NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu

"Tante Aluna..." seru Elova memanggil Aluna yang sudah membuka matanya.

"Syukur lah. Terimakasih sudah sadar kembali, Ibu." bisik Reyhan dengan mata berkaca-kaca.

Deg...

Aluna yang mendengar bisikan lirih berupa panggilan untuknya dari Reyhan pun tampak terkejut. Entah apa maksud Reyhan memanggilnya dengan panggilan "Ibu". Namun Aluna begitu terharu dan bahagia karena Reyhan mengubah panggilannya dari Tante menjadi Ibu. Bahkan Mama Mila juga mendengar bisikan itu hingga membuat matanya berkaca-kaca. Beberapa hari Aluna menjadi menantunya, Mama Mila tahu bahwa kedua cucunya masih belum bisa memanggilnya dengan panggilan untuk seorang Ibu. Namun Mama Mila memakluminya karena semua masih beradaptasi.

Apalagi Reyhan yang sudah lama terbiasa hanya tinggal bersama Papa dan adiknya. Elova pun berjalan mendekati Bian yang sudah berdiri di samping ranjang. Elova meminta gendong untuk duduk di atas ranjang Aluna. Namun Bian sama sekali tak melakukan itu karena takut Elova memukul punggung Aluna.

"Lopa mau duduk situ, Papa." rengek Elova dengan raut wajah kesalnya.

"Di sini aja. Nanti kamu pukul dan tendang itu punggung Tante Aluna," ucap Bian sambil mendelikkan matanya.

"Mana ada begitu? Lopa juga tahu dili lho, Papa. Masa olang sakit dan beldalah begitu kok ditendang. Ndak walas itu olang belalti," ucap Lova mengomel membuat Aluna kemudian tersadar bahwa panggilan itu nyata adanya.

"Ibu, terimakasih sudah menyelamatkan Abang." ucap Reyhan sambil menggenggam erat tangan Aluna.

Ibu?

Kali ini Elova, Bian, dan Bibi Tari yang terkejut mendengar panggilan Reyhan pada Aluna. Bian merasa terharu mendengar anaknya sudah mau menerima Aluna sebagai Ibunya. Dia tak mau memaksakan Reyhan untuk menerima Aluna. Bian ingin Reyhan dan Elova yang merasakan sendiri bagaimana ketulusan Aluna kepada mereka. Namun peristiwa penusukan itu ternyata selain membawa musibah bisa jadi berkah juga.

"Iya, Abang akan panggil Tante jadi Ibu Aluna. Kalau Mama tet..."

"Ibu tidak masalah soal panggilan itu, Abang Reyhan. Mamamu akan tetap jadi nomor satu di hati kamu. Ibu tidak akan pernah menggantikannya di hatimu. Ibu hanya akan menggantikan perannya yang belum sempat kamu dan Lova rasakan," sela Aluna dengan lembut sambil menahan tangisnya.

"Terimakasih sudah memahami itu, Bu." ucap Reyhan yang kemudian mencium tangan Aluna.

"Jangan nangis," Bian langsung mengusap pipi Aluna yang sudah basah dengan air mata.

"Ini air mata bahagia, Mas." ucap Aluna sambil tersenyum walaupun air matanya masih terus mengalir.

"Belalti Lopa juga panggilnya Ibu Aluna? Bukan Tante lagi?" tanya Elova dengan polosnya.

"Terserah lobak saja. Yang penting panggilannya nggak mengandung arti jelek," ucap Aluna sambil menggenggam tangan Elova.

Ibu... Ibu... Ibu...

Elova terus memanggil Aluna dengan panggilan Ibu. Sedari lahir, dia tak pernah melihat sosok Ibu atau Mama itu seperti apa. Yang ada dalam kehidupannya adalah Papa, Abang, Mbak, Bibi, Oma, dan Opa. Jadi jika ada panggilan baru, Elova harus memahaminya lebih lama. Reyhan merebahkan kepalanya di ranjang perawatan milik Aluna sambil dielus rambutnya. Pasalnya posisi Aluna saat ini adalah menyamping. Sedangkan Elova memeluk kaki Aluna sambil berbaring.

"Jaga keluarga ini, Nak Aluna. Jangan takut pada apapun lagi. Keluarga ini akan menjaga dan menyayangimu," gumam Bibi Tari sambil menghapus air mata yang mengalir pada kedua pipinya.

"Semoga kamu bisa segera melihat lagi, Aluna. Pasti Reyhan dan Lova akan bertambah bahagia," gumam Bian dengan mata berkaca-kaca. Namun Bian memilih menundukkan kepalanya agar tak terlihat akan menangis.

"Ibu, Papa menangis. Katanya tagihan lumah sakit banyak. Jadi Ibu halus segela sembuh dan cepat pulang ke lumah," ceplos Elova tiba-tiba membuat suasana haru itu menghilang.

"Mana ada Papa menangis? Sembarangan ini bocah satu," gerutu Bian tak terima dengan tuduhan Elova.

Itu matanya melah dan ada ailnya lho. Ndak mungkin itu ail sungai kan? Nanti bisa banjil luangan ini,

Heh...

Hahahaha...

Pulang aja sana. Ganggu kamu itu,

Ndak mau. Papa aja sana yang pulang,

Hal yang membuat kesal Bian adalah berdebat dengan Elova. Apalagi bocah cilik itu melihat bagaimana mata Bian terlihat berkaca-kaca. Tentu saja Elova langsung meledek dengan ocehannya. Yang lainnya hanya tertawa melihat perdebatan keduanya. Mama Mila langsung membantu Aluna untuk minum. Bian memanggil Dokter dan memindahkan Elova agar menyingkir dari ranjang Aluna. Begitu juga dengan Reyhan yang memilih menjauh agar Aluna bisa diperiksa.

"Ini tinggal tunggu kering saja lukanya, Bu Aluna. Besok kita cek, jika sudah membaik langsung bisa pulang." ucap Dokter yang merawat Aluna.

"Terimakasih, Dok." jawab Aluna dengan pelan.

"Pak Bian, bisa bicara sebentar di luar?" tanya Dokter itu dan Bian langsung menganggukkan kepalanya.

"Tidak ada hal yang mengkhawatirkan kan, Mas?" tanya Aluna sebelum Bian pergi mengikuti Dokter itu.

"Tidak ada. Hanya ngobrol biasa tentang obat penghilang nyeri dan bekasnya. Aku ingin bekas jahitannya hilang cepat," ucap Bian menenangkan Aluna yang tampak khawatir. Aluna pun menganggukkan kepalanya mengerti. Walaupun ada rasa takut jika Bian menyembunyikan penyakit serius yang dideritanya.

Tenang, Ibu. Lopa akan cali tahu,

Heh... Lova sini kamu,

Heeee...

Abang ndak asyik,

***

Sedangkan di kantor polisi, terjadi perdebatan saat Papa Kio dipertemukan oleh Mbak Lani. Bibi Sita tak mau bertemu dengan Mbak Lani karena malas mendengar umpatannya. Bibi Sita juga pasti akan diancam dengan diadukan pada saudaranya. Setelah ini, Bibi Sita harus menghadapi Ibu dari Mbak Lani dan keluarga besarnya. Apalagi Bibi Sita memang tidak terlalu disukai oleh keluarga besarnya. Sehingga pasti akan ada keributan jika mereka tahu hal ini.

"Bian dan semua orang sudah memperingatkan semua pekerja untuk diam mengenai status Lova. Kenapa kamu bisa ngomong begitu sama cucuku? Walaupun Lova bukan anak kandung Bian, tapi dalam dirinya juga mengalir darah keluarga kami. Apa yang salah dengan keponakan dirawat dan dijadikan anak oleh Omnya sendiri?" ucap Papa Kio yang begitu geram dengan Mbak Lani.

"Saya khilaf, Pak." jawab Mbak Lani sambil menundukkan kepalanya. Bukan merasa bersalah, tapi Mbak Lani takut masuk penjara. Bahkan dia menyembunyikan raut wajah mengejeknya dari Papa Kio dengan menundukkan kepalanya.

"Heleh... Tadi kamu saat ditangkap di rumah saja angkuh begitu dan tidak merasa bersalah kok sekarang bilangnya khilaf," sindir Papa Kio dengan lirikan sinisnya.

"Namanya khilaf tadi, Pak. Kalau sekarang, sudah sadar." ucap Mbak Lani sambil berdecak sebal. Papa Kio yakin kalau Mbak Lani ini tidak merasa bersalah sama sekali.

Pak, saya tetap melanjutkan proses hukum ini. Saya tidak berkenan ada jalur damai atau kekeluargaan,

Pak Kio...

Apa? Jangan harap kamu bisa lolos. Kamu sudah menyakiti menantu dan cucuku,

1
Sani Srimulyani
waaaah mereka mau ngapain ya......
Sani Srimulyani
jauh amat dari owner ke comel.....galeri jadi gulali.....🤭🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
gulali 🤣🤣, gulali dari gula lobakkm🤣🤣
Ita Xiaomi
Berubah semua penyebutannya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Spt Callie dan pistol ajaibnya 😁
Novita Sari
salsa sama mama nya salah pilih lawan....
Sani Srimulyani
wah ganggu nih lova.....padahal papa sama ibu lagi pacaran Lo.....🤭
Nisa Via
pinter nich lobak idenya 😂
Novita Sari
semakin hari semakin gemes lopa.
Ita Xiaomi
Ambigu 🤣🤣🤣
Nisa Via
😂😂😂😂😂ada aja keseruan bocil 2 ini sehingga suasana tegang pun berubah komedi
Novita Sari
lw ada lopa semangat bacanya.ada aza jawaban lopa lanjut thor...
Sani Srimulyani
cari gara2 mulu nih si salsa.....
Novita Sari
jangan jangan salsa yg nabrak.. lanjut thor..
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
Sani Srimulyani
inget ya kata lova: perempuan itu selalu benar dan laki2 itu selalu salah....🤭
Novita Sari
lova top pokoknya
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Nisa Via
giliran sendiri nya dikasih tau fakta...malah bilang nya SABAL GITU AJA NGEGAS HAHHAHAHAH LOBAK EMNG PANDAI DEBAT 😂😂
E F
😄😄😄😄🙏😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!