NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Cermin Pelacak Nadi

​Tiga minggu berlalu di dalam pengasingan berasap itu.

​Wabah spora hitam di luar telah mereda secara signifikan. Dari lima ratus budak yang terinfeksi, empat ratus sembilan puluh selamat. Produksi herbal kembali normal. Bagi Diakon Han Mo, ini adalah kemenangan administratif. Namun di balik dinding pualam sayap barat, kemenangan yang jauh lebih mengerikan sedang diraih.

​Di dalam Ruang Tungku Besi, Li Yun sedang mengelap keringatnya yang bercampur jelaga. Malam ini, ia tidak sedang merebus obat.

​Jika seseorang memiliki kemampuan pandangan tembus pandang ( X-ray vision ) saat menatap Li Yun, mereka akan menjerit ketakutan. Kerangka di balik daging fananya bukan lagi berwarna putih kusam. Seluruh tulang rusuk, tulang punggung, hingga tengkoraknya telah berubah menjadi warna hijau kehitaman yang pekat, dihiasi urat-urat perak yang bersinar seperti merkuri hidup.

​Tulang Kayu Besi miliknya telah rampung sembilan puluh sembilan persen.

​Kekuatan fisiknya kini berada di luar nalar Lapis Kelima Pengumpulan Qi. Ia yakin bisa menahan tebasan pedang kultivator Lapis Keenam secara langsung hanya dengan tangan kosong, tanpa menggunakan pelindung energi sama sekali. Hanya butuh satu malam lagi—satu siklus penyerapan terakhir dari kolam energi di sebelah—dan fondasi tubuhnya akan sempurna, membukakan gerbang selebar-lebarnya menuju Pembentukan Fondasi.

​Namun, dunia kultivasi tidak pernah membiarkan rencana berjalan tanpa riak.

​Menjelang tengah malam, saat Li Yun baru saja merentangkan benang-benang Qi-nya menembus dinding pualam, telinganya yang setajam kelelawar menangkap suara dari ruang kultivasi sebelah.

​Itu bukan sekadar langkah kaki Han Mo. Ada langkah kedua. Langkah itu ringan, nyaris tak bersuara, namun setiap kali ujung sepatunya menyentuh lantai, energi bumi di sekitarnya beresonansi membentuk riak kecil.

​Itu adalah langkah seorang Master Formasi.

​"Silakan masuk, Master Lu," suara Han Mo terdengar teredam dari balik dinding, namun cukup jelas di telinga Li Yun. Nadanya jauh lebih sopan dari biasanya, menunjukkan status tinggi tamu tersebut.

​"Diakon Han, kau memanggilku jauh-jauh dari Sekte Dalam hanya karena keluhan sepele?" suara tua yang serak dan angkuh membalas. "Formasi Pengumpul Qi tingkat menengah ini kubangun sendiri sepuluh tahun lalu. Usianya bisa mencapai seabad jika dirawat dengan benar."

​"Hamba tidak meragukan karya agung Anda, Master Lu," ucap Han Mo hati-hati. "Namun seminggu terakhir ini, aku merasakan kejanggalan saat bermeditasi. Kuantitas energi yang kuserap tidak berkurang, alirannya tetap deras. Tapi... rasanya hampa. Esensi kemurniannya seolah memudar, membuat Qi di Dantianku terasa sedikit keruh. Jika ini terus berlanjut, upayaku menembus Lapis Kedelapan bisa berujung pada Penyimpangan Qi."

​Di balik dinding, jantung Li Yun berdetak satu ketukan lebih cepat.

​Han Mo memang pantas menjadi Diakon yang mengerikan. Meskipun Li Yun hanya mencuri satu persen, dan Formasi itu menutupi fluktuasi hilangnya energi dengan menyedot lebih banyak dari bumi, Han Mo berhasil mendeteksi penurunan kualitas energi tersebut. Pria itu menimbang Qi-nya sendiri layaknya menimbang emas di atas sempoa.

​"Keruh? Hmph. Biar kulihat. Jangan sentuh apa pun, aku akan mengaktifkan Cermin Pelacak Nadi."

