Mengandung kata kata kasar.
Salah paham yang berujung di cap sebagai pelakor. Davina Brigita gadis yang menyukai tantangan itu memilih bermain main dan mengikutinya dibanding dengan menyangkal semuanya.
Siapa sangka semuanya menjadi kenyataan ketika satu minggu menjelang pernikahan, tiba tiba sang tunangan yang begitu ia cintai lebih memilih menikahi sahabatnya.
Davin memilih pergi menjauh, rasa sakit yang ia terima membuatnya benar benar menjadikan dirinya pelakor hanya karena sebuah dendam.
Empat tahun kemudian dia datang membawa kejutan untuk membalas dendam. Bagaimana cinta Davina akan berakhir? akankah dia bahagia setelah menghancurkan pernikahan mantan tunangannya?
Ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror
Syeila gelisah, dia memikirkan ucapan Mega, benarkah Davin akan merebut Marchel suatu hari nanti? tidak, Syeila tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dialah pemilik seorang Marchelian Pratama sampai kapanpun.
tok tok tok
"siapa?"
"saya bibi, nona"
Syeila membukakan pintu
"ada apa bi?"
"ada paket untuk nona"
"dari siapa?"
"saya kurang tahu nona" pembantu itu memberikan kotaknya pada Syeila. "saya permisi nona"
Syeila membawa masuk kotak tersebut, dia duduk di ranjang lalu membukanya.
"aaargggghhhhhh" Syeila lagi lagi nenerima paket yang sama seperti di hari pernikahannya, boneka wanita yang bersimbah darah, tubuhnya gemetar hebat.
"ada apa nona?" tanya bibi yang langsung masuk ke kamar Syeila ketika mendengar jeritan majikanya itu.
"bu...buang itu...ce..cepat" dengan segera bibi membawa kotak tersebut lalu ke luar dari kamar Syeila
Syeila masih duduk gemetar, dia mengambil ponsel lalu menelpon Marchel, sayangnya suaminya itu tak menjawab panggilannya.
"ya Tuhan siapa yang mengirim paket ini, kenapa dia menerorku, aku takut,,,ayah aku takut, apa semua ini ulah Davin?"
Dibalik pintu bibi tersenyum, dia segera kembali ke belakang lalu memusnahkan paket tersebut.
Flash Back On
Davin keluar dari rumah Marchel dengan wajah pucat, kebetulan bibi Sani (Pembantu Marchel) baru saja membuang sampah, dia melihat Davin yang seperti terhuyung
"non Davin, non kenapa?"
"saya pusing bi, bantu saya masuk ke mobil"
"baik non, ayo saya bantu"
Bibi membantu Davin masuk ke mobilnya, dia begitu khawatir melihat Davin
"non Davin sakit?"
"iya bi saya sakit" jawab Davin lemah
"non Davin sakit apa?"
"disini" Davin menunjuk dadanya "disini sakit sekali bi" mata Davin berkaca kaca.
"saya panggilkan tuan Marchel dan nyonya Ria dulu"
"tidak usah bi, mereka tidak akan peduli"
"kenapa non, mereka pasti khawatir, non sebentar lagi akan menikah dengan tuan Marchel" bibi berniat keluar mobil tapi di cegah oleh Davin
"kami tidak akan menikah bi, dia akan menikahi wanita lain" Sani terkejut mendengarnya, wanita ini menyayangi Davin seperti anaknya sendiri, Sani adalah teman SMA Citra mamanya Davin, sayang nasibnya kurang beruntung hingga harus menjadi pembantu di rumah Marchel, Davin dan Citra begitu baik padanya dan keluarganya, bahkan Davin membiayai anaknya kuliah hingga menjadi dokter.
"bagaimana bisa non, kalian kan saling mencintai, pernikahan kalian kurang seminggu lagi"
"aku tidak tahu bi, Marchel bahkan tidak menjelaskan alasannya" tidak kuat Davin sudah menangis di pelukan Sani. "aku sakit bi, aku hancur" Davin mengeluarkan semua rasa sakitnya pada wanita itu, Davin tidak pernah memperlihatkan kesedihannya pada keluarganya. Sanilah teman curhatnya selama ini, selain keibuan dia juga baik hati.
"jangan menangis, non pasti kuat"
"terima kasih bi, aku akan pulang sekarang"
Sani turun dari mobil, dia masuk setelah mobil Davin tak terlihat lagi
"kasihan sekali kamu non, kenapa orang baik cobaannya selalu besar"
Flash Back On
Citra lah yang menyuruh Sani melakukan teror kepada Syeila, ia terlanjur sakit hati kepada Marchel yang sudah mempermainkan putrinya, dia geram melihat Syeila yang berbahagia di atas penderitaan Davin, dengan senang hati Sani membantu Citra, jika bukan karena Davin, anaknya tidak akan menjadi Dokter seperti sekarang, demi membantu Citra, Sani rela masih bekerja pada keluarga Marchel. Sebelum memutuskan berhenti dia akan membuat hidup Syeil menderita