NovelToon NovelToon
Cinta Dijalur Misi

Cinta Dijalur Misi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: eka sundari

Revan (30), pimpinan tentara elit yang lima tahun tak pulang, mendapat misi mengintai kelompok pemberontak di hutan desa kelahirannya. Selama ini, Revan terlalu sibuk bertugas hingga tidak sempat memikirkan cinta, sang ibu khawatir dan ingin menjodohkan nya.

Di sisi lain, Nara ...bidan ASN cantik yang jago bela diri,pindah tugas ke desa tersebut. Karna menghindar dari beberapa laki laki yang selalu mendekatimya ,maraknya kasus KDRT dan perselingkuhan membuat ia trauma hingga tak percaya cinta dan enggan menikah.

Takdir mempertemukan mereka di gerbong kereta api. Demi menghindari desakan nikah ibunya via telepon, Revan nekat mengambil diam diam gambar dengan wanita di sampingnya yang sedang tertidur,agar sang ibu tenang, Ia tak menyadari bahwa wanita tersebut adalah Nara, bidan baru yang siap mengubah jalan hidup dan misinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka sundari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keadilan yang ditegakkan

Deru mesin sepeda motor trail milik bawahan Revan membelah halaman rumah keluarga Nara.

Sebelum melangkah naik ke atas motor, Revan berbalik menghadap Ayah Nara.

"saya pamit dulu pak....." Revan menatap ayah Nara dengan penuh hormat.

" Nara....,Abang pamit dulu ya " sambung Revan dengan lembut

Ayan Nara menatap Revan dan mengangguk.

"Hati hati Nak Revan... ," ucap Ayah Nara seraya menepuk bahu tegap Revan dengan erat.

Nara mengangguk diiringi senyuman .

*******

Sementara itu, suasana di ruang tamu rumah Nara mendadak riuh dan hangat.

Kehadiran Yola yang baru kembali dari liburan kuliah membawa angin segar yang mencairkan sisa-sisa trauma.

"Eh ada kakak ku yang baik..." kata Yola dengan nada mengejek yang manja.

"Sini kamu!" balas Nara berpura-pura marah sambil menahan senyum.

Mata Yola melirik ke arah Aris yang duduk canggung di sofa. "Ada siapa itu?" tanya Yola menunjuk.

"Ini Aris... anak baru ayah dan ibu," ejek Nara terkekeh. "Biar kamu nggak mengkek dan malas-malasan aja... Ini kubawakan adik."

"Ih... apaan!" sela Yola sambil melipat tangan di dada. Namun mata jelitanya tak bisa berbohong ia mencuri pandang ke arah Aris yang makin salah tingkah.

Aris sambil menunduk "Eh... halo, Mbak Yola. Saya Aris. Mohon izin nya..."

Ibu Nara yang melihat tingkah anak-anaknya hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum haru. "Sudah-sudah, kalian ini. Aris, anggap saja rumah sendiri ya. Mulai hari ini kamu sudah jadi bagian dari keluarga kami."

Ayah Nara merangkul bahu Aris hangat, menyambut anak muda itu sebagai bagian dari pelindung keluarga mereka. Rumah sederhana di Kota Birna itu akhirnya kembali dipenuhi kehangatan yang sempat hilang.

******

Suasana di Ruang Rapat Utama Markas Besar Kota Birna terasa sedingin es. Seluruh perwira tinggi dan jajaran elit militer sudah duduk rapi dengan wajah tegang. Di layar proyektor besar, video viral keberanian Bidan Nara dan kebohongan sang Pimpinan Pasukan Elit diputar berulang kali.

Pimpinan arogan yang kemarin menelepon Revan' Kolonel Hendra 'kini berdiri di depan ruangan dengan pelipis dibasahi keringat dingin. Wajah sombongnya hilang berganti pucat pasi.

Brak!

Suara gebrakan meja dari Pimpinan Tertinggi memotong keheningan.

"Kolonel Hendra! Jelaskan pada saya, bagaimana bisa seorang komandan pasukan elit membiarkan berita fitnah beredar dan lepas tangan, sementara seorang bidan sipil mempertaruhkan nyawanya melawan pemberontak,.dibiarkan difitnah oleh berita ntah dari mana?!,....."

"S-siap, Jenderal... Video itu menyudutkan saya...."

" rekaman cctv itu palsu ,buatan ai "...

Elak kolonel Hendra.

"Izin pak....saya sudah periksa ,cctv itu asli dipasang oleh bidan Nara , Dan untuk kejadian,bidan Nara membantai para pemberontak untuk membela dirinya, saya dan dua pasukan lainya juga berada ditempat,namun dua pasukan saya sampai sekarang tidak terlihat.!" suara tegas Revan memotong dari arah pintu.

Revan melangkah masuk ke ruang rapat dengan seragam dinas harian (PDH) yang terpasang rapi, memberikan penghormatan militer yang sempurna.

"Lapor, Jenderal. Saya membawa file rekaman asli bisa dicek oleh ahli untuk keaslianya , ," tegas Revan dingin, meletakan sebuah flashdisk ke atas meja.

Kolonel Hendra terduduk lemas di kursinya. Karier, kehormatan, dan jabatannya runtuh seketika.

"Pencopotan jabatan secara tidak hormat dan sidang disiplin militer menunggu Anda, Kolonel Hendra!"

putus Pimpinan Tertinggi tanpa keraguan.

****

Sore harinya, matahari Kota Birna memancarkan bias jingga keemasan yang menenangkan. Sesuai janjinya, Revan kembali ke rumah Nara dengan langkah yang jauh lebih ringan setelah menuntaskan seluruh urusannya di markas besar.

Dari balik jendela ruang tamu, Nara melihat sosok Revan yang turun dari kendaraannya. Tanpa ragu, ia segera melangkah ke teras untuk menyambut kedatangan sang komandan.

Begitu Revan tiba di halaman depan, Nara menatapnya dengan binar mata yang penuh rasa ingin tahu sekaligus kelegaan.

"Bagaimana, Bang? Sudah selesai?" tanya Nara lembut.

Revan tersenyum hangat, menatap mata wanita yang kini telah merajai hatinya.

 "Sudah, Nara..." jawab Revan lembut,.

Namun, momen tenang itu seketika terusik oleh suara decitan pintu yang terbuka lebar.

 Yola yang baru saja selesai membereskan barang-barang liburannya keluar ke teras dan terkejut mendapati kakaknya berdiri berdampingan dengan seorang pria berseragam tegap yang tampan .

Yola mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu menoleh ke arah sang Ibu yang menyusul keluar.

"Siapa dia, Bu... Kok ganteng banget?"

 bisik Yola terang-terangan dengan nada heran.

Ibu Nara tersenyum simpul, menjawab dengan santai namun penuh arti

, "Pacar Kakak."

"Apa?!"

Yola melotot tak percaya. Mulutnya sedikit terbuka, seolah-olah ia sedang melihat keajaiban dunia ketujuh.

Kakaknya yang terkenal paling dingin dan selektif, bahkan sering mengabaikan para pria cool yang mendekat kini membawa seorang pria gagah ke rumah!

Tak butuh waktu lama bagi Yola untuk mengatasi rasa terkejutnya. Dengan langkah antusias, ia langsung melompat mendekat ke arah mereka.

"Wah, Kak Nara! Kenalin dong, Abang gantengnya ke Yola!"

ejek Yola sambil tersenyum lebar, matanya beralih menatap Revan dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan menggoda.

Revan tersenyum ramah mendapati kelakuan calon iparnya yang begitu ekspresif. Nara lantas memperkenalkan mereka dengan sedikit rona merah yang menghiasi pipinya.

"Ini adikku, Bang. Namanya Yola,"

kata Nara mengenalkan.

Revan mengulurkan tangan dengan sopan, membalas senyuman ceria gadis remaja itu.

 "Bang Revan..."

Yola menyambut uluran tangan itu dengan semangat, lalu tak lupa melirik ke arah Nara dengan senyuman usilnya.

"Yola, Bang! Wah, kok bisa sih, ABang, naklukin si cewek batu ini? Biasanya nggak pernah mau ngeladenin sama cowok-cowok cool yang datang ke rumah!" ledek Yola terang-terangan.

Seketika wajah Nara merah padam karena malu. "Yola...!" protes Nara dengan suara tertahan, melotot tajam ke arah adiknya.

Yola hanya tertawa cekikikan, merasa menang karena berhasil menjahili sang Kakak.

Melihat rona malu di wajah Nara, Revan justru tersenyum semakin lebar, gemas dengan sisi rapuh dan manis dari wanita yang biasanya tegar itu.

"Udah, yuk, masuk dulu, Bang,"

ajak Nara mengalihkan pembicaraan, buru-buru menarik lengan Revan agar segera masuk ke dalam rumah sebelum Yola mengeluarkan lelucon yang lebih membuatnya salah tingkah.

****

" Bu,,, ayah pergi bentar ya..." ada urusan kantor mendadak .

Ayah Nara dengan terburu buru membawa tas kerjanya ...

"Nara ,Yola ..,Revan ...ayah pergi dulu , dienakin aja ya Revan " seru ayah Nara sambil terburu buru.

Revan melihat ayah Nara...

ia tak tau , ada Sesuatu hal lagi yang membuat dia mangkin kagum oleh kluarga Nara....

1
Gabutz
double up dongs thor
Gabutz: wahhh makasih ya thor, sering-sering double up hihihi
total 2 replies
Lestari Muji
lanjut Thor gak ikhlas Nara Revan gak nikah🥹
es moon: 🙏🙏🙏
sip .... ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Lestari Muji
duhh deg"an
sakura
....
es moon: terima sudah mampir, semoga suka ,happy reading
total 1 replies
Rian Moontero
Mampiiirr
es moon: terima kasih, semoga suka..happy reading
total 1 replies
Apis
huuu revan belum jadian asal main kokop aj
es moon: Wkwkwk 😂 Revan emang gercep ya, Kak. Belum jadian udah berani macam-macam.
Terima kasih telah mengikuti kisah cinta Revan dan Nara ❤️ , DiTunggu ya kak kelanjutannya,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!