Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Koleksi barang antik
(Ding!!. Saat ini tuan rumah telah membuat kemajuan yang sangat besar, dalam mendekatkan diri dengan keluarga. Tuan rumah telah berhasil membuat ayah mertua bangga dan bahagia. Tuan rumah telah berhasil membuat istri sangat bahagia, hingga memeluk dan mencium tuan rumah, dengan sepenuh hati untuk pertamakali nya.)
(Ding!!. Karna kemajuan tersebut, tuan rumah diberikan hadiah, seluruh koleksi barang berharga tuan rumah dari kehidupan sebelumnya, akan di kembalikan dan disimpan di ruang koleksi tuan rumah.)
Mendengar notifikasi sistem, hati Liam Anggara terguncang.
"Semua koleksi di kehidupan sebelumnya," gumamnya takjub.
Di kehidupan sebelumnya, setelah Liam mencapai kesuksesan yang sangat besar, dia tidak memiliki ketertarikan khusus pada apapun lagi.
Namun saat dia berkunjung ke rumah temannya, dia melihat sebuah lukisan antik Kono. Melihat lukisan itu, semacam rasa ketenang muncul di dalam hatinya.
Dari saat itu, dia mulai mempelajari barang-barang antik. Selain mempelajarinya, dia juga mengoleksi barang-barang itu hingga dia sendiri lupa berapa banyak yang dia punya.
Dari yang awalnya hanya tertarik untuk mengoleksi, beberapa lukisan kaligrafi antik, atau lukisan kuno lainnya. Liam malah terjun ke barang antik lainnya, hingga berbagai jenis barang antik dia koleksi.
Setelah semua orang selesai makan malam, Liam berbicara.
"Ayah, apakah kamu suka melihat barang-barang antik?," ucapnya dengan penasaran. Karna pada umumnya, semua orang tua dan paruh baya, sangat suka untuk mengoleksi barang antik.
"Tentu saja, bagaimana?, apakah kamu punya barang antik?," tanya Arya penasaran juga dengan maksud Liam.
"Kalau ayah penasaran, ayo kita lihat," ucapnya sambil berjalan menuju ruang tertentu.
Mendengar itu, raut gembira muncul di wajah Arya. Lalu dengan cepat dia berdiri dan mengikuti langkah Liam.
Yuna yang juga penasaran dengan koleksi suaminya, juga itu pergi dan sekalian siaran langsung.
Karna mereka bertiga pergi, Mulan dan Alisia yang tidak memiliki kegiatan apa-apa, juga memutuskan untuk ikut melihat-lihat.
Liam tiba di depan pintu tebal, "Mr park buka," perintah Liam.
Setelah itu, pintu terbuka otomatis.
Liam, berdiri di tengah ruang koleksinya yang mewah. Lampu sorot menyoroti berbagai artefak antik: patung-patung kuno, lukisan klasik, pedang samurai, dan pernak-pernik bersejarah lainnya. Liam tampak bangga dan bahagia saat memandangi koleksinya.
Tiba-tiba, Yuna, istrinya, masuk dengan ponsel di tangannya. Dia tampak bersemangat. "Sayang, aku siaran langsung nih. Gak papa kan kalau penonton melihatnya juga?," tanya Yuna dengan lembut.
Mendengar itu Liam sedikit terkejut, tapi kemudian tersenyum. "Tentu, kenapa tidak?."
Mendengar perkataan suaminya, Yuna mengarahkan kamera ponselnya ke Liam dan koleksinya. "Halo semuanya! Malam ini kita lagi ada di ruang koleksi pribadinya suami ku. Lihat deh barang-barang antik yang keren ini!," ucapnya sembari merekam banyaknya barang antik di depannya.
Liam melangkah mendekat dan mulai menjelaskan beberapa koleksinya. "Ini adalah patung dewa dari abad ke-12. Saya mendapatkannya dari seorang kolektor di Eropa.," ucapnya.
"Keren banget ya? Harganya pasti fantastis!," ucap Yuna heran.
LIAM Tertawa, "Lumayan lah. Tapi nilai sejarahnya jauh lebih berharga," ucap Liam santai.
Yuna terus mengarahkan kamera ke berbagai objek, sementara Liam dengan antusias menjelaskan sejarah dan nilai dari masing-masing barang. Beberapa komentar dari penonton mulai muncul di layar ponsel Yuna.
"Wah, banyak yang bilang koleksimu luar biasa, sayang! Ada juga yang nanya, berapa total nilai koleksi ini?."
Liam tampak sedikit ragu menjawab pertanyaan itu. "Aduh, kalau itu rahasia dapur lah. Yang penting, saya senang bisa mengumpulkan dan merawat barang-barang bersejarah ini."
Yuna tersenyum dan mengedipkan mata ke arah kamera. "Benar banget! Koleksi ini adalah investasi yang tak ternilai harganya, jadi kalian para penonton tidak perlu terlalu kepo," sindir Yuna kearah kamera.
Liam dan Yuna terus berinteraksi dengan penonton, menjawab pertanyaan, dan berbagi cerita tentang koleksi antik mereka. Ruangan itu dipenuhi dengan cahaya lampu dan kehangatan cinta, menciptakan suasana yang menyenangkan dan menginspirasi.
Sementara Arya Wiguna sudah tercengang dari tadi. "Apakah ini masih ruang koleksi?, ini sudah bisa di bilang musium mini," ucapnya takjub.
Dia menatap berbagai macam barang antik, seperti pedang, keris, dan guci antik.
Sementara Mulan dan Alisia, sudah kagum dengan cantiknya lukisan-lukisan yang menempel disetiap dinding.
Mereka ingin menanyakan seberapa banyak uang yang Liam habiskan untuk semua ini.
Tapi karna tadi dia sudah mengelak untuk memberitahukan harga semua barang koleksi ini, mereka mengurungkan niatnya untuk bertanya.