NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Sesuatu Yang Janggal

Baru saja menghadapi pasien yang histeris membuat Aisyah kelelahan dengan mengatur nafasnya berkali-kali berjalan di koridor rumah sakit.

"Aisyah!" langkahnya terhenti dengan menoleh ke belakang.

Amira berjalan menghampirinya.

"Pasien yang bernama Aulia kembali histeris?" tanyanya memastikan membuat Aisyah melakukan kepala.

"Ya ampun kasihan sekali dia, pasti mentalnya benar-benar teracak-acak," ucap Amira.

"Itulah Amira, aku juga kasihan sebenarnya kepadanya," sahut Aisyah.

"Kita doakan saja semoga dia tetap kuat, semoga keluarganya juga dengan cepat menemukan donor mata," ucap Amira.

"Amin!"

"Aku juga mengharapkan hal yang sama," sahut Aisyah dengan doanya yang tulus.

"Oh iya Amira, tadi saat berada di ruangan dokter aku mendengar beberapa dokter berbincang-bincang dengan menyebutkan dokter senior bernama dokter Andrean Pramana, beliau merupakan dokter mata," ucap Aisyah.

"Ya, aku juga pernah mendengar sekilas tentang beliau, tetapi beliau sudah tidak bekerja di rumah sakit ini lagi dan aku denger-dengar dia juga sudah dipindahkan ke Jerman," ucap Amira.

"Itu dia, tadi ada salah satu dokter menyarankan keluarganya untuk membawa pasien ke Jerman dan diperkenalkan dengan dokter tersebut, karena menurut dokter itu, bahwa dokter Andrean Pramana ahli dalam specialis mata yang juga pernah membantu pasien di rumah sakit ini, melakukan operasi besar," ucap Aisyah.

"Apa itu pasien yang waktu itu pernah kita bahas, pasien yang juga pada akhirnya menjadi dokter di rumah sakit Medika Citra?" tanya Amira memastikan.

"Untuk hal itu aku kurang tahu, kemungkinan besar iya, tetapi entahlah, mungkin saja memang benar karena para dokter menyarankan untuk pengobatan pasien bernama Aulia," jawab Aisyah.

"Ya, apapun yang dilakukan keluarga semoga mendapat kemudahan dan Aulia bisa secepatnya sembuh," ucap Amira.

"Iya, aku juga mengharapkan hal yang sama," sahut Aisyah.

"Hmmmm, ya sudah kalau begitu aku mau ke ruangan Rekam Pasien dulu, dokter Ari memintaku untuk mencari beberapa rekam medis pasien,"

"Ya sudah," sahut Amira.

"Heh tunggu dulu!" baru saja Aisyah ingin melanjutkan langkahnya tiba-tiba tangannya ditahan oleh Amira.

"Sudah berbaikan dengan Kakakku?" tanyanya memastikan membuat Aisyah mengerutkan dahi.

"Memang kami kapan bermusuhan?" Aisyah bertanya kembali.

"Jelas-jelas kemarin kalian itu bertengkar, kamu juga tiba-tiba saja ingin di rumah sakit sampai malam. Kalau tidak ada pertengkaran kecil di antara kalian, mana mungkin kakakku yang tidak pernah mengirim pesan wa kepadaku dan mengirimnya setiap 30 detik sekali hanya untuk menanyakan kamu," ucap Amira.

"Sungguh dia melakukan itu?" Aisyah ternyata penasaran juga dengan usaha suaminya untuk membujuknya.

"Iya, dia menggangguku dan ketika dalam hitungan detik aku tidak menjawab pesannya, maka dia akan menelponku, masa iya aku harus selalu menjadi korban diantara permasalahan suami istri!" kesal Amira.

Aisyah tersenyum memegang dagu Amira.

"Maaf sahabatku, tetapi Alhamdulillah hubungan kami baik-baik saja, hanya ada kesalahpahaman di antara kami," sahut Aisyah.

