NovelToon NovelToon
Mr Billioneire Wife

Mr Billioneire Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:16.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: evii_

plagiat dilarang mendekat!🔥🔥

aku tidak tahu apakah ini depresi. maksudku aku tidak sedih,tapi aku juga tidak bahagia. di saat langit terang aku tertawa dan bercanda gurau. dan disaat malam aku lupa cara untuk tersenyum. ~ Grace Elisha Elard

aku akan menyembuhkan semua lukamu dengan cinta yang kumiliki. ~ Damian Efrat Wilson.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evii_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku mencintainya kak(Revisi)

Puas mengalihkan rasa lelah, Damian memutuskan pulang ke mansion tepat pada jam tiga pagi. Dengan langkah mengambang ia masuk kedalam kamar.

Dengkuran-dengkuran halus terdengar samar, Grace tertidur pulas di bawah selimut. Damian menatap wanitanya dengan sangat lama. Dalam keadaan tidur pun Grace tetap terlihat cantik.

Damian melepaskan sepatu lalu merangkak naik keatas ranjang, berbaring dan memeluk erat tubuh mungil Grace tanpa berganti pakaian. Mata Damian terpejam namun kesadarannya masih tetap utuh tidak berkurang sedikitpun.

Undangan Peter membuat Damian kepikiran, seandainya Grace tahu Rachel menikah dengan Peter karena bantuan identitas palsu itu. Grace mungkin menyalahkan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, Grace menumbalkan kebahagiaan Rachel untuk keegoisannya.

Karena itu Damian memutuskan tidak akan memberitahu Grace perihal pernikahan Peter dan Rachel. Cukup, dirinya saja yang datang ke pesta pernikahan itu.

Setelah situasi membaik, barulah Damian cerita mengenai Undangan dan bagaimana pasangan itu bisa menikah.

"Dingin!" gumam Grace dalam tidurnya. Menggeser tubuhnya ke arah Damian. Mengikis jarak dan mencari kehangatan. Padahal Damian memeluk Grace sekarang, namun wanita itu masih menggigil.

Damian membuka mata, menyapukan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Jadi ini penyebabnya, berkata dalam hati seraya memperhatikan benda kotak yang menggantung di dinding kamar. Grace lupa mematikan AC.

Terpaksa Damian kembali duduk. Merogoh laci, mengambil remote kontrol. Ia mematikan AC dan menyalakan penghangat ruangan. Baru setelah itu keduanya tidur dengan nyenyak.

...🦋🦋🦋🦋...

Tangisan Xavier berhasil membangunkan dua insan yang tertidur pulas dengan saling berpelukan. Masih dengan mata terpejam, Grace memaksakan diri untuk bangun dan menghampiri Xavier. Rasa kantuknya masih belum hilang.

"Jangan menangis sayang, mommy di sini." seru Grace, menepuk punggung Xavier lemah. Melihat Grace ngantuk berat, Damian memutuskan mengambil alih Xavier.

"Berikan dia padaku, aku rasa Xavier buang air. Kembalilah tidur, aku akan mengganti popoknya." karena kantuk Grace tidak terlalu mendengar perkataan Damian.

Grace memutuskan menurut, menyerahkan Xavier ke dalam pelukan sang suami dan kembali beristirahat.

"Berhenti menangis sayang. Dad akan menggantikan popok mu!" seru Damian menenangkan. Lalu mengambil popok di atas lemari.

Tunggu, Damian tidak tahu cara mengganti popok bayi. Kenapa dia sok mau mengambil alih. Sial, Damian menatap popok itu dengan perasaan dongkol.

Ellie, ya minta tolong pada wanita itu saja. Untuk apa Damian menggaji Ellie jika pekerjaan kecil seperti ini Damian sendiri yang mengatasi.

...🦋🦋🦋🦋...

Di bandara.

Steven keluar dari bandara sambil menarik satu koper besar berisi pakaian sehari-hari. Steven duduk di kursi panjang yang terletak di samping halte. Menunggu mobil taksi lewat.

Namun, tidak sampai 5 menit. Sebuah mobil Ferrari bewarna hitam glossy berhenti tepat di depannya.

Seorang pria berbadan besar keluar, berjalan mendekat dan membungkukkan badannya hormat. "Selamat pagi tuan, saya sopir yang akan mengantar anda ke mansion Mr Wilson."

Decakan keluar dari bibir Steven. Sialan, selama ini Damian mengawasi gerak-geriknya. Karena sudah begini, Steven tidak punya pilihan lain selain menurut dan pergi bersama.

Ini bukan kali pertamanya datang ke New York. Steven sering datang untuk urusan bisnis. Jadi Steven tidak terlalu kaget dengan bangunan mewah bercakar langit yang berdiri tegak di samping trotoar. Juga padatnya jalanan di pagi hari.

"Apa masih lama?" tanya Steven. Tidak sabar menemui Grace. Sudah dua hari mereka berpisah dan Steven sudah sangat merindukannya.

"Kita sudah sampai tuan." kediaman Damian dekat dengan bandara. Tidak terlalu membutuhkan waktu lama untuk sampai di mansion mewah ini.

Steven mengamati kediaman Damian. Mewah dan megah, tidak heran mengingat Damian memiliki bisnis di mana-mana. Steven akui, Grace cukup beruntung menjadi istri seorang milyader.

"Silahkan masuk tuan. Saya akan memberitahu Mr Wilson, jika anda sudah sampai." entah sejak kapan Adam duduk di ruang tamu. Tapi sepertinya sudah berjam-jam lamanya.

...🦋🦋🦋🦋...

Damian dan Grace menghabiskan waktu di Gazebo taman. Mereka sarapan bersama di sana. Grace tampak berbinar melihat makanan yang tersaji. Apalagi melihat puding coklat di samping ranjang buah, Grace semakin bersemangat.

Entah setan apa yang merasuki dirinya. Grace tidak melemparkan tatapan sinis ataupun berkata pedas pada Damian. Wanita itu tampak tenang setelah beristirahat dengan cukup.

Grace terlihat menikmati keindahan taman. Dimana berbagai macam bunga mawar bewarna warni memanjakan mata.

Belum lagi sungai buatan yang terletak di samping kolam membuat Grace berinisiatif bermain di sana seandainya Damian mengizinkan. Sayangnya pria itu melarang dengan beralasan masih pagi.

"Kau terlihat cantik mengenakan dress bunga itu Grace." puji Damian di sela-sela sarapannya. Grace mengulas senyum, menunduk malu. Suka mendengar pujian Damian.

"Dad dad dad..." Xavier bergumam sembari menunjuk bunga mawar merah yang terletak tidak jauh dari tempat mereka sekarang.

Damian memetik bunga tersebut dan menyerahkannya pada Xavier. "Kau suka bunga huh?" tanya Damian. Mengalihkan dunianya pada Xavier dan mengacuhkan Grace.

"Kau seperti wanita saja menyukai bunga." ejek Damian pada putranya sendiri. Xavier tidak tahu karena dia masih kecil. Yang dia tahu sekarang bunga tersebut merupakan mainan yang menarik perhatian.

"Jangan mengejek Xavier Ef." sungut Grace marah. Memelototi Damian. "Baiklah-baiklah." ketiganya kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Tap! tap! tap!

Derap langkah seseorang membuyarkan keheningan yang tercipta. Semakin lama suara tersebut semakin nyaring, sampai akhirnya menampakkan sosok Adam dengan raut muka datar. "Sir! tuan Steven menunggu anda!" bisik Adam.

Damian mengangguk mengerti, "bawa Xavier bersamamu. Aku ingin bicara berdua dengan Grace sebentar!" Adam mengangguk dan menggendong Xavier, lalu pergi menjauh dari taman.

