NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gue Curiga Sama Hera!

Angin sepoi-sepoi berhembus di rooftop sekolah, membawa hawa sejuk yang kontras dengan teriknya matahari siang. Di sudut yang teduh, Lucian duduk bersila, tangannya dengan cekatan membuka kotak bekal bento yang disiapkan Jeslyn. Daniel, sahabatnya, hanya duduk di sampingnya sambil menyedot es teh plastik, matanya tak lepas mengamati Lucian yang sedang menikmati potongan telur gulung dengan wajah yang tampak lebih hidup.

​"Gila, makanan buatan Mami lo itu kelihatannya enak banget," celetuk Daniel sambil terkekeh.

"Perasaan baru kemarin lo curhat kalau rumah lo itu lebih kayak kuburan daripada rumah tinggal."

​Lucian menelan makanannya, lalu tersenyum tipis, sebuah pemandangan yang dulu hampir mustahil terlihat.

"Iya. Dia berubah banyak. Semuanya terasa... beda saja sekarang."

​Daniel berdehem, sedikit canggung. Sebagai sahabat yang sudah menemani Lucian melewati masa-masa kelam di mansion itu, ia masih menyimpan rasa curiga. Manusia jarang sekali berubah seratus delapan puluh derajat dalam waktu singkat. Namun, melihat Lucian jauh lebih banyak tersenyum dan tidak lagi tampak seperti robot yang kehilangan baterai, Daniel memilih untuk mengubur keraguannya dalam-dalam.

​"Ya, selama lo bahagia, gue sih ikut senang, Yan," ujar Daniel jujur.

"Lo sudah lama banget mendambakan suasana seperti ini, kan?"

​Lucian mengangguk, lalu kembali memfokuskan diri pada makan siangnya. Daniel menyesap es tehnya, memutar otak. Ia merasa harus menyampaikan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Setelah ragu sejenak, ia memberanikan diri bertanya,

"Yan, jujur deh. Lo... ada rasa sama Hera?"

​Lucian hampir tersedak. Ia menyipitkan mata, menatap Daniel dengan tatapan datar yang khas.

"Apaan sih? Enggaklah. Gue nggak suka sama dia."

​"Terus kenapa lo repot-repot bantu dia terus?" tanya Daniel lagi.

"Lo sampai kasih uang buat bayar sekolahnya, kan?"

"Lo liat ya?" tanya Lucian tersenyum kecil.

​"Itu cuma balas budi, Dan," jawab Lucian dengan nada yang sedikit defensif.

"Dulu, waktu gue benar-benar di bawah, cuma dia yang mau bicara sama gue. Jadi, ya... nggak ada salahnya membantunya sekarang."

​Daniel menghela napas panjang. Ia mencondongkan tubuh, suaranya kini merendah agar tidak terdengar orang lain.

"Yan, gue mau ngomong jujur. Ini soal Hera. Lo pernah perhatiin penampilannya nggak sih?"

​Lucian mengernyit. "Maksudnya?"

​"Dia selalu datang dengan baju lusuh, kucel, dan akting nangis-nangis bilang dia orang susah," ujar Daniel serius.

"Tapi, sebagai orang yang kebetulan punya saudara perempuan, gue hafal banget barang-barang bermerek. Lo lihat jepit rambut kristal yang dia pakai kemarin? Itu koleksi terbatas desainer ternama, harganya nggak main-main. Terus, gelang yang dia pakai tiap hari itu, gue pernah lihat Mama gue pakai di pesta, harganya ratusan juta."

​Lucian terdiam. Ia tampak berpikir, namun raut wajahnya tetap tenang.

"Mungkin... mungkin itu barang tiruan, Dan. Zaman sekarang kan banyak copy-an yang mirip banget sama aslinya."

​Daniel memutar bola matanya, merasa frustrasi melihat sahabatnya masih membela gadis itu.

"Tiruan? Lucian, detail kristalnya, presisi emasnya, itu asli banget. Mana ada barang KW yang bisa buat orang terlihat seanggun itu? Belum lagi tasnya, antingnya. Kalau dia benar-benar kurang mampu sampai nggak bisa bayar sekolah, dia nggak akan punya koleksi aksesoris yang nilainya bisa buat beli mobil bekas!"

​"Lo terlalu curiga, Dan," sahut Lucian.

"Mungkin saja dia dapat kado dari orang lain, atau dia punya barang simpanan sebelum ekonominya jatuh."

​Daniel menghela napas panjang, frustrasi. "Terserah lo aja deh. Gue tahu lo orangnya terlalu baik. Tapi jujur, gue ngerasa dia itu nggak tulus. Lo lihat sendiri kan, dia selalu datang kalau dia butuh sesuatu saja?"

​Lucian menatap kotak makannya, sedikit terganggu dengan ucapan Daniel. "Dia punya alasan untuk bersikap begitu. Hidupnya berat."

​"Oke, oke," Daniel mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.

"Gue nggak mau debat sama lo sekarang. Tapi dengar, Yan, gue bakal buktiin omongan gue. Lain kali gue bakal kasih lo bukti yang nggak bisa lo bantah lagi. Lo jangan kaget kalau ternyata malaikat yang lo lindungi itu sebenarnya punya niat lain."

​Lucian diam. Ia sebenarnya tidak ingin berdebat dengan Daniel. Ia menghargai kekhawatiran sahabatnya, tapi entah kenapa, ia masih merasa tidak tega jika harus mencurigai Hera.

"Ya sudah, terserah. Kalau lo mau cari bukti, silakan saja. Tapi jangan bawa gue ke dalam drama lo kalau ternyata dugaann Lo yang salah."

​"Itu tantangan ya?" Daniel tersenyum penuh arti.

"Jangan salahin gue kalau nanti lo kaget pas tahu aslinya dia seperti apa."

​Lucian kembali makan, tapi pikirannya tidak lagi tenang. Ucapan Daniel, ditambah peringatan Mami-nya beberapa waktu lalu, membuat benih keraguan mulai tumbuh di hatinya. Apakah Hera benar-benar semalang itu? Atau Daniel benar tentang semua barang mewah tersebut?.

​"Yan," panggil Daniel sekali lagi, kini suaranya lebih lembut.

"Gue bilang begini karena gue nggak mau lo dimanfaatkan lagi. Lo udah berjuang keras buat bisa senyum kayak sekarang. Jangan sampai kebahagiaan lo dirusak lagi sama orang yang nggak tahu terima kasih."

​Lucian menatap Daniel, sahabatnya yang meski terkadang ceroboh, selalu ada di saat ia paling terpuruk. Lucian menghela napas, kali ini ia memberikan senyuman yang lebih tulus.

"Gue tahu, Dan. Terima kasih sudah peduli."

​"Sama-sama," Daniel menepuk bahu Lucian.

"Oh ya, soal Mami lo. Dia benar-benar sudah berubah jadi lebih baik, kan? Maksud gue, dia nggak cuma akting, kan?"

​"Dia asli," jawab Lucian mantap.

"Kalau dia akting, dia nggak akan sampai sebegitu perhatiannya merhatiin hal-hal kecil, kayak bento ini. Dia beneran peduli, Dan. Itu yang bikin gue yakin kalau gue bisa sedikit lebih baik sekarang."

​"Ya sudah kalau begitu," Daniel menyenggol lengan Lucian.

"Lanjut makan lagi. Habis ini kita harus masuk kelas buat kuis sejarah. Jangan sampai lo dapat nilai jelek gara-gara sibuk melamunin Hera."

​Lucian tertawa. Akhirnya, beban pikirannya sedikit terangkat. Untuk saat ini, ia akan mencoba menaruh sedikit kecurigaan pada Hera, setidaknya agar ia bisa lebih waspada. Ia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan yang baru saja ia rasakan bersama Jeslyn dan ayahnya hanya demi membela seseorang yang mungkin memang benar-benar sedang memanipulasinya.

​Di kejauhan, bel sekolah berbunyi nyaring, menandakan waktu istirahat telah berakhir. Keduanya beranjak dari rooftop, namun bagi Lucian, percakapan tadi meninggalkan jejak yang cukup dalam. Ia sadar, mungkin memang ada yang salah dengan hubungan pertemanannya selama ini. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa perlu menjadi lebih kritis terhadap orang-orang di sekitarnya.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!