NovelToon NovelToon
EMBER

EMBER

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Dua hari menjelang pernikahan megahnya, Cinderella Huntington harus menelan kenyataan pahit: sang tunangan mengkhianatinya bersama adik kandungnya sendiri.
Dijatuhi tuduhan tak adil dan selalu dituntut mengalah oleh keluarganya, Cinderella memilih pergi melintasi dinginnya malam untuk meluapkan amarah dan rasa sakitnya hingga mengakhiri hidup.

Namun takdir berkehendak lain. Ia terbangun dalam raga Marcella Ember Vitiello—gadis 18 tahun yang tewas mengakhiri hidup akibat pengabaian orang tuanya.

Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya kembali dengan Draxler Lutolf Ashford—pemuda 19 tahun berparas tampan yang ia kira hanyalah mahasiswa biasa.

Cinderella bertekad membalas setiap ketidakadilan.

Bisakah ia benar-benar menghapus jejak Draxler dari hidupnya ketika takdir pria muda itu ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27

Suara dentuman Pintu limousine yang ditutup dengan tenaga penuh bergema keras di dalam kabin kedap suara. Mobil mewah itu meluncur membelah jalanan kota dengan kecepatan di atas rata-rata.

Di atas jok kulit hitam yang dingin, Ember menyandarkan punggungnya kasar. Tangan kirinya mencengkeram erat sandaran lengan hingga buku-buku jarinya memutih, sementara napasnya memburu kencang.

Wajah cantiknya yang biasa memancarkan keangkuhan dingin pimpinan eksekutif kini memerah padam oleh puncak amarah dan kekacauan emosi yang hampir membuat pikirannya pecah.

Di seberang kursinya, Prilly duduk mendekap Cinder yang sudah tertidur lelap akibat kelelahan usai ketegangan singkat di pelataran sekolah tadi.

Prilly memandangi Ember dengan raut cemas yang amat dalam.

"Sialan! Pria keparat tidak berpendidikan!" umpat Ember meledak tiba-tiba, meninju jok di sebelahnya tanpa peduli rasa sakit yang menyengat jemarinya.

Suara seraknya yang biasanya begitu tenang dan teratur kini sarat akan bisa kebencian yang amat pekat.

"Dia pikir dia siapa?!" geram Ember lagi, matanya menyala-nyala menatap kosong ke arah dinding kabin.

"Dia pikir dengan nama besar Ashford dan beberapa kalimat gertakan murahan itu dia bisa mengintimidasiku?! Beraninya dia menyebut soal malam itu... beraninya dia melontarkan kata-kata kotor itu di depan anakku!"

Prilly memegang bahu Cinder pelan, memastikan guncangan amarah sahabatnya tidak membangunkan bocah kecil itu. "Ember, tenanglah... Cinder sedang tidur. Nanti dia terkejut."

Ember mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangan. Dada yang dibalut blazer hitamnya naik turun tak beraturan.

Bukan hanya gertakan Draxler soal tes DNA atau ancaman pengadilan yang membakar amarahnya. Yang paling membuat Cinderella Huntington yang berjiwa baja ini ingin berteriak dan meremukkan segalanya adalah reaksi dari raga Marcella Ember Vitiello yang dihuni oleh jiwanya.

Kenapa?! batin Ember memaki dirinya sendiri, meremas dada kirinya yang berdenyut kencang tak terkontrol.

Di saat otaknya yang analitis dan dingin merancang seribu pertahanan untuk meremukkan ego pria itu, jantung di dalam dadanya justru berdetak liar.

Saat cengkeraman tangan kekar Draxler menahan lengannya, saat aroma maskulin beraroma woody itu mengepung indra penciumannya, dan saat bibir pria itu membisikkan ancaman kepemilikan yang tajam... seluruh saraf di dalam tubuh ini justru bergetar hebat.

Ada dorongan naluri terlarang dari raga asli Ember yang seolah ingin menyerahkan diri, bertekuk lutut, dan membiarkan pria itu merengkuhnya kembali.

"Dasar raga bodoh!" desis Ember lirih dengan gigi terkatup rapat, mengutuk raga Marcella Ember Vitiello di dalam hatinya dengan kepahitan mendalam. "Gadis murahan tanpa harga diri! Kenapa kau harus bergetar untuk pria yang jelas-jelas membencimu?! Kenapa hatimu seolah begitu haus ingin dimiliki oleh pria Ashford keparat itu?!"

Ember memejamkan mata rapat-rapat, mengutuk kelemahan emosional yang ditinggalkan oleh pemilik tubuh asli ini.

Sebagai Cinderella Huntington yang pernah mati mengenaskan akibat pengkhianatan cinta Jonah, ia membenci kenyataan bahwa raga ini masih menyimpan kepatuhan dan kerinduan terendam pada sosok Draxler.

"Cinta memang racun paling lemah dan menjijikkan di muka bumi ini..." gumam Ember sinis, air mata amarah yang mendidih tertahan di sudut matanya. "Lihat bagaimana kau tak berkutik di depannya tadi! Hanya karena beberapa kalimat kasar dan tatapan mata memerah dari pria itu, kau langsung membeku bagaikan orang bodoh!"

