NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:996.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Wangi Parfum Wanita

    Mereka masuk ke dalam kamar yang sama. Suasana kamar yang harusnya hangat, tidak membuat sikap Ardana menghangat. Padahal hanya mereka berdua di dalam sana. Sikap seperti ini memang sudah lama berlangsung, Nayra pikir memang seperti itu watak Ardana, dingin dan kalau bicara seperlunya saja. Namun, sudah sejak beberapa minggu terakhir ini, sikap dingin Ardana kian bertambah. Nayra bisa merasakannya, sejak Ardana sering melakukan tugas ke RSAU.

    "Sebetulnya, sejak awal sikap Mas Ardana memang seperti ini. Tapi, aku tidak terlalu memikirkannya, mungkin karena aku terlalu menghargai dan mencintainya, kecurigaanku tidak sampai menjadi-jadi," tulisnya lagi di dalam sebuah catatan kecil buku diarynya.

     Nayra segera meraih seragam loreng Ardana yang sudah berserakan di atas ranjang, ia punguti lalu ia gantung dengan hanger. Biasanya, Ardana bisa menggunakan kembali seragam loreng itu sebanyak dua kali, kecuali kalau seragam itu terlalu kotor, Ardana akan minta seragam yang baru.

     Harum parfum lain tiba-tiba tercium dari atasan seragam loreng milik Ardana. Wanginya lembut dan berbeda, seperti parfum yang pantas digunakan oleh kaum perempuan.

     Sejenak Nayra mendengus-dengus, menciumi seragam atas Ardana. Dan wangi parfum itu lebih terasa jelasnya di area bahu kanan Ardana. "Wangi parfum yang berbeda. Lembut dan...atau ini hanya perasaanku saja." Nayra langsung membatin, tapi langsung ia tepis saat itu juga perasaan curiga itu.

     ​Nayra bangkit, mencoba menelan pahitnya kecurigaan yang baru saja menyesaki hatinya. Ia mencoba bersikap seperti biasanya. "Mas, mau Nay buatkan teh hangat? Biar tidurnya lebih nyenyak," tawar Nayra, suaranya sedikit bergetar namun tetap diusahakan lembut.

     ​"Tidak usah. Aku lelah, mau langsung tidur," jawab Ardana singkat. Pria itu merebahkan tubuhnya, membelakangi sisi ranjang tempat Nayra berada.

     "Atau, Mas Arda mau Nay pijat dulu? Lengannya mungkin terasa pegal, atau punggungnya bisa Nay urut biar rileks." Lagi-lagi Nayra menawarkan diri. Kali ini sebuah pijatan yang sering Nay lakukan apabila Ardana mulai berbaring.

     Biasanya Ardana akan menjawab dengan 'hemmm' saja, pertanda ia mempersilahkan Nayra memijatnya. Namun, kali ini tidak ada deheman atau sahutan apa-apa.

     "Gimana, Mas....?" Nayra keukeuh.

     Ardana membalikkan badan perlahan, ia mendongak setengah badan lalu menatap Nayra kesal. "Nayra, bisa tidak kamu tidak merecoki aku saat aku mau istirahat? Aku ini sudah ngantuk tahu. Kalau tidak ada respon dari aku, sebaiknya kamu diam dan cukup paham."

     Suaranya sedikit meninggi dan ada bentakan di sana, meski nyaris tipis, tapi Nayra merasakan kalimat itu langsung menusuk ke ulu hati. Nayla tersentak, mukanya langsung memerah dan panas.

     Ardana kembali ke posisi semula, seakan tidak terjadi apa-apa terhadap Nayra setelah ia menegurnya barusan.

     "Iya, maaf, Mas," ucapnya sedih. Dadanya langsung sesak. Sikap Ardana seperti ini tidak pernah Ardana lakukan, meskipun sehari-hari selalu dingin dan datar. Tapi, kini sangat berbeda.

     ​Nayra menarik napas panjang, lalu perlahan ikut berbaring. Ia menatap punggung tegap suaminya yang tertutup selimut. Jarak mereka hanya beberapa sentimeter, namun rasanya seperti ada jurang yang memisahkan. Nama 'Tiana' yang tadi didengarnya kini kembali berdengung di telinga, seperti kaset rusak yang menyiksa batinnya.

     "​Siapa Tiana, Mas? Kenapa Mas Arda bisa tersenyum menyebut namanya, sementara untukku hanya ada tatapan dingin?" Pertanyaan itu hanya tertahan di ujung lidah. Nayra memilih memejamkan mata, membiarkan air mata yang tersisa membasahi bantalnya dalam diam.

     ​Keesokan paginya, Ardana sudah bangun lebih dulu, bersiap untuk kembali menuju kesatuan. Saat pria itu masuk ke ruang ganti untuk memakai seragamnya, ponselnya yang diletakkan di atas nakas tiba-tiba bergetar.

     Drrrrttt...drrrtttttt....

     Nayra buru-buru bangkit dari tidurnya, ia langsung merapikan selimutnya. Biasanya, ia tidak pernah berani menyentuh barang pribadi suaminya. Namun, rasa penasaran yang memuncak selama tiga tahun ini seolah memberi keberanian yang kuat.

     ​Dengan tangan gemetar, ia meraih ponsel itu. Layarnya menyala, menampilkan sebuah notifikasi pesan singkat.

​ Sebuah nama tertera di sana, nama Tiana. Nama yang ia dengar semalam saat suaminya menerima panggilan dari seseorang.

     "Terima kasih untuk waktu istirahatnya yang singkat kemarin ya, Mas. Semangat bertugas hari ini. Jangan lupa sarapan pagi."

     ​Jantung Nayra seolah berhenti berdetak. Kata 'Mas' dan perhatian kecil itu terasa seperti sembilu yang menyayat dadanya. Selama ini, Nayra-lah yang selalu mengingatkan Ardana untuk makan, yang selalu menyiapkan segala kebutuhannya, namun respon yang didapat hanyalah gumaman dingin atau teguran karena dianggap terlalu ikut campur.

     ​"Sedang apa kamu?"

     ​Suara berat dan dingin itu menggelegar dari arah pintu ruang ganti. Nayra tersentak hebat, ponsel di tangannya hampir saja terjatuh. Ia menoleh dengan wajah pucat pasi, mendapati Ardana berdiri menatapnya dengan tatapan tajam yang menghakimi.

     "I~ini...tadi... ponsel Mas Arda bergetar. Nay, bermaksud ingin memberikannya pada Mas Arda," ujarnya memberi alasan dengan gugup.

     Ardana segera meraih ponsel itu dengan sedikit kasar. Nayra tersentak untuk yang kedua kali.

     "Pergilah, jangan ikut campur atau mau tahu isi dari barang pribadiku. Kamu bukannya baru bangun dan belum ke kamar mandi, kan?" peringatnya keras, memperlihatkan rasa tidak suka saat Nayra ketahuan memegang ponselnya.

     Nayra mengangguk, lalu ia buru-buru bergegas ke kamar mandi. Ia menyesal kenapa tadi penasaran dan ingin melihat ponsel suaminya.

     Beberapa saat kemudian, di dapur. Harum kopi hitam pekat racikan Nayra sudah menguar di udara. Nayra meletakkan cangkir kopi hitam itu di atas meja makan, disertai tatakan yang senada.

     Ardana muncul dari ruang tengah menuju dapur. Nayra sudah siap menyambutnya.

     "Mas Arda, ini kopinya."

     Ardana menduduki salah satu kursi makan, meletakkan ponselnya yang sejak tadi menyala, lalu meraih cangkir kopi di atas meja. Untuk sejenak ia menikmati seduhan kopi hitam yang wangi itu. Saking menikmatinya, ia terlihat memejamkan mata.

     Ardana akui, kopi racikan Nayra memang paling pas dan begitu enak saat dinikmati. Berbeda dengan kopi hitam sachet yang sudah tinggal seduh. Racikan yang dibuat Nayra benar-benar belum pernah sekalipun mengecewakan Ardana.

     "Mas sarapannya sudah Nay buatkan nasi goreng spesial hari ini," ucap Nayra memecah keheningan di antara mereka berdua.

     Ardana menoleh lalu menatap Nayra. "Aku tidak jadi sarapan di rumah. Aku buru-buru harus segera ke kantor," ujarnya sambil meraih cangkir kopi yang masih tersisa setengahnya. Ardana menikmati kopi itu sampai habis, lalu ia bangkit.

     "Tapi, Mas...."

     "Kamu makan saja sendiri, buat tubuhmu lebih berisi lagi sedikit. Sudahlah, aku tidak punya banyak waktu," tepisnya dan mulai bergegas.

     Nayra terdiam, tapi ia segera mengikuti Ardana dari belakang. "Mas, tunggu Mas...siapa itu Tiana, Mas....?"

     Pertanyaan itu mampu membuat kaki Ardana terhenti lalu membalikkan badan. Ardana menatap Nayra tajam. "Sudah aku katakan tadi, jangan pernah campuri urusanku. Kamu cukup duduk diam saja di rumah, melakukan pekerjaan rumah seperti yang biasa kamu lakukan, merajut, menulis atau merangkai bunga dan menikmati nafkah yang aku berikan. Apa nafkah yang aku berikan tidak cukup?"

     Kalimat itu terasa menyentak hati Nayra, tapi Nayra buru-buru menggeleng.

     "Lalu kenapa? Aku sudah memberikan kamu nafkah lahir dan ba...batin. Kalau masih kurang, nanti aku tambah," lanjutnya lagi masih menatap Nayra tajam.

     "Tidak Mas, tapi...."

     "Nafkah batin maksudmu? Aku minta maaf, harusnya kamu paham sendiri. Aku pulang sudah terlanjur lelah, mana bisa di rumah harus lembur lagi?" ketusnya seraya berlalu.

     Nayra menatap kepergian Ardana sedih, bahkan mencium tangan Ardana saja ia belum sempat, karena saking shocknya dengan kalimat yang Ardana katakan barusan.

Jangan lupa, bagi Readers yang belum follow, follow Author ya. Selamat membaca.

1
amilia indriyanti
sudah jadi ladang sawit
Lina Zascia Amandia: Wkwkwk Kakak tahu aja..!
total 1 replies
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
Lina Zascia Amandia: Iya Kak. Pilihan ada di masing2 kita.... 🙏🙏... lanjut ya Kak...
total 1 replies
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!