NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:714.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa sangat cantik

Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngga Usah Cari Kesempatan

Dewo sudah sampai di supermarket membuat Dewo langsung menginjak rem di kakinya lalu setelah mobilnya berhenti Dewo langsung membuka sabuk pengaman membuat Ane juga ikut membuka sabuk pengaman lalu Dewo membuka pintu mobil lalu turun dari mobil namun Ema masih ada di dalam mobilnya sambil duduk manis tanpa ragu Dewo menutup pintu mobilnya lalu dirinya celingak celinguk mencari sang mama Dewo kira mamanya sudah turun namun ternyata masih nyangkut di dalam mobil

"Mama ngga ikut turun ?" tanya Dewo sambil menaik turunkan alisnya sementara Ane menatap ke arah pintu mobil dengan tangannya membuat Dewo membelalakkan matanya sangat lebar

"Pintu di sebelah mama rusak ?" tanya Dewo khawatir bahkan dirinya sampai berlari mengarahkan seluruh tenaga untuk menuju ke pintu sebelah Ane

"Dewo pintunya ngga rusak cuma mama pengin di bukakan pintu sama kamu" jelas Ane mengeluarkan senyuman menyeringai membuat Dewo melongo sedetik kemudian langsung melototkan kedua matanya ke Ane

"Mama buka pintunya sendiri ngapain nyuruh aku" tolak Dewo sambil melipat kedua tangannya di dadanya sedangkan Ane mendelik ke Dewo

"Dewo ayo" perkataan Ane belum selesai sudah di potong oleh Dewo

"Kalau mama ngga buka pintu dalam hitungan tiga kita berdua ngga jadi ke supermarket langsung balik ke rumah" ancam Dewo sambil berjalan ke arah pintu kemudi sementara Ane tercengang mendengar ancaman Dewo

"Satu dua" hitungan Dewo belum selesai namun dengan gerakan cepat Ane membuka pintunya sambil tak lupa membawa tas di tangannya lalu langsung turun dari mobil

"Ayo Dewo masuk ke supermarket sekarang" ajak Ane sambil berjalan menuju ke dalam supermarket membuat Dewo tertawa senang dalam hati ingin sekali dirinya berjoged joged di atas meja namun nanti di kira orang gila lalu Dewo mengekori langkah kakinya Ane ternyata ancaman orang suka shopping seperti ini

Aya menuju ke almari tas miliknya Ema lalu dirinya membuka almari tersebut kedua matanya langsung berselancar untuk mencari tas yang cocok dengan Ane setelah Aya menangkap tas yang di maksud dengan dapat Aya mengambil tas tersebut tak lupa menutup pintu almari tas miliknya Ema kembali takut ada semut yang membawa tasnya Ema lalu dengan langkah cepat Aya menuju ke Ema yang sedang duduk manis lalu tangannya Aya langsung menyodorkan tas tersebut ke Ema

"Mama mau minta tas aku yang ini ?" tanya Ema sambil menatap ke Aya sementara Aya dengan cepat menggelengkan kepalanya mantap saat Aya akan menjawab dan sudah membuka mulutnya dengan cepat Ema langsung mengeluarkan suaranya membuat Aya menutup mulutnya kembali

"Mama mau pinjam tas yang ini ? boleh koq mah lagian aku juga punya banyak tas" jawab Ema sambil tersenyum lebar membuat Aya menggeleng gelengkan kepalanya membuat alisnya Ema terangkat nampak berpikir lalu dirinya menemukan jawabannya

"Aku tahu mama mau nyumbangin tas ini ke panti jompo ? atau ke bencana alam ? tapi kalau tempat panti jompo dan tempat bencana alam ngga butuh sumbangan tas mewah kayak gini yang mereka butuhkan itu makanan dan pakaian" jelas Ema menahan tawanya yang akan keluar melihat Aya yang akan menyumbangkan tasnya ke bencana alam atau panti jompo sedangkan Aya langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga

"Ema mama ngga mau menyumbangkan tas ini ke panti jompo dan ke tempat bencana" tegas Aya membuat Ema menautkan kedua alisnya heran saat Aya akan menjawab dengan cepat Ema langsung berkata

"Terus mama mau apakan tas aku ? mama ngga berniat memberikan tas aku ke papa kan ?" cerca Ema bertubi tubi membuat Aya ingin sekali melakban mulutnya Ema dengan cabai seratus juta kilo namun bukannya mulutnya Ema diam malah makin berisik karena kepedesan

"Mama mau minta kamu pakai ini saat ke supermarket sekarang papa ngga suka tas sukanya daster mama ngga gila jadi ngga bakalan berikan tas kamu ke papa kamu" ketus Aya melemparkan tas Ema yang ada di tangannya ke meja sementara Ema tersenyum masam

"Kita berdua berangkat ke supermarket sekarang mah" ajak Ema lalu menyambar tas yang ada di meja setelah itu tanpa komando dirinya mulai melangkah melewati Aya membuat Aya mengikuti jejak kakinya Ema begitu Ema dan Aya sampai di depan pintu tangannya Ema membuka pintu membuat Aya dan Ema keluar satu persatu dari kamarnya Ema lalu setelah itu pintunya di tutup oleh Ema lantas Aya dan Ema kompak menjalankan kakinya menuju ke halaman rumah

Ane dan Dewo yang telah beberapa menit melangkah telah sampai di tempat pakaian lalu kedua matanya Ane langsung berbinar seakan baru mendapatkan jackpot sementara Dewo ingin kakinya berselancar menuju ke tempat kemeja untuk memilih kemeja yang dia inginkan

"Dewo ayo ikut mama" ucap Ane sambil menarik tangannya Dewo yang akan menuju ke tempat kemeja

"Aku ngga mau ikut mama karena aku ngga mau di jadikan tukang angkut barang yang mama beli" jawab Dewo sambil memutar bola matanya malas sementara Ane tersenyum lebar mendengar penuturan Dewo

"Dewo hari ini mama ngga akan jadikan kamu tukang angkut barang buat belanjaan yang mama beli" jelas Ane di sertai senyuman seringai sementara Dewo menaikkan kedua alisnya heran

"Tumben mama ngga jadikan aku sebagai tukang angkut barang biasanya kalau mama perginya sama aku ke supermarket pasti pulangnya aku kayak supir pribadi dan tukang angkut barang yang membawa semua belanjaan mama" cibir Dewo sambil menatap Ane penuh curiga sedangkan Ane tersenyum licik

"Dewo karena mama sedang baik hati sama kamu lebih baik kamu ikut mama dan kamu pilih pakaian yang mau kamu beli biar mama yang bayar tapi kamu juga harus mau mama pilihkan baju buat kamu" jelas Ane panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Dewo tersenyum devil

"Mama sedang baik hati karena di tambah uang belanjaannya sama papa atau karena permainan ranjang papa di tambah semalem" goda Dewo sambil menaik turunkan kedua alisnya sementara Ane dengan gerakan gesit langsung mencubit pinggang Dewo

"Dewo mama sedang baik hati karena dari dulu juga sebenarnya mama baik hati dan suka menabung di supermarket otak kamu mesum makanya kamu cepat menikah supaya bisa merasakan ranjang bergoyang" ledek Ane tersenyum mengejek ke Dewo membuat Dewo tersenyum kecut

"Iya mama memang selalu baik hati tapi kalau mama benar benar baik hati beliin aku pakaian seratus ribu potong aku belum menemukan yang cocok mah tanpa mama suruh juga aku bakalan menikah" celoteh Dewo tersenyum tipis sambil memegang pinggang yang jadi sasaran tangganya Ane sementara Ane tersenyum licik

"Dewo kamu mau minta bukti mama baik hati atau mau merampok minta di belikan pakaian sebanyak itu apa kamu mau beri pakaian itu ke semut atau ke tikus ? biar mama carikan kamu calon istri" tegas Ane lalu berjalan melangkah sambil tangannya menyeret paksa tangan Dewo sementara Dewo mengikuti langkah Ane

"Mah uangnya aku banyak jadi ngga bakalan merampok mama buat aku semua dong mah masa di beri ke semut dan ke tikus takutnya mereka ngga bisa cara memakai pakaian aku sendiri saja mah ngga usah di carikan soalnya kalau mama yang carikan wanitanya bar bar masa dulu pernah ngajak ribut sama tembok karena temboknya ngga menghindar saat wanita itu akan lewat" oceh Dewo sambil mengingat ingat kejadian dulu namun kakinya tetap berjalan sementara Ane terkekeh kecil sambil berjalan ke tempat jas

Ema dan Aya sampai di samping mobilnya membuat keduanya membuka pintu secara bersamaan Ema membuka pintu mobil yang ada di sebelah kemudi sementara Aya membuka pintu yang ada di kursi kemudi setelah adu tangan maksudnya adu mulut Ema dan Aya sepakat ada di tempat itu sebenarnya mereka berdua tadi saling rebut duduk di kursi kemudi tapi Aya menolak karena dia tahu cara mengendarai mobil anaknya sementara Ema juga ngotot ingin di kursi kemudi sehingga mereka berdua memutuskan untuk balapan berlari dan ternyata pemenangnya adalah Aya karena Aya larinya sebelum selesai menghitung

"Mama curang banget masa larinya belum selesai hitungan" ketus Ema mendelik ke Aya sementara Aya tak menggubris omongan Ema dengan santainya dia memakai sabuk pengaman di tubuhnya

"Kalau lomba harus punya otak yang cerdas Ema jadi mama ngga curang kamu saja yang bodoh ngga kepikiran idenya mama" cibir Aya lalu melirik ke arah Ema yang belum memakai sabuk pengaman sementara Ema memajukan bibirnya ratusan juta centi ke depan

"Bilang saja mama curang ngga haha alasan otak cerdas segala soalnya otaknya aku juga cerdas dan sudah di asah juga" ketus Ema menatap ke arah jendela sementara tubuhnya Aya mendekat ke arah Ema membuat Ema menjauhkan tubuhnya

"Mama mau ngapain ?" tanya Ema sambil menatap tajam ke arah Aya sedangkan Aya menjauhkan badannya kembali

"Ema kamu belum memasang sabuk pengaman makanya tadi mama berniat memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya kamu" jawab Aya sejujur jujurnya membuat Ema mengangguk anggukkan kepalanya seperti orang dugem

"Aku bisa pasang sabuk pengaman sendiri jadi mama ngga usah cari kesempatan" ketus Ema lalu memulai aksinya yaitu memasang sabuk pengaman ke badannya sementara Aya membelalakkan matanya sangat lebar dengan melongo

"Mama ngga ada niat cari kesempatan ke kamu Ema yang namanya nyari kesempatan itu kalau pria sama wanita kalau mama sama kamu statusnya sama wanita dan wanita" jawab Aya tak kalah ketus dari Ema sementara Ema tersenyum menyeringai

"Ngga tentu yang namanya nyari kesempatan itu pria sama wanita wanita sama wanita atau pria sama pria juga bisa cari kesempatan seperti mama cari kesempatan ke aku supaya aku memaafkan mama yang sudah berlaku curang ke aku" oceh Ema lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Aya memutar bola matanya malas

"Terserah kamu saja Ema" jawab Aya lalu mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara Ema mencebikkan bibirnya

1
Jeje Bobo
cindrellla boy jd ingat korea
Three Flowers
pasti ada kejutan dari papa kamu, Dewo... pulang aja gih, drpd penasaran 🤣
Rani
wah pede kamu luar biasa
Rani
iya apa kabar?
🏫⃟Sᵐᵖ 🅢ᵃᵏᶦᵗ 🅜ᵉₗᵢₕᵃᵗ 🅟ᵉʳᵍᶦ
hai argo
🏫⃟Sᵐᵖ 🅢ᵃᵏᶦᵗ 🅜ᵉₗᵢₕᵃᵗ 🅟ᵉʳᵍᶦ
aku sih gitu juga,pakai apa pun tetap cantik dan langsing
varahmavah
kenapa mama ane menyembunyikan semua makanan di kulkas ya..🤔
varahmavah
tiada hari tanpa ngomel bertengkar dan berdebat semoga Dema nanti besar tidak seperti mereka ya..🤗
rahmah
Ema memang agak lain masa' suaminya disuruh cobain hijab satu²..🤦🏻‍♀️
rahmah
buku yg di borong Dewo berapa banyak ya dan buat apa setelah ini..🤔
varahmavah
Dewo kemana ya sampai gak tau Ema tidur di sofa gitu..🤨
rahmah
mana mau Ema melakukan itu lagi kemarin kan karena obat perangsang itu kalau sekarang pasti banyak alasan ini itu..🤨
rahmah
aduh Ema mempermalukan suaminya di tempat umum sadar gak sih kalau di cerai dewo beneran nanti nyesel lho..😏
Risa Virgo Always Beau
tunggu beberapa bab selanjutnya kak makasih sudah mampir
rahmah
sudah mau setahun pernikahan dewo dan Ema gitu² aja kapan meningkatnya..🙄
varahmavah
kamu gak tau aja Dewo celengannya seperti apa pasti bukan celengan murahan seperti yg kamu bayangkan..🤨
rahmah
Ema tau romantis atau tidak sih kalau gak tau sia² aja Dewo menyiapkan semua ini tapi kamu malah mengacaukannya..😮‍💨
rahmah
yang fokus Dewo jangan melamun Dema sudah ada baby sitter nya gitu..😁
varahmavah
sudah berapa hari sih Dewo dan Ema menikah atau mereka masih Ambi cuti karena Dewo gak pernah pergi ke kantornya begitu juga Ema..🙄
rahmah
Dema seharusnya kamu duduk di pangkuannya Ema pas mau pipis biar Ema tau rasa kerjaannya teriak² terus aja di hadapanmu..😮‍💨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!