Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 - Perubahan
Tibalah dimana Nabila dan Nathan harus melakukan adegan intim. Semuanya tentu tidak benar-benar mereka lakukan di depan kamera. Tapi keduanya tentu harus berakting sebisa mungkin seperti pasangan yang dimabuk cinta.
"Nabila, kau bisa menutupi bagian depanmu dengan bra. Nanti biar kamera yang--"
"Aku tidak masalah jika harus melakukannya tanpa bra," potong Nabila pada Pak Eddy. Keputusannya itu membuat semua orang kaget. Bahkan Nathan sendiri.
"Kau yakin ingin melakukan itu?" tanya Pak Eddy.
Nabila mengangguk. "Aku yakin! Ini demi film kita. Lagi pula aku percaya sama Pak Eddy. Yang penting kan dadaku tidak di ekspos semua," jelasnya.
"Baiklah kalau begitu." Pak Eddy merasa tak percaya. Karena itu pertama kalinya Nabila seperti itu. Padahal untuk adegan-adegan sebelumnya di proyek film lain dirinya selalu mengutamakan reputasinya. Ia bahkan banyak mengajukan banyak syarat untuk lawan main jika ingin melakukan adegan intim.
Adegan pun dilakukan. Nathan dan Nabila sama-sama bertelanjang dada. Sentuhan demi sentuhan dilakukan, dan semuanya di awali dengan ciuman bibir.
Nathan benar-benar terbawa suasana. Dia merasakan gunung kembar Nabila menyentuh dadanya. Itu jelas membuat jiwa kejantanannya goyah.
Nathan berusaha keras agar tidak kebablasan. Mau ditaruh dimana mukanya kalau benar-benar nekat melakukan hubungan intim dengan Nabila.
Sementara itu, Nabila tak kuasa menahan senyum. Dia tahu Nathan terbawa suasana karena adegan yang mereka lakukan. Entah kenapa Nabila menikmati itu. Terutama saat melihat wajah Nathan memerah padam bak kepiting rebus.
"Tahan ya, Nath. Jangan sampai film kita berubah jadi blue film," bisik Nabila. Tidak seperti Nathan, dia bisa menahan dirinya. Tak peduli dengan sudah berapa kali perutnya merasakan kupu-kupu beterbangan.
Mata Nathan terpejam rapat. Ia menggertakkan giginya. Dirinya mungkin bisa menahan diri, itu terbukti setelah adegan akhirnya selesai.
"Aku harus ke toilet!" imbuh Nathan sembari bergegas memakaikan bathrobe Nabila. Dia lalu mengenakan bathrobenya sendiri. Selanjutnya Nathan bergegas ke toilet.
Nabila diam-diam tertawa. Dia tahu kalau milik Nathan dibuat aktif akibat adegan tadi.
"Kerja bagus, Bil! Aku yakin film ini akan sangat sukses. Cemistry kau dan Nathan sangat hebat!" puji Pak Eddy.
"Aku memang harus berusaha maksimal untuk proyek kita ini," sahut Nabila. "Ya sudah, Pak. Aku mau ke toilet sebentar," pamitnya.
Nabila mendatangi toilet yang ada di ruangan Nathan. Dia ketuk pintu toilet itu.
"Aku di dalam!" pekik Nathan.
Nabila sengaja tak menjawab dan terus mengetuk pintu. Ia juga beberapa kali menggerakkan gagang pintu karena berusaha menggoda Nathan.
"Ya ampun, sudah kubilang ada aku di dalam!" Nathan terpaksa membuka pintu. "Kau kenapa, Dan? Tumben sekali..."
Ucapan Nathan terhenti saat sosok yang dilihatnya adalah Nabila. "Aku kira kau tadi Zidan..."
"Diamlah dan biarkan aku membantumu," ujar Nabila. Dia lalu langsung mencium bibir Nathan.
Nathan dengan senang hati menerima ciuman itu. Keduanya perlahan masuk ke toilet. Dengan cepat mereka saling melepas pakaian satu sama lain sampai tak tersisa.
Adegan panas terjadi lagi. Akan tetapi kali ini lebih nyata. Nathan bahkan tidak perlu lagi menahan diri. Tubuhnya dan Nabila menyatu. Ia biarkan perempuan itu duduk di wastafel. Sementara dirinya sibuk menggempur dari depan. Terdengar suara hentakan dan desahan pelan dari kegiatan tersebut.
Di luar ponsel Nathan berdering sejak tadi. Dini, tunangannya sudah meneleponnya beberapa kali.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti