JUARA 2 KONTES BERTEMA BERBAGI CINTA
NOTE : Ide kisah ini berdasar pengalaman author sendiri yang dikembangkan sebagus mungkin.
Season 1 :
Perjuangan seorang wanita cantik bernama Sena yang berusaha menggapai cinta sang suami, Regan Anggara. Regan merupakan mantan dosen killernya yang harus menikah dengannya akibat perjodohan. Sudah 2 tahun hubungan pernikahan mereka namun Sena tak membuahkan hasil untuk mengambil hati dari sang suami, namun alangkah terkejutnya saat Sena memergoki sang suami yang tengah mesum dengan rekan kerjanya. Hati Sena mendadak sakit, pantas saja selama ini tak mau menyentuhnya, rupanya Regan sudah mempunyai wanita lain dan mengaku sudah menikah sirih dengan Maya dan kini tengah mengandung anak dari Regan. Parahnya, orang tua Regan yang selama ini baik dengan Sena ikut menyembunyikan rahasia itu.
Dan jangan lupakan Devan! Pria duda yang selalu ada untuk Sena bahkan siap menjadi suami baru untuk Sena.
Season 2 :
Ketika semuanya tak bisa ia gapai. Dia hanya bisa berusaha untuk tegar. Lika-liku kehidupan ini membuatnya menjadi sangat kuat.
Sena dan Devan berjuang keras untuk mendapatkan momongan.
Namun...... semuanya tak semudah itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Tidak bisa
"Benar, mereka harus segera dinikahkan. Itu anak Devan 'kan?" tanya Sofia.
"Iya," ucap Devan.
"Bukan," ucap Sena.
Antony dan Sofia sama-sama bingung dengan jawaban mereka yang berbeda. Sena pun mencubit paha Devan membuat pria itu kesakitan.
"Akh... Apa sih?" tanya Devan dengan gerakan bibir tanpa bersuara.
”Sudah aku bilang "kan? Aku tidak bisa menikah denganmu karena aku sedang hamil anak Regan," jawab Sena menggunakan gerakan bibir tanpa bersuara.
Antony geram dengan mereka. "Hei, sudah cukup bisik-bisiknya!"
Devan dan Sena menatap pria tua itu, Devan sangat senang jika dirinya menikah dengan Sena namun Sena malah takut jika dinikahkan dengan Devan.
"Jadi itu anak siapa? Atau dia sudah hamil dan kau tampung di sini, Dev?" tanya Sofia.
"Maaf, sebenarnya ceritanya seperti ini..."
Sena menceritakan yang sebenarnya mulai dari awal sampai akhir, Sofia dan Antony mendengarkan dengan seksama, ekspresi wajahnya tak mudah tertebak. Devan hanya menghela nafas panjang sesekali bermain rambut Kia yang bergelombang panjang. Dia ketar-ketir jika orang tuanya tidak jadi menikahkannya.
"Begitu ceritanya, maaf jika tidak berkenan, saya akan pergi dari rumah ini," jelas Sena.
Sofia meneteskan air mata, ia juga seorang perempuan pasti bisa merasakan hal yang dirasakan oleh Sena, pria mana yang tega dengan Sena yang begitu cantik.
"Yasudah Devan, kau nikahi saja setelah dia melahirkan jika memang mencintainya," ucap Sofia.
"Eh?" Sena terkejut.
Antony seolah tak setuju. "Mana bisa putra kita menikahinya? Aku tidak setuju, bayi itu bukan anak dari Devan, kenapa Devan harus bertanggung jawab?"
Sofia dan Antony berdebat panjang lebar, suasana menjadi tidak kondusif, Devan menarik Sena dan Kia untuk menjauhi mereka. Kia meminta masuk ke kamar dan ingin belajar, Sena mengantarnya namun Devan menyuruh Kia masuk ke kamar duluan karena ada hal yang ingin Devan sampaikan.
Devan mengajak Sena di balkon, Sena sedari tadi begitu kesal dengan Devan karena mengatakan jika ini adalah anaknya.
"Kenapa mengatakan jika ini adalah anakmu? Walau bagaimanapun juga kita tidak bisa menikah, waliku tidak ada dan aku baru saja bercerai apalagi ada bayi di dalam rahimku. Tak semudah itu," ucap Sena.
"Maaf, aku terlalu mencintaimu sehingga aku tidak bisa berpikir logis," ucap Devan.
Sena menghela nafas panjang, dia tak bisa begitu saja menerima ajakan Devan untuk menikah. Sena menatap Devan, pria itu juga menatapnya.
"Besok aku akan keluar dari rumah ini, tolong jangan tahan aku! Memang kurang nyaman tinggal di sini karena aku adalah seorang janda dan kau duda. Kita baru saja bercerai dari pasangan kita, tak pantas jika sudah mengatakan cinta."
Sena menunduk hormat lalu kembali ke kamarnya untuk membereskan barang-barangnya. Sena akan memilih tinggal di tempat kost saja dan hidup bersama sang jabang bayi. Dia tidak mungkin terus merepotkan Devan. Sena mengambil kopernya dan memasukan semua barangnya, semoga saja ini langkah awal yang bagus untuk Sena.
**
Bram menemani sang istri tercinta, keadaannya mulai membaik bahkan sudah bisa berbicara normal. Tak lama berselang, Sena mengirim pesan padanya.
Sena
Papa, Mama bagaimana?
Bram
Dia sudah keluar dari ICU dan kini sudah pindah ke ruang inap biasa. Sena, kabarmu baik-baik saja 'kan?
Sena
Iya, Pah. Aku baik kok.
Bram
Besok Papa akan berangkat bekerja, kita bertemu di sana ya? Papa rindu denganmu.
Sena
Oke, Pah.
Bram menyimpan ponselnya, ia menatap Maya yang masih menggenggam ibu mertuanya.
"Maya, pulanglah! Kau sedang hamil tidak baik menunggu di sini," ucap Bram.
"Pah, bisakah Regan memaafkanku?"
Bram terdiam, sebenarnya dia juga kesal dengan Maya yang telah menipu putranya dan menjebaknya namun Regan sendiri yang meyakinkan jika dirinya juga mencintai Maya entah itu benar atau tidak.
"Aku akan menyuruh Regan untuk menjemputmu, walau kau bukan lagi istrinya namun Papa masih menganggapmu menantuku," ucap Bram begitu baik.
Bram menelpon Regan untuk memintanya mengantar Maya. Setengah jam kemudian Regan benar-benar datang membuat Maya sangat senang.
Mereka berjalan ke tempat parkir, Maya berusaha menggandeng tangan Regan namun pria itu menepisnya. Maya sangat sedih, ia masuk ke mobil dalam keadaan menangis.
"Simpan air matamu!" ucap Regan sudah ada di depan kemudi. "Oh ya, aku sudah mendapatkan alamat si b*jingan itu. Dia mengajar di kampus YY. Apa perlu aku menemuinya dan mengatakan jika kau hamil anaknya?" sambung Regan.
Maya menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin bersamamu. Kau sudah pernah mengatakan akan mencintaiku lebih dari Sena."
Regan menjawab dengan wajah yang datar. "Itu sebelum aku tahu kebohonganmu."
Maya menangis sedih, ia meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tak ada maksud menjebak di malam itu, ia hanya ingin ada seseorang yang bertanggung jawab atas kehamilannya namun memang cara yang digunakan sangat licik.
"Regan, aku hanya ingin kau kembali padaku. Kita memulainya dari awal lagi."
"Jika memang memulai dari awal harusnya kulakukan bersama Sena karena dia istri sahku dulu tapi memang sudah tidak ada memulai dari awal lagi karena aku akan segera ke luar negeri."
Maya hanya bisa menangis sedih, ia lalu memilih bungkam sampai di rumah. Regan akan membantu Maya untuk mencari keberadaan dosen ****** itu, dosen yang melakukan pelecehan pada Maya bahkan beberapa mahasiswi di kampus.
"Tapi aku masih heran kenapa kau malah menjebakku bukan ke dosen yang lain?" tanya Regan.
"Karena kau seperti kurang kasih sayang pada istrimu bahkan terlihat tidak mencintainya."
Regan hanya diam namun tak dapat dipungkiri jika dia tertarik pada Maya juga karena kecantikannya namun semua itu adalah awal petakanya.
"Besok aku akan mengantarmu ke tempat Abi, walau bagaimanapun bayi yang ada di perutmu adalah bayinya," ucap Regan.
Sesampainya di rumah Maya, Regan bergegas untuk kembali ke rumah sakit namun dia menghentikan mobilnya dulu di pinggir jalan. Dia sangat merindukan Sena, ia membuka instagram milik sang mantan istri.
"Aku rindu kau, Sena."
Dahi Regan berkerut saat melihat banyak komentar menghina apalagi nama akunnya sama persis dengan namanya.
"Siapa ini?" Regan membuka akun itu dan melihat semua fotonya ada di sana. "Dia memakai namaku untuk menghujat Sena."
Regan begitu geram, ia akan memberi perhitungan kepada si pemilik akun palsu itu.
Kling...
Sebuah pesan masuk ternyata dari sang Papa. Beliau meminta Regan untuk segera datang ke rumah sakit karena sang mama mencarinya.
Regan melajukan mobilnya sekencang mungkin, dia sangat kesal dengan akun palsu itu. Namanya akan semakin jelek di depan Sena padahal dia tidak melakukannya.
Kira-kira siapa orang yang menghujat Sena dengan menggunakan namaku?