Kisah Santi dan Vino adalah ke dua Kakak beradik yang saling menyayangi.
Ayah dan Ibu meninggalkan Mereka di usia yang sangat muda.
Maka dari itu Vino sebagai Kakak harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan Adik semata wayangnya.
Dan banyak misteri ke hidupan masa lalu Vino yang belum terungkap.
Sehingga Vino sebagai Kakak sekaligus CEO di perusahaan yang di bangunnya sendiri dengan Sekretaris Yun.
Rela menikahi Aulia,wanita yatim piatu dari panti asuhan.
Demi ke bahagian Santi,Adik semata wayangnya.
Bagaimana kisah cinta Vino Dan Aulia,Yuk ikuti kisahnya di Cinta dan kasih sayang CEO Vino.
pameran pertama
Vino
Santi
Aulia
Risya
Sekretaris Yun
pameran pendukung
Rima
Doni
Anisa
Jangan lupa Komen dan Vote juga ya Kakak
Terima kasih😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
"Kapan acara lamarannya," tanya Bibik dengan antusias.
*****
"Mungkin secepatnya Bik,Aku akan membicarakan nya dengan Aulia dulu," ucap Vino.
Setelah berbincang - bincang cukup lama dengan Bibik, Vino pamit untuk berangkat ke kantor.
"Bik...Aku berangkat dulu," ucap Vino.
"Kalau begitu Nak Vino, hati - hati di jalan' ucap Bibik.
Vino pun berjalan keluar rumah, dan melihat Supir Pribadinya, yang sudah stand by di dekat mobil.
"Pak Supir yang melihat Tuannya, ke luar rumah dengan ke adaan sudah rapi,mengerut kan keningnya.
"Pagi - pagi buta begini, Tuan Vino mau kemana...?tidak biasanya," batin Pak Supir.
(Biasanya Vino berangkat ke kantor,Jam enam pagi, paling telat sekitar Jam setengah delapanan, nah...?ini Jam lima subuh udah berangkat, Vino lagi semongko kali ya.)😅😅😅
Tanpa pikir panjang, Pak Supir yang melihat Vino, menuju arah Mobil, buru - buru membuka pintu Mobil dan mempersilahkan nya untuk masuk.
"Silahkan masuk Tuan," ucap Pak Supir.
"Hmmm...ucap Vino tanpa menghiraukan tatapan Pak Supir, yang penuh dengan tanda tanya..?
Setelah Vino masuk ke dalam mobil, Pak Supir langsung buru- buru masuk, ke dalam ruang kemudi,dan menjalankan mobil dengan kecepatan yang lumayan.
Di tengah perjalanan, Pak Supir pun bertanya pada Vino.
"Tuan kita mau kemana...?" ucap Pak Supir.
Vino yang mendengar pertanyaan Pak Supir, yang menurutnya agak sedikit ngelantur itu pun menjawab.
"Pak,kalau melihat penampilan ku, yang udah Pake Jas, Dasi,dan Sepatu dan menenteng Tas Kerja, kira - kira mau kemana Pak," ucap Vino.
Pak Supir yang mendengar jawaban, dari Vino menjawab dengan terbata - bata.
"Ke.. kee..ke Kantor Pak,"ucap Pak Supir.
"Nah,, itu Pak Supir tau,"ucap Vino tanpa menghiraukan raut muka Pak Supir.😅😅😅
"Kenapa Aku begitu bod**," ucap Pak Supir di dalam hatinya.
Setelah beberapa menit, akhirnya mobil yang Vino kendarai berhenti,tepat di depan kantornya.
Vino pun keluar dari mobil,dan melirik Jam yang berada di tangan kanannya.
"Masih ada waktu," ucap Vino yang langsung berjalan memasuki area kantor.
"Pak Satpam yang sedang berjaga di pintu masuk, dan melihat Vino, memasuki area kantor pun menyapanya.
"Selamat pagi Pak,"ucap Pak Satpam.
"Pagi..." ucap Vino.
Yang berjalan memasuki lift, dan secepat mungkin memasuki ruangannya.
****
Di ruangannya
Vino pun segera menyelesaikan pekerjaannya, yang setiap hari,makin menumpuk itu.
Dan Vino pun mulai membaca satu persatu file,yang berada di depannya, dan mulai menandatanganinya.
Di saat Vino sedang serius membaca dan menandatangani file,petugas Pantry pun datang dan membawakan Teh untuk Vino.
Petugas Pantry pun meletakkan Teh, yang di bawanya di depan meja kerja Vino, setelah itu Dia keluar.
Tidak lama setelah petugas Pantry itu keluar pintu pun di ketuk lagi.
Tok...
Tok...
Tok...
"Siapa lagi sih...?yang mengganggu konsentrasiku,"ucap Vino menggerutu dengan kesal.
" Masuk," ucap Vino dari dalam.
Setelah pintu terbuka, terlihatlah Sekretaris Yun, yang mulai memasuki ruangan.
"Ohh...ternyata Kamu, ada perlu apa..?" ucap Vino.sedikit kesal.
Sekretaris Yun yang mendengar perkataan Vino, yang sedikit mengandung emosi itu, hanya mendesah panjang.
"Tumben pagi -pagi udah sampai kantor, biasanya juga kamu masih ngorok di atas kasurmu,"ucap Sekretaris Yun,tanpa menghiraukan tatapan tajam Vino.
Mendengar ucapan Sahabatnya, sekaligus Orang ke percayaannya, Vino pun mengulangi per tanyaannya untuk ke dua kalinya.
"Ada perlu apa kau kemari..?"ucap Vino yang mulai kesal.
"Iya,,iya Aku mau membicarakan sesuatu yang sangat penting," ucap Sekretaris Yun.
Dengan serius, yang langsung duduk di bangku depan Meja Kerja Vino.
"Apa itu...?" ucap Vino menatap Sekretaris Yun dengan serius.
tks likenya