​Kata-kata itu membuat darah Li Yun membeku.

​Cermin Pelacak Nadi adalah artefak tingkat menengah yang digunakan untuk mengunci seluruh aliran spiritual di sebuah ruangan. Alat itu tidak menyerang, tetapi ia memetakan setiap benang Qi asing.

​Saat ini, benang-benang Qi Li Yun masih menancap di dalam kolam energi ruangan tersebut!

​Jika ia menarik benang Qi-nya secara paksa sekarang, tarikan itu akan menciptakan riak di udara yang pasti akan ditangkap oleh Cermin tersebut. Master Lu akan melihat ada sulur energi yang kabur menembus dinding, dan dalam hitungan detik, dinding ini akan dihancurkan. Namun jika ia tidak menariknya, Cermin itu akan melacak benang-benangnya lurus kembali ke Dantiannya!

​Mati jika ditarik, mati jika diam. Waktu yang ia miliki kurang dari tiga tarikan napas sebelum Cermin itu menyala.

​Di saat krisis absolut ini, pikiran rasional Li Yun yang ditempa dengan ribuan racun mematikan mengambil alih. Ia tidak menarik benang Qi-nya. Sebaliknya, ia melakukan hal yang paling gila: ia memutuskan ujung akar Qi-nya dan melepaskan kendalinya sama sekali.

​Benang-benang energi Kayu Mati miliknya yang menancap di formasi Han Mo tiba-tiba dibiarkan mati, berubah murni menjadi fluktuasi elemen kayu pasif tanpa tuan.

​Bersamaan dengan itu, Li Yun menggunakan kedua tangannya yang berkekuatan monster untuk mengangkat sebuah tong kayu besar berisi kapur mentah, belerang, dan ampas kotoran kelelawar basi yang belum direbus. Tanpa menggunakan energi spiritual sedikit pun, ia melemparkan seluruh isi tong itu langsung ke dalam kuali besi raksasa yang masih menyala merah menyala akibat panas api bumi.

​BLAAAR!

​Reaksi termal ekstrem terjadi seketika. Pertemuan kapur mentah dengan dasar kuali yang membara dan uap air sisa menciptakan ledakan asap beracun dan uap panas yang sangat masif. Tekanan udara di Ruang Tungku Besi melonjak gila-gilaan, mencari jalan keluar. Karena ventilasi atap terlalu kecil, uap panas beracun itu menekan dengan brutal ke segala arah, termasuk ke arah dinding pualam pemisah.

​Wungg!

​Tepat pada detik ledakan asap itu terjadi, Cermin Pelacak Nadi di ruangan sebelah menyala, memancarkan cahaya keemasan yang memindai setiap inci formasi.

​"Ada apa dengan ledakan di sebelah itu?!" bentak Master Lu, konsentrasinya sedikit terganggu.

​"Itu... itu hanya tabib fana rendahan yang sedang merebus racun penawar wabah, Master," jawab Han Mo dengan nada kesal. "Abaikan saja dia, fokuslah pada formasinya."

​Cahaya keemasan dari cermin itu menyapu dinding, lantai, dan langit-langit. Tiba-tiba, Master Lu mengerutkan kening. Ia berjalan mendekati dinding pualam timur—tepat di mana benang-benang mati milik Li Yun tertinggal.

​Di balik dinding, Li Yun membenamkan wajahnya ke lantai, menutupi kepalanya dengan kain basah, menahan napas sambil membiarkan asap belerang yang mencekik membakar kulit fananya.

​"Diakon Han, kemari," suara Master Lu tidak lagi angkuh, melainkan penuh teguran keras.

​Han Mo mendekat. "Apakah Anda menemukan kebocoran, Master?"

​"Kebocoran? Kau idiot!" bentak Master Lu, menunjuk ke arah cerminnya yang memproyeksikan gambar retakan mikroskopis di dalam dinding. Di dalam retakan itu, terdapat serat-serat energi yang tampak seperti jamur atau lumut mati, diiringi hawa korosif. "Lihat ini! Formasiku sempurna, yang tidak sempurna adalah otakmu! Kau menempatkan ruang kultivasi berdampingan dengan tungku limbah beracun!"

