Selamat datang kembali, Pembaca Setia!
Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.
Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.
Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pilihan yang Mengejutkan
Meli terpaku menatap layar ponselnya. Pesan singkat dari Aulia terasa seperti tamparan keras yang membakar wajahnya. Meskipun kemudian Rizki menelepon dan mengaku harus segera ke rumah keluarga besar untuk urusan Nenek Trisha, kecurigaan Meli sudah telanjur membara.
Selama lima tahun, Meli sangat menikmati posisinya sebagai "istri bayangan" yang selalu diprioritaskan. Namun kini, alarm bahaya berbunyi nyaring di kepalanya; Rizki tampak mulai tertarik kembali pada magnet yang bernama Aulia. Bagi Meli, ini bukan lagi soal cinta, melainkan soal mempertahankan status sosial yang nyaris ia genggam.
Di kediaman utama Laksmana, persiapan ulang tahun ke-70 Nenek Trisha berubah menjadi ajang perebutan status yang sengit. Violeta dan Pamela mengepung Rizki di ruang kerja, mendesak pria itu agar menjadikan Meli sebagai pendamping resminya saat memandu acara nanti.
"Pikirkan citra keluarga kita, Rizki," desak Violeta dengan nada dingin. "Publik harus tahu siapa wanita yang sebenarnya pantas berdiri di sisimu. Meli sudah banyak berkorban, dia jauh lebih kompeten untuk menyambut tamu-tamu terhormat daripada wanita itu."
Pamela menimpali dengan manipulasi emosional yang tajam. "Kak, apa Kakak tega menyakiti Kak Meli lagi? Jika Kakak berdiri di samping Aulia di depan semua orang, itu sama saja Kakak mempermalukan Kak Meli secara terang-terangan!"
Biasanya, Rizki akan menyerah pada desakan ini. Ia selalu menganggap menuruti kemauan ibunya dan menjaga perasaan Meli adalah jalan keluar termudah. Namun kali ini, sesuatu dalam dirinya memberontak.
"Keputusanku sudah bulat. Tentu saja Scarlett yang akan mendampingiku. Dia adalah istri sahku," tegas Rizki, suaranya berat dan tidak menerima bantahan.
Violeta dan Pamela ternganga. Mereka tidak menyangka Rizki akan melawan demi Aulia. Rizki sebenarnya sedang dihantui ketakutan yang luar biasa; ia sadar hubungannya dengan Aulia sedang berada di ujung tanduk. Ia merasa jika kali ini ia kembali menomorduakan Aulia demi Meli di acara sebesar ini, Aulia benar-benar akan menghilang dari hidupnya tanpa jejak.
Rizki memilih memberikan panggung besar ini kepada Aulia sebagai bentuk "penebusan dosa". Ia berharap, dengan pengakuan publik ini, kemarahan Aulia akan mereda dan pernikahan mereka bisa diselamatkan.
Gibson, ayah Rizki, yang sedari tadi hanya menyimak dari balik meja kerjanya, memperhatikan perubahan ini dengan saksama. Sebagai pria yang lebih berpengalaman dalam membaca situasi, ia melihat putranya sedang terjebak dalam dilema moral yang hebat. Keputusan Rizki untuk memihak Aulia adalah pernyataan perang terselubung terhadap otoritas Violeta di dalam rumah tersebut.
Rizki ingin Aulia berdiri di sampingnya sebagai Nyonya Laksmana yang terhormat, sementara di apartemennya, Aulia justru sedang menandai kalender—menghitung mundur hari untuk melepaskan gelar itu selamanya.
Sementara itu, Meli yang merasa tersisih dan terhina tidak mungkin tinggal diam. Baginya, jika ia tidak bisa berdiri di samping Rizki di pesta itu, maka Aulia pun tidak boleh berada di sana. Rencana sabotase yang awalnya hanya menyasar karier Aulia di UME, kini meluas menjadi rencana untuk menghancurkan fisik dan mental Aulia sebelum hari pesta tiba.
Rizki mencoba memperbaiki keretakan yang ia buat sendiri, namun ia tidak sadar bahwa fondasi itu sudah hancur menjadi debu. Apakah Aulia akan bersedia hadir di pesta itu hanya sebagai formalitas terakhir, ataukah sabotase Meli akan berhasil membuat Aulia absen dan kehilangan segalanya tepat di hari kemenangannya?
emang apa prestasinya Melati, Ken...
kasihan tau Aulia... udah capek capek mikir, mau di sabotase.
weeeesss angel... angel...
Sampek kurang turu lhooo sangking mau menunjukkan keberhasilan dr tantangan Henry.
Ndak usah mikirin hal hal yg bikin kita jatuh.
padahal tadi yang jemput Pamela di rumah Rizki Khan Violetta.