Zaira Zafanya Askara tak menyangka akan menikah dengan ketua osisnya yang dingin dan menyebalkan saat dia masih SMA.
Bagaimanakah kelanjutan cerita Zaira Zafanya Askara akankah dia bahagia ??
Tetap Lanjutttt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadissusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar
" Ngga apa lo pernah satu sekolah sama Bastian?? " tanyanya.
" Entah lah, gue juga nggak tau. " Ucapnya.
" Cepetan panggil dokternya! " ucap Ira.
" Iya yaa, bawel." Ucapnya melangkahkan kakinya pergi dari ruangan.
Beberapa menit kemudian Rangga dan dokter pun datang.
" Selamat pagi nona, " sapanya.
" Pagi juga dok. " Balasnya.
" Bagaimana keadaannya nona, apa sudah merasa baikan?? " tanya dokter itu.
" Dahh lahh gak usah basa basi lagi dok, gue juga udah tau klo semua itu hanya sandiwara belakang. " Ucap Rangga sinis membuat dokter itu menegang dibuatnya, ruangan itu menjadi hening seketika.
" Hahahahahahaaaa." Rangga malah ketawa melihat ekspresi dokter itu.
" Rangga nggak boleh gitu. " Ucap Ira.
" Lihatt tu ekspresinya, hahahahhahaha. " Ucap Rangga sambil menunjukkan wajah dokter yang menegang, yang ditunjuk hanya diam menunduk.
"Maaf tuan," Ucapnya.
" Huahahahhaaaaa " Rangga malah menambah volome ketawanya, Ira hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol Rangga yang sedang mengerjai si dokter.
'Jika bukan karna nona yang mengancam saya, saya tidak akan mau melakukan ini!!. Suami, istri sama saja membuat orang kerepotan. ' Batin dokter itu.
Flasback On
Saat Ira ditangani.
" gue dimana?? " ucapnya setelah membuka matanya.
" Nona anda sudah bangun?? " tanya dokter itu.
" Dok? saya dimana? " tanya Ira.
" Anda ada dirumah sakit nona, tadi anda mengalami kecelakaan kecil, tapi syukurlah anda sekarang sudah sadar, saya akan memberitahukan kabar ini kepada keluarga anda. " Ucap dokter itu.
" Dok saya minta jangan beritahu soal saya yang sudah sadar. Kasih tau mereka aja kalo saya harus oprasi dan koma, " ucap Ira.
" Tapi nona..... " ucap dokter itu terpotong.
" Ini kan rumah sakit keluarga Dinata bukan?? " tanya Ira.
" Betul nona. " Ucap dokter itu.
" Saya sebagai menantu dari keluarga Dinata bisa saja memecat kamu. "Ucap Ira dengan nada meremehkan.
" Baiklah nona saya akan menuruti perintah anda. " Jawabnya pasrah, Ira hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya dokter itu tidak percaya, setelah keluar dari ruangan dokter itu melihat keluarga Dinata hatinya menyakinkan bahwa benar cewek tadi menantu Dinata.
Flasback Off
" Dokk, nggak usah tegang kayak gitu!" ucap Rangga menghentikan tawanya.
" Gue juga udah tau alasannya apa, gue nggak bakal memecat anda. " Ucap Rangga lagi.
" Trimakasih tuan. " Ucapnya.
'Ngomong sama yang lebih tua nggak bisa sopan santun, bicaranya nggak nyambung pula gue-anda?? anak jaman sekarang semua nggak masuk akal. Klo bukan keturunan keluarga Dinata udah gue tendang jauh jauh ' batin dokter itu.
" Ya udah cuma itu, cuma mau bilang sandiwaranya udah selesai. " Ucap Rangga mendapat anggukan dari dokter.
" Saya permisi tuan, nona." Ucapnya masih diam ditempat.
" Trimakasih dok, " jawab Ira.
" Sama sama nona. " ucapnya melangkahkan pergi.
'Dasar orang gila semua' batin dokter itu.
" Nggak usah ngumpet ngumpet nggak jelas dok, mau dipecat?? " tanya Rangga.
" Maafkan saya tuan, " ucapnya.
Setelah dokter itu pergi.
" Kenapa sih lo Ngga?? kok kek gini?? " tanyanya.
" Entahlah, yang penting gue puass. " Ucap Rangga tak waras.
" Hemm Ngga, kabarin mamah dulu!" ucap Ira.
" Astaga! sampe lupa klo punya keluarga." Ucapnya sambil meringis menunjukkan deretan gigi putihnya.
" Punya keluarga aja lupa, apa lagi punya istri?? mungkin istri diembat tetangga aja nggak tau. " ucap Ira Sedino mungkin sambil mendengus kesal.
" Yaa kalo emang nggak sayang sama nyawanya aja sih boleh boleh aja. " Ucapnya sambil mengambil handphonenya dari laci.
" Yayayyaa maafkan saya tuan. Hahhaa," ucapnya sambil tertawa.
Tut tut tut
" Halok ma." Sapanya.
" Iya nak, ada apa?? bagaimana kondisi Ira?" tanyanya.
" Hemmm itu ma Ira..." ucapnya terpotong.
" Ira kenapa sayang?? " tanya Anin mulai panik.
" Itu ma. " ucapnya malah dibuat panik.
" Kenapa Ngga?? yang jelas dong klo ngomong." Ucap Anin mulai kesal.
" Ira sudah. " ucapnnya tertahan.
" Sudahh apa?? " tanyanya mulai panik lagi. Ira yang sudah ikut kesal menyambar handphone yang ada ditangan Rangga.
" Ira sudah sadar ma. " Ucap Ira, Rangga hanya mendengus kesal.
" Benarkahh nak?? " tanyanya tak percaya.
" Iya ma, mama cepat kesini ya jangan lupa kasih tau mami dan papi. " Ucap Ira.
" Baiklah nak mama akan segera kesana. " Ucapnnya semringah.
tuttt
panggilan terputus.
" Kenapa sih Ngga hari ini lo suka banget ngerjain orang?? nggak mama nggak dokter tadi," ucapnya kesal.
" Entahlah, tapi aku suka. " ucapnnya senyam senyum sendiri.
" Hidihh gila ya??" tanya Ira.
" Iya gue gila, kenapa?? nggak trima?? gelud?? hayukkk?? " tanyanya berberondong berondong.
" Halahh serah lo, males gue ladenin orang kek lo. Bisa bisa ikutan gila guen nya!! " ucapnya asal.
" Hidihh biar gila sama sama. SUAMI GILA ISTRIPUN IKUT GIlA. " Ucap Rangga sambil menekan kata 'suami gila istripun ikut gila.
" Nggak gitu lah Ngga, yang bener tu kek gini. PUTRA SATU SATUNYA KELUARGA DINATA ATAU PENERUS PERUSAHAAN KELUARGA DINATA MENGALAMI GANGGUAN JIWA!! DISEBABKAN KARENA ISTRINYA SEDANG MENGALAMI KOMA. " Ucapnya sambil menekan kata kata itu.
" Hidihhh, koma jadi jadian aja bangga. " Ucap Rangga sinis.
" Emang lo mau gue koma beneran gitu?? " tanya Ira tak kalah sinis.
" Enggak lahh. " Jawabnya.
" Lahh itu nggak mau kan?? " tanya Ira.
" iya ya gue ngalah. Puas?? " ucap Rangga, Ira hanya tertawa berbahak bahak.
.
.
.
... dah bangun dari koma pura puranya .
., 😁
bkin cerita itu susah loh😏
hargain dong