Akankah kehidupan pernikahan secara poligami bisa membawa kita ke sakinah mawadah warohmah, atau justru menjerumuskan kita ke dalam ketidakrelaan hati?
Jangan lupa follow aku yah,makasih.
Ig;Aininabila23
Akun wattpad;23ainifaizah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertengkarnya Farel dan Kevin
Halwa dan Farel pun makan bersama di salah satu Restoran, tiba-tiba Halwa merasa perutnya kembali sakit.
Halwa memegang perutnya, dan keringatnya sudah bercucuran di wajahnya.
"Halwa kamu kenapa?" ujar Farel panik karena raut wajah Halwa yang seperti kesakitan.
"Rel, perut aku, perut aku sakit banget," ujar Halwa.
"Yaudah kita ke rumah sakit" ujar Farel dan mereka pun tiba di rumah sakit.
"Jadi bagaimana anak saya Dok?"ujar Halwa setelah diperiksa oleh Dokter Reina. Dokter Reina adalah Dokter khusus kandungan yang memeriksa Halwa dari awal dia hamil sampai detik ini.
"Ini memang biasa mba untuk Ibu hamil yang terkena kanker rahim. Mba Halwa akan sering mengalami kesakitan di bagian perut jika mempertahankan bayinya," ujar Dokter Reina.
"Wa, gimana kalau kamu gugurin aja kandungannya, daripada kamu harus ngerasain kesakitan terus menerus," ujar Farel prihatin dengan kondisi Halwa.
"Nggak Rel, aku nggak akan mungkin gugurin kandungan ini, itu sama aja aku bunuh nyawa yang mau lahir," ujar Halwa.
"Tapi kalau kamu mempertahankannya, itu namanya kamu bunuh diri kamu sendiri." ujar Farel.
"Apa yang dikatakan mas Farel itu ada benarnya mba Halwa," ujar Dokter Reina.
"Nggak, sampai kapanpun aku akan pertahankan kandungan ini Rel. Dia anakku, dan sebagai seorang ibu, aku rela memberikan nyawaku untuk anakku agar lahir kedua ini, supaya dia bisa melihat betapa indahnya dunia," ujar Halwa yang air matanya sudah jatuh, tapi langsung dia hapus kembali.
Setelah selesai memeriksa kandungannya, Halwa dan Farel pun pulang, tapi belum cukup satu langkah mereka berjalan ke luar rumah sakit, mereka bertemu dengan Kevin, Alisha dan keluarganya
Halwa terheran melihat Alisha yang terduduk di kursi roda, dan perutnya yang lebih kurus
Sedangkan Kevin, dia ingin sekali memeluk Halwa dan mengatakan kalau dia rindu, tapi penghianatan Halwa begitu sangat menimbulkan luka di hati Kevin.
"Kamu kenapa Sha?" ujar Halwa, tapi Alisha malah memasang wajah sinis.
"Ini semua itu karena kamu, dasar perempuan murahan!!. Alisha itu keguguran karena kamu, dasar wanita pembawa sial!," ujar mama Kevin yang berhasil membuat Halwa menjatuhkan air matanya.
"Maaf dengan sangat yah tante, Halwa bukan perempuan murahan, dia juga bukan pembawa sial, saya heran, kenapa wanita sebaik Halwa bisa mendapat kan mertua seburuk tante," ujar Farel yang membuat Halwa kaget.
"Kamu!!!, kamu itu nggak tau malu apa, Halwa itu istrinya Kevin, tapi kamu malah mendekatinya, dasar tidak laku sampai-sampai istri orang juga di didekati," ujar mama Kevin.
"Lebih baik saya yang tidak laku tante, tapi saya masih punya rasa manusiawi terhadap manusia, tapi lihatlah tante, sudah tua bukannya memikirkan amal baik untuk menghadap Tuhan, tapi malah menyakiti perasaan orang lain," ujar Farel yang membuat Kevin tidak terima karena mamanya telah dihina.
"Maaf yah, anda tidak punya hak mengatai mama saya seperti itu, lagi pula anda tidak tau bagaimana keluarga saya, jadi tidak usah ikut campur," ujar Kevin.
"Owh maaf kalau saya terlalu ikut campur, tapi saya juga kasihan terhadap kamu, lebih memilih yang busuk daripada yang baik," ujar Farel.
"Apa kamu bilang!!" ujar Kevin memukul Farel.
Farel pun tak mau di kalah, dia menghajar kembali Kevin.
Halwa yang melihatnya pun menjadi kaget.
"Sudah stop!, hentikan!!" ujar Halwa teriak, tapi Farel masih terus memukul Kevin.
Halwa pun memegang tangan Farel.
"Cukup Rel!, cukup!, kita pergi dari sini!" ujar Halwa.
"Urusan kita belum selesai." ujar Farel sinis dan Kevin membalas dengan yang lebih sinis.
Halwa dan Farel pun sampai di dalam mobil Farel dan Farel pun mengendarainya.
Sudah dua puluh menit mereka di dalam mobil, tapi Halwa tidak sama sekali berbicara apapun.
"Halwa kamu marah sama aku?" ujar Farel.
Hening.
"Halwa aku lakuin itu karena aku cuman nggak suka mereka hina kamu Wa, apalagi rendahin kamu seperti tadi," ujar Farel.
"Rel ini masalah aku, aku sangat berterima kasih atas pembelaan kamu, tapi dengan kamu memukul dan meladeni mas Kevin kayak tadi itu nggak akan merubah apapun, malah kamu nambah masalah aku." ujar Halwa.
Niat aku baik sama kamu Wa, tapi maaf jika aku hanya nambah masalah kamu, batin Farel kecewa dengan kata-kata Halwa.
Farel pun terdiam, dia sudah tidak menjawab kata-kata Halwa lagi, sesampainya di rumah Halwa.
"Makasih." ujar Halwa hendak turun, tapi tangannya di cekal oleh Farel.
"Maaf kalau selama ini aku cuman nambah masalah kamu, aku sadar diriko, aku nggak akan ikut campur lagi," ujar Farel.
"Rel, bukan kayak gitu,tapi,," ujar Halwa terpotong oleh ucapan Farel.
"Hmm aku udah di tunggu mama dirumah, kamu bisa turun!" ujar Farel tanpa melihat Halwa.
Halwa pun turun dan Farel langsung pergi tanpa mengucapkan apapun lagi.
Maafin aku Rel. Aku tau artian baik kamu terhadap aku, tapi aku nggak bisa bawa kamu dalam masalah pribadi aku, kamu sudah cukup sangat membantuku selama ini, batin Halwa menatap mobil Farel, hingga hilang dari pandangannya.
**Jangan lupa vote nya dan komennya yah
Gimana kurang greget nggak?
Salam manis Author**