Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 Ratu mafia istri dokter dingin
Bau cairan antiseptik menyengat di sepanjang koridor lantai empat Rumah Sakit Sanjaya Utama. Suasana ruangan operasi yang tadinya tegang kini perlahan memudar seiring matinya lampu merah di atas pintu kaca tebal.
Seorang pria berseragam bedah hijau melangkah keluar dari ruang operasi.
Ia melepas masker medisnya, memperlihatkan rahang tegas, hidung mancung, dan wajah tampan yang sanggup membuat siapa saja terpesona. Namun, ekspresi wajah itu begitu datar dan tanpa emosi. Tatapan matanya tajam dan tajam bagai pisau bedah yang baru saja ia gunakan.
Dialah Mike Sanjaya—atau yang biasa dipanggil dokter Mike—seorang dokter spesialis bedah tingkat atas sekaligus anak tunggal dari konglomerat pemilik jaringan rumah sakit terbesar di negeri ini.
Di kalangan para staf dan perawat, Mike punya julukan tersendiri: Dokter Es Batu. Selain jenius, ia terkenal sangat dingin, kaku, dan paling benci buang-buang waktu untuk hal yang tidak penting.
"Dokter Mike, operasi Tuan Herman berjalan lancar, kan?" tanya seorang perawat muda yang berjalan setengah berlari di sampingnya sambil membawa papan dokumen.
"Lancar. Pindahkan dia ke ruang pemulihan, pantau tanda vitalnya tiap dua jam sekali. Kalau ada pendarahan lagi, langsung panggil saya," jawab Mike datar, bahkan tanpa menoleh sedikit pun pada perawat itu.
"Baik, Dok!"
Mike terus berjalan menuju ruang kerjanya yang luas di ujung koridor. Namun, sebelum tangannya menyentuh gagang pintu, sebuah suara lembut yang sangat familiar menyapa pendengarannya dari arah samping.
"Mike..."
Langkah Mike terhenti seketika. Ekspresi dingin di wajahnya yang seolah dibuat dari es perlahan meleleh begitu ia menoleh.
Di sana, berdiri seorang wanita cantik berparas manis dengan seragam perawat. Senyumnya hangat dan tatapan matanya penuh kasih sayang.
Dialah Putri Adisti. Seorang perawat biasa di rumah sakit itu, sekaligus wanita satu-satunya yang berhasil membobol benteng es di hati Mike selama tiga tahun terakhir.
"Putri? Kamu belum pulang? Shift kamu kan udah selesai dari jam empat sore tadi," ucap Mike, nadanya berubah jauh lebih lembut dan penuh perhatian dibanding saat ia berbicara dengan staf lain.
Putri tersenyum tipis, merapikan letak nametag di dadanya lalu mendekat ke arah Mike.
"Aku sengaja nungguin kamu selesai operasi. Aku tahu kamu pasti belum sempat makan siang, kan?"
Putri mengangkat sebuah kantong kertas berisi wadah bekal yang ia bawa. "Aku buatkan sup ayam hangat kesukaan kamu. Dimakan ya, biar maag kamu enggak kumat."
Mike menatap wanita di depannya itu dengan pandangan hangat. Di tengah dunia medis yang keras dan tekanan dari keluarganya yang selalu menuntut kesempurnaan, Putri adalah satu-satunya tempat Mike bisa merasa tenang dan menjadi dirinya sendiri.
Mike mengelus kepala Putri dengan lembut. "Makasih ya, Sayang. Kamu selalu aja repot-repot begini."
"Enggak repot kok. Selagi bisa merawat dokter kesayangan aku ini, aku seneng banget," ucap Putri sambil tersenyum manis. "Yaudah, masuk gih ke ruangan kamu, mumpung supnya masih hangat."
Mike mengangguk. "Kamu ikut masuk juga, kita makan bareng."
Namun, baru saja Mike hendak membuka pintu ruang kerjanya, sebuah suara langkah kaki yang tegap dan berwibawa terdengar menggelegar dari ujung koridor. Seorang pria paruh baya berjas mahal berjalan mendekat diapit oleh dua orang pengawal pribadi.
Dialah Baskoro Sanjaya, ayah dari Mike sekaligus pemilik utama Sanjaya Group.
Melihat kedatangan sang pemilik rumah sakit, Putri langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam dan mundur beberapa langkah dengan canggung.
"S-selamat malam, Pak Baskoro..."
Baskoro hanya melirik Putri dengan tatapan dingin dan penuh rasa jijik, sama sekali tidak berniat membalas sapaan perawat biasa itu. Pandangan tajamnya langsung tertuju pada Mike.
