NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Tap. Tap. Tap.

Langkah kaki Raka dan Dewi menuruni tangga utama mansion terdengar sangat terburu-buru.

Begitu mereka sampai di lantai bawah, suara tangisan palsu dari layar televisi langsung menyambut telinga mereka.

Di layar kaca itu, Marissa sedang mengusap air matanya menggunakan tisu dengan gaya yang sangat dramatis.

"Saya hanya rindu pada anak saya, tapi wanita bernama Dewi itu melarang saya bertemu darah daging saya sendiri."

Suara Marissa dari televisi itu terdengar sangat memelas dan penuh nada penderitaan yang dibuat-buat.

Widyawati berdiri di depan televisi dengan wajah merah padam menahan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Tiga teman sosialitanya, Nyonya Rina, Susan, dan Merry, terlihat saling berbisik dengan raut wajah canggung.

"Raka! Jelaskan pada Mama sekarang juga apa maksud dari tontonan memalukan ini!" teriak Widyawati sambil menunjuk layar televisi.

Widyawati menatap tajam ke arah Dewi yang berdiri tepat di sebelah Raka.

"Dan kau Dewi, benarkah kau yang menghalangi Marissa bertemu dengan Elvan di sekolah tadi pagi?" selidik Widyawati dengan nada menuduh.

Nyonya Susan langsung berdehem pelan dan mengambil tas mahalnya dari atas meja kaca.

"Ehem, Jeng Widya, sepertinya ini urusan internal keluarga Mahardika yang sangat pribadi."

"Kami bertiga pamit pulang dulu ya, terima kasih banyak untuk teh dan kuenya sore ini," pamit Susan buru-buru.

Ketiga sosialita itu langsung berjalan keluar ruang tamu dengan langkah cepat seperti dikejar hantu.

Mereka tidak mau ikut campur dalam pusaran konflik keluarga konglomerat yang bisa membahayakan bisnis suami mereka.

Brak.

Pintu utama mansion ditutup oleh pelayan setelah ketiga tamu itu keluar.

Ruang tamu yang sangat luas itu kini hanya menyisakan Raka, Dewi, dan Widyawati yang masih berdiri tegang.

"Jawab pertanyaan Mama, Raka! Kenapa mantan istrimu menangis di televisi dan menjelek-jelekkan keluarga kita?!" bentak Widyawati lagi.

"Mama tenang dulu, jangan termakan sandiwara murahan wanita ular itu," jawab Raka sambil berjalan mendekati ibunya.

Raka mengambil remote televisi dari atas meja dan langsung mematikan benda elektronik itu.

Klik.

Suara tangisan Marissa akhirnya lenyap dari ruangan itu, digantikan oleh keheningan yang mencekam.

Dewi tetap berdiri di tempatnya, memilih diam dan membiarkan Raka yang menyelesaikan urusan dengan ibunya sendiri.

"Bagaimana Mama bisa tenang Raka? Reputasi keluarga kita sedang dipertaruhkan di media nasional!"

Widyawati memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

"Marissa bilang wanita ini mencuci otakmu untuk menguasai harta kita."

Widyawati kembali menatap Dewi dengan pandangan penuh kecurigaan tingkat tinggi.

"Apa benar kau yang mengusir Marissa dari sekolah Elvan hari ini?" tanya Widyawati meminta konfirmasi.

Dewi menarik nafas panjang dan membalas tatapan ibu mertua palsunya itu dengan sangat tenang.

"Benar Nyonya Besar, saya memang mengusirnya dari sekolah."

"Tapi bukan karena saya ingin menguasai harta keluarga ini, melainkan karena Elvan menangis histeris ketakutan melihat wanita itu," jawab Dewi tegas.

Widyawati mendengus pelan, sepertinya masih belum sepenuhnya percaya pada perkataan Dewi.

"Elvan menangis karena dia tidak mengenali ibunya lagi."

"Itu semua terjadi karena Raka menyembunyikan Elvan darinya selama tiga tahun ini!" tuduh Widyawati yang masih termakan fitnah televisi.

Brak!

Raka menendang meja kaca di depannya dengan cukup keras hingga membuat Widyawati terloncat kaget.

Mata Raka memerah, nafasnya memburu menahan emosi yang sudah dia pendam selama bertahun-tahun.

"Cukup Ma! Berhenti membela wanita ular itu di depanku!" bentak Raka dengan suara bariton yang menggelegar.

Dewi sampai sedikit tersentak mendengar bentakan Raka, baru kali ini dia melihat bosnya semarah ini pada ibunya sendiri.

