"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reaksi
Athena menyajikan Kagianas makanan khas Yunani berupa telur orak-arik yang dimasak dengan tomat, serta tambahan keju diatasnya. Tentu saja aroma creamy langsung memenuhi meja makan.
Aurora menegakkan kepalanya seolah ingin melihat menu yang baru saja datang itu. "Wah! Ada lelehan keju!"
"Iya, ini makanan Yunani. Semoga kalian suka."
"Ayo Daddy. Kita makan bersama."
"Ya, tentu."
"Umm, Tante Jennifer belum turun."
"Sebentar lagi. Jangan pikirkan." Jelas Leonard mulai mengerakkan sendok dan mengambil telur yang menggugah selera dan beberapa makanan lainnya.
"Selamat makan!"
"Ayo Miranda, kau tidak makan?"
"Ya, tentu." Miranda duduk dengan perasaan senang, matanya melirik ke arah Logan, Aurora dan Leonard yang mulai menikmati makanan dari Athena, terutama sekali.... Menu kematian itu.
'Ayo makanlah yang banyak. Habiskan semua!'
"Miranda, kau sudah datang?"
"Selamat pagi Tante!" Sapa Miranda riang sambil memberikan cipika cipiki.
"Tante, ayo kita makan bersama. Athena memasak makanan cukup banyak." Jelas Miranda.
Jennifer menatap ke arah putra, cucu dan suaminya yang lahap menyantap makanan. Dan Athena yang berdiri dengan senyuman lebar.
"Tidak, Tante tidak suka makanan itu. Tante ingin yang berkuah."
"Mau aku masakan Tante?" Tawar Miranda.
"Tidak, Tante sudah masak. Ini mau ambil." Ujar Jennifer seraya menjauh dari meja makan. Miranda mengangguk kecil dan kembali duduk untuk menghitung mundur efek dari obat yang dibawanya.
'Sebentar lagi. Sebentar lagi.....'
"Ini Miranda. Bagaimana kalau kita makan bersama? Masakan Tante lebih enak pastinya, Tante lebih berpengalaman." Tawar Jennifer membawa mangkok Risotto nya.
"Tentu Tante. Aku akan coba." Ujar Miranda.
"Mommy, setidaknya coba masakan Athena. Rasanya enak. Lihat! Aurora saja begitu lahap." Jelas Logan.
"Iya nenek! Rasanya enak!" Tapi Jennifer hanya tersenyum kecil dan saat matanya bertemu dengan Athena senyumnya langsung surut.
"Kau saja. Mommy tidak selera." Jawab Jennifer.
"Mommy mu punya selera sendiri Logan. Biarkan saja." Seru Leonard.
"Ayo Miranda, kita makan ini." Miranda mengangguk, Jennifer mengambil suapan demi suapan.
"Rora, makanan Nenek tidak kalah enaknya loh. Aurora pasti akan suka dengan ini."
Aurora mengentikan sejenak kunyahan nya. Menengok mangkuk makanan neneknya. "Tidak nenek. Nanti saja, Aurora mau habiskan ini dulu."
"Ayo Miranda!"
"Iya Tante, tadi sedikit panas." Miranda mulai menyanduk dan memakannya.
"Enak kan? Tante mau tambah lagi! Kau mau?" Miranda menggeleng, dia tidak fokus karena belum ada reaksi yang diharapkan nya. Suasana meja makan terlihat damai.
"Tante, sudah cukup. Aku akan letakkan mangkok nya." Miranda mengikuti Jennifer.
"Kau ini, jangan malu-malu. Lihat, Tante ambik lagi. Ini masih banyak, dan...." Seketika tangan Miranda jadi tegang, matanya ikut kaku dan tubuhnya jadi batu. Dia melihat setiap sandukan Jennifer dengan semangat dari panci.
"Tante..... Ini tempat masaknya?" Tanya Jennifer.
"Tentu, masih banyak kan? Kau bisa makan lagi." Miranda mundur dengan tatapan tak percaya. Dia ingat betul dengan tutup panci itu, meksipun dia tidak melihat jelas isinya.
'Tidak, tidak..... tidak mungkin!'
"Kenapa Miranda? Kenapa kau berkeringat dan terlihat cemas?" Tapi Miranda tidak mengatakan apapun.
"Ya sudah, Tante makan dulu ya ......"
"Aghhh!" Sontak semuanya menoleh, sendok berukuran cukup besar itu berdenting di lantai.
"Jennifer, kenapa?"
"Mommy, ada apa?"
"Sakit! Perutku sakit!" Teriak Jennifer sambil memegangi perutnya.
"Aghhh! Sakit! Leonard!"
Kelopak mata Miranda bergetar dengan pupil matanya yang semakin melebar saat melihat Jennifer meringkuk di lantai.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