"Aisyah, aku akan meminta kepada kakakku untuk terus mengalah, kamu jangan khawatiran," ucap Amira.

"Kamu tidak perlu melakukan apapun kepadaku. Aku sudah sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang dan pernikahanku, pertengkaran kecil dalam rumah tangga itu adalah hal yang biasa. Its oke tidak masalah sama sekali," ucap Aisyah dengan santai.

"Amin, semoga benar tidak ada permasalahan yang serius dalam rumah tangga kalian," sahut Amira.

"Ya sudah kalau begitu, aku ke ruang rekam medis dulu, karena setelah ini mau makan siang bersama dengan Kak Kaivan," ucap Aisyah.

"Cieee yang pengantin baru maunya dua-duaan mulu," goda Amira.

"Syirik aja," sahut Aisyah dengan kesal dan kemudian langsung berlalu dari hadapan temannya itu.

Amira tersenyum, terlihat begitu tulus jika sahabatnya bahagia.

******

Aisyah saat ini berada di ruangan rekam medis untuk mencari data-data pasien yang dibutuhkan, beberapa salinan map yang tampak bertumpuk dan Aisyah yang terlihat berlutut di lantai harus melihat map-map yang bertuliskan nama pasien tersebut.

Jika mencari di komputer pasti ada, tapi sayangnya dokter yang memerintahkannya untuk mencari hal itu membutuhkan hasil yang tertulis.

"Bagaimana mungkin harus mencari hasil rekam pasien dengan dokumen sebanyak ini, tetapi untunglah ada tahunnya, jadi dengan mudah ditemukan," ucapnya tidak berhenti membaca.

Aisyah tiba-tiba menghentikan pencariannya, ketika melihat salah satu rekam medis dengan map yang tertulis.

"Aisyah Putri ..."

"Aisyah....."

Belum sempat Aisyah melihat panjang nama yang tertutup oleh jarinya itu Aisyah menoleh ke arah pintu ketika namanya dipanggil

"Iya Amira?" tanya Aisyah.

"Tuh, Kak. Kaivan sudah menunggu di lobby, sini aku saja yang cari, bukankah nanti sore baru diantarkan kepada dokter Ari," ucap Amira memasuki ruangan itu mengambil alih kerja sahabatnya.

"Tidak apa-apa aku merepotkan kamu?" tanya Aisyah dengan mengerutkan dahi.

"Sudah tidak apa-apa, cepat buruan sana, nanti kakak bete karena menunggu istrinya terlalu lama," ucap Amira.

"Baiklah kalau begitu aku langsung pergi. Makasih kalau ada di saat darurat," Aisyah meletakkan dokumen-dokumen tersebut di pangkuan Amira, kemudian menepuk bahu Amira Aisyah meninggalkan ruangan itu.

"Pasti pencapaian hidup Kak Kaivan menikah dengan Aisyah, semenjak menikah dia berubah menjadi laki-laki yang bucin, wajahnya tidak kaku dan datar lagi, terlihat lebih fresh dan bahkan sampai-sampai meninggalkan pekerjaannya hanya untuk makan siang, benar-benar kakakku yang satu itu, tapi benar juga apa yang dikatakan orang-orang, seorang pria sudah menemukan tujuannya, maka akan merubah hidupnya,"

"Huhhhh, semoga saja pernikahan mereka terus langgeng, dan aku sudah tidak sabar ingin memiliki keponakan," ucap Amira senyum, senyum sendirian.

"Baiklah sekarang waktunya untuk mencari data-data pasien," ucap Amira menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

Map yang pertama dia lihat sudah pasti map yang tidak sempat dilihat secara tutup oleh Aisyah.

Aisyah Putri Fariska Dharma.

Ucapnya membaca nama panjang tersebut pada kotak kecil yang tertulis nama pasien.

"Bukankah ini adalah nama sahabatku?" ucapnya sangat mengingat nama panjang dari sahabatnya.

Amira yang justru penasaran, membuka map tersebut dan ternyata di dalam map itu terselip map rekam pasien yang lain.

