Hay para reader ini karya author yang ke2. Disini cerita fiksi dunia nya author halu...
Hidup di kota besar tidak mudah dijalani bagi gadis cantik yang masih berumur belia itu. Hidupnya hanya sendiri setelah ditinggal kan ibunya untuk selama lamanya.
Apalagi dirinya yang masih menjadi seorang Siswi dibangku kelas 3SMA.
Indira Cahaya Putri gadis cantik yang kehidupan nya berubah setelah kedua orang tuanya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Kisah apakah yang akan dialami oleh gadis cantik itu.. penasaran!! ikuti ceritanya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part26
"Bimooo!!!!"
Jeritan para siswi hanya membuat seorang Bimo tersenyum tipis, lain dengan dua gadis yang hanya mendengus kesal melihat kelakuan Bimo Bagaskara.
Banyak siswi yang diam-diam memotret Bimo, bahkan ada juga yang terang-terangan mengeluarkan ponselnya posisi di depan Bimo.
"Bawain jaket gue."
Ya, para siswi histeris ketika melihat Bimo membuka hodie hitam yang menutupi tubuhnya, dirinya membuka hodie didepan semua siswi yang memang sudah mengidolakan nya.
"Omo Abang Bimo nya Kiki, demage nya beeuuhhh ngena hati." Kiki sampe melongo memegangi dadanya ketika melihat pemandangan langka ini.
"Cih, sok pamer." Arum mendengus sebal.
Tak berselang lama giliran Resa yang melepas hodie abu-abu nya. Menambah keriuhan dan jeritan kian menjadi ketika dua cowok Mostwanted Sekolah Nusa Bangsa mempertontonkan pemandangan langka yang bisa dinikmati oleh banyak siswa/siswi yang ada disana.
"Aduh, kenapa loe dua bikin geger satu sekolah sih." Indira yang sudah menerima hodie Bimo hanya cemberut dengan wajah ditekuk, bukan terpesona dengan pemandangan yang ada, melainkan dirinya merasa kesal karena banyak siswi yang tambah menggilai seorang Bimo Bagaskara.
"Biar semangat buat nyemangatin tim kita." Ucap Bimo tersenyum dan mengacak rambut Indira pelan.
Bahkan kejadian itu tak lepas dari tatapan para siswi yang merasa iri dan insecure. Mereka sangat iri ketika Indira bisa sedekat itu dengan Bimo. Cowok dingin tapi sangat rupawan itu, bahkan hanya cewek seperti Indira yang bisa membuat senyum manis Bimo terlihat.
"Loe juga robot." Arum bertambah kesal ketika cowok seperti Resa juga membuat gaduh.
"Buat cuci mata." Jawabnya datar menaruh hodie abu-abu nya di wajah Arum, membuat gadis itu bertambah kali lipat kesalnya.
"Resaaa..!!" Arum geram dengan wajah marah menatap tajam Resa. Sedangkan si cowok hanya tersenyum miring berjalan menuju lapangan bersama Bimo.
"Gila ya mereka dua, sumpah hati gue jedak jeduk." Ucap Kiki yang masih memasang wajah terpesona.
"B aja, gak usah lebay loe." Arum kesal menaruh hodie Resa pangkuan Kiki.
"Lah kenapa dikasih gue sih?" Tanya Kiki heran.
"Males gue, pegang barang manusia robot." Ucap Arum ketus.
"Idiih, sok jual mahal, padahal mah jantung apa kabar." Cibir Kiki terkikik sendiri melihat wajah Arum bertambah kesal.
"Ribut terooosss!" Teriak Indira.
Pertandingan pun dimulai para pemain sedang bertanding dengan semangat dan sekuat tenaga menunjukan kemampuan terbaik mereka masing-masing. Para penonton hanya mampu memberi semangat tim mereka atau pun pemain yang menjadi idola mereka.
Pertandingan kali ini cukup sengit karena para lawan memiliki kemampuan yang sebanding.
Hingga waktu sudah habis dan pertandingan dimenangkan oleh tim Bimo Cs. Yang berarti tuan rumah Nusa Bangsa yang menjadi pemenang.