"Mike, ikut Papa ke ruangan sekarang. Ada hal penting yang harus kita bicarakan," perintah Baskoro tegas tanpa basa-basi.
Mike menghela napas panjang. Wajah dinginnya kembali terpasang sempurna.
"Papa bisa lihat kan saya baru selesai operasi jam delapan pagi? Saya capek, Pa. Kalau soal urusan rumah sakit, kita bahas besok saja."
"Ini bukan soal rumah sakit!" potong Baskoro dengan nada menekan yang membuat suasana koridor mendadak mencekam. "Ini soal masa depan kamu dan keluarga Sanjaya. Papa enggak terima penolakan. Sekarang!"
Baskoro berbalik dan melangkah pergi menuju ruang direktur utama.
Mike mengepalkan tangannya. Ia menoleh ke arah Putri yang tampak ketakutan. "Putri, kamu tunggu di ruangan saya sebentar ya. Saya enggak akan lama."
"I-iya, Mike... Kamu hati-hati ya," bisik Putri khawatir.
Sepuluh menit kemudian, Mike sudah berdiri di dalam ruang kerja megah ayahnya. Pemandangan kota malam hari terlihat jelas dari balik dinding kaca tebal di ruangan lantai paling atas itu.
"Ada apa sebenarnya, Pa?" tanya Mike to the point, berdiri tegak di depan meja kerja Baskoro.
Baskoro duduk di kursi kulitnya, lalu melempar sebuah map dokumen tebal ke atas meja.
"Lusa malam kamu kosongkan seluruh jadwal kamu. Kita ada acara makan malam keluarga dengan keluarga Permata."
Mike mengerutkan dahi. "Keluarga Permata? Pemilik Permata Corp?"
"Betul. Dan di acara itu, kita akan mengumumkan tanggal pernikahan kamu dengan putri tunggal mereka, Sindi Permata," jawab Baskoro santai seolah sedang membicarakan cuaca.
Brak!
Mike menepuk meja kerja ayahnya dengan telapak tangan, matanya menyalang marah.
"Pernikahan?! Papa gila?! Mike enggak mau dijodohkan sama siapa pun!"
"Jaga sikap kamu, Mike!" bentak Baskoro ikut berdiri.
"Ini bukan tawaran, ini keputusan! Keluarga Sanjaya butuh suntikan modal dan jaringan bisnis dari keluarga Permata untuk ekspansi rumah sakit baru kita di luar negeri!"
"Tapi Mike bukan barang dagangan Papa yang bisa dijual demi bisnis!" suara Mike meninggi, emosinya yang selama ini terpendam akhirnya pecah.
"Mike udah punya pacar! Papa tahu sendiri kalau Mike cuma cinta sama Putri!"
Baskoro tertawa sinis, tatapannya penuh penghinaan.
"Putri? Perawat miskin yang enggak punya latar belakang keluarga itu? Kamu pikir Papa bakal biarkan cewek kalangan bawah kayak gitu jadi menantu di keluarga Sanjaya? Jangan mimpi, Mike!"
"Putri wanita baik-baik, Pa! Dia yang selalu ada buat Mike saat Papa cuma sibuk ngurusin saham dan uang!" tegas Mike membela kekasihnya.
"Mike enggak akan pernah mau menikah sama cewek lain, apalagi sama Sindi Permata yang katanya cewek manja dan sombong itu!"
Baskoro menatap anak tunggalnya itu dengan dingin, sama sekali tidak tersentuh oleh amarah Mike.
"Dengar baik-baik, Mike Sanjaya," ucap Baskoro dengan nada berbisik tapi penuh ancaman.
"Kalau kamu berani menolak perjodohan ini atau mencoba melarikan diri bersama perawat itu, Papa pastikan malam ini juga Putri Adisti dipecat secara tidak hormat dari rumah sakit ini. Bukan cuma itu, Papa akan pastikan dia enggak akan pernah bisa bekerja di rumah sakit mana pun di negara ini selamanya."
Darah Mike seolah berhenti mengalir. Matanya melotot menatap ayahnya sendiri tidak percaya.
"Papa... Papa ngancam Mike pake keselamatan masa depan Putri?"
"Papa tidak pernah main-main dengan ucapan Papa," balas Baskoro dengan senyum penuh kemenangan.
"Pilihannya ada di tangan kamu. Menikah dengan Sindi Permata dan hidup tenang, atau menolak dan lihat bagaimana hidup perawat kesayangan kamu itu hancur berantakan dalam semalam."
Bersambung......
hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
makin seruu cerita ny ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,