Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Keesokan harinya Jessica datang kerumah Dimas. Gadis itu kesal karena semalam di tinggalkan oleh dimas. Ia masuk ke dalam dan langsung menarik rambut Nadia yang tengah memasak di dapur.
"Aw, apa apaan kamu Jess?," ucap Nadia.
Nadia menatap Jessica yang terlihat marah, dengan keras Jessica menarik rambut Nadia.
"Lo apain cowok gue? Kenapa dia mau pulang bareng lo, dan ninggalin gue di pesta semalem? Lo Pergi ke dukun ya?!," ucap Jessica marah.
Nadia berusaha untuk melepaskan rambutnya dari tangan Jessica. Nadia mendorong Jessica hingga terjatuh dan kondisi rambut Nadia berantakan. Jessica kesal dan saat akan berdiri, ia melihat Dimas tengah menuruni anak tangga. Jessica tersenyum miring, ia akan mulai berakting dan membuat Dimas membenci Nadia.
"Jahat banget sih Lo nad, gue kesini cuman mau ketemu sama pacar gue. Enggak seharusnya Lo dorong gue kayak gini," ucap Jessica pura pura menangis.
Dimas yang melihatnya langsung berlari dan membantu Jessica untuk berdiri. Nadia terkejut melihat keberadaan sang suami. Dimas menatap tajam Nadia dan mendorong Nadia karena kesal.
"Apa apaan sih lo? Gue lembutin malah ngelunjak! Berani banget Lo dorong cewek gue, udah merasa hebat dan merasa di cintai gue? Iya?!," bentak Dimas.
Nadia menatap Dimas. "Dia yang mulai duluan kak, dia jam-----,"
"Alah, jangan banyak alasan. Bilang aja Lo iri kan? Makanya Lo main dorong cewek gue sembarangan!," bentak Dimas.
Jessica yang ada di belakang Dimas langsung tersenyum miring, ia merasa puas melihat Nadia di marahi oleh Dimas.
"Dia duluan kak, dia Jambak rambut aku. Dia marah marah sama aku, dan aku enggak sengaja mendorongnya. Aku min------,"
Dimas mencengkeram rahang Nadia. "Gue enggak bakal percaya dengan ucapan Lo. Inget, gue bersikap lunak sama Lo beberapa hari ini, karena gue kasihan sama Lo! Jadi jangan ngelunjak!," bentak Dimas.
Nadia yang mendengar ucapan dari suaminya langsung meneteskan air matanya. Dia menatap Dimas dengan tatapan semakin kecewa, dan menatap Jessica dengan tatapan tajam. Nadia mendorong keras dada Dimas, sehingga Dimas sedikit oleng. Jessica terkejut dan langsung menahan tubuh sang kekasih, Dimas ikut terkejut melihat Nadia mendorongnya.
"Aku sabar selama ini karena aku cinta sama kamu kak, aku berusaha untuk tetap kuat agar bisa ada di sampingmu. Aku selalu ada buat kamu, di saat kamu bertengkar dengan wanita itu, aku yang selalu menenangkan mu. Tapi apa? Kamu malah selalu berbicara kasar kepadaku, aku juga punya hati kak! Sakit!, hatiku sakit saat mendengar orang yang aku cintai mengucapkan kata yang sangat menyakiti perasaanku!. Setiap yang aku lakukan selalu salah di mata kamu, hanya Jessica yang selalu benar di mata kamu. Hanya dia! Aku muak dengan semua ini! Aku muak!," teriak Nadia.
Dimas terdiam saat mendengar ucapan dari sang istri, Jessica menatap Nadia dan menyentuh wajah gadis itu. "Kalau Lo muak, pergi dari rumah ini. Lo enggak di butuhkan di sini, Lo aja yang keras kepala ingin tinggal di sini dan menjadi istri pria yang tidak mencintai Lo. Jadi di sini Lo yang gatel, merebut kekasih orang," ucap Jessica.
Nadia menghapus air matanya, dan ia pun langsung berjalan untuk masuk ke dalam kamar. Ia memasukkan barang barangnya ke dalam koper, dan ia pun tak lupa untuk membawa dompet dan ponsel miliknya. Setelah selesai, Nadia pun langsung keluar dari dalam kamar dan pergi dari rumah Dimas. Jessica yang melihatnya tersenyum senang, sedangkan Dimas, entah kenapa ia merasa tidak rela melihat istrinya pergi.
"Sekarang kamu sudah bisa tenang sayang," ucap Jessica.
*****
Di sebuah apartemen. Nadia masuk ke dalam apartemen miliknya, dan masuk ke dalam kamar. Gadis itu membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menangis sejadi jadinya, ia benar benar merasa sangat sedih dan melemparkan semua bantal ke lantai kamar.
