NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Alam Iblis – Lembah Api.

Hawa panas yang keluar dari sungai lava terbalik di langit seolah berhenti berdenyut. Di dasar lembah, pemandangan tragis dari sebuah pengkhianatan tingkat tinggi sedang terhampar.

Pangeran Iblis Ye Sha, pewaris garis keturunan murni yang telah menembus ranah Nirvana Awal, kini berlutut dengan napas tersengal di atas tumpukan mayat jenderal-jenderal setianya. Tombaknya patah. Darah perak iblisnya terus mengalir dari puluhan luka menganga di tubuhnya.

Kultivasi Nirvana-nya terkunci mati oleh rantai-rantai formasi berwarna hijau busuk yang memancarkan racun pembusuk jiwa. Ia tidak kalah dalam pertarungan adil, melainkan dijebak.

Di hadapannya, dua sosok raksasa yang juga berada di ranah Nirvana Awal tertawa merendahkan. Mereka adalah Raja Iblis Rakshasa dan Raja Iblis Morax. Keduanya telah menyuap penasihat terdekat Ye Sha untuk menggiring sang Pangeran ke dalam Formasi Pemakan Dewa kuno ini.

"Sayang sekali, Pangeran Ye Sha," ejek Rakshasa, mengangkat kapak lavanya. "Bakatmu memang menentang surga, tapi di Alam Iblis ini, keluguan dan kepercayaan adalah kelemahan fatal. Takhta Iblis Tertinggi tidak butuh penguasa yang mudah ditipu."

Morax menyeringai dari balik bayangannya. "Potong kepalanya. Kita akan bawa jiwa Nirvana-nya untuk dipersembahkan kepada Leluhur."

Ye Sha memejamkan matanya, keputusasaan melandanya. Plakat giok yang ia hancurkan untuk memanggil Zhao Xuan sepertinya sia-sia. Bahkan jika Zhao Xuan datang, apa yang bisa dilakukan pemuda itu melawan dua ahli Nirvana?

Namun, tepat saat kapak Rakshasa mengayun turun untuk memenggal kepala Ye Sha...

ZRAAAAAAAAASH!

Sebuah sayatan dimensi hitam pekat pancaran murni dari Roda Bintang Ketujuh melesat membelah langit lembah! Sayatan ketiadaan itu menghantam kapak lava Rakshasa, menghancurkan senjata tingkat dewa itu menjadi serpihan debu dalam sekejap!

"Siapa di sana?!" raung Rakshasa, terhuyung mundur dengan mata membelalak ngeri melihat pusakanya musnah tanpa sisa.

Di atas tebing obsidian, dua sosok melangkah menembus kabut panas. Zhao Xuan berdiri dengan tangan di dalam saku jubah tempurnya, matanya memancarkan tujuh pusaran galaksi. Di sebelahnya, Long Chen memanggul pilar hitamnya, menyeringai dengan Niat Bertarung yang mendidih.

"Kalian terlalu banyak bicara untuk ukuran dua ekor babi yang akan segera disembelih," suara dingin Zhao Xuan bergema ke seluruh lembah, memancarkan Tirani Asura yang membuat rantai-rantai formasi di tubuh Ye Sha mulai bergetar.

Ye Sha mendongak. Matanya yang redup kembali menyala. "Z-Zhao Xuan..."

Long Chen meludah ke samping, otot perunggunya mengembang. "Dua ahli Nirvana, Rajaku. Tubuhku mungkin akan remuk lagi, tapi persetan! Darahku sudah terlalu lama tidak mendidih!"

Zhao Xuan tidak membuang waktu dengan kesombongan kosong. Ia tahu batasan ranahnya yang berada di Ascendant Awal, meski Roda Ketujuhnya memberikannya daya hancur konseptual. Ia langsung melesat turun ke lembah layaknya kilatan petir hitam, disusul oleh Long Chen.

"Seni Bintang Ketujuh: Pemutus Rantai Takdir!"

Zhao Xuan mengayunkan Belati Kembar Jiwanya, melepaskan gelombang ketiadaan yang secara spesifik menargetkan Formasi Pemakan Dewa yang mengikat Ye Sha.

KRAAAAAAK!

Rantai-rantai hijau beracun itu luruh menjadi debu abu-abu.

Ye Sha seketika terbebas! Kultivasi Nirvana Awal-nya yang sempat tertahan langsung meledak layaknya gunung berapi yang bangun dari tidurnya.

"Terima kasih," geram Ye Sha, matanya kini semerah darah memancarkan dendam kesumat. Ia menarik sisa tombaknya yang patah. "Hari ini, aku akan mencabik-cabik jiwa mereka!"

"Kita bunuh mereka bertiga!" raung Morax, mengubah tubuhnya menjadi ribuan bayangan mematikan yang melesat ke arah mereka.

Long Chen, dengan raungan naga surgawi, menerjang Rakshasa. Meski kalah ranah, fisik Long Chen yang tak masuk akal memaksanya bertukar pukulan brutal dengan Raja Iblis itu, menciptakan ledakan yang meruntuhkan tebing-tebing lembah.

Sementara itu, Zhao Xuan dan Ye Sha berkoordinasi dengan mematikan melawan Morax. Saat Morax mencoba menyerang Ye Sha dari dalam bayangan, Roda Ketiadaan Zhao Xuan menghisap dimensi bayangan itu sendiri, memaksa Morax keluar. Tepat pada detik Morax kehilangan keseimbangan, Tombak Ye Sha yang dilapisi Qi murni Nirvana menembus jantung Raja Iblis tersebut!

"Mati kau, Pengkhianat!" raung Ye Sha, meledakkan trisulanya di dalam dada Morax.

KABOOOOOM!

Raja Iblis Morax tewas seketika.

Di sisi lain, Zhao Xuan berteleportasi ke atas Rakshasa yang sedang sibuk memukul mundur Long Chen. Menggunakan sisa kekuatannya, Zhao Xuan melepaskan Titah Pemusnahan tepat ke arah Lautan Kesadaran Rakshasa, membuat iblis itu membeku sesaat. Long Chen tidak membuang kesempatan; ia menghantamkan pilar hitamnya tepat ke kepala Rakshasa, menghancurkannya layaknya semangka busuk!

Lembah itu kembali sunyi, hanya menyisakan deru napas ketiga petarung yang berdiri di atas genangan darah Raja Iblis.

Ye Sha menoleh ke arah Zhao Xuan, membungkuk dalam-dalam. "Kalian menyelamatkan nyawaku. Mulai hari ini, darah dan jiwaku adalah milikmu."

Zhao Xuan menyarungkan belatinya, menatap Ye Sha dengan tajam. "Simpan ucapan terima kasihmu. Berapa banyak faksi yang masih tersisa?"

Wajah Ye Sha menjadi sangat serius. "Masih ada empat Raja Iblis lain yang beraliansi. Dan yang terburuk... setiap faksi mereka didukung oleh leluhur kuno yang bersembunyi di pengasingan. Mereka adalah monster-monster tua tingkat Nirvana Puncak, dan salah satu dari mereka dirumorkan telah menyentuh batas God King."

Mendengar itu, Zhao Xuan terdiam sejenak. Roda pemikirannya berputar.

"Kultivasiku saat ini berada di Ascendant Awal," gumam Zhao Xuan. "Untuk melangkah ke Ascendant Menengah hingga menembus Nirvana, hukum alam di semesta ini menuntut sumber daya yang gila. Aku membutuhkan ratusan ribu, bahkan jutaan Giok Abadi Tingkat Puncak."

Long Chen mengusap darah di wajahnya. "Jadi, apa rencananya?"

"Rencananya adalah perang jangka panjang," ucap Zhao Xuan mutlak, matanya memancarkan ambisi tiran. "Petualangan kita di Alam Iblis ini tidak akan selesai dalam hitungan bulan. Kita akan menghabiskan berpuluh-puluh tahun di neraka ini. Kita akan menjarah setiap gudang harta dari empat Raja Iblis, membongkar pusaka rahasia mereka, dan mengumpulkan jutaan Giok Abadi."

Zhao Xuan menatap langit lava di atas mereka. "Di suatu tempat di alam ini, pasti ada anomali dimensi. Aku akan menggunakan waktu puluhan tahun ini untuk memurnikan kekuatan dan mencari cara membuka Roda Bintang Kedelapan ku. Saat Semua Roda Bintang ku terbuka sempurna... jangankan leluhur God King, seluruh Sembilan Surga pun akan berlutut."