Waktu usai pertandingan sudah sore, Indira juga tidak bekerja membantu Oma dikebun nya, dirinya hanya mengirim pesan bahwa tidak bisa datang untuk bekerja. Meskipun begitu Oma tidak keberatan sejatinya beliau hanya kasihan mendapati Indira seorang gadis remaja yang ternyata gadis yatim piatu, diluaran sana banyak gadis yang mengambil jalan pintas hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka, maka dari itu Oma Lili hanya alasan memperkerjakan Indira dirumahnya, jika dirinya langsung memberi bantuan maka akan dipastikan gadis itu menolak. Bahkan Indira sendiri tidak tahu berapa gajinya selama sebulan dan Oma Lili pun mengasih amplop tanpa Indira lihat dan hitung jumlahnya.
Waktu sudah menunjukan jam lima sore, para siswa/i baru saja membubarkan diri keluar dari area sekolah ketika pertandingan usai.
"Gue duluan ya beb." Kiki yang sudah memesan taksi online pulang lebih dulu karena ada sodara dari keluarganya yang datang.
"Oke." jawab Indira dan Arum.
Mereka berdua sedang duduk di halte sekolah banyak murid juga yang masih menunggu angkutan umum.
"Rum loe ada hubungan sama si robot?" Tanya Indira yang sedikit penasaran, karena sahabatnya satu ini tidak mau bercerita.
"Entah, gue aja kagak ngerti mau tu anak apa." Arum menghembuskan napas kasar, dirinya tidak ingin terlalu dekat dan menjadi baper sendiri dengan kelakuan Resa kepada nya, karena dirinya tau Resa tidak mungkin menyukainya.
"Tapi gue lihat si Resa sering perhatian sama loe."
Indira pernah melihat Resa memberi perhatian kecil seperti, ketika Arum membawa pesanan makan mereka maka Resa yang akan mengambil alih pesanan itu, dan Arum juga sering diantar pulang oleh Resa.
"Gue gak mau berlebihan nanggepinnya, ntar takutnya gue baper sendiri."
"Iya juga sih." Indira sendiri juga tidak tau disebut apa hubungannya dengan Bimo, meskipun Bimo pernah mengungkapkan perasaan nya tetapi cowok itu tidak pernah meminta jawaban darinya.
Hanya saja dirinya menjadi cewek yang diperlakukan spesial oleh Bimo.
"Loe mau naik apa Dir?" Tanya Arum.
"Tau, gue masih pengen disini, dirumah gue suntuk." Indira menatap kedua kakinya yang sedang ia ayun-ayunkan.
"Gue kerumah loe ya, gue juga suntuk." Ucap Arum menatap Indira lalu cengengesan.
"Dih, bilang aja galau mikirin hati kang Robot." Cibir Indira dengan terkekeh.
"Yuk ah, nanti keburu malem." Arum menarik tangan Indira ketika ada angkutan umum.
Padahal sejak tadi ponsel Indira terus menyala menandakan ada panggilan ataupun pesan masuk, berhubung Indira tadi sempat men-selent ponselnya setelah mengirim pesan kepada Oma Lili, alhasil dirinya tidak tahu jika ponselnya terus menyala.
"Kemana sih ni anak." Bimo kesal sendiri, dirinya yang baru saja selesai membahas acara pertandingan yang ia menangkan bersama tim dan para guru untuk merayakan kemenangan mereka, alhasil ketika ia keluar dan menghubungi Indira tapi gadis itu tidak mengangkat atau pun membalas pesan nya.
"Mungkin udah balik man." Resa juga yang sedang menghubungi Arum tidak juga diangkat oleh cewek mulut bon cabe itu.
"Hem, gue cabut dulu." Dirinya mendapat pesan jika malam ini Om nya akan datang kerumahnya.
"Oke."
"Hati-hati bos." Tiga manusia paling minim ahlak ternyata masih hidup🤣🤣 siapa lagi kalo bukan Rak_Gun_Jing. upss
LIKE
KOMEN
sedikit kerikil nya lngsung clear gitu 😂
bujang lapuk gitu loh🤣🤣
tapi aku aih pilih kw Alan yg udah mpan hee🤦😍