Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,
Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.
Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.
Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut tidak?
Tepat saat suara adzan ashar terdengar, Rena sampai di depan rumahnya. Memasukan sepeda ke dalam garasi, mencuci tangan, baru kemudian masuk ke rumah, tak lupa dengan dua bungkus bakso pemberian dari Bu Genti yang katanya untuk si gembul Hizam dan Bapaknya. Hemmm Bu Genti terbaik!!!.
"Asalamualaikum!" Rena masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.
Namun samar-samar terdengar suara gelak tawa dari arah kamar mandi.
"Bikin balon lagii yang banakk pak, yang besal sepelti ini."
Rena berjalan menuju sumber suara. Ternyata dua pria beda generasi itu sedang bermain air.
Tumben bapak sudah pulang
"Dooorrrrrr" Rena sengaja mengagetkan mereka berduan yang sedang asyik bermain sabun
"Astapilullah."
"Astaghfirullah"
Hizam mengalihkan pandangannya ke Rena "Ibuuuuu!" lanjutnya disusul dengan senyum yang merekah di wajahnya, "kenapa balu pulang? Izam nungguin lama dilumah uyut. " seketika langsung mengubah wajahnya dengan mode cemberut dengan kedua tangan di lipat didepan dada, tak ketinggalan pula bibir yang dimajukan semakin membuat pipinya terlihat menggelembung.
"Maaf ya, Ibu tadi menemani Eyang guru beli masker, Hizam juga di belikan ini nih. " Rena menunjukan kresek berwarna putih yang sedang di pegangnya.
"Apah tu? " Hizam hendak melangkahkan kakinya hendak mendekati Rena.
"Eitzz, mandi dulu dong. Nanti lantainya bisa licin kena baju Hizam yang basah. " Banu menghentikan langkahnya.
"Iya betul. Mandi dulu ya, habis itu makan. Nanti Ibu siapin, setelah Ibu sholat dan Hizam mandi. Oke?." Rena mencoba memberikan penawaran.
"Oteee, yuk, Pak kita mandi duyu!"
"Ayo kemoonnnnn" Banu menjawab dengan gaya lucunya. Dan akhirnya kegiatan bermain air harus diakhiri dengan mandi sore.
Malam hari, selepas makan malam, Banu melanjutkan kegiatannya duduk manis di depan layar televisi bersama anak gembulnya yang masih asyik bercerita. Sementara Rena seperti biasa, membersihkan meja makan dan piring serta kawan-kawanannya yang telah digunakan untuk makan oleh mereka bertiga.
Gelak tawa yang tadinya terdengar dari dapur seketika hilang, hanya suara televisi yang sepertinya sedang di pindah dari saluran satu ke saluran berikutnya. Hingga suara pembawa acara yang sedang menayangkan konferensi pers dengan bapak menteri kesehatan di kantor kemenkes, Jakarta, menyita pendengaran Rena. Bapak menteri kesehatan mengaku heran dengan kehebohan yang timbul akibat penyebaran virus korona.
"Padahal flu batuk pilek yang biasa terjadi pada kita itu angka kematiannya lebih tinggi dari pada yang ini korona. Tapi kenapa ini bisa hebohnya luar biasa." ©
Suara bapak MenKEs terdengar sampai ke dapur. Menarik perhatian Rena sehingga seketika melangkahkan kakinya menuju ke ruang tengah dengan membawa secangkir teh melati kesukaannya, yang baru di buat itu, kemudian duduk di sebelah suaminya.
"Bapak MenKes diketahui mendampingi Pak presiden untuk mengumumkan ada 2 orang WNI yang positif terjangkit korona di tanah air. Mereka kini sedang menjalani perawatan di RSUP Sulianto Saroso, dan terkait hal itu, Pak menteri meminta agar pemberitaan tidak dilebihkan" Kini giliran suara pembawa acara yang sedang menayangkan berita. ©
"Sebenarnya perlu di takuti tidak si, Pak? " Rena memandang suaminya yang langsung mengganti saluran ketika berita di televisi menayangkan iklan.
"Ya bapak juga tidak tahu, yaa sebaiknya kita ikuti saja anjuran dari pemerintah. Toh tidak sampai merugikan diri sendiri to." Banu meraih cangkir yang berisi teh untuk di minumnya.
"Tadi Mas Bagus, anaknya Bu Genti telpon, katanya suruh jaga-jaga. Di Jakarta sudah mulai rame virus korona, sudah ada yang terkena juga. Makanya tadi Mas Bagus menyuruh Bu Genti untuk beli masker, Ibu juga dibeliin tuh. Jadi mulai besok bapak berangkatnya pakai masker yaa? "
"iya besok bapak pasti pakai masker. " Banu menjawab dengan mata yang tetap fokus ke layar televisinya.
"Loh Hizam udah bobo? " Rena beranjak mencari sang anak.
"Udah bobo tadi, sudah di pindahin juga. Kecapaian mungkin sehari main terus gak bobo siang." Banu memandang Rena yang sudah hilang tertutup gorden kamar Hizam.
"Nyamuknya banyak, Pak, gak beli obat nyamuk? " Rena datang dengan menggaruk lengannya yang terekspos bebas karena menggunakan daster kesayangan you can see jadul miliknya.
"Lah buat apa? nyamuk kok diobatin. Yang ada nanti sembuh makin banyak bawa pasukannya, Bu." Banu kembali fokus memilih saluran yang menurutnya bagus, bertepatan dengan sebuah bantal kursi mendarat tepat mengenai lengan kekarnya.
"Bugh.... Bugh, aawwww. " Banu mengaduh.
"Udah akh, males iiih bicara sama Bapak, " Rena berlalu kembali ke dapur, teringat dengan piring dan gelas yang belum di simpan di dalam rak piring.
Sementara Banu terbahak dengan suara kencangnya. "Ampun deh ibu ini gak bisa sedikit aja bercanda. " Mengeraskan suaranya agar terdengar sampai ke telinga Rena.
Hingga suasana semakin malam, hanya ada desiran angin dan suara jangkrik yang memenuhi malam tanpa bulan dan bintang.
Sungguh mentrentamkan jiwa..
*************
©sumber berita dari CNBC pada bulan Maret 2020
MenKes : Menteri Kesehatan
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
😍😘🤗
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁
terima kasih thor....sukses selalu...
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor