NovelToon NovelToon
SOPHIA

SOPHIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.

Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.

•••


"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"

Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

...

...

...•••...

Sebuah Limousine yang di naiki Dominique, Elleza, Serra,Felix dan juga Sophia sudah melaju perlahan meninggalkan Pallezo.

Bersama para bodyguard Dominique di dua mobil lain tepat di belakang, mereka tampak duduk saling berhadapan di dalam mobil mewah itu, dengan Sophia memilih duduk di sebelah Elleza dan Domoinique sementara Felix bersama Serra.

Sophia memakai gaun yang cukup simple namun tampak begitu elegant saat ia kenakan, di tambah tatanan rambutnya yang di tata rapi tersimpul indah dibelakang sana tidak lupa polesan lipstick merah merona yang membuat wajah cantiknya begitu kontras terlihat oleh mata.

Ada sikap yang terus berjaga namun terus mencuri-curi pandangan pada kekasihnya, netra itu menerbitkan tatapan kagum menatap pada Sophia memakai gaun sederhana namun tetap saja jika seperti itu dia akan di lihat banyak mata.

“Kau cantik sekali Sophia, harusnya kau teruskan kemampuan tersembunyi mu yang sangat lihai berpose di depan Camera itu, kau sangat berpotensi dari wajah hingga seluruh tubuh, Nick sangat beruntung, mendapatkan mu.” Puji Serra.

Sophia mengulas senyuman, bersemu malu,” Kau berlebihan Serra, oh ya… Mom apakah sudah ada kabar tentang Nick?” Sophia menoleh pada Elleza.

Elleza mengulum senyuman, melihat Sophia, “Ya tentu, dan ku rasa dia juga sedang merindukan mu, Ya kan Dom?” lempar Elleza kegelisahannya pada sang suami.

Dominique pun tertawa kecil, “Tentu! Felix, Simon dan yang lain sedang melacak keberadaanya, tenanglah!”

Felix menganguk kecil,  itu bohong! tidak ada yang diperintah khususkan oleh Dominique untuk mencari putranya tersebut.

Simon yang ke Barcelona pun tidak menemukan Nick hanya mendapatkan kabar dari sebuah pesan digital juga bukti-bukti Nick dalam keadaan baik-baik saja.

...•••...

Tidak lama, tibalah mereka disebuah museum milik rekan Dominique itu, pergelaran seni sudah dimulai sedari tadi, kini masih tampak ramai para petinggi-petinggi negara hingga pimpinam organisasi mengunjungi tempat itu.

Para Bodyguard Dominique berjajar rapi menyambut lelaki itu turun, sebuah tongkat kayu berukira indah tampah Dominique gunakan untuk turun berpegangan dengan sang istri disana.

Bentangan karpet merah panjang tampak menyambut mereka begitupun sang pemilik acara itu, “Roberto, selamat atas galeri seni mu!”

“Dominique Hollrack, suatu kebanggan kau dan keluargamu menghadiri acara ini,”

“Jangan sungkan,” Mereka pun masuk kedalam melangkah elegant ke tempat acara itu.

 

Ini tidak sekedar acara seni, juga sebuah pesta hari jadi pernikahan Roberto dan sang istri, museum seni ini menjadi hadiah pernikahan ke 35 tahun mereka.

 

Sophia dan Serra mulai mengedarkan pandangannya kesekitar, ada banyak sekali lukisan indah disana, lukisan-lukisan indah, patung-patung unik yang diyakini memiliki makna walau tidak mudah dipahami.

Felix selalu berada disebelah Dominique, ini bukan sebuah hal yang aneh sebab memang seperti itulah Dominique dia merasa aman dan terjaga oleh Felix lelaki itu cepat tanggap dalam hal apapun dan Dominique  juga tidak bisa percaya dengan orang lain walau anaknya sendiri.

Roberto tampak menjelaskan figura-figura besar disana, beberapa orang pelayan berlalu-lalang mengidangi anggur digelas-gelas untuk menyambut mereka.

“Fantastic!” Puji Dominique berkali-kali, dengan beberapa kali ia berhenti dan menyambut para tamu yang dia kenal.

“Dominique apakah dia calon menantu mu?” Lihat Roberto pada Sophia.

Elleza pun meminta Sophia mendekat, “Sophia! Mendekatlah!”

Sophia dan Serra di belakang pun melangkah cepat mendekat kesana, “Kau benar, kenalkan ini Sophia, calon menantu ku, dan ini keponakanku!” ujar Elleza sangat bangga membuat Sophia mengulurkan tanganya bergantian dengan Serra.

Calon istriku, ibu dari anak-anakku.

ucap seseorang yang tidak suka melihat Sophia melakukan itu, namun kali ini dia tidak bisa protesa, mulut iblisnya pun tidak berguna ditempat ini, hanya bisa mengumpat dalam hati.

“Aha, senang bertemu dengan mu Sophia, berkelilinglah ada banyak pajangan-pajangan yang indah mungkin kau sukai, kau suka lukisan? Kerlingkan Roberto matanya pada Sophia, “Jika ya, lain kali aku akan melukismu, atau memahat sebuah batang pinus membuat patung mu.”

Membuat Sophia bersemu malu dan Elleza tersenyum elegant,”Tidak Roberto, kau tidak bisa melakukannya untuk menantuku!”

Roberto tertawa, “Aku hanya bercanda Elle… istrimu terlalu serius, Sir!” ejek Roberto pada Dominique.

Dominique tersenyum, “Elle sangat menjaga Sophia, kau harus takuti itu!”

Felix menatap sengit, dia benar-benar tidak suka Sophia ada disana, inilah alasannya, sebab dia hanya bisa jadi patung tanpa melakukan apapun.

“Aha baik lah, oh ya.…. Felix, kau tidak tertarik dengan para putriku? Ikutilah bersama ku kesebelah sana, mereka sebentar lagi akan melakukan sambutan disana.”

Seketika Serra menarik lengan Felix seperti menahannya, “Aku ingin ikut!”

Sial, siapa juga yang akan pergi, bathin Felix yang ingin terus menjaga Sophia, lihatlah Roberto saja berani menggoda Sophia, jelas terlihat dari matanya tatapan menjijikan itu terpancar saat ia menatap Sophia.

“Aku tidak akan kemana-mana, pergilah jika kau mau!” ujar Felix pada Serra.

Ada netra yang menangkap kearah mereka tanpa disadari, seorang wanita cantik bertubuh indah berbalut gaun mewah seraya mensesap sesekali anggurnya.

“Dia pilihan kalian? Wanita itu! Lalu membiarkan aku sendirian tanpa pernah memikirkan perasaan ku dan janinku, bedebah, mana dia, mana? Kenapa kau tidak menggandengnya!” Tatapan itu penuh kebencian.

“Nonya Hagens, Tuan Miguel mencari anda disebelah sana!” tegur seseorang.

“Aku tahu, pergilah!” Wanita itu mengumpat kesal, bulan madu sialan, ini bulan kelam, jika ku tahu kepergianku hanya untuk mematahkan hati, aku tidak akan pernah aku kesini.

Seketika mata elang Felix melihat wanita itu, menajamkan netranya, “Siapa dia?” kenapa menatap seperti itu, namun seketika wanita itu pergi dan menghilang dikeramaian.

"Siapa dia?" Selidik Felix.

Kini mereka berpindah kesisi lain saat acara sambutan tengah dimulai, ruangan yang tadinya tamaram berubah menjadi gelap, berganti lampu-lampun berwarna-warna kuning keemasan di atas sebuah panggung.

Para tamu tampak berdiri disana, dengan botol-botol wine mereka diatas meja, sebuah suara tampak akan dimulai terdengar, sesuai dengan yang dikatakan Roberto putri-putrinya akan tampil di atas sana, Ya…sebuah belly dance tampak Kan di mulai, tarian khas timur tengah dengan kostum terbuka memperlihatkan perut mereka.

Namun kini dikemas lebih baik dengan tampilan yang lebih modern dan berkelas, Dominique dan Elleza tampak duduk disebuah meja disana.

Sementara Sophia, Felix dan Serra, berdiri dibelakang mereka, tiba-tiba saja ada tangan yang usil mencubit Felix, yang jelas sebagai lelaki normal tidak menolak melihat tarian yang dibuat erotis diatas sana, menampilkan lekuk tubuh mereka disebalik pakaian minim yang digunakan.

Felix menoleh, Sophia berada dibelakangnya, wanita itu menggeleng, melampirkan netra tajam, “Jangan lihat kesini!”

Felix terkekeh, Sophia lebih berani dari dia ternyata padahal tengah berada belakang Elleza dan disamping Serra, tidak disangka dia tidak berani seperti itu, bersyukur tempat ini dibuat gelap.

Satu langkah Felix bergeser kebelakang, membuatnya berada ditengah-tengah antara Sophia dan Serra, menjadikan Serra begitu senang Felix disebelahnya, Netra Serra tersenyum melihat Felix.

