NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Reuni di Gerbang Daun Perak

​Di kaki sebuah gunung yang puncaknya tertutup kabut tipis, Jian Yi menarik tali kekang kuda hasil jarahannya. Ia menyipitkan mata, menatap sebuah arsitektur bangunan yang berdiri kokoh di lereng curam.

​"Tunggu dulu ..." Jian Yi bergumam, fokusnya tertuju pada sebuah papan nama besar dari kayu cendana dengan ukiran perak. " ... Sekte Daun Perak? Bukannya itu sekte yang dulu membantu kita mendapatkan bahan untuk menciptakan tubuh fisik Ling'er?"

​Lu Feng, yang sedang asyik menghisap pipa rokoknya, mengangguk pelan. Asap mengepul dari hidungnya. "Benar. Sekte yang memintamu menjadi Tetua Kehormatan supaya kau bisa jadi 'tameng' mereka kalau ada masalah. Tapi, seingatku dulu markas mereka ada di kota terpencil, kenapa sekarang pindah ke gunung semewah ini?"

​"Mungkin mereka makin kaya setelah kau tidak ada untuk memalak mereka," canda Jian Yi sambil melompat turun dari kuda.

​Lu Feng hendak turun dengan gaya keren, namun kakinya mendarat di atas tumpukan kerikil basah yang licin.

​SRUT! DUAG!

​"ADUH!" Lu Feng terjungkal dengan posisi yang sangat tidak estetik—wajahnya mencium tanah lebih dulu.

​Suara hantaman itu begitu keras hingga membuat kuda mereka terkejut.

Hewan malang itu meringkik panik, berbalik arah, dan lari kencang kembali ke arah hutan, membawa serta semua perbekalan dan harta jarahan mereka.

​Jian Yi hanya berdiri terpaku, menatap debu yang ditinggalkan kuda itu dengan wajah datar. "Kenapa kau malah tiduran di situ, bodoh?! Gara-gara atraksi sirkusmu, kuda itu lari!"

​"Aku tidak tiduran! Aku terpeleset kerikil! Dasar kerikil sialan, akan kuhancurkan gunung ini nanti!" gerutu Lu Feng sambil mengulurkan tangan, meminta bantuan.

​Jian Yi menarik tangan Lu Feng, namun tepat saat Lu Feng berdiri, pemabuk itu justru menyentak tangan Jian Yi hingga ia jatuh terjembab ke lumpur. Lu Feng langsung melesat lari sambil tertawa terpingkal-pingkal.

​"HUHAHAHA! Rasakan itu, Sahabat Laknat! Skor satu sama!" teriak Lu Feng dari kejauhan.

​Jian Yi bangkit dengan wajah merah padam. Ia menghunus pedangnya—bukan untuk berlatih, tapi benar-benar ingin memotong telinga sahabatnya itu. "KE SINI KAU, PEMABUK BANGSAT! AKAN KUHAJAR KAU SAMPAI JADI REMPEYEK!"

​Aksi kejar-kejaran itu berlanjut hingga ke puncak gunung.

Meskipun Jian Yi berada di Ranah ke-3, ia cukup kewalahan mengejar Lu Feng yang sudah berada di Ranah Grand Master. Sesampainya di depan gerbang besar sekte, keduanya terengah-engah dengan pakaian penuh debu.

​"Hah ... hah ... sampai juga," Jian Yi mengatur napasnya, lalu tanpa peringatan, ia menendang pantat Lu Feng sampai sahabatnya itu tersungkur ke depan gerbang.

​BRUK!

​Lu Feng yang mencium lantai gerbang untuk kedua kalinya justru tertawa liar. "Buahaha! Kau benar-benar menyimpan dendam ya, Yi?" Ia berdiri sambil menepuk-nepuk debu di jubahnya. "Bagaimana kalau kita sekalian minta semua harta mereka? Kan Tetua Han dulu sudah mengangkat 'Jian Yi si Perjaka' ini menjadi Tetua Kehormatan."

​"Ck, menyebalkan sekali kau. Tapi itu kan di kehidupan sebelumnya. Sekarang wajah kita berbeda, mana mungkin mereka percaya?" sahut Jian Yi skeptis.

​Lu Feng memberikan senyuman mengejek yang sangat menjengkelkan. "Ternyata kau belum mampu berpikir secemerlang diriku, ya? Tentu saja kita mengaku sebagai orang yang diutus oleh 'mendiang Legenda Jian Yi dan Lu Feng'. Begitu saja susah."

​Jian Yi terdiam sejenak, lalu mengangguk setuju. "Terkadang otakmu yang penuh arak itu bisa berguna juga."

​"Tentu saja! Aku memang pin—HEI! APA MAKSUDMU PENUH ARAK?!"

​Jian Yi berjalan mendekati pintu gerbang besar itu dan mengetuknya dengan sopan. "Permisi ..."

​Namun, Lu Feng tidak punya kesabaran untuk kesopanan. Ia mengambil ancang-ancang dari jarak sepuluh meter, lalu berlari dan melancarkan tendangan dua kaki tepat ke tengah gerbang kayu tersebut.

​DUAARRRR!

​Gerbang kayu jati yang diperkuat besi itu jebol seketika, terlempar dari engselnya.

​"PERMISI! TAMU KEHORMATAN MAMPIR! MANA ARAK BERKUALITASNYA?!" teriak Lu Feng dengan suara menggelegar. "KAMI ADALAH ORANG-ORANG YANG DIUTUS OLEH LEGENDA YANG TELAH MATI, YAITU JIAN YI DAN LU FENG! KAMI DATANG UNTUK MENAGIH JANJI!"

​Jian Yi hanya bisa menepuk dahinya sendiri. Ia tidak menyangka Lu Feng akan menghancurkan pintu rumah orang di detik pertama kedatangan mereka.

​Dalam hitungan detik, puluhan murid sekte berseragam perak berlarian keluar dengan senjata terhunus, mengepung mereka.

Tak lama kemudian, seorang pria tua dengan jenggot putih panjang—Tetua Han—muncul dengan wajah tegang yang tiba-tiba berubah menjadi penuh harap sekaligus bingung.

​"B-benarkah? Kalian ... kalian benar-benar orang yang diutus oleh orang itu?" suara Tetua Han bergetar, matanya menatap Jian Yi dan Lu Feng bergantian, mencoba mencari kemiripan yang mustahil ditemukan.

​Jian Yi berdeham, mencoba memperbaiki situasi. "Benar, Tetua Han. Kami membawa pesan dari Tuan Jian Yi. Tapi sebelum itu ... bisakah kami mendapatkan makanan? Sahabatku ini baru saja makan kerikil di bawah sana."

"Kau pikir aku makhluk apa sampai-sampai makan batu?" Bisik Lu Feng.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

𝗦𝗘𝗗𝗜𝗞𝗜𝗧 𝗜𝗡𝗙𝗢 𝗦𝗔𝗝𝗔: 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗞𝗔𝗟𝗜𝗔𝗡 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗦𝗘𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗥𝗧𝗔𝗠𝗔 𝗝𝗜𝗔𝗡 𝗬𝗜, 𝗕𝗢𝗟𝗘𝗛 𝗗𝗜 𝗕𝗔𝗖𝗔 𝗔𝗚𝗔𝗥 𝗟𝗘𝗕𝗜𝗛 𝗠𝗘𝗡𝗚𝗘𝗡𝗔𝗟 𝗕𝗘𝗕𝗘𝗥𝗔𝗣𝗔 𝗞𝗔𝗥𝗔𝗞𝗧𝗘𝗥 𝗦𝗘𝗣𝗘𝗥𝗧𝗜 𝗟𝗜𝗡𝗚'𝗘𝗥, 𝗗𝗨𝗚𝗨 𝗫𝗜𝗔𝗢, 𝗗𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗧𝗨𝗔 𝗛𝗔𝗡.

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!