Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Verrel kini berkeringat dingin, dia tidak menyangka jika keduanya langsung bertindak dan meninjau lapangan tanpa dia tahu dan sekarang dia memberikan laporan yang tidak sesuai, habislah dia sekarang.
Laporan yang dia berikan hanya dia buat berdasarkan apa yang dia ingat saja tanpa meminta laporan keuangan dari lapangan seperti yang dilakukan Niko pada anak buah dan sekarang dia mendapatkan getahnya.
"Ini laporan dari anak buah saya pak, bu, nanti akan saya tanyakan kepastiannya sebelum memberikannya kepada kalian lagi". Ucapnya dengan gugup
Perbuatannya akan ketahuan jika seperti ini, dia pikir karena mereka dalam masalah rumah tangga, jadi bisa mereka kelabui dengan mudah makanya dia hanya membuat laporan asal untuk diberikan kepada keduanya.
"Jika anda tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang anda buat ini, jangan salahkan saya jika saya mengganti perusahaan anda dengan perusahaan yang berkompeten dan anda harus bisa mengganti biaya yang tidak sama dengan laporan yang ada". Niko yang kini duduk sambil menatap tajam kearah Verrel.
"Maaf sebelumnya pak Verrel anda sebagai pimpinan harusnya mengetahui seluk beluk apa yang dilaporkan oleh bawahan anda, jika sikap anda seperti ini, anda tidak hanya merugikan perusahaan anda sendiri tapi juga merugikan kami para investor dan pemilik proyek ini, saya akan membawa ini ke jalur hukum jika anda tidak bisa bertanggungjawab atas ini". Tegas Bella.
Walau dia jarang kekantor dia tahu perkembangan kantor karena dia juga lulusan ekonomi luar negeri dengan predikat sempurna.
Masalah kantor yang dia percayakan kepada Nana selama ini tak luput dari pantauannya hanya saja dia tidak tahu tentang perbuatan suaminya saat itu.
"Maafkan atas keteledoran saya, saya akan memperbaiki semuanya paling lambat besok, saya akan kirimkan ke kantor anda untuk sekalian menjelaskan isinya". Ucapnya pelan penuh permohonan.
Keringat dingin mengucur deras di pelipisnya karena ketakutan melihat tatapan tajam keduanya, dia tidak mau dapat masalah.
"Aku baru lihat pemimpin perusahaan tidak becus seperti anda, percuma kami datang rapat kesini jika hanya melihat sesuatu yang tidak nyata seperti ini, menyebalkan sekali". Sungut Niko sangat kesal.
Dia menghempaskan berkas itu ke meja tempat dia duduk, emosinya meluap karena laporan itu seolah mengejek dirinya.
Merry yang berada disamping Verrel mendengus pelan walau tidak terlihat, dia sedang merencanakan banyak hal untuk membalas keduanya bagimana pun caranya.
"Ayo Bell, kita pulang saja, percuma juga kita datang jauh-jauh hanya mendapatkan hal seperti ini". Niko menggenggam tangan sang istri mengajaknya pergi dari sana.
Begitu juga dengan beberapa kolega lainnya yang sama kecewanya dengan Niko dan Bella, mereka mengikuti langkah keduanya untuk pergi dari sana.
"Sial, bagaimana mereka bisa tahu apa yang terjadi dilapangan, aku harus mencari cara mempertahankan proyek ini, sial". Umpat Verrel dengan kesal sambil memukul meja dengan keras.
Merry mengambil kesempatan itu untuk mencari simpati agar Verrel tertarik kepadanya, dia memang berencana mendekati bosnya itu agar bisa tetap hidup enak seperti dulu dirinya bersama Niko.
"Sini bos saya perbaiki laporannya, nanti bos periksa, tidak perlu cemas, kita hanya perlu memberikan laporan yang sesuai dengan yang mereka mau, jangan terlalu khawatir". Ucapnya mengelus pelan tangan sang bos berusaha menenangkan.
Verrel tersenyum senang, wanita cantik ini pandai membuatnya tenang dan memberikan masukan yang bagus untuknya.
