Instagram: @blueskyma_1
Perjodohan yang dilakukan oleh dua perusahaan besar yaitu, Perusahaan Elang Group dan Perusahaan Mawardi Utama menjodohkan putra dan putri nya.
Seperti apakah jika dua anak dari konglomerat bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masa lalu Emila
setelah berbincang-bincang panjang lebar kedua mamahnya pun pulang dengan perasaan gembira melihat Elang dan Emila sudah selangkah lebih maju hubungan nya...
kini tinggal Elang dan Emila yang berada didalam ruangan itu mereka masih duduk berdua disofa.
"mas makin lama akting kamu makin bagus ya, mendingan jadi artis aja haha"
ucap Mila terkekeh sambil memakan apel yang dibawakan mamahnya.
Elang seketika kaget mendengar ucapan Mila padahal ia melakukannya tulus perhatian pada Mila bukan karena pura-pura didepan orang tuanya.
"kamu mendingan tidur deh mil, biar otak kamu agak jernih"
biar bisa bedain yang mana yang akting yang mana yang tulus batin elang dalam hati.
"aku seharian udah tidur mas, dan sekarang udah nggak ngantuk sama sekali . . .ehmm kamu kalo mau pulang pulang aja" Mila sambil menunduk
"ngawur kamu, kamu sengaja ya nyuruh aku pulang biar kak Erfan bunuh aku"
"ihhh mas jangan lebay deh . . .oh iya ternyata ada juga ya orang yang kamu takutin selain papah kamu" Mila menyembunyikan mukanya yang tertawa.
"ngehina aja terus"
"tapi seriusan kok mas kalo kamu mau pulang gapapa, atau kamu mau ke kamarnya sasa" ucap Mila keceplosan langsung menutup mulutnya.
seketika Elang langsung menatap Mila "kamu ngomong apa sih , cepetan tidur sana " jawab Elang datar sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
setelah itu malam ini menjadi canggung dan penuh dengan keheningan.
.
.
.
pagi hari Mila mulai diperiksa oleh dokter ,
"*hasil pemeriksaannya sudah keluar Bu, tidak ada luka yang serius dibagian dalam. . . . dan setelah saya periksa kondisi ibu juga baik-baik saja hanya luka di dahi ibu yang belum kering. . . jadi hari ini sudah boleh pulang . . .sarapan dulu ya Bu setelah pulang dan jangan sampai telat makan ya karena daya tahan tubuh Bu Mila masih lemah."
"*apa benar dok sudah bisa pulang , kalo emang belum sembuh nginep disini lagi gapapa kok dok**". tanya Elang khawatir
"mass!" Mila merasa Elang terlalu berlebihan
"cuma luka yang didahi Bu Mila saja pak Elang , nanti diolesin salep biar cepat kering sama saya buatkan resepnya"
lalu dokter berlalu meninggalkan ruangan itu. . .
yang berpapasan dengan Aris memasuki ruangan itu. . .
"mas Aris bawa apa" tanya Mila
"ini bubur Bu, Bu Mila sama pak Elang sarapan dulu saja" jawab Aris lalu menyiapkan makanannya di meja
"mas Aris emang paling oke, tau aja kalo aku nggak suka makanan rumah sakit" Mila beranjak dari tempat tidur dan mulai memakan mangkok yang berisi bubur ayam itu.
sementara Elang hanya terdiam menyaksikan keakraban istri nya dan assisten nya.
"pelan-pelan dong makan nya , masih banyak juga nggak ada yang minta" Elang mengambil tissue dan mengelap bibir Mila yang belepotan seperti anak kecil.
Aris tersenyum melihatnya ia senang Elang lebih dekat dengan Emila.
Elang bergegas mandi ke kamar mandi. . .
Mila melirik Aris "ehmm mas Aris gimana kabar Koko al?" Mila bertanya sedikit ragu.
Al adalah seseorang yang dulunya sangat dekat dengan Mila dan waktu SMA Al satu kelas dengan Aris , bisa dibilang dulu Aris yang selalu menjadi nyamuk mereka berdua . . . meskipun tidak pernah jadian tapi mereka berdua sangat dekat layaknya kekasih.
Aris menghela nafas panjang "mil, bukanya Al sudah menikah"
"*iya mas, tapi sudah resmi bercerai , istrinya ninggalin ko Al sama anaknya".
"kok kamu tau mil, jangan bilang kalo kamu masih dekat dengan Al*" Aris sedikit cemas karena ia tahu Elang juga mengenal Al.
"lebih tepatnya setelah aku ngomong kalo mau nikah , ko Al sudah nggak bisa dihubungi lagi"
"jadi setelah Al bercerai kalian dekat kembali"
mila mengangguk "tapi kita tidak direstui oleh kedua orangtuaku".