NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAb 25

Lukman berdiri di ambang pintu ruang tamu, menatap kepergian mobil Mia. Wajahnya masih tegang, napasnya belum sepenuhnya tenang setelah keributan kemarin. Ia berbalik menatap ibunya yang sedang duduk di sofa dengan wajah pucat dan tangan gemetar memegang selembar amplop cokelat.

“Apa yang perempuan itu titipkan, Bu?” tanya Lukman, suaranya rendah tapi penuh curiga.

Rukmini mengangkat amplop itu, lalu menyerahkannya kepada anaknya. “Surat cerai untuk kakakmu.” jawabnya.

Lukman membeku. Ia meraih amplop itu dengan tangan sedikit gemetar, membuka isinya, dan membaca sekilas. Matanya menyipit. “Dia benar-benar ingin menceraikan Kak Rian?” tanyanya memastikan, seolah masih tidak percaya.

“Iya,” jawab Rukmini pahit. Suaranya serak karena terlalu banyak berteriak tadi. “Dia juga mengancam. Kalau Rian tidak mau menandatangani surat itu, maka dia akan memasukkanmu ke dalam penjara. Karena kamu kemarin sudah memukulnya.”

Kalimat itu membuat Lukman mengepalkan tangannya kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras. Ia membuang amplop itu ke atas meja dengan kasar.

“Sialan! Dia berani mengancamku? Setelah menjual rumah diam-diam, mengusir kita, sekarang malah mau memenjarakanku?!” geram Lukman mendengarnya.

Rukmini menghela napas panjang, wajahnya campuran antara marah dan takut. “Ibu sudah bilang dari dulu, perempuan itu sangat licik. Sekarang dia punya uang dari penjualan rumah, punya pekerjaan baru, punya dukungan orang tuanya. Dia tidak takut lagi dengan kita"

Sonya yang sejak tadi berdiri di sudut ruangan hanya menunduk diam. Ia tidak berani ikut campur, tapi jelas terlihat panik. Dia tidak bisa membayangkan jika Mia benar memasukkan suaminya kedalam penjara.

Lukman mondar-mandir di ruang tamu, tinjunya masih terkepal. “Aku tidak akan diam saja. Kalau dia berani lapor, aku akan bikin dia menyesal. Rumah ini milik kita juga! Kak Rian pasti membela kita!”

Rukmini menggeleng pelan. “Jangan gegabah. Rian belum pulang. Nanti kalau dia tahu tentang surat perceraian ini, dia bisa marah. Apalagi sekarang Mia sudah siap dengan semua bukti.”

Lukman berhenti, menatap ibunya tajam. “Jadi kita harus takut sama dia sekarang? Setelah bertahun-tahun menjadi keluarga, dia tiba-tiba mau mengusir dan memenjarakan kita?”

Keheningan memenuhi ruangan. Hanya suara napas mereka yang terdengar. Amplop berisi surat cerai itu tergeletak di meja, seolah menjadi ancaman bisu yang menggantung di atas kepala mereka.

Lukman akhirnya duduk berat di sofa, masih dengan tangan terkepal. Di hatinya, amarah bercampur ketakutan yang mulai merayap. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ancaman Mia bukan omong kosong.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Rian pulang kerja dengan wajah lelah dan penuh kecemasan.

Sepanjang perjalanan ia terus dihubungi ibunya yang histeris. Begitu ojek berhenti di depan rumah, Rian langsung turun dan masuk dengan langkah cepat.

Suasana di dalam rumah langsung terasa berat. Rukmini duduk di sofa dengan wajah tegang, Lukman mondar-mandir dengan tangan terkepal, sementara Sonya hanya diam di sudut sambil memegangi Janu. Di atas meja ruang tamu tergeletak sebuah amplop cokelat yang sudah terbuka.

“Rian!” seru Rukmini segera berdiri. “Kamu harus lihat ini! Mia titipkan surat cerai untukmu! Dia benar-benar mau cerai! Dan dia mengancam, kalau kamu tidak menandatanganinya, dia akan memasukkan Lukman ke penjara karena memukulnya!”

Rian membeku. Ia meraih amplop itu, mengeluarkan isinya, dan membaca dengan cepat. Surat gugatan cerai. Nama mereka berdua tercetak jelas. Tangannya sedikit gemetar.

“Dia serius?” suaranya serak.

Lukman langsung mendekat, wajahnya panik dan marah. “Kak, kamu harus tanda tangan! Kalau tidak, dia akan lapor polisi! Aku bisa masuk penjara! Dia sudah gila, Kak! Jual rumah, usir kita, sekarang mau cerai dan penjara aku!”

Rukmini ikut menekan. “Iya, Rian! Tanda tangan saja! Demi adikmu! Demi keluarga! Kalau Lukman masuk penjara, bagaimana dengan Sonya dan Janu? Kamu tidak rela kan adikmu dipenjara karena menantu kurang ajar itu?”

Rian berdiri diam, surat itu masih di tangannya. Kepalanya penuh. Ia teringat wajah Mia yang semakin jauh, teringat pipinya yang memerah karena pukulan, teringat semua keluhan yang selama ini ia abaikan. Tapi di hadapannya sekarang, ibunya dan adiknya memaksanya untuk memilih.

“Aku… harus bicara dulu dengan Mia,” kata Rian pelan, mencoba mencari jalan tengah.

“Tidak ada waktu bicara! Dia bilang kalau kamu tidak tanda tangan, dia akan langsung lapor! Kak, tolong! Aku tidak mau masuk penjara!” seru Lukman.

Rukmini memegang lengan anak sulungnya. “Rian, Ibu minta tolong. Tanda tangan saja. Nanti kita pikirkan jalan lain. Yang penting sekarang Lukman aman.”

Rian menatap surat itu lama. Dadanya sesak. Ia merasa terjebak di antara istri yang sudah memutuskan pergi dan keluarga yang terus menekannya.

"Tapi aku tidak mau pisah dengan Mia, dan putriku bu. Aku sangat menyayangi mereka" ucap Rian dengan wajah memohon. Dia berharap ibunya mau mengerti.

"Masalah Lukman. Biarkan dia bertanggung jawab atas perbuatannya pada Mia" lanjutnya.

Perkataan Rian justru membuat emosi Rukmini naik pitam. "Kau lebih memilih wanita itu daripada adikmu sendiri hah? kamu pikir dia masih mau menerima mu" sentak Rukmini penuh amarah.

Rian mengepalkan tangannya kuat. Sampai kapan dia harus mengikuti semua keputusan ibunya?

"Cari perempuan lain apa susahnya. Sekarang, kamu tandatangani saja surat perceraian ini" tegas Rukmini tanpa bantahan.

Dengan tangan gemetar, Rian akhirnya mengambil pulpen yang disodorkan ibunya.

Ia menandatangani surat cerai itu.

Begitu pena diangkat, Rukmini dan Lukman seolah lega. Tapi Rian hanya duduk berat di sofa, menatap tanda tangannya sendiri dengan perasaan hancur.

Ia baru saja menandatangani akhir dari pernikahannya, bukan karena ia ingin, melainkan karena dipaksa demi melindungi adiknya.

1
Oma Gavin
tinggal tunggu waktu keluarga rukmini jadi gembel jalanan
Ma Em
Bagus Mia kamu hrs berani dan tegas ambil keputusan jgn mau dijadikan pembantu di rumahmu sendiri , ada suami tdk pernah membela istrinya malah selalu berpihak pada keluarganya , daripada rumah tangga Mia selalu bertengkar dan tdk bahagia keputusan Mia sdh tepat untuk bercerai dgn Rian .
Agus Tina
Thor double up kalau bisa ya ...
Oma Gavin
jgn goyah jgn mundur jgn luluh sama rian bila perlu pakai pengacara yg baik biar proses cerai mu cepat dan tutup semua akses mediasi
Agus Tina
Bagus Mia
Anonim
rumah punya sendiri mobil punya sendiri orh tua juga punya…ngapain mia gpblok bget msih bertahan sm keluarga benalu suaminya…jd bosan baca ceritanya muter2 terus
Sasikarin Sasikarin
lanjuuuuuuuut
Putri Wulandari
lanjut thor udah dipukulin numpang tapu ga ada karmanya
Anita Rahayu
SI MIA BEGO KEBANGETAN UDAH TAU MASUK SARANG HARIMAU HABISLAH BODOH YG GK BERSUDAHAN 😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
THOR BUAT YG HAJAR MIA DI JEBLOSKAN PENJARA TANPA ADA NEGOSIASI BIAR IPAR DAN MANTAN MERTUA TAU ARTINYA K.A.R.M.A😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Susan Paulina
Lanjut Thor
Lee Mba Young
di pukul bisa buat laporan ke polisi itu.
Oma Gavin
laporkan polisi biar dipenjara orang ngga guna banget hidup cuma numpang napas aja
Lee Mba Young
mia lbih baik jng pulang apa lagi bawa anak nya, nnti pasti Ada pertengkaran kasian Kayla akn trauma.
Oma Gavin
sukurin kalian benalu parasit silahkan angkat kaki tanpa uang sepersen pun hbs ini mia gugat cerai jgn mau lagi hidup dgn suami ketoy plin plan ngga tegas
Agus Tina
Syukurin, nanti kalau Rian marah ajukan proses cerai saja langsung
Agus Tina
Jenf .. jeng .. jeng
Lee Mba Young
Surat Surat penting bawa rumah ortu, mending jng pulang lah. anakmu mental down nnti bisa bisa trauma. mending tinggal di rumah ortu mu lah.
Oma Gavin
sertifikat asli lebih baik disimpan di rumah ortu mu demi keamanan jgn sampai dibawa pulang lagi nanti di curi grandong
Agus Tina
Pergi saja, cerai ... ambil milikmu kembali ..
Lee Mba Young
Sdh tau laki nya bgitu knp balik lagi ke rumah, hrse lngsung beres beres ambil Surat penting, sertifikat trus pergi urus Surat cerai.
kl masih bertahan ya goblok saja jd wanita. dah di pukul juga kn, foto trus lapor kan polisi lo.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!