"Kakak mu ada disini, Dia datang untuk menjemputmu. Tapi ingat jika kau ikut bersamanya, aku pastikan kau tidak bisa bertemu dengan anak mu untuk selama-lamanya!" Grace terdiam, hatinya tercubit mendengar perkataan Damian barusan.

"Terserah kau saja!" Pasrah Grace. Mungkin sudah waktunya Grace kembali pada Damian dan menerima takdir ini.

Menjadi istri Damian juga tidak buruk. Pria itu mencukupi kebutuhannya dan memberinya banyak cinta. Ya, meskipun Grace belum terbiasa tapi setidaknya Grace harus berusaha menyesuaikan diri.

Damian berjalan santai ke arah ruang tamu. Bibirnya tersungging kala melihat Steven duduk sembari mengedarkan pandangan. Mengamati rumahnya.

"Dimana adikku?" tanya Steven begitu melihat Damian berjalan mendekat.

"Aku sudah bilang, jangan mencarinya lagi. Dia bahagia bersama ku disini." balasnya santai. Steven merapatkan gigi, geram dengan tingkah laku Damian.

"Grace adik ku, aku berhak membawanya pulang." tawa Damian lepas begitu saja. Lucu mendengar perkataan kakak iparnya barusan.

"Aku sudah menikahinya Steven. kau atau bahkan ayah mu sekalipun sudah tidak mempunyai hak. Grace sudah menjadi kewajiban ku sekarang," ujar Damian menjelaskan.

"Tetap saja kau sudah memaksakan kehendak mu padanya. Seandainya kau tidak memaksa daddy ku menjual Grace padamu. Grace tidak akan pernah menjadi milik mu." mengacungkan jari telunjuk. Ingin sekali Steven memukul Damian.

"Benarkah, lalu kenapa kau tidak datang saat Grace membutuhkan bantuan. Alih-alih peduli, kau malah menutup mata dan telinga seolah tidak ada yang terjadi."

Seketika Steven membisu, tak mengelak ataupun menjawab pertanyaan Damian. Semua yang dikatakan Damian memang benar. Steven tidak pernah menanyakan atau mencari tahu kabar Grace selama ini.

"Kenapa kau diam? kau tahu semua yang aku katakan benarkan?" menatap dengan tatapan mencemooh. Senang melihat Steven tidak bisa berkutik.

"Sekarang Grace istriku, terlepas dari bagaimana cara kita menikah. Tetap saja kau tidak bisa mengubah fakta, Grace adalah milikku, tanggung jawabku. Kau tidak berhak membawanya pergi dari suami sahnya Steven." tambah Damian. Terus berceloteh, menegaskan kepemilikan.

Steven sudah sangat geram, menarik dan mencengkeram kerah baju Damian kasar. "Aku tidak akan membiarkan adikku hidup dengan iblis sepertimu sialan!"

"Kakak! apa yang kau lakukan, lepaskan!" Grace menarik tangan Steven yang mencengkram erat kerah baju Damian.

Setibanya disini Grace refleks melerai mereka, sebelum suasana menjadi semakin panas, dan mereka menyakiti satu sama lain.Steven mengalihkan pandangan pada adiknya. menatap lembut pada Grace.

"Kau baik-baik saja Grace, apa dia menyakitimu?!" Steven menangkup kedua pipi Grace, membanjirinya dengan pertanyaan beruntun.

"Aku baik-baik saja kak."

"Dimana Xavier, bawa dia. Ayo kita pulang ke Inggris Grace." Steven mencengkeram pergelangan tangan Grace dan menariknya untuk berjalan lebih dulu.

"Aku tidak bisa pulang bersama mu kak!" tak di sangka-sangka Grace mengibaskan tangan Steven. Menolak ajakan sang kakak, memilih tinggal karena takut dengan ancam Damian.

"Apa maksud mu Grace. Bukankah kau sangat membenci pria itu?" tanya Steven heran.

