Season satu : Polisi Sang Penakluk Hati
Season dua : Antara Aku Kamu dan Dia
Season ke tiga : ISTRI UNTUK MANTAN SUAMIKU.
Berkisah tantang rumitnya perjalanan sebuah rasa yang di sebut cinta.
Angga jatuh cinta kepada Cia.
Cia yang justru jatuh cinta kepada Arfi
Dan Arfi yang masih menharapkan Sisi sang mantan Istri.
Kejutan kian menjadi, saat Cia tahu ia mencintai mantan suami sahabatnya sendiri.
***
Follow IG aku yak : @shanty_fadillah123
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama Yang........
*Selamat Membaca*
Hari pernikahan pun usai, hari dimana seharusnya, menjadi hari yang paling membahagiakan. Namun nyatanya hari pernikahan tersebut, justru di jadikan rencana balas dendam, yang sudah Alvian rencanakan untuk kedua orangtua Airin. Harapan Alvian tetap sama, jika kedua orang tua gadis yang kini telah menjadi istrinya, sadar, bahwa harta bukanlah segalanya, buktinya Rehan sang Papa, mau menerima Airin dan menerima semua kesalahan yang pernah Airin lakukan. Lalu.. bagaimana bisa? Orang tua menelantarkan anaknya sendiri, di saat anaknya tersebut benar-benar butuh dukungan, bimbingan dan penyemangat.
"Rin, maaf! Aku terlalu emosi saat bertemu kedua orang tuamu," ucap Alvian tulus, sebab ia merasa emosi dan benci untuk Yuda dan Anita, lebih besar dari emosi Airin sendiri.
"Tak masalah, Al, lagi pula, itu semua di lakukan, agar mama dan papaku sadar, bahwa semua yang ada di muka bumi ini bukan hanya prihal uang," balas si cantik pula.
Alvian tersenyum, ia segera mendekati keberadaan Airin yang sejak tadi duduk di sisi ranjang, sementara si tampan masih duduk di kursi roda.
"Bantuin dong," pinta Alvian tanpa ragu pada wanita yang beberapa jam lalu sudah sah menjadi istrinya.
"Ehh," Airin tiba-tiba gugup luar biasa saat Alvian tersenyum manja ke arahnya.
Iya benar saja, karena sudah "SAH" menjadi sepasang suami dan istri, kini Alvian dan Airin tidur di kamar yang sama, hal itu tentu masih menimbulkan rasa canggung di antara keduanya.
"Ba_baik, aku bantu ya," jawab Airin gugup.
Si cantik segera membantu Alvian untuk pindah dari kursi lalu ke ranjang yang saat ini masih di penuhi bunga-bunga.
"Aku ke kamar mandi sebentar," tukas Airin setelah sang suami sudah berada di atas tempat tidur.
"Jangan lama-lama, Rin!"
Alvian berucap dengan senyum yang kian mengembang, hal itu tentu membuat dada Airin semakin berdebar-debar.
"Ya Tuhan, apa malam ini, Alvian akan membobol pertahaanku," lirihnya seraya mengusap wajahnya dengan air berkali-kali.
15 belas menit sudah, Airin berada di dalam kamar mandi, ia pun memberanikan diri untuk keluar. Dan... si cantik pun bernafas lega, karena melihat Alvian sudah memejamkan mata.
"Syukurlah," batinya lagi, lalu perlahan ia mendekati keberadaan Alvian.
Airin memastikan suaminya itu benar-benar sudah tertidur lelap.
"Baguslah, akhirnya malam ini aku masih menjadi gadis original," gumamnya dengan tingkah sedikit aneh. "Sebaiknya aku tidur di luar saja, karena bahaya kalau aku masih di sini, Alvian bisa saja merebut kesucianku secara paksa," tambahnya lagi. dengan tingkah yang semakin menggemaskan.
Alvian benar-benar tak mampu menahan tawa, saat mendengar celotehan-celotehan istrinya, karena sebenarnya Alvian sejak tadi, hanya pura-pura tertidur.
"Mau kemana, Rin?"
Si tampan spontan menarik tangan istrinya, sesaat Airin coba melangkah dan berencana akan tidur di luar kamar.
"Al, kau belum tidur," spontan saja Airin memasamkan wajah cantiknya.
"Sini, tidur di sini! Jangan di luar, bahaya! Karena di luar banyak nyamuk-nyamuk nakal," canda Alvian aneh.
"Tapi, kalau aku di sini, kau juga pasti akan nakal," jawab Airin polos.
Ucapan istrinya itu seketika membuat Alvian tertawa sejadi-jadinya, hingga Airin semakin bergidik ngeri melihat sikap sang suami.
Ssstt.... Ck
"Al, apa yang kau lakukan? Kenapa, kau menjatuhan tubuhku di ranjang, haaaah?!!" pekik si cantik, justru membuat Alvian semakin gemas.
