NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.23

Asap hitam pekat menggulung di langit, bercampur dengan cahaya merah dari teknik-teknik penghancur yang saling beradu. Sekte Awan Putih telah berubah menjadi lautan api.

Shen Yu berlari seperti orang gila menaiki tangga batu menuju Puncak Kitab. Napasnya memburu, paru-parunya terasa terbakar oleh udara panas dan abu. Mayat-mayat murid luar bergelimpangan di sepanjang jalan teman sekelas, senior yang sombong, junior yang polos semuanya kini hanyalah daging tak bernyawa.

"Minggir!"

Shen Yu menebas leher seorang murid Sekte Darah Besi yang menghalanginya dengan Sarung Tangan Sutra Bayangan. Tidak ada teknik, hanya kekuatan kasar dan kecepatan murni.

Ia sampai di depan Paviliun Kitab.

Bangunan kayu kuno itu sudah terbakar di sisi timur. Api menjilat atapnya dengan rakus. Pintu utamanya hancur berantakan.

Shen Yu berhenti sejenak, menutup matanya, mengabaikan gemuruh perang di luar. Ia memfokuskan pendengaran nya ke dalam Paviliun yang terbakar.

Di antara suara kayu yang retak dan api yang menderu, ia mendengar suara yang ia cari.

Bukan suara seruling. Tapi suara napas tersengal dan bunyi tongkat kayu yang dipukul hingga patah.

Lalu, suara tawa laki-laki yang menjijikkan.

Mata Shen Yu terbuka. Pupil hitamnya bergetar, lalu perlahan menyempit seperti mata reptil.

Ia melangkah masuk ke dalam neraka itu.

Di aula utama perpustakaan, ribuan buku berserakan di lantai.

Su Ling terpojok di sudut ruangan, di bawah rak buku besar yang hampir roboh. Tongkat penuntunnya sudah patah menjadi dua di lantai. Jubah abu-abunya robek di bagian bahu, memperlihatkan kulit pucat yang tergores luka. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Di hadapannya, dua murid Sekte Darah Besi berdiri sambil menyeringai. Salah satunya bertubuh kurus kering memegang rantai besi, yang lain bertubuh gemuk membawa golok besar. Keduanya berada di Pemurnian Qi Tahap 4.

"Sayang sekali dia buta," kekeh si Kurus sambil memutar-mutar rantainya. "Tapi kulitnya halus. Hei, Buta, mainkan serulingmu untuk kami. Kalau suaranya bagus, mungkin kami akan membunuhmu dengan cepat."

Su Ling tidak menangis. Wajahnya tetap datar, meski tangannya gemetar hebat saat meraba dinding di belakangnya. Tidak ada jalan keluar.

"Kalian berbau busuk," ucap Su Ling pelan, suaranya dingin. "Bau bangkai yang membusuk di selokan."

"Pelacur sialan!" Si Gemuk marah. Ia maju, menjambak rambut panjang Su Ling dan menariknya kasar hingga gadis itu terdongak. "Mulutmu tajam juga! Biar kupotong lidahmu dulu sebelum kita bersenang-senang!"

Si Gemuk mengangkat goloknya.

Saat itulah, pintu masuk perpustakaan meledak.

BLAAAM!

Pintu kayu tebal itu hancur berkeping-keping, serpihannya melesat ke segala arah.

Si Kurus dan Si Gemuk tersentak, menoleh ke arah pintu. Asap tebal mengepul masuk.

Dari balik asap, terdengar langkah kaki.

Tap. Tap. Tap.

Pelan. Berat. Berirama.

Sosok Shen Yu muncul. Ia tidak lagi membungkuk atau menyembunyikan auranya. Kepalanya tegak, bahunya rileks. Namun, di sekujur tubuhnya, aura merah darah yang pekat menguar seperti uap panas, membuat udara di sekitarnya berdistorsi.

Giok Retak di dadanya bersinar terang menembus pakaiannya, berdenyut seirama dengan detak jantung iblis.

"Siapa kau?!" teriak Si Kurus waspada.

Shen Yu tidak menjawab. Ia menatap tangan Si Gemuk yang masih mencengkeram rambut Su Ling.

"Lepaskan," bisik Shen Yu. Suaranya bukan suara manusia. Itu suara yang terdengar seperti gesekan dua batu nisan.

Si Gemuk merasakan dingin yang menusuk tulang punggungnya, tapi egonya sebagai murid Tahap 4 tidak membiarkannya mundur. "Hah? Bocah Tahap 2? Kau mau jadi pahlawan? Makan in—"

Sebelum Si Gemuk menyelesaikan kalimatnya, Shen Yu menghilang.

Tidak ada teknik langkah bayangan. Itu murni ledakan otot dari Tubuh Baja yang diperkuat Aura Darah.

Sreett!

Dalam sekejap mata, Shen Yu sudah berdiri tepat di depan Si Gemuk. Tangan kanannya yang bersarung hitam melesat lurus.

Bukan memukul.

Tangan Shen Yu menusuk dada Si Gemuk, menembus tulang rusuk, dan masuk ke dalam rongga dada.

"Uhuk!" Mata Si Gemuk melotot. Golok di tangannya jatuh berdenting.

Shen Yu menatap mata Si Gemuk sedingin es.

"Kau menyentuhnya dengan tangan kotor ini?"

Giok Retak meraung lapar.

SLUUURP!

Dalam satu detik, seluruh vitalitas, Qi, dan darah di tubuh Si Gemuk disedot paksa melalui lubang di dadanya. Tubuhnya yang besar menyusut drastis, kulitnya mengkerut menempel tulang, matanya menjadi cekung dan hampa.

