aja lah,ngapain madih di situ ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pikiran kita sama Shin..CINTA BOLEH,BODOH JANGAN..BUCIN BOLEH TAPI PAKE OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Ckk sekarang aja kek gini,Ntar saat di pujuk2 Oleh ortu dan Ardi sendiri malah dgn gampangnya kamu maafin,Biasanya alur novel kan kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Rianti keguguran,KARMA untuk Ardi..Dengan apa yg tlah Rianti lalui,kalo dia madih mau memaafkan Ardi,Rianti emang Bodoh,Ardi itu cuman mikir jebahagiaannya sendiri,gak pernah mikir perasaan mu Rianti..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu udah tau kan alesan Ardi nikahin kamu..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rianti akan kecewa dan terluka banget saat itu alesan Ardi menikahinya.. Pernikahan seperti ini biasanya gak akan bertahan lama,..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk dasar Bodoh,Kamu itu ternyata salah paham,Dia tau kamu itu si Cassanova,Jadi dia bisa jadiin kamu kambing hitam nya,utk menutupi hubungan lesbiannya dr ortunya..
Qaisaa Nazarudin
OMG SUSI LESBIAN KAH??😳😳😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!