NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sita oh .. Sita

Hanin malam ini tampak sedang menghitung laba dari usahanya, bersama Amel yang sekarang juga merangkap sebagai 'manager finance' selain kesibukannya sebagai aspri Hanin,

"Mbak Hanin, ini total keuntungan bersih bulan ini 5.8 M ya, itu bersih ya.. gaji pegawai, operasional dan lain-lain sudah aku hitung untuk 6 bulan ke depan," ujar Amel sambil membuka laptopnya.

"Terima kasih ya Mel, udah selalu bantuin aku dari awal kita dulu.." ujar Hanin, Amel mengangguk.

Usaha yang di bangun Hanin sebentar lagi akan berganti menjadi PT. perorangan dan Hanin akan menjadi CEO dari perusahaan miliknya.

Hanin bahagia sekali dan bersyukur usahanya membuahkan hasil yang banyak, dan produknya sudah banyak di kenal di masyarakat Indonesia dengan logo 'HK' ini.

"Mel, kamu masih simpan nomor telpon yayasan yatim piatu yang waktu itu ke ruko?" tanya Hanin sambil menyeruput kopinya.

"Masih mbak, ada kok.. ini mbak" ujar Amel, "iya nanti kirim pesan aja minta perwakilannya kesini aku mau nitip sedikit dana buat anak-anak yatim piatu" ujar Hanin.

"Oke, siap mbak.. "ujar Amel.

"Ya sudah, kita tidur aja.. sudah malam, kita simpan tenaga buat besok aktivitas lagi" ujar Hanin, Amel pun mengangguk sambil masih mengerjakan sisa pekerjaan di laptopnya.

Hari pun berganti pagi, Hanin dan Amel tampak bersiap menuju ruko untuk memulai aktivitas pagi ini dengan agenda yang sudah di jadwalkan.

Di antara agenda mereka adalah mengundang dua artis pria papan atas berinisial 'RA' dan 'JT' yang berwajah tampan juga tubuh yang ideal untuk mengendors produk perawatan pria Hanin berupa cream siang, cream malam dan serum wajah khusus pria dewasa.

Setelah memarkirkan mobilnya, Hanin berjalan menuju lobby depan ruko yang baru ada beberapa customer yang belanja produk secara offline karena hari masih pagi, di lantai 2 Hanin juga melihat gulungan print resi penjualan produknya yang membludak..

"Mbak, amalan apa sih yang di pakai kita sampai kewalahan begini penjualan kita meningkat drastis setiap hari.." ujar Selly salah seorang pegawai Hanin.

"Mm, apa ya Sell.. mungkin amalannya aku suka minta langsung bantuan Allah, cuma itu" ujar Hanin sambil tersenyum.

Hanin lalu berjalan menuju ruangan pribadinya, sebuah ruang Direksi yang ia desain agar terlihat nyaman, kemudian ia membuka laptop..

Hari ini Hanin juga akan mengadakan meeting untuk rencananya mengumrohkan beberapa karyawannya di tahap 1, ini Hanin lakukan sebagai bentuk rasa syukurnya kepada Allah yang sudah menitipkan rejeki yang berlimpah kepadanya..

Hanin kemudian kembali berjalan ke lantai 1 lobby bawah rukonya, lalu menemui pegawainya..

"Amel, Selly, kang Bagas kita nanti meeting sebentar jam 9:30 ya.. kita bahas soal pemberangkatan umroh buat karyawan," ujar Hanin.

Di ruang meeting Hanin tampak menghubungi Davina, menanyakan travel umroh yang di pakainya kemarin bersama Adrian, meeting pun selesai.. dengan kesimpulan pemberangkatan sesi 1 umroh untuk 7 orang dengan anggaran Rp.34 juta per orangnya, tampak Amel menghitung dengan teliti untuk menyusun biaya keseluruhannya.

Setelah meeting selesai, Hanin juga menemui pihak perwakilan yayasan yatim-piatu yang di undangnya.. Hanin pun memberikan bantuan dana, infaq dan shodakohnya yang di terima langsung pihak yayasan.

Selesai dengan pihak yayasan yatim piatu, Hanin melanjutkan dengan siaran Livenya bersama 2 artis papan atas pria yang menjadi endors produk-produknya setelah penandatanganan MOU dengan pihak manajemen artis,

Puluhan, ratusan bahkan ribuan order baru penjualan produknya membanjiri pesanannya di acara Live tersebut hanya dalam tempo 2 jam saja, setelah selesai mereka pun berpamitan pulang kembali ke Jakarta.

Hanin terlihat sangat puas dengan banyaknya pesanan yang masuk, terpikir olehnya untuk bisa membangun pabrik sendiri.. sehingga akan mempermudah dirinya mengatur jumlah produksi dan juga mengurangi pengangguran di kota Bandung atau di kabupaten Bandung.

"Hmm, nantilah aku pikirkan lagi mungkin pabrik sebaiknya di pinggiran kota Bandung aja, aku akan coba cari info" gumam Hanin dalam hati.

Siang ini Sita tampak mengunjungi rumah orang tua Adrian, tapi rumah terlihat sepi tidak seperti biasanya..

"Sepertinya kosong, pada kemana sih?" gumam Sita lalu pergi lagi dengan mobilnya. Tiba di kantor kembali Sita bertemu dengan Andini, "mbak, mbak.. sebentar mau tanya mas Adrian apa di kosan ya?" tanya Sita.

"Nggak tahu Sit, lagian aku nggak ada urusan dengan Adrian" ujar Andini ketus. "iiiih, ni orang jawabnya kok gitu amat sih?" gumam Sita yang mulai kesal.

Sita pun tidak menyerah, ia lalu menghampiri Andini lagi.. "please mbak, dimana mas Adrian sebenarnya, aku sedih mbak di memutuskan pertunangan kami" ujar Sita.

"Sita, aku nggak ada urusan dengan tunangan kamu coba dong cari tahu sendiri kamu ke kosannya, gitu aja kok repot?" ujar Andini kesal Sita seolah curhat padanya.

"iya mbak, makasih infonya" ujar Sita. Andini pun mengangguk.

Sepulang kerja tampak Sita mendatangi kosan Adrian, setelah mengetuk lama kamarnya tidak ada satu pun jawaban.. Sita semakin bingung, "Maaf mbak, apa lihat penghuni kamar ini?" tanya Sita pada kamar sebelah Adrian yang kebetulan keluar dari kamarnya.

"Oh, pak Adrian? hampir seminggu lebih mbak nggak kelihatan, terakhir saya lihat bolak balik tuh bawa barang-barangnya ke mobil, mungkin udah pindah kali.." ujar tetangga kamar sebelah Adrian.

Sita pun terdiam, ia tidak menyangka Adrian begitu saja meninggalkan dirinya..

Sita pun akhirnya menemui Hanin untuk bertanya keberadaan Adrian, walaupun ragu ia memberanikan pergi menemui Hanin.. tiba di rumah Hanin, Sita pun segera memarkirkan mobilnya.

Rumah Hanin juga terlihat sepi, lalu Sita bertanya pada tetangganya.. "Maaf bu, apa tahu mbak Hanin di mana?" tanya Sita.

"Oh, mbak Hanin ya.. biasanya dia kerja mbak pulangnya juga malam, yaa namanya pengusaha wanita pasti banyak urusan," ujar tetangga Hanin yang mengenal baik Hanin.

Sita pun mengangguk, lalu mengucapkan terima kasih. Sita tampak bingung.. dan akhirnya kembali ke rumahnya.

"Aneh, pada kemana sih orang-orang ini, bu Hemas nggak bisa dihubungi, Astrid juga.. udahlah mending besok aja aku ke kantor mas Adrian" gumam Sita.

Keesokan paginya tampak Sita sudah berada di kantor pemda kota Bandung tempat Adrian bekerja, Sita berniat menemui Adrian..

"Punten, punten bu.. kenal dengan Adrian, pak Adrian maksud saya?" tanya Sita pada pegawai yang baru berdatangan masuk kerja.

"Pak Adrian?, mm.. sebentar.. "ujar salah seorang pegawai kantor tersebut. "iya bu, pak Adrian kantornya di sini kok.. "ujar Sita berharap mendapat info.

"Oh, iya pak Adrian.. yang rambutnya agak cepak gitu ya, ganteng juga yang itu mbak?" ujar perempuan tadi.

"iya betul.. betul bu, tolong bu saya harus menemuinya ini penting sekali" ujar Sita mengangguk.

"Ooh sebentar ya mbak, nanti saya panggilkan" ujar ibu tadi, cukup lama Sita menunggu di lobby kantor Adrian tak lama ibu tadi menemuinya.

"Mbak, tadi menurut info pak Adriannya sudah datang tapi beliau pergi lagi.. ke kantor calon istrinya kalau saya nggak salah, kan mereka mau menikah, begitu.." ujar ibu tadi.

Mendengar itu Sita pun kaget, lalu terdiam.

"Makasih banyak ya bu infonya, saya permisi dulu" ujar Sita sambil terus melangkah keluar kantor Adrian menuju parkiran.

Tanpa sengaja, Sita melihat Adrian di kejauhan sedang berbincang hangat dengan seorang perempuan yang sangat cantik.. terlihat tatapan Adrian begitu lembut pada lawan bicaranya, Sita pun menghampirinya.

"Mas Adrian.. "sapa Sita.

Adrian pun menoleh ke samping, "ada apa lagi Sit?, kenapa kamu di sini?" tanya Adrian.

"Aku cari ibu dan mbak Astrid, tapi mereka nggak ada di rumah, mas tahu kemana?" tanya Sita sambil melirik Davina.

"Mas nggak tahu Sit, udah ya aku harus kerja lagi sorry" ujar Adrian singkat lalu berjalan ke kantornya sambil menggandeng Davina.

"Ayo sayang,.. "ujar Adrian lembut pada Davina kekasihnya sekarang sambil meninggalkan Sita yang hampir menangis melihat perlakuan Adrian yang begitu manis dengan pasangannya.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!