Shen Yu menarik tangannya keluar. Mayat kering Si Gemuk jatuh ke lantai seperti karung kosong. Debu beterbangan.

Su Ling, yang kini terlepas dari cengkeraman, merosot ke lantai. Telinganya menangkap suara itu—suara nyawa yang dipadamkan dengan cara yang tidak wajar.

"Monster..." bisik Si Kurus, mundur ketakutan. Kakinya gemetar hebat hingga rantainya berdenting. "K-Kau bukan manusia... Kau Iblis Darah!"

Shen Yu menoleh perlahan ke arah Si Kurus. Wajah Shen Yu terciprat darah, tapi ia tidak menyekanya. Ia malah menjilat sedikit darah di sudut bibirnya.

Manis. Memabukkan.

"Satu lagi," gumam Shen Yu, melangkah maju.

"JANGAN MENDEKAT!" Si Kurus melempar rantainya dengan panik, mengalirkan seluruh Qi-nya untuk serangan mematikan. Rantai itu melilit leher Shen Yu.

"Mati! Mati!" Si Kurus menarik rantainya sekuat tenaga untuk memenggal kepala Shen Yu.

Kring!

Rantai itu menegang di leher Shen Yu. Tapi kulit Shen Yu tidak tergores. Tubuh Baja-nya, yang kini diperkuat energi curian, lebih keras dari besi biasa.

Shen Yu memegang rantai di lehernya dengan satu tangan. Ia menyentak pelan.

Si Kurus terbang melayang ke arah Shen Yu seperti layang-layang ditarik benang.

Shen Yu menangkap wajah Si Kurus dengan telapak tangannya yang lebar. Jari-jarinya mencengkeram tengkorak pria itu.

"Tolong... ampun..." suara Si Kurus teredam di balik telapak tangan Shen Yu.

"Kau berisik," kata Shen Yu datar. "Su Ling suka ketenangan."

KRAK!

Shen Yu meremas tangannya. Tengkorak Si Kurus remuk seketika.

Lalu, proses penyerapan terjadi lagi. Energi kehidupan Si Kurus mengalir masuk, memperbaiki semua luka Shen Yu, mengisi ulang Qi-nya hingga meluap-luap.

Shen Yu melempar mayat kedua itu ke dalam api yang membakar rak buku.

Hening. Hanya suara api yang melahap kayu.

Shen Yu berdiri diam, napasnya berat. Aura merah di sekelilingnya bergejolak liar, menuntut lebih banyak darah. Bisikan di kepalanya semakin keras. Keluar... Bunuh semua yang ada di luar... Jadilah Raja...

Tangan Shen Yu gemetar. Ia mengepalkan tinjunya, kukunya menancap ke telapak tangan, mencoba menahan insting membunuh yang meluap.

"Shen Yu?"

Suara itu kecil dan rapuh.

Shen Yu tersentak. Aura merahnya bergetar. Ia menoleh ke sudut ruangan.

Su Ling masih duduk di sana, memeluk lututnya. Wajahnya pucat pasi menghadap ke arah Shen Yu. Mata putihnya yang buta basah oleh air mata.

Shen Yu mundur selangkah, takut. Takut Su Ling akan mencium bau amis ini dan membencinya. Takut ia akan kehilangan kendali dan menyerang Su Ling.

"Jangan mendekat," kata Shen Yu serak, suaranya pecah. "Aku... aku kotor."

Su Ling meraba-raba lantai, menemukan patahan tongkatnya, lalu mencoba berdiri dengan susah payah. Ia melangkah tertatih-tatih ke arah Shen Yu.

"Su Ling, berhenti! Aku bisa membunuhmu!" teriak Shen Yu.

Gadis itu tidak berhenti. Ia terus berjalan menembus asap, sampai ia berdiri tepat di depan Shen Yu yang gemetar menahan aura iblisnya.

Su Ling mengulurkan tangan tangannya yang kotor oleh debu, meraba wajah Shen Yu yang berlumuran darah.

"Suaramu..." bisik Su Ling lembut. "Suaramu terdengar sangat kesepian, Shen Yu."

Jari-jari dingin gadis itu menyentuh pipi panas Shen Yu. Tidak ada ketakutan di sentuhan itu. Hanya penerimaan.

"Kau bukan iblis," kata Su Ling tegas. "Iblis tidak menangis saat membunuh."

Pertahanan mental Shen Yu runtuh. Aura merah yang ganas itu perlahan surut, ditenangkan oleh keberadaan gadis ini. Giok Retak kembali tidur, seolah enggan melawan ketulusan murni di hadapannya.

Kaki Shen Yu lemas. Ia jatuh berlutut, memeluk pinggang gadis buta itu, menyembunyikan wajahnya di perut Su Ling seperti anak kecil. Bahunya berguncang hebat.

"Ayo pergi," kata Su Ling sambil mengelus rambut darah Shen Yu yang lengket. "Bawa aku melihat dunia luar yang kau janjikan. Tempat ini sudah menjadi abu."

Shen Yu mengangguk. Ia menghapus air matanya kasar, lalu bangkit berdiri. Tatapannya kembali tajam, tapi kali ini penuh kesadaran.

Ia menggendong Su Ling di punggungnya.

"Pegangan yang kuat. Kita akan menerobos neraka ini."

Shen Yu melompat keluar dari jendela perpustakaan yang pecah, mendarat di atap, dan berlari menembus malam yang merah menyala, meninggalkan masa lalunya sebagai murid tak berdosa di belakang.

1
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!