"R-Raka? Kenapa kau membentak Mama? Mama hanya ingin tahu kebenarannya," ucap Widyawati dengan suara bergetar kaget.

Raka mengusap wajahnya kasar dan menatap ibunya dengan tatapan penuh luka yang mendalam.

"Mama ingin tahu kebenarannya? Baik, aku akan menceritakan semuanya hari ini juga."

Raka menunjuk ke arah televisi yang sudah mati itu dengan jari telunjuk yang gemetar.

"Wanita yang Mama kasihani itu tidak pernah mencari Elvan selama tiga tahun terakhir."

"Dia sengaja kabur meninggalkan kami saat perusahaan kita sedang berada di ambang kebangkrutan parah!" ungkap Raka dengan rahang mengeras.

Widyawati membelalakkan matanya tidak percaya mendengar fakta itu.

"Bangkrut? Perusahaan kita tidak pernah bangkrut Raka, jangan mengarang cerita," bantah Widyawati cepat.

Raka tertawa sumbang, tawa yang terdengar sangat perih di telinga Dewi.

"Tentu saja Mama tidak tahu. Aku dan Ayah setengah mati menyembunyikan krisis keuangan itu agar penyakit jantung Mama tidak kambuh saat itu."

"Di saat aku butuh dukungan, Marissa malah mencuri sisa dana darurat di brankasku dan kabur ke Paris bersama selingkuhannya!"

Deg.

Jantung Widyawati seakan berhenti berdetak detik itu juga.

Wajah wanita paruh baya yang selalu angkuh itu kini berubah pucat pasi seperti kertas HVS.

"S-selingkuhan? Marissa berselingkuh?" gagap Widyawati dengan tubuh yang mulai gemetar.

"Ya Ma. Dia berselingkuh dengan Kevin, sahabatku sendiri yang juga ikut menipu perusahaan kita dari dalam," jelas Raka tanpa ampun.

Widyawati langsung jatuh terduduk di atas sofa, kakinya sudah tidak kuat lagi menopang berat badannya.

Wanita itu memegangi dadanya yang mendadak terasa sesak menerima kenyataan yang sangat pahit ini.

Dia selalu mengira Marissa pergi karena Raka terlalu sibuk bekerja dan kurang memberikan perhatian.

Dia tidak pernah menyangka mantan menantu kebanggaannya itu adalah seorang pencuri dan peselingkuh yang keji.

"B-bagaimana mungkin... dia wanita dari keluarga terpandang Raka, dia tidak mungkin melakukan hal serendah itu," bisik Widyawati masih mencoba menolak kenyataan.

Dewi yang sedari tadi diam akhirnya memutuskan untuk ikut bicara.

Dia berjalan mendekati sofa dan duduk di sebelah Widyawati, menggenggam tangan wanita paruh baya itu dengan lembut.

"Nyonya Besar, uang dan status sosial tidak pernah menjamin kebaikan hati seseorang," ucap Dewi pelan.

"Tuan Raka sudah menanggung luka pengkhianatan ini sendirian selama tiga tahun demi melindungi perasaan Anda dan Elvan."

"Jadi tolong, jangan taburkan garam lagi di atas luka anak Anda dengan mempercayai omong kosong wanita ular itu di televisi," pinta Dewi dengan sangat tulus.

Widyawati menatap wajah Dewi lekat-lekat.

Sentuhan tangan Dewi terasa sangat hangat dan menenangkan, sama seperti teh chamomile yang dia buatkan tadi sore.

Air mata penyesalan mulai menggenang di pelupuk mata Widyawati.

"Raka... maafkan Mama Nak. Mama benar-benar tidak tahu kau menderita sendirian selama ini," isak Widyawati penuh rasa bersalah.

Raka berjalan menghampiri ibunya dan memeluk wanita paruh baya itu dengan erat.

"Sudahlah Ma, semuanya sudah berlalu. Perusahaan kita sudah kembali berjaya sekarang."

"Yang terpenting sekarang adalah kita tidak boleh membiarkan Marissa menyentuh Elvan lagi," ucap Raka dengan nada tegas.

Widyawati melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangan.

Sikap angkuh dan galaknya yang sempat hilang kini kembali muncul dengan kekuatan penuh.

1
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
Adelina Lin
thor, kalau gk salah yang punya group lentera itu keluarganya ayodhya, bukan Raka Mahardika 🤭
kiyoe: heheh iyaa kak maaf yaa 🙏🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marni durjana ternyata jadi mata2,hajar saja itu nenek peot
Dewiendahsetiowati
bikin mereka melongo dengan masakanmu Dewi🤣🤣
kiyoe: pastinya dong kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!