Prilly di seberang meja hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Sahabatnya ini adalah wanita paling perkasa yang berhasil meruntuhkan imperium bisnis keluarga Huntington, namun setiap kali berhadapan dengan nama Draxler Lutolf Ashford, seluruh ketenangan dingin itu hancur menjadi pusaran emosi yang liar.

"Ember..." panggil Prilly pelan, suaranya teramat lembut dan menenangkan. "Kau tidak bisa menyalahkan tubuhmu sepenuhnya. Draxler adalah pria pertama yang menyentuhmu. Dia ayah dari Cinder. Sebenci apa pun otakmu padanya, hubungan darah dan kenangan masa lalu itu bukan sesuatu yang bisa kau hapus dengan analisis saham atau hukum."

"Tutup mulutmu, Prilly!" potong Ember tajam, menyipitkan matanya yang penuh ancaman. "Aku tidak butuh naluri biologis atau kenangan sampah itu! Cinder adalah anakku! Dia tumbuh di dalam rahimku, aku yang bertaruh nyawa melahirkannya, dan aku yang membesarkannya dengan darah dan keringatku sendiri tanpa bantuan satu sen pun dari pria Ashford itu!"

Ember melipat kedua tangannya di dada, mencoba menetralkan degup jantungnya yang masih belum stabil.

"Dia bilang tes DNA?" Ember terkekeh dingin—sebuah tawa yang sarat akan racun dan dendam pimpinan eksekutif.

"Coba saja dia menyentuh sehelai rambut Cinder. Aku akan mengerahkan seluruh tim pengacara Huntington Group, aku akan memblokir seluruh akses perbankannya di pantai timur, dan jika perlu... aku akan membawa Cinder pergi dari negara ini sebelum dia sempat mencetak lembar kertas laboratorium itu!"

Prilly mendesah panjang, menatap wajah cantik sahabatnya yang tampak begitu lelah di balik kemarahannya yang membara.

"Dan kalau dia menggunakan kekuasaan keluarga Ashford untuk mengurungmu?" tanya Prilly realistis.

"Ember, kau tahu persis siapa keluarga Ashford. Kaetos dan Parrie Ashford punya pengaruh yang jauh lebih besar dari sekadar Huntington Group jika mereka tahu bahwa Cinder adalah cucu kandung mereka."

Mendengar nama keluarga Ashford diungkit, rahang Ember makin mengeras. Ingatan akan tamparan keras Nyonya Parrie tujuh tahun lalu kembali menyengat pipinya secara maya.

"Biarkan mereka datang," desis Ember dengan mata yang berkilat dingin penuh kejam.

"Biarkan seluruh keluarga agung itu datang dan bertekuk lutut di depanku. Tujuh tahun lalu aku membiarkan diriku ditampar dan dicaci maki sebagai wanita pemeras demi melindungi nama mereka... tapi hari ini? Jika ada satu orang saja dari keluarga itu yang berani mencoba merenggut Cinder dari sisiku, aku pastikan mereka akan membayar harganya dengan darah."

Limousine hitam itu akhirnya berbelok masuk melintasi gerbang besi raksasa Mansion Vitiello, berhenti mulus di pelataran parkir yang sepi dan terkunci rapat.

Ember merapikan blazer hitamnya, merapikan tatanan rambutnya, lalu menghapus seluruh jejak amarah di wajahnya dalam satu tarikan napas panjang.

Begitu pintu mobil dibuka oleh pengawal, Ember menggendong Cinder yang masih tertidur lelap ke dalam pelukannya dengan ketelitian dan kelembutan seorang ibu yang teramat protektif.

Ia melangkah masuk ke dalam aula mansion yang dingin, menatap wajah mungil Cinder yang tersandar tenang di dadanya.

"Aku tidak akan pernah membiarkan pria mana pun mengambilmu dariku, Cinder," bisik Ember lirih tepat di telinga putrinya. "Bahkan jika pria itu adalah ayah kandungmu sendiri."

1
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
hu.... menegangkan thor...
Asriani Rini
Bagus banget ceritan aku suka sekali
Yusry Ajay
lanjut Thor kurang up nya...
Asriani Rini
Lanjut Thor
Heni Utami
sangat best
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Anonim
kereen abis
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Si penny end,, ember nya crazy up please,, 🤭
Rosdianah 🌷: besok mulai double bab kak🙏🏻
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita keluarga ashford emang gak pernahh gagal,di tunggu cerita nya Dominic thor🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
masih nyimak Thor 🤔🤔🤔
Yusry Ajay
pkoknya semangat selalu Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: sehat selalu ya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Yusry Ajay
kyknya ada yg mulai jatuh cinta nih🤗🤗
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat menata hidup kembali ember💪💪
Debu Nakal
typo kah thor
Debu Nakal
typo kah thor
Rosdianah 🌷: tidak kak.. First time Author buat novel Transmigrasi 🙏🏻
Cinderella Dan Ember itu satu🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Nita Nita
lanjut kak 💪
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
kyknya bnyk teka teki nih Thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!