"Apa dia mengancam mu?" tanya Steven lagi. Matanya melirik Damian sejenak, merasa curiga dengan wajah licik itu.

"Tidak, tapi aku.. aku.. aku mencintainya kak!" bukan hanya Steven, tetapi Damian sendiri juga sama terkejutnya kala mendengar pengakuan cinta itu.

Jelas-jelas Damian tahu semua yang Grace katakan tidak benar. Hanya untuk meyakinkan Steven saja. Entah kenapa mendengar penuturan Grace, Damian ikut senang.

"Kau serius?"

"Untuk apa aku bercanda kak, dia adalah suami ku. Sudah seharusnya aku tinggal bersamanya kak. Jadi aku mohon, pulanglah ke London kak. Aku tidak akan ikut bersama mu!" ucap Grace panjang lebar. Menggenggam kedua tangan kakaknya, mencoba meyakinkan.

"Kau berubah pikiran dalam waktu sesingkat ini? aku tidak mempercayai ucapan mu Grace. Pasti pria ini sudah mengancam mu kan. Aku akan melenyapkannya!" siapa sangka Steven menyembunyikan pistol di belakang jasnya.

Steven menodongkan pistol itu tepat di depan wajah Damian. Menarik pelatuk, bersiap menembakkan peluru. "Kakak! apa yang kau lakukan, turunkan pistol mu!"

Grace merampas pistol itu dan membuangnya ke sembarang tempat. "Hentikan kekonyolan mu kak. Sudah aku bilang, aku bahagia di sini. Jadi aku mohon, pulanglah sekarang juga!"

Steven tak menjawab, tertegun mendengar perkataan Grace barusan. Grace mengusirnya? tanpa sadar Steven meneteskan air mata. Terluka karena Grace tidak menghargai usahanya.

Dia datang jauh-jauh dari London dan Grace malah menginginkan kepergiannya. "Baiklah, aku pergi. Tapi ingat, jangan sampai aku mendengar kau terluka karena perbuatan pria ini. Jika tidak, aku sendiri yang akan melenyapkannya!"

Setelah berkata demikian, Steven berlenggang pergi menjauhi ruang tamu. Grace sendiri merasa bersalah sudah mengusir Steven.

"Maafkan aku kak!"

TBC

warning!

cerita ini hanya fiksi yang author buat sesuai dengan imajinasi author jadi mohon untuk tidak dianggap serius. 🙏!!!!!!

1
ollyooliver🍌🥒🍆
hmmm.apakah nanti akan seperti cerita novel yg membosankan lainnya yang ujung"nya bapaknya dimaafkan lalu diterima kembali..😌
Asih Sudarsih
aku curiga peter yg membuat belle hamil dan punya anak
Aba Bidol
Kerennnnn 👍❤️
Jessica Xie
halo othor
apakah dh boleh d rilis novel barunya
koq dari tahun 2022 sampe tahun 2024 masih belum liris sih
muhammad daffa: kak kpn update novel baru nya versi anak anak " damiyan & Peter
total 1 replies
PANJUL MAN
alurnya menarik
PANJUL MAN
bagus
PANJUL MAN
menarik
PANJUL MAN
apa obat peransangnya bereaksi koq gak kita gak tau ,tiba2 saja udah selesai, ada adegan yg hilang?
PANJUL MAN
lanjut komandan !
PANJUL MAN
lanjut
G.Lo
Cerita bagus...sangat bagus cuman kok sosok Damian kasar yach...harusnya istri disayangi bukan dikasarin kecuali perbuatannya melanggar itu baru terserah anda...
Imam Sutoto Suro
mantap thor lanjut
Imam Sutoto Suro
top deh lanjut thor
Imam Sutoto Suro
wooow keren lanjut thor
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
Imam Sutoto Suro
beneran keren thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
amazing story
Imam Sutoto Suro
joosss tenan lanjutkan thor
Imam Sutoto Suro
wooow amazing story thor lanjutkan
Imam Sutoto Suro
good luck thor lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!