Felix pun tersenyum, namun bukan karena Serra, melinkan dia bisa meraih tangan Sophia dan menggengamnya dibelakang sana, Sophia pun terkesiap, namun begitu sangat nyaman di genggam kuat seperti ini.

Tidak lama para tamu diminta berdiri, sangat kebetulan Sophia dan yang lain berada dibelakang, membuat Felix lebih leluasa.

Masih dengan lampu yang gelap, pembicara mengudarakan sepatah dua potong kata diatas sana, Juga mengumkan tentang perayaan bahagianya dihari ini, semua sorak-sorak terdengar disana berbahagia untuk mereka.

Satu, dua, tiga…

langkah Felix berhenti dilangkah ketiga, membuat dia berada tepat di belakang Sophia sebab Serr sudah maju lebih dekat di depan sana.

Felix menatap awas netranya mengedar kesekitar, seketika dia memeluk Sophia dari belakang, membuat Sophia terlonjak, sudah sangat dia Hafal baunya, Sophia pun mencubit kedua lengan yang memeluknya itu.

Lihatlah kau mencari kesempatan dalam kegelapan, umpat Sophia.

“Lepas!” Tatap Sophia berbalik, membuat pelukan Felix lepas.

“Kau cantik sekali,” Bisik Felix membuat Sophia meremang.

“Menjauhlah!” balas Sophia, kemudian maju lebih dekat dengan Elleza dan Dominique.

Lelaki itu memang tidak ada takutnya, seketika ia menarik tangan Sophia kuat, Membawanya keluar.dari ruangan itu melewati sisi belakang.

Sophia menggeleng, “kau tidak waras, kita bisa mati jika Dominique dan Elleza melihat kita.”

Felix tersenyum menatap pada Sophia yang ia buat menyandar kedinding, di tempat seperti gudang lukisan itu. “Aku tidak bisa fokus jika ada kau disini!”

“Anggaplah aku tidak ada!” Sophia menatap wajah Felix.

“Mana bisa, nyatanya kau ada!” ujar Felix.

“Jangan seperti ini, kita bisa dalam bahaya, kau tahu Marly bahkan membaca pesan dari mu, aku tidak tahu apakan dia lihat siapa pengirimnya atau tidak!”

“Oh ya?” jawab Felix santai.

“Kenapa kau tidak takut sama sekali?”

“Dia tidak bisa apa-apa, jangan salahkan aku jika sedikit saja dia melakukannya, aku tidak segan menghilangkan miliknya rata tidak bersisa,”

Sophia terkekeh, “Sudahlah ayo kembali ke acara, mungkin lampunya sudah menyala disana!”

Felix tiba-tiba saja mengangkat Sophia ke meja membuat Sophia memekik malu, kini dia bersebelahan dengan pahatan patung wanita tanpa busana di sana. “Kau lihat orang ini, dia begitu mencintai patung-patungnya dibanding anak dan istrinya.”

“Kau sok tahu!” Sophia merentangkan tangannya meminta Felix mendekat.

Felix maju dan mendekat, membuat Sophia melingkarkan kedua tangannya memeluk Felix.

“Aku tahu siapa Roberto, kau lihat semua karya seninya, itu adalah wanita-wanita yang berkencan dengannya saat mereka awal menikah, hingga sekarang. “

Sophia menatap tidak percaya, “Astaga maksudmu lelakinya berselingkuh? Apakah yang kita lihat tadi adalah hanya berbasa-basi?”

“Mereka sama-sama melakukannya, wanita itu pun berselingkuh!”

“Astaga benarkah!” Tatap Sophia mata Felix.

Mereka tidak melakukan apapun, bagi Felix seperti ini saja sudah sangat bahagia, berdiri saling berhadapan tangan yang saling melingkar.

“Bukan urusan kita!” Felix pun mengangkat Sophia lagi kini menurunkannya dari atas meja. “Ayo kembali.” Felix pum siap berlalu.

“Tunggu!” Panggil Sophia, membuat Felix berbalik.

“Kenapa?”

Sophia menggeleng, “Tidak ada!” Dia pun merapikan jas Felix juga kemeja dalamya yang sedikit menekuk.

Bibir Felix melengkuknyan senyuman, menatap pada wajah yang serius merapikan itu, membuat Sophia menatapnya, “Ada apa?”

Felix mengendik samar tidak menyurutkan senyumannya menatap wajah Sophia.

Cup… cup.. Seketika bibir mereka beradu, pagutan itu lembut saling berdekapan, di ruangan berantakan itu.

Namun Sophia cepat melepaskannya, “Ayo kita keluar, kau tidak ingin aku mengganggu pekerjaan mu, nyatanya kau yang membuat pekerjaanmu terganggu!”

Keduanya pun berpisah disana dengan Sophia yang akan lebih dulu, Felix seakan enggan melepaskan tangannya menggengam kuat.

“Felix lepas. Ih… “

Felix pun tertawa kemudian melepaskannya, perlahan mengikuti Sophia daru belakang sana, memasuki acara seni yang juga bercampur dengan sebuah pesta hari jadi.

Netra Sophia melihat jelas di lampu yang kini sudah terang, Elleza tengah berbincang dengan para-para istri pejabat dan pemimpin organisai disana.

Dari samping Felix pun masuk berjalan mendekat pada Dominique, lelaki itu tampak menyalimi seseorang disana, kemudian duduk ditempat itu.

Setengah jam berlalu, acara itu pun berangsur selesai, Dominique bersiap kembali beberapa kunjungan ke tempat lain sudah menjadi jadwalnya, mereka berjalan keluar dengan Roberto dan istri yang menghantarkan menuju ke mobil milik mereka.

Serra dan Sophia bergandengan siap, masuk ke dalam mobil mengikuti Elleza didepan yang sudah lebih dulu masuk kedalam sana.

Dari sisi belakang tampak seseorang berlari-lari di kerumunan, menerobos orang-orang dan juga para pengawal.

“SOPHIAAAAAAAA!!”

“SOPHIAAAAA!”

Teriak Felix melihat jelas sesuatu di tancapkan lengan Sophia, begitupun Serra yang merasakan tubuhnya dihantam oleh tubuh Sophia yang jatuh.

“Ahhhhhh……”Sophia terjatuh seketika kebawah amun ditahan oleh tubuh Serra dan Felix kemudian namun--"

Sedetik kemudian para bodyguard pun mengejar lelaki. Itu, sial dalam hitungan detik mereka sudah dibuat lengah, manyusup dalam keamaian menjadi celah untuk mereka.

“Bawa Sophia kerumah sakit Serra!”Felix berlari, tidak menimbang lagi, mengumpat kesal hal sepele seketika mengacaukan semuanya.

Felix rasanya lemas, padahal dia sudah biasa terkena atau melihat darah, Namun kali ini beda, Hatinya melemah, tidak kuat melihatnya.

 Next»

 Berikan Vote, dan comment ya... 🤣😉

 

1
Novita Ae
baca nya perut sampek kaku ketawa🤣🤣
Miamia
bengek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 baca ulang tetep ngakak brutal 🤣
Miamia
part kocak lucu menggelikan di mulai 🤣🤣
Miamia
iya Felix booking Sofia cuma minta di kerok i🤭
Miamia
baca berulang ulang bab ini menguras air mata 😭
Miamia
bener gio,nyawa harus bayar nyawa 👍
Miamia
baca berulang kali masih aja gedek sama simon,, pengen tak tampol pake pistol
Miamia
gabut,jadi baca ulang Felixxxxxx,,,aku tau Nick tidak bisa di hubungi karena ketemu sama mantannya
Khalisa Naadhira
julieeeeet
Khalisa Naadhira
udah baca kesekian kali
lagi2 ngutuk Simon jahat
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuuunnn... dr awal sampe pertengahan baca bikin mewek,😢😭
eeehhh... makin kesini malah d bikin ngakak abis thor.🤦‍♀️😆😆😆
Nofta Putri111
permulaan ny aj udah seru
Franz Crist Pipit
udah 4x baca ininiisah felix sm sophia semua karya othor aku baca lebih dari 1x
Timmy Bravo
biasanya Felix pegang senj**a ini malah pegang ulekan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Timmy Bravo
ya ampun trio konyol,di tambah sazly 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
Timmy Bravo
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Timmy Bravo
pertama jullio yg minta antar ke gio,skrg gio yg minta jemput istrinya 🤣🤣😭🤣🤣
Timmy Bravo
sakit perut 🤣🤣🤣
sktk cek bahu pas Julio Pagang bahunya krg ajar si gio,,ape bgt jullio/Curse//Curse/
Timmy Bravo
kualat kmu felixq/Facepalm/
Timmy Bravo
julian pov: mending ngadepin 1000 mafia kelas kakap dri pada menghadapi hantu Felix 🤣🤣🤣🤣
tdi siapa yg bilangin dilvi kyak GK punya tuhan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!