"Jahat! Semua orang jahat! Aku banci dunia ini! Tidak ada yang tulus mencintaiku!. Mommy dan Daddy hanya fokus dengan pekerjaan mereka saja! Aku benci semua orang, aku benci dunia ini. Hanya kak Nathan yang menyayangimu, kak Nathan aku butuh kakak. Aku butuh pelukan kakak," teriak Nadia dan di akhiri dengan suara pelan.
Nadia menangis dan mengacak rambutnya hingga berantakan, ia benar benar hancur. Nadia memukul kepalanya dengan kedua tangannya.
"Sakit kak, Nadia sakit," ucap pelan Nadia.
******
Di sisi lain. Jessica duduk di dalam mobil bersama dengan Dimas, wanita itu terus saja memeluk lengan sang kekasih. Sedangkan Dimas hanya diam dan memikirkan istrinya yang entah kemana.
"Akhirnya hubungan kita bebas dari wanita itu sayang," ucap Jessica.
Dimas hanya diam dan tersenyum kecil. "Hari ini aku mau beli tas baru ya, tas ku yang kemarin sudah rusak. Beli baru ya?," ucap Jessica.
"Dimas menganggukkan kepalanya. "Ya sudah, kita beli yang baru ya," ucap Dimas.
Jessica sangat bahagia dan mencium sang kekasih, namun Dimas hanya tersenyum kecil. Dan menatap keluar jendela mobil.
'Nadia pergi ke mana ya?,' batin Dimas.
Dimas dan Jessica keluar dari mobil. Mereka pun masuk ke dalam kantor, hari ini Jessica akan menemani sang kekasih bekerja seharian. Darren yang melihat Dimas dan Jessica hanya diam, Darren berdiri dan membungkukkan badannya setelah itu ia duduk kembali di meja kerja yang ada di depan ruangan Dimas. Jessica menatap Darren dengan tersenyum manis, namun di abaikan oleh Darren.
*****
Di sisi lain. Di perusahaan yang besar, ada seorang pria yang sedang duduk di ruang kerjanya. Pria itu memainkan jari jari tangannya, karena perasaanya saat ini benar benar tidak tenang.
"Kenapa perasaan ku tiba tiba saja menjadi tidak tenang ya? Apa terjadi sesuatu dengan Nadia? Apa sekarang dia dalam keadaan tidak baik baik saja ya?. Astaga nadia, kamu selalu membuat kakak khawatir," ucap Nathan.
Nathan langsung mengambil ponselnya dan saat akan menghubungi sang adik tiba tiba saja panggilan dari klien masuk. Pria itu langsung mengangkat panggilan tersebut, ia pun langsung keluar dari dalam ruang kerjanya. Ia harus bertemu dengan klien saat ini, Nathan hanya berharap adik kesayangannya baik baik saja. Setelah pertemuan itu, Nathan akan menelepon sang adik yang tengah ia khawatirkan.
Setelah pertemuan selesai, Nathan langsung menelepon sang adik. Namun, tidak di respon oleh Nadia. Nathan semakin khawatir terhadap adiknya, dan ia pun langsung menelepon Darren. Ia harus menunggu selama sepuluh menit, untuk mendapatkan respon dari Darren.
["Halo, ada ap-----,"]
"Nadia baik baik aja kan?," ucap Nathan langsung memotong ucapan Darren.
["Gue belum ketemu sama dia, gue enggak tau. Nanti gue telepon dia, soalnya gue lagi mau meeting. Lo tenang aja, Nadia pasti baik baik aja,"] ucap Darren.
"Nanti kabari gue," ucap Nathan.
["Oke,"] ucap Darren.
Panggilan pun berakhir, dan Nathan langsung duduk di bangku kerjanya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah sang adik, tiba tiba saja ponselnya berdering. Terlihat di layar ponsel, sang ibu meneleponnya.
"Halo mommy," ucap Nathan.
["Kapan kamu menikah,"] ucap sang ibu.
"Mommy, tolong jangan tanya hal itu terus. Nathan pusing, coba sekali kali mommy tanya kabar Nathan dan Nadia. Jangan tanya masalah pernikahan terus," ucap nathan.
["Nadia pasti baik baik aja, dia kan sudah menikah. mommy denger dari mertuanya, Nadia sangat bahagia bersama dengan Dimas. Sekarang fokus kepada diri kamu, umur kamu semakin bertambah, jadi cepatlah menikah. Mommy sudah tidak sabar ingin melihat kedua anak mommy memiliki an-------,"]
"Stop mom, jika mommy terus saja bertanya kapan Nathan menikah. Nathan tidak akan mengangkat panggilan dari mommy," ucap Nathan.