Sejatinya anak adalah Mutiara di dalam sebuah pernikahan. namun tidak demikian dengan Tiara yang justru dianggap pembawa sial oleh wanita yang sudah melahirkannya.
Ia disalahkan sebagai penyebab hancurnya impian sang ibu, yang jelas jelas bukan salahnya.
Bu Nani belum bisa berdamai dengan keadaan dan melampiaskan kekecewaannya kepada Tiara.
Yuk baca kisah Tiara selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
"terus ikan yang gosong itu jadi mubazir, buang- buang duit namanya. ingat yah kita ini susah cari duit juga susah! " tambah bu Nani.
"astagfirullah bu...
rejeki itu ada saja bu, pasti ada hikmah di balik semua ini"
"ceramah mulu ayah bisanya, pusing aku dengarnya"
"aduh, ikan gosong. dasar gak becus!" gerutu bu Nani mengusap kasar keningnya.
"udah bu gak usah di bahas terus, biar ayah yang makan ikan gosong itu" ketus pak Yasir membuat bu Nani terdiam.
keesokan harinya...
Tiara melangkahkan kakinya ke gerbang sekolah dengan perasaan campur aduk.
tak sengaja ia melihat sosok Wahyu sedang bercanda tertawa dengan seorang perempuan tapi bukan teresya, mereka tampak begitu akrab.
dadanya terasa sesak namun untuk cemburu pun ia tidak berhak.
Tiara berusaha membendung air matanya namun bulir-bulir bening tersebut berhasil lolos.
"Dasar buaya! " Batin Tiara
"untuk apa aku menangisi lelaki brengsek itu" menyeka air matanya.
"ternyata benar apa yang di bilang Lola" batin Tiara.
"dari awal harusnya aku sadar aku sadar diri"
Tiara masih mematung, tiba tiba
"Ra, kamu kenapa nangis" Aldo sudah berada di sampingnya.
"ah, enggak aku cuma kelilipan" Tiara berbohong
"mana, sini biar aku tiup" Aldo memberikan perhatiannya.
Aldo mulai meniup-niup mata Tiara, ia menerima perlakuan Aldo agar Aldo tidak curiga.
di saat bersamaan Wahyu melihat Tiara dan Aldo yang tampak mesra.
"semoga kamu cepat putus sama dia Ra" Batin Wahyu dengan mata yang berkaca-kaca namun mengembangkan senyum jahat.
"kenapa sih Ra? aku selalu melihat kamu bersama dia? kamu gak tau apa hati ini sakit! " batin Wahyu.
"aku gak akan ganggu kamu lagi Ra, sampai kamu putus sama dia Imutku" gumamnya pelan.
"kenapa kak" ujar siswi di samping Wahyu yang mendengar ucapannya samar.
"enggak, kakak cuma bilang kucing ini imut" menunjukkan gambar kucing berbulu hitam di handphone nya.
"lucu sih tapi aku takut dan gak suka warna nya juga"
"kenapa? warnanya bagus kok"
"di film-film kucing hitam itu adalah kucing penyihir. itu artinya kucing hitam itu jahat"
Wahyu terkekeh mendengar penuturan Nadira" jangan di telan mentah-mentah, itu cuma film nyatanya black cat is not bad luck"
"tetap saja aku takut kucing"
Di kelas...
Tiara duduk mematung tidak menghiraukan ketiga sahabatnya yang bercerita ria.
pikirannya kalut.
"pagi-pagi jangan ngelamun ntar kesambet" ujar Risty sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Tiara namun tiara tak bergeming sedikit pun, tatapannya kosong.
"e.. enggak" jawab Tiara gugup.
"ada apa sih Ra, cerita sama kita. kita kan sahabat kamu siapa tahu kita bisa bantu" timpal Dea.
"iya Ra, jangan di pendam sendirian nanti tumbuh jadi jerawat lho" tambah Rani.
"enggak ada apa-apa kok, aku cuma lagi gak enak badan aja"
"mau ke UKS tawar tawar Risty.
" gak usah, lagi pula gak terlalu parah"
"masa nunggu parah dulu" sahut Dea.
"iya nih Tiara, aneh deh" timpal Rani.
"by the way kok aku gak pernah liat kamu bareng Wahyu lagi" Ujar Rani.
" iya, udah sebulanan ini kayanya" tambah Risty.
"iyalah, si Wahyu udah punya pacar, dasar brengsek! " Dea kesal.
"kamu tahu dari mana dea" selidik Rani
"la aku liat dia sama cewek baru itu terus"
"benar-benar wahyu ni brengsek!" Risty geram tanpa sadar memukul meja.
"seenaknya saja dia mempermainkan kamu ra" tambah Risty
"kenapa kamu gak bilang ke kita Dea" cecar Rani
"ku kira kalian sudah tahu"
Risty & Rani menghela napas kasarnya.
"ada apa-ada apa" tiba tiba Aldo mendekat mendengar gebrakan meja.
"gak ada apa-apa sana balik ke tempat asalmu, ini urusan wanita" titah Risty.
"iya, laki-laki gak boleh tau" sahut Rani.
"ganggu aja" ketus Dea
"kalian kenapa sih gak suka banget sama aku padahal aku ini baik lho" ujar Aldo.
"Tiara kamu kenapa sedih gitu mukanya" Aldo memberikan perhatiannya.
"gak usah di ganggu Tiara lagi sakit" ketus Dea
"ayo aku antar ke UKS" hendak memapah Tiara
"terima kasih Aldo, tidak usah aku baik-baik saja" tolak Tiara.
"kalian ini sahabat macam apa? Tiara sakit di biarin aja bukannya di bawa ke UKS"
"tidak Aldo, aku sendiri yang tidak mau"
"dengerin tu" Ujar Risty
"Tring.... " bel tanda masuk berbunyi.
✨💎💎✨💎💎✨
💎💎💎💎💎💎💎
💎💎💎💎💎💎💎
✨💎💎💎💎💎✨
✨✨💎💎💎✨✨
✨✨✨💎✨✨✨