"Inikan malam pertama, Rin,"
"Eh, apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura tidak tau, apa yang aku mau,"
Senyum di wajah Alvian semkin menambah kadar ketampanya menjadi berlipat-lipat ganda, ini kali pertama Alvian tersenyum selepas ini. Jantung Airin berdetak tak seirama, dadanya berdegup luar biasa.
"Suka rela, atau mau aku paksa?" pertanyaan Alvian semakin nyeleneh.
"Heeeei,"
Airin di buat salah tingkah oleh suaminya sendiri, ia benar-benar tak menyangka jika Alvian yang terkesan tak banyak bicara, namun nyatanya otaknya liar di luar dugaan.
"Oke... oke, suka rela aja deh, jangan di paksa,"
Si cantik segera berdiri dan menanggalkan bajunya di hadapan sang suami. Alvian yang sejak tadi sudah menunggu saat-saat indah ini, di buat gagal fokus akan ke indahan lekuk tubuh istrinya sendiri.
"Sempurna," ucap si tampan penuh ke kaguman.
"Benarkah?" Airin pun mendekati keberadaan suaminya.
Semakin Airin mendekat, si tampan justru gemetaran, Alvian susah payah menelan salivanya, saat sang istri sudah tepat berada di hadapanya.
"Ri_rin, kau cantik sekali," gugupnya yang semakin menggila, tak di sangka kini justru Alvianlah yang salah tingah saat di hadapankan akan keindahan surga dunia.
"Ayo...!" ajak si cantik tanpa ragu, ia bahkan sudah memejamkan matanya.
"Rin, kau yakin, akan menyerahkan hartamu untukku?"
"Iya dong, kan kamu suamiku," jawabnya nakal.
"Haiih,"
Jedag-jedug di dada Alvian semakin tak beraturan, rasa geli dan merinding semakin ia rasa, kala Airin meyentuh bagian dadanya yang nampak kekar.
"Aww, kenapa bulu-buluku berdiri semua, Rin?"
"Ihh, sok polos banget sih, pak,"
Saat mendengar gurauan istrinya itu, Alvian semakin tak bisa menahan gelora cinta yang semakin membara.
"Aaaaaaa," teriak Airin spontan saat melihat bercak merah yang namak jelas di atas tempat tidur mereka.
"Kenapa, Rin?"
"Kau sudah merenggut, ke P3rawananku," ucap Airin polos.
"Ehh, kok bisa? Padahal, kita belum ngapa-ngapain lho, kecup bibirmu saja belum, masa sudah pecah," Alvian menggeleng heran
"Tapi itu!"
Si cantik menunjuk ke arah bercak darah yang masih nampak segar di atas ranjang keduanya.
"Coba berdiri!" titah sang suami.
"Astaga Al, aku..." Airin tersenyum simpul.
"Kau kenapa?"
"Aku datang bulan, pak," jujur Airin saat mengingat hari ini tanggal dan jadwal ia datang bulan.
"Ya ampuun, Rin.... padahal aku sudah pasang ancang-ancang ini, masa gak jadi," cetusnya kesal.
"Ya.... gimana dong, kan ini juga bukan rencanaku, pak,"
Airin kini yang berganti menahan tawa saat melihat raut kecewa dari wajah suaminya.
"Besok-besok saja, ya pak," bisiknya pelan seraya tertawa kecil.
"Baiklah,"
Spontan Alvain pun menjatuhkan tubuhnya di ranjang, ia menutup wajah menggunakan bantal miliknya.
"Begini rasanya, jika sudah menggebu-gebu, tapi gagal dalam perjalanan. Huwaaaa, sabar ya, Tong," Alvian menggeleng pelan seraya menatap ke arah telur masa depanya yang mulai melemas dan ihklas.
"Percayalah Al, kegagalan malam ini, untuk menuju pertempuran yang akan lebih seru lagi," bisik Airin di telinga Alvian, bahkan setelah berbisik, si cantik pun tertawa sejadi-jadinya.
Sedangkan wajah Alvian kian kusut saja, tawa istrinya membuat si tampan menautkan kedua alisnya.
"Ketawa aja, terus, suka banget liat orang menderita karena di gantung," cetus Alvian bahkan membuat Airin kian mengencangkan tawanya.
Ck...
Alvian menarik tangan si cantik, hingga tubuh Airin kini sudah berada di atas ranjang lagi.
Ssssssttt..
Satu kecupan mendarat aman di bibir merah Airin.
"Cara cepat, membuatmu terdiam," balas Alvian dengan berbisik pelan pula.
.
.
.
.
Hei, buat kakak-kakak yang mau baca Novel Tamat, bolehlah baca-baca di karyaku satunya, TERPAKSA MENAKAHI SI ANAK MAMI di jamin, gagal fokus dan baper luar dalam😂❤❤.
JANGAN LUPA BAHAGIA BUAT SEMUA❤
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu