NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 6_Pasien Keras Kepala

"Aku tahu ini mengejutkanmu," suara Marco kini lebih lembut, terdengar lebih santai dan tidak terlalu menuntut.

"Aku sudah terbiasa mendapatkan apa pun yang aku inginkan dengan uang dan kekuasaan, tapi aku janji aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin memastikan gadis yang sudah menjahit perutku ini tetap aman." ucap Marco.

Anya menatap tangannya yang saling bertautan di pangkuan.

"Aku cuma ingin hidup tenang Marco, aku tidak butuh uang sebanyak itu karena aku cuma ingin... tidak merasa takut setiap kali ada mobil mewah berhenti di depan pintu ku." ucap Anya dengan berani.

Marco meraih tangan Anya kali ini tanpa paksaan, dia mengusap punggung tangan Anya yang kasar dengan ibu jarinya.

"Ketenangan adalah kemewahan yang sulit didapat di duniaku Anya, tapi aku akan mencoba memberikannya padamu, tapi untuk sekarang tolong bantu aku mengganti perban ini. Obat-obatan yang dibawa anak buahku jauh lebih baik daripada obat merahmu." ucap Marco.

Anya menghela napas panjang, dia tidak punya pilihan lain, bukan? Dia mengambil kotak medis yang dibawa anak buah Marco.

Isinya sangat lengkap, bahkan ada peralatan bedah kecil dan antibiotik kelas atas.

Saat Anya mulai membuka perban lama Marco, dia bisa merasakan tatapan pria itu tidak lepas darinya.

Bukan menatap luka tapi menatap wajah Anya, Marco memperhatikan bagaimana dahi Anya berkerut saat konsentrasi, bagaimana bulu matanya yang lentik bergetar, dan bagaimana dia menggigit bibir bawahnya saat tidak sengaja menyentuh bagian yang sakit.

Marco merasa ada sesuatu yang bergejolak di dadanya.

Selama ini wanita-wanita yang mendekatinya selalu berpakaian mewah, berparfum mahal, dan selalu menginginkan sesuatu darinya.

Tapi Anya? Anya hanya mengenakan kaus oblong yang sudah agak melar di bagian leher, tidak memakai riasan, dan dia justru terlihat ketakutan saat diberi uang.

Kecerobohan Anya, kebaikannya yang polos, dan keberaniannya menentang Marco justru membuat Marco merasa sangat terobsesi.

Dia ingin tahu lebih banyak dan dia ingin memiliki setiap detik waktu gadis ini mulai sekarang.

"Anya," panggil Marco pelan saat Anya sedang mengoleskan salep antibiotik.

"Ya?" Anya mendongak.

"Kenapa kau tidak bertanya siapa aku sebenarnya? Maksudku, pekerjaan macam apa yang membuat orang ditembak dan punya anak buah seperti tadi?" ucap Marco dengan penasaran karena Anya tidak pernah tanya siapa dirinya.

Anya terdiam sejenak, lalu kembali fokus pada luka Marco. "Karena aku rasa aku lebih baik tidak tahu, jika aku tahu mungkin aku akan semakin takut untuk berada di dekat mu dan untuk sekarang kamu cuma pasien ku yang keras kepala." jawab Anya singkat.

Marco terkekeh pelan, meski itu membuatnya kesakitan. "Pasien yang keras kepala, ya? Aku suka itu."

Sore itu berlalu dengan suasana yang sedikit lebih cair, Anya akhirnya setuju untuk tidak masuk kerja setelah Marco menelepon (lewat anak buahnya) pemilik kedai kopi itu dan memberikan "sumbangan" agar Anya diizinkan cuti selama sebulan dengan gaji penuh.

Anya memasakkan sup ayam sederhana untuk Marco menggunakan bahan-bahan segar yang juga dibawakan oleh anak buahnya.

Saat aroma sup memenuhi ruangan, Marco merasa seolah-olah dia bukan lagi seorang bos mafia yang sedang diburu, melainkan hanya seorang pria biasa di rumah yang hangat.

Namun di luar sana badai sedang bersiap, Antonio dan para pengkhianat lainnya sedang menyisir setiap sudut kota.