​Han Mo terbelalak. "T-Tapi dinding obsidian ini..."

​"Obsidian memang menahan panas! Tapi tidak menahan tekanan gas korosif terus-menerus selama berminggu-minggu!" potong Master Lu dengan murka. "Tabib gila di sebelah sana menciptakan tekanan termal dari belerang, kapur, dan kotoran. Gas-gas asam itu meresap melalui retakan mikroskopis di batuan ini. Dan celakanya, elemen alam itu membawa sifat 'korosi kayu mati' (merujuk pada ampas Qi Li Yun yang disangka sebagai jamur korosif alami). Gas beracun itulah yang mencemari kolam energimu! Esensi Qi-mu memudar karena digunakan oleh formasinya untuk terus-menerus memurnikan racun asam yang merembes masuk ini!"

​Mendengar penjelasan itu, wajah Han Mo pucat pasi, lalu berubah menjadi merah padam karena amarah yang memuncak.

​Penjelasan itu sangat masuk akal di dunia kultivasi. Benda-benda fana beracun memang tidak bisa melukai kultivator tinggi secara langsung, namun jika dipanaskan terus-menerus di dekat urat formasi, uapnya bisa mengotori kemurnian Qi alami bumi. Master Lu tidak menemukan "pencuri", ia hanya menemukan "polusi".

​"Tabib sialan itu..." urat di pelipis Han Mo menonjol. Niat membunuhnya nyaris meruntuhkan dinding.

​"Jangan menyalahkan orang lain atas kebodohanmu dalam memilih tata ruang, Han Mo," dengus Master Lu, menyimpan kembali cerminnya. "Aku bisa memperbaiki dinding ini dan memasang segel penahan racun. Harganya lima ratus batu roh tingkat menengah."

​"L-Lima ratus?!" Han Mo nyaris tersedak. Itu adalah tabungannya selama dua tahun!

​"Atau kau bisa membiarkan paru-paru spiritualmu membusuk menjadi batu belerang. Pilihanmu," ejek sang Master.

​Han Mo mengepalkan tangannya hingga berdarah. "Aku... aku akan membayarnya, Master. Tolong perbaiki malam ini juga. Dan besok pagi... aku akan menghentikan produksi obat di sebelah dan mengusir tabib kotor itu kembali ke rawa!"

​Di balik dinding, tertutup oleh asap tebal yang perlahan menyusut, Li Yun menghembuskan napas yang tertahan selama lima menit.

​Tubuhnya lemas, bukan karena asap belerang, melainkan karena ketegangan mental yang baru saja menguras seluruh kewarasannya. Ia lolos. Ia menggunakan keluhan fisik dari pekerjaannya sebagai kambing hitam yang sempurna untuk menutupi jejak pencurian energinya. Sekali lagi, metode "sampah fana" menyelamatkannya dari pindaian tingkat dewa.

​Namun, senyum lega tidak muncul di wajahnya.

​Han Mo akan mengusirnya besok pagi. Ruang ini akan disegel. Aksesnya ke Formasi Pengumpul Qi akan terputus selamanya.

​Li Yun menatap lengannya yang berkilau hijau gelap di bawah lapisan jelaga. Sembilan puluh sembilan persen. Ia hanya kurang satu persen, setara dengan satu malam penyerapan energi, untuk menyempurnakan Tulang Kayu Besi. Menghentikan proses tempaan di angka 99% berarti menyisakan cacat permanen pada fondasinya; sebuah retakan yang akan membuatnya gagal menembus Pembentukan Fondasi di masa depan.

​"Satu persen," gumam Li Yun pelan, menatap dinding pualam itu dengan sorot mata yang tak lagi pasif, melainkan memancarkan kejamnya seorang serigala yang terpojok.

​Ia tidak bisa lagi mencuri lewat dinding. Master Lu sedang memasang segel di sana malam ini.

​Jika ia tidak bisa mencuri air dari sungainya, maka satu-satunya cara untuk mendapatkan satu persen energi terakhir itu adalah dengan menelan ikan besar yang berenang di dalamnya.

1
yudie yudie
lanjut thor
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!