"Cindy Friska Dharma!" ucapnya.

"Kenapa bisa terselip di dalam hasil medis ini," Amira kebingungan mengeluarkan map tersebut meletakkan di bagian bawah tempat map Aisyah.

Saat Amira penasaran dari hasil rekam medis milik Aisyah untuk memeriksa secara langsung, tapi sayangnya tidak jadi dia lakukan ketika notif pesan masuk pada ponselnya

"Oh my God hampir saja lupa, aku cari saja secepatnya, harus segera ke ruang operasi," Amira mengurungkan niatnya untuk buka dokumen tersebut dan kemudian mencari dokumen yang ingin cari oleh sahabatnya.

"Akhirnya ketemu!" ternyata tidak menunggu lama Amira menemukan hasil dokumen tersebut dan langsung menyisihkan dokumen itu dan kembali menyusun map-map yang sudah berserakan dan meletakkan pada tempatnya.

"Baiklah sekarang aku simpan dan harus segera ke ruang operasi," ucap Amira berdiri dari tempat duduknya.

Amira Membawa dokumen tersebut dan langsung keluar dari ruangan itu, ketika kakinya ingin melangkah tiba-tiba saja terhenti melihat kembali ke ruangan tersebut.

"Kenapa Rekam pasien Aisyah ada di rumah sakit ini? Apa Aisyah pernah berobat di rumah sakit ini?" tanyanya tiba-tiba.

"Ahhhh sudahlah," ucap Amira geleng-geleng kepala yang tidak punya waktu untuk memikirkan.

Bersambung.....

1
Oma Gavin
terlalu sombong jadi orang biarkan saja aisyah merasakan akibat kesombongan yg merasa bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang lain orang waras melek saja butuh orang lain apalagi dia buta
falea sezi
klo jd aisyah mending cerai najis aja di jadiin ban serep setelah Sindy meninggal🤭
falea sezi
pergi aisyah😕
Herman Lim
moga Aisyah dpt donor mata lagi dan berkumpul lagi sama kaivan
Herman Lim
bgs u buta selama nya aja
Oma Gavin
cindy ingin bisa segera melihat karena dia terobsesi untuk kembali mendapatkan kaivan mimpi terus saja cindy seperti ibumu karmila yg egois
Herman Lim
gimn bayi Aisyah klo dia dah operasi mata lagi apa Masi aman
Oma Gavin
itu lebih baik dan adil ngga ada lagi yg perlu diperdebatkan tinggal kaivan silahkan mata aisyah segera dikembalikan ke cindy dan nikahi cindy ending gitu aja ngga perlu ribet dan saling menyalahkan
Herman Lim
lanjut Thor
Herman Lim
kaivan di ty cinta aja ga BS jawab dasr laki2 ga becus😔
Haura Az Zahra
👍👍👍
Herman Lim
ribet bgt serius ntah gimn akhir nya puyeng aku min 😔
Oma Gavin
cerita nya makin ruwet mbundet ngga relevan udah salah satu tokoh utama nya dibikin mati saja biarkan aisyah mati dan kembali mata cindy dan dharma pada cindy biar kaivan dan karmila bahagia
Oma Gavin: bener kak ceritanya jadi bertele-tele
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa bisa cindy hidup lagi lantas siapa yg dikubur di makam cindy banyak drama dan aisyah kembalikan saja mata cindy sekarang sudah ketemu biar impas
Herman Lim
lanjut kak kasian Aisyah yg begitu hancur
Milla
next kk
Oma Gavin
pergi yg jauh aisyah tinggalkan kaivan dan ayahu yg penuh kebohongan
Fauziah Rahma
poor aisyah
Herman Lim
nah kaivan u bakal bgs kejer klo Aisyah bakalan pergi jauh 😔
Herman Lim
kaivan kamu bakal menyesal TDK blg ke Aisyah soal mata Cindy dan pasti Aisyah mikir klo kamu nikahi dia karna ada mata Cindy di tubuh nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!