NovelToon NovelToon
WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: aina susiyanti77

Di tinggal meninggal dunia oleh suami bukan keinginanku. namun terkadang ketika sebuah pilihan datang manusia tidak dapat menolaknya.

Saat pak Burhan dan Bu Salma menemui ku, agar aku menikahi anaknya Prasetio yang sudah beristri aku tidak punya jalan lain kecuali menerimanya.

karena keterbatasanku dalam mencari nafkah, dan demi menolong Prasetio yang kata ibunya butuh pendamping lantaran istrinya sakit parah.

Disinilah letak kesalahanku, tetapi ternyata justru kesalahanku ini adalah petunjuk terang tentang kematian ibuku.


Suatu hari tak sengaja aku menemukan selembaran dokumen, yang tercantum nama ayahku di lemari Pak Burhan, akhirnya sejarah kelam masa lalu terbongkar, aku tahu siapa sebenarnya suamiku Prasetio, Pak Burhan, Prilia istri pertama suamiku, ibunya Prilia, dan Bu Salma ibu mertuaku.

Ada apa sebenarnya di balik kematian ibuku?
Bagai mana selanjutnya hubunganku dengan Prasetio setelah semua terkuak?

Simak kisah panjangku dalam WANITA YANG TIDAK LAGI SAMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aina susiyanti77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 : Air Mata Istri Kedua

Aku menunduk, membasahi tubuh Rian pelan pelan memakai gayung plastik, lalu menggosok kaki nya dengan sabun.

"Maya." Ku dengar suara ayah mertuaku memanggil.

​"Sayang, duduk sebentar, ya. Jangan berdiri. Ibu lihat Mbah dulu," bisikku lembut.

​Rian tidak memedulikan ucapanku

karena ia asik bermain air, dengan bebek- bebekan kecil kesayangan nya. Aku melangkah keluar kamar mandi ku lihat anak sulungku sedang menata buku pelajaran nya.

​"Mbak Sis, tolong jaga Adek Rian sebentar, ya. Ibu mau melihat Mbah mu dulu di kamarnya," pintaku.

​Tanpa menunggu jawabannya, aku bergegas melintasi lorong kecil yang memisahkan area belakang dengan kamar milik ayah mertuaku, Pak Burhan.

​"Iya, Yah... aku di sini," ucapku pelan sambil berlari kecil, kemudian mendorong pintu kamar nya.

​"Ada yang sakit Ayah?"

Tanyaku lembut setelah masuk dalam kamar.

​"Maafkan Ayah, Maya..." bisiknya dengan suara serak.

"Ayah bawa kamu ke neraka ini..." Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.

​"Jangan bicara begitu, ayah harus fokus sembuh aku di sini selalu ada buat ayah. "

​"Ayah janji lindungi kamu..." Pak Burhan terbatuk kecil, matanya menatapku penuh rasa bersalah. "Tapi Ayah malah lumpuh."

 "Sudah....sekarang Ayah minum dulu air hangat, Ayah jangan terlalu banyak mikir yang berlebihan, nanti darah tinggi Ayah kambuh lagi. "Ujar ku.

"Ayah, Rian masih berada di kamar mandi, aku lihat Rian dulu ya?" Ucapku pelan.

"Iya Maya silahkan." Jawabnya mengangguk.

"Ada ada aja ayah. memanggilku cuma mau minta maaf. " Ujar ku tersenyum dalam hati.

​Aku kembali memandikan Rian, dengan telaten menggosok giginya, kemudian membilas kepalanya yang sudah penuh dengan busa sampo itu.

"Sudah bu pedih?! hiks hiks Ia menangis.

"Ya sayang sudah. " Jawabku menenangkan nya.

Ku keringkan tubuh anakku dengan handuk kecil yang sudah ku siapkan lalu aku melangkah ke luar kamar mandi, menuju kamar tidur untuk mengambil peralatan pakaian Rian.

​Aku menggendong Rian yang sudah rapi berpakaian menuju dapur bermaksud mengambilkan roti untuk cemilan nya. Ketika melintasi area tengah rumah tanpa sengaja ku lihat kamar yang pintu nya terbuka sedikit.

Kamar utama di sudut ruangan yang sering di pakai kalau ada tamu itu, sekarang di dalamnya Mas Pras dan Prilia sedang beristirahat di dalam, Sudah dua hari mereka menginap di sini.

​Dari celah pintu itu, tidak sengaja aku melihat Mas Pras sedang rebahan diatas kasur. Prilia duduk bersandar di dada pria itu. Mereka tampak menikmati tayangan televisi.

​Aku membuang pandangan ku meneruskan kakiku menuju dapur, anakku menyandarkan kepala kecilnya di leherku, polos dan tak mengerti apa-apa.

​"Ternyata begini rasa jadi istri ke dua rasanya seperti permen nano nano, manis asam pedas, pahit." Aku tertawa sendiri.

Aku kenal Pak Burhan karena dulu sering berkunjung ke rumah saat almarhum kedua orang tuaku masih ada. Saat itu Beliau datang selalu bersama Bu Salma, istrinya.

"Menikahlah dengan Prasetio, Paman janji akan membiayai seluruh kebutuhan sekolah anakmu sampai tuntas. Paman akan jamin hidup kalian." Seperti itulah ucapannya saat itu.

​Pada awalnya dulu Mas Pras membagi waktu dengan adil. Dalam satu bulan, dia selalu mengunjungi ku bisa satu atau dua minggu lamanya Ia di sini. Aku merasa sangat bahagia kala itu.

Belanja bulanan tidak pernah telat semua kebutuhan ku dan Siska selalu terpenuhi, Mas Pras menyayangi Siska seperti anak kandung nya sendiri.

​Sampai akhirnya aku hamil dan lahirlah Rian anak laki-laki yang di harapkannya. Kelahiran Rian membuat Mas Pras dan Pak Burhan sangat bahagia. Perhatian mereka makin tercurah padaku.

Tapi kasih sayang yang ku rasakan sangat manis itu tidak berlangsung lama. Prilia istri pertamanya harus di rawat karena sakit yang di deritanya. Aku maklum sebagai istri ke dua aku tidak boleh banyak tuntutan.

Prilia sudah memberi ijin Mas Pras menikahi ku saja walau secara siri, itu adalah perbuatan mulia dan akan masuk surga, kata ustadz begitu lah yang ku dengar tapi benarkah sih?

Semulia apa hatimu Prilia?! Mengapa aku jadi penasaran kok Prilia mau mau nya memberi izin Mas Prasetio menikahi aku, ada apa ya?

Entah mengapa aku merasakan keanehan yang tidak masuk di akal, karena setahuku tidak ada satu wanita pun di dunia ini yang mau dengan suka rela berbagi suami.

"Lah Mas kalau yang sehat tidak di rawat bukan kah lama lama akan sakit juga!?" Protes ku pada suatu hari.

Karena aku sehat, sedang Prilia sakit sakitan, itulah alasan yang membuat Mas Pras jarang berkunjung. Tetapi untuk nafkah bulanan ketika itu masih sangat lancar.

​"Ibu..." Suara Rian memecahkan lamunanku. Tangan kecilnya memperlihatkan potongan roti yang tinggal sedikit.

​"Ian mau roti lagi. "Rengeknya.

"Rotinya habis nak. Kita beli lagi ya di warung Sinta. " ujarku lembut.

"Gendong bu. " Rian berkata dengan gaya manjanya.

"Eh Rian kan sudah pinter, anak pinter tidak boleh minta gendong. " Ucapku.

"Tapi Sinta di gendong Bu. " Protesnya.

"Iya dia kan masih kecil, baru lima bulan, kalau Rian kan sudah gede, sudah tiga tahun. " Jelas ku sambil tersenyum.

"Nanti kalau Sinta sudah tiga tahun tidak di gendong juga ya bu. " Tanya nya lugu.

"Iya, ayo kita beli roti di warungnya. " Ajak ku.

"Ayo Bu. " Rian memegang tanganku, aku sengaja membawa Rian keluar lewat pintu dapur langsung, karena dari sana bisa langsung menuju warung Mbak Purnama.

"Mau jajan apa Rian? " Sapa Mbak Purnama ramah sambil menyusui Sinta bayi perempuan nya.

"Mau beli roti tante. " Jawabku mewakili Rian.

"Ibu gendong Dedek Sinta Bu. " Rengek Rian manja padaku.

"Rian mau dedek perempuan ya? " Tanya Purnama sambil mencubit pipi Rian dengan gemas.

"Mau Bu, Rian mau dedek kayak Sinta ya Bu? " Ucap Rian lucu sambil memandangku.

"Iya nanti kita beli dulu di pasar. " Jawabku sekenanya.

"Memang ada jualan nya ya bu? " Rian bertanya penasaran.

"Ada tapi harus sama ayah Rian belinya. " Canda Purnama melirik ku sambil tersenyum, aku paham maksut senyuman nya adalah sindiran halus untuk ku sebagai istri ke dua.

"Memang benar kata orang kalau dalam neraka itu penghuninya banyak yang perempuan, kenapa?! karena perempuan lebih suka nyinyir terhadap sesama perempuan. " Ucap ku datar dengan senyum mengembang.

Purnama menjadi serba salah mendengar ucapan ku. Ia pura pura membenahi topi bayi nya.

"Oh ayo Bu kita ajak Ayah sekarang beli dedek bayi. Ucap Rian gembira.

Ucapan Rian pun memancing ingatanku teringat kemesraan Mas Pras dan Prilia. Biarlah mereka bahagia dengan cara mereka aku pun akan bahagia dengan caraku sendiri, banyak hal yang bisa di lakukan, kebahagiaanku tidak akan tergantung pada siapapun.

"Eh katanya mau beli roti. " Aku mengalihkan pembicaraan.

"Iya Bu, roti sama susu ya." Tawarnya.

"Iya sayang nanti rotinya di celupin, lalu?" jawabku pada Rian dengan memberi pertanyaan baru sambil tertawa lebar lebar.

"Lalu di makan Bu, horee." Jawab Rian sambil melompat bertepuk tangan.

"Wafer tiga sama susu cokelat nya mbak dua. " Pintaku datar dan ekspresi dingin.

Purnama menyiapkan apa yang ku beli meletakkan di kantong plastik, menyerahkan pada Rian tidak berani lagi melirik ku.

Setelah membayar harganya tanpa basa basi lagi aku menuntun Rian pulang kembali ke rumah.

Bersambung

​

1
Night Watcher
pak burhan?
Aina Senja: Trimakasi kk koreksinya🙏🙏😍
total 1 replies
Night Watcher
satu halaman diulang😇
Aina Senja: iya salah kirim kk, mau perbaikan tapi lagi di audit jadi belum berani kotak katik dulu, sebelum turun kontrak🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
kok nasi?
kyknya pribahasanya ; "karena setitik TINTA, rusak susu sebelahnya"
atau sudah ganti di era digital?
Aina Senja: hoho iya iya😍😍trimaksi kk
total 1 replies
Night Watcher
tadi pas prilia yg menyeret langkah kakinya mundur, lantainya kayu.
sekarang prasetyo yg berlutut, lantainya keramik.😇😇😇😇😇
Aina Senja: trimakasi kk, ini dia yg ku tunggu komen yg membangunkan tidurku 😍😍😍
total 1 replies
Night Watcher
mulai bosan,
Night Watcher
ngapain masih ngurusin karung bangkai yg nyimpen & ngelindungi para penyakit itu mayaaa..?!!
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kamu kuat maya. kamu tidak salah. mereka sendiri yang mengundang mu. kamu datang dengan niat tulus
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasihan kamu. padahal kamu datang bukan sebagai pelakor
Aina Senja: trimakasi kk sudah mau mampir😍
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
oh akhirnya aku paham. memang tak selamanya istri kedua itu di utamakan
Aina Senja: begitulah nasib istri ke dua🥲🥲
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kok bisa Thor. aku masih belum paham?
Aina Senja: yg mana kk?
total 1 replies
Night Watcher
jangan kelamaan susahnya.. mulai trik² menjatuhkan lawan & nikmati sedikit² kebahagiaan.
Aina Senja: siap bosku
total 1 replies
Night Watcher
coba mampir... mudah²an cerita sengsaranya gak kesuwen..
Aina Senja: sangat tersanjung dengan hadirnya dirimu😍😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!