Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.
Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.
Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.
Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.
Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.
Namun Noah bukan anak biasa.
Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.
Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?
Dan sebenarnya...
siapa Noah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA MENJEBAK VICTOR
Dengan aliansi baru bersama Lucien, keluarga Virell mulai menyusun rencana yang jauh lebih matang untuk menghadapi Victor Kane, memanfaatkan pengetahuan Lucien tentang struktur lama Obsidian Order dan berbagai fasilitas rahasia yang mungkin masih digunakan Victor untuk operasinya.
Pertemuan strategi kini melibatkan lingkaran yang lebih luas, termasuk Lucien yang, meski masih menyimpan kewaspadaan besar dari pihak keluarga Virell terutama Marcus yang belum sepenuhnya bisa mempercayainya, memberikan kontribusi penting dalam memahami cara berpikir dan pola operasi Victor.
"Victor selalu memiliki beberapa lapisan pengamanan untuk dirinya sendiri," jelas Lucien dalam salah satu pertemuan strategi di ruang kerja Adrian. "Dia tidak akan pernah membiarkan dirinya berada dalam posisi rentan tanpa jalan keluar yang jelas. Fasilitas yang kalian temukan kemungkinan besar hanya salah satu dari beberapa lokasi yang dia gunakan."
Ghost, yang terus bekerja tanpa henti melacak berbagai jejak digital Victor, berhasil menemukan informasi tambahan tentang jaringan fasilitas yang mungkin terhubung dengan operasinya, tersebar di beberapa lokasi berbeda, masing-masing dengan tingkat keamanan yang bervariasi.
Namun tantangan terbesar bukan sekadar menemukan lokasi Victor, melainkan bagaimana menghadapinya tanpa memicu tindakan balasan yang bisa membahayakan Noah secara langsung, mengingat betapa Victor telah menunjukkan minat besar dan pengetahuan mendalam tentang kemampuan putra mereka.
"Kita perlu strategi yang bisa memaksa dia keluar dari persembunyiannya," kata Adrian, mempelajari peta lokasi-lokasi yang berhasil diidentifikasi Ghost, "tanpa memberikan kesempatan baginya untuk melarikan diri atau, lebih buruk, mengambil tindakan langsung terhadap keluarga kita."
Damien, yang kini semakin terlibat aktif dalam perencanaan strategis, mengusulkan sebuah ide yang membutuhkan keberanian besar dari seluruh keluarga. "Bagaimana jika kita membiarkan dia berpikir bahwa kita mempertimbangkan tawarannya? Memancing dia untuk lebih terbuka tentang rencana penuhnya, sementara kita diam-diam melacak dan mempersiapkan tindakan hukum atau bahkan operasi langsung untuk menghentikannya."
Usulan itu memicu perdebatan tentang risiko yang terlibat, terutama mengingat betapa berbahayanya bermain-main dengan seseorang seperti Victor yang telah menunjukkan kesabaran luar biasa dalam merencanakan sesuatu selama puluhan tahun.
Sebastian, yang selama pertemuan-pertemuan sebelumnya lebih banyak mendengarkan sambil menanggung beban penyesalannya sendiri, akhirnya angkat bicara dengan tekad baru yang jarang dia tunjukkan sejak insiden ini dimulai.
"Aku ingin terlibat langsung dalam menghadapinya," katanya, mengejutkan semua orang di ruangan itu mengingat kondisi kesehatannya yang sudah menurun. "Victor adalah bagian dari masa laluku, kesalahanku dalam mempercayainya begitu dalam. Aku ingin menjadi bagian dari penyelesaian ini, bukan hanya duduk diam menyaksikan generasi berikutnya membereskan kekacauan yang aku ciptakan tanpa sengaja."
Meski Adrian awalnya keberatan dengan keterlibatan langsung ayahnya mengingat risiko kesehatannya, Sebastian bersikeras, dan akhirnya mereka sepakat untuk melibatkannya dalam kapasitas terbatas, memanfaatkan pengetahuannya tentang cara berpikir Victor dari masa lalu mereka bersama.
Rencana yang akhirnya mereka susun melibatkan beberapa lapisan: Sebastian akan mengirimkan pesan kepada Victor, berpura-pura tertarik untuk membahas lebih lanjut tawarannya, sementara secara bersamaan tim Ghost dan Lucien akan melacak lokasi asal pesan balasan Victor dengan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan upaya sebelumnya. Marcus dan tim keamanan Virell akan bersiaga penuh, siap bergerak begitu lokasi pasti berhasil diidentifikasi, sementara Adrian dan Althea akan tetap berada di rumah menjaga Noah, memastikan putra mereka aman sepanjang operasi berlangsung.
Persiapan itu membutuhkan waktu hampir seminggu, setiap detail diperhitungkan dengan cermat untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Selama waktu itu, kehidupan Noah tetap berusaha dijaga senormal mungkin, meski dengan pengawasan yang jauh lebih ketat dari biasanya.
Suatu sore, ketika Noah sedang bermain di taman belakang rumah bersama Elena, dia tiba-tiba berhenti dari permainannya, menatap ke arah pagar tinggi yang mengelilingi properti dengan ekspresi yang jarang terlihat di wajahnya yang biasanya ceria.
"Nenek, ada yang mengawasi kita," bisiknya pelan, membuat Elena langsung waspada dan segera menghubungi tim keamanan meski dia sendiri tidak melihat apa pun yang mencurigakan di sekitar mereka.
Pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan tim keamanan tidak menemukan bukti fisik pengawasan langsung, namun insting Noah yang tajam, dikombinasikan dengan pengalaman mereka menghadapi Victor yang jelas memiliki kemampuan pengawasan canggih, membuat semua orang semakin waspada terhadap kemungkinan bahwa Victor mungkin memiliki cara memantau mereka yang belum sepenuhnya mereka pahami.
Malam itu, ketika Althea menemani Noah tidur seperti biasa, anak itu menatapnya dengan mata yang penuh pertanyaan yang belum pernah dia ajukan sebelumnya.
"Bu, apa aku ini spesial karena aku memang pintar, atau karena seseorang membuatku jadi seperti ini?" tanyanya, suaranya kecil namun pertanyaan itu menunjukkan kedalaman pemikiran yang mengejutkan bagi anak seusianya.
Althea merasakan hatinya teriris mendengar pertanyaan itu, menyadari bahwa meski mereka berusaha melindungi Noah dari kebenaran yang lebih gelap, insting dan kecerdasannya sendiri sudah mulai menangkap potongan-potongan kebenaran yang tersembunyi di sekitarnya.
Dia memeluk putranya erat, mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan sesulit itu. "Kau spesial karena kau adalah dirimu sendiri, Noah," katanya akhirnya, suaranya penuh kasih sayang yang tulus. "Tidak peduli bagaimana awal mula semuanya, yang membuatmu istimewa adalah hati baikmu, rasa ingin tahumu, dan caramu mencintai orang-orang di sekitarmu. Itu semua murni milikmu, tidak ada yang bisa mengambilnya."
Noah tersenyum kecil mendengar jawaban itu, meski matanya masih menyimpan sedikit kebingungan yang belum sepenuhnya terjawab, sebelum akhirnya memejamkan mata dan tertidur dalam pelukan ibunya, tidak menyadari bahwa di luar sana, sebuah rencana besar sedang disiapkan untuk akhirnya menghadapi bayangan yang telah lama mengintai kehidupannya sejak sebelum dia bahkan lahir ke dunia.