Dan di dalam hati Marco sebuah badai lain juga sedang tumbuh yaitu sebuah obsesi yang akan memastikan bahwa Anya Clarissa tidak akan pernah bisa pergi dari sisinya, apa pun taruhannya.

"Sup-nya enak," puji Marco saat Anya menyuapinya.

"Terima kasih. Ini resep ibu saya," jawab Anya dengan senyum kecil yang tulus.

Marco menatap senyum itu dan bersumpah dalam hati yaitu 'siapa pun yang berani menghapus senyum itu, akan ku pastikan mereka memohon untuk mati.'

Malam kedua di rumah petak Anya terasa jauh lebih mencekam daripada malam sebelumnya.

Meski ruangan itu kini dipenuhi dengan barang-barang berkualitas yaitu selimut sutra yang dibawa anak buah Marco, makanan restoran bintang lima yang dikemas rapi, hingga obat-obatan mahal dan Anya merasa atmosfer di sekitarnya semakin berat.

Di luar gang Anya tahu ada setidaknya empat pria berjas hitam yang berjaga di dalam kegelapan.

Kehadiran mereka membuat tetangga-tetangga Anya ketakutan, tak ada lagi suara anak-anak bermain bola plastik di sore hari atau ibu-ibu yang bergosip di depan pintu.

Lingkungan itu mendadak sunyi, seolah-olah maut sedang bertamu di sana.

Marco sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan, kekuatan fisiknya pulih dengan kecepatan yang tidak masuk akal, mungkin karena daya tahan tubuhnya yang sudah terlatih menghadapi kondisi ekstrem.

Dia sedang menatap layar tabletnya, keningnya berkerut dalam saat membaca laporan-laporan yang masuk.

"Anya," panggil Marco tanpa mengalihkan pandangan dari layar.

Anya yang sedang mencuci piring di dapur kecilnya menoleh. "Iya Marco?"

"Kemasi barang-barangmu secukupnya saja hal-hal yang menurutmu paling penting." kata Marco datar.

Anya meletakkan piring yang sedang ia cuci dan hal itu membuat jantungnya berdegup kencang.

"Maksudnya apa? Mau pindah? Tapi luka mu belum benar-benar kering dan dokter yang dibawa anak buah mu tadi bilang kalau kamu harus istirahat total." seru Anya.

Marco meletakkan tabletnya dan menatap Anya dan matanya yang hitam pekat seolah bisa menembus pikiran gadis itu.

"Tempat ini sudah tercium, intelijen ku menangkap pergerakan anak buah Antonio di sekitar pasar lama sejak satu jam yang lalu. Kita tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi tanpa membahayakan nyawamu." tutur Marco.

Anya terdiam, dia melihat sekeliling ruangan kecil yang sudah ia tempati selama tiga tahun terakhir.

Meskipun sempit dan bocor saat hujan, ini adalah satu-satunya tempat di mana dia merasa memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

"Aku tidak bisa pergi begitu saja Marco, ini rumah ku dan pekerjaan ku di sini, teman-teman ku..." ucapnya terpotong karena Marco sudah bersuara lagi.

"Pekerjaanmu sudah tidak ada Anya dan aku sudah mengurusnya." potong Marco dengan nada yang tidak menerima bantahan.

"Mengenai tempat ini, anggap saja ini hanya masa lalu dan kau akan ikut denganku ke tempat yang lebih aman yaitu sebuah tempat di mana tidak ada yang bisa menyentuhmu." kata Marco.

Anya merasakan tenggorokannya tercekat.

"Kamu tidak sedang meminta ku kan? tapi kamu sedang memerintah ku." seru Anya.

Marco berdiri perlahan, dia berjalan mendekati Anya, langkahnya masih sedikit kaku namun tetap memancarkan dominasi yang luar biasa.

Dia berhenti tepat di depan Anya, membuat gadis itu harus mendongak untuk menatap wajahnya.

Marco jauh lebih tinggi dan bayangannya seolah menelan sosok kecil Anya.

"Aku menyelamatkan nyawamu dengan cara membawamu keluar dari sini sebelum mereka datang." bisik Marco, suaranya rendah dan serak.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!