"Terima kasih atas perhatiannya Mer, perbaiki laporannya nanti aku periksa yah". Ucapnya melembutkan suaranya.
Merry menyeringai puas dalam hati melihat sikap baik bosnya itu padanya.
"Kena kau". Soraknya dalam hati karena bosnya ini berhasil masuk perangkapnya.
Merry mengangguk kemudian mengambil laporan itu kemudian keluar dari sana dan malah bertemu dengan pasangan suami istri itu karena tengah berbincang dengan beberapa kolega mereka.
Bella melirik acuh kepada Merry yang tengah berjalan menghampiri mereka begitu juga dengan Niko yang tidak peduli keberadaanya.
"Maaf saya memotong pembicaraan kalian, bisakah saya berbicara dengan tuan Niko sebentar saja?? ". Tanya Merry dengan pelan dan penuh harap.
Dia mengalihkan pandangannya kepada Niko berharap dia mau mengiyakan apa yang dia katakan, dia masih berharap Niko masih tunduk dan patuh seperti dulu.
Mendengar hal itu Yang lainnya segera pamit karena ada urusan lain sedangkan Bella hanya melihat Merry dengan tatapan datar.
Dia sangat tahu apa maksud dari perempuan mata duitan dihadapannya ini, tapi dia yakin suaminya tidak akan kembali bersamanya, suaminya itu paling benci dengan pengkhianat.
"Ayo kita pulang, kita harus kembali kekantor setelah ini". Ucap Niko memegang tangan sang istri tanpa menjawab pertanyaan Merry sejak tadi.
Dia tidak mau berurusan dengan perempuan gila yang hanya memeras uangnya selama ini dan juga menipunya mentah-mentah.
Dia segera menarik tangan istrinya tapi Bella menahan dirinya agar tidak beranjak karena ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Merry dan ingin tahu reaksi suaminya .
"Tunggu dulu Niko, biar kita dengarkan apa yang akan dibicarakan oleh orang tidak tahu malu ini". Ucap Bella dengan sarkas dan menusuk.
Dia menahan tangan suaminya yang hendak menariknya pergi dari sana, dia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan olehnya.
Merry mengepalkan tangannya karena mendengar perkataan kurang ajar dan menghina dari mulut Bella barusan.
"Saya tidak ingin bicara dengan anda, tapi ingin berbicara empat mata dengan tuan Niko, sebaiknya anda pergi saja jangan ganggu urusan saya". Ketusnya sambil mengusir Bella.
Dia masih bersikap arogan padahal dirinya bahkan siapa-siapa lagi, dia pikir Niko akan kembali seperti dulu.
Bella kini tertawa pelan mendengar nada sombong dan sok memerintah dari wanita simpanan suaminya itu, entah terbuat dari apa hati wanita ini karena tidak punya malu sama sekali.
"Memangnya kamu mau berbicara dengannya?? ". Tanyanya pada sang suami yang masih menggenggam tangannya itu.
"Tidaklah, lagian juga tidak penting banget bicara dengan wanita murahan seperti dia, nanti badanku kena kuman karena barang murah itu membawa kuman setelah diobral kesana kemari". Ucap Niko dengan nada jijik dan menyebalkan.
Niko bahkan langsung berdiri disamping sang istri dan menjauhi Merry karena takut dengan kuman
Bella tertawa semakin kencang mendengar jawaban sarkas suaminya kemudian menatap Merry dengan tatapan mengejek, dan menghina.
"Sayangnya suami saya tidak mau tuh mbak Merry, dia bahkan tak sudi dekat dengan anda, yuk kita pergi saja, tidak usah pedulikan orang ini".
Bella mengibaskan rambutnya dan langsung menarik tangan suaminya meninggalkan Merry yang kini menatap mereka penuh kebencian.
"Sialan kalian berdua, aku tidak akan pernah terima penghinaan ini, akan ku pastikan kalian membayar semua ini dengan mahal". Ucapnya sambil mengepalkan tangannya.
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