Di Luar Dimensi Tiga Ribu Dunia – Void Sea (Lautan Ketiadaan).

Jauh dari hawa panas Alam Iblis, di sebuah perbatasan dimensi yang gelap, hampa, dan dipenuhi oleh puing-puing meteorit emas yang tak terhitung jumlahnya, sesosok anak kucing kecil berbulu sedang duduk dengan santai di atas sebuah meteorit.

Anak kucing itu terlihat sangat polos. Namun, di Lautan Ketiadaan yang bahkan seorang ahli Ascendant pun akan langsung menguap, anak kucing ini justru menjilati cakarnya dengan bosan.

Jika seseorang menggunakan Niat Kesadaran untuk memeriksanya, mereka hanya akan menemukan sebuah jurang ketiadaan yang tak berdasar. Ranahnya... telah menyentuh ambang Nirvana!

Namun, yang paling mengerikan adalah fakta bahwa anak kucing ini... adalah Paman dari sosok pemuda yang berdiri di sebelahnya.

Pemuda itu mengenakan jubah sutra putih bersih dengan ukiran bintang asing. Auranya setara dengan seorang ahli Nirvana Awal. Ia memegang sebuah kompas dimensi yang terus berputar tak terkendali.

"Paman..." suara pemuda itu sangat hormat. "Dimensi Tiga Ribu Dunia ini sangat rumit. Formasi pelindungnya telah diperkuat oleh hukum alam kuno. Aku kesulitan mengunci jejak Pangeran Bintang itu."

Kucing itu berhenti menjilati cakarnya. Matanya yang bulat berwarna hijau zamrud tiba-tiba berkilat, memancarkan resonansi hukum alam yang membuat seluruh meteorit emas di sekelilingnya hancur menjadi debu!

Pencerahan yang bocor dari mata kucing itu... adalah penindasan dari seorang penguasa mutlak... ranah yang tidak terlihat ujungnya, memancarkan kegelapan yang menyamai jurang seorang God King!

"Serangga fana yang bodoh," suara anak kucing itu terdengar langsung di dalam kepala pemuda itu, sangat dalam dan tua. "Pemuda itu... di tubuhnya mengalir Niat Tirani Asura yang sangat murni. Menarik."

Kucing itu mendengus pelan, menatap ke arah dimensi Tiga Ribu Dunia. "Jangan gunakan kompas bodohmu, Keponakanku. Aku tidak mencari Pangeran Bintang itu... Aku mencium aroma pewaris ketiadaan di Alam Dewa (Divine Realm). Seekor burung elang kecil yang baru saja lahir. Anak itu menyimpan sesuatu yang membahayakan garis keturunan semesta atas."

Kucing itu menjentikkan kaki depannya ke udara kosong.

SRAAAAASH!

Pusaran ketiadaan di Laut Ketiadaan robek secara absolut, memperlihatkan jalan pintas langsung menuju langit Alam Dewa, tepat menunjuk ke arah wilayah Klan Dewa Bintang!

"Ayo kita turun," titah sang Kucing-Paman. "Kita lihat seberapa tiran Klan Dewa Bintang itu dalam melindungi benih ini dari keagungan sejati luar dimensi."

Alam Dewa (Divine Realm) – Wilayah Inti Klan Dewa Bintang.

Di sebuah paviliun terapung yang dikelilingi oleh lautan awan spiritual dan pilar-pilar batu giok yang memancarkan cahaya konstelasi.

Di bawah naungan pohon suci yang daunnya berupa serpihan bintang, Xiao Mei sedang duduk di kursi goyang berbahan kayu gaharu kosmik, mengayunkan perlahan sebuah ranjang bayi.

Di dalam ranjang itu, tertidur damai Zhao Ying, yang kini telah berusia beberapa bulan. Wajahnya yang mungil sangat jelita, mewarisi kelembutan Xiao Mei dan ketegasan garis alis sang Tiran.

Bao Zhu, sang Rubah Surgawi sembilan ekor kecil, bergelung di kaki ranjang, mendengkur pelan menikmati kepadatan Qi murni Alam Dewa.

Tiba-tiba, mata bayi Zhao Ying yang tadinya tertutup rapat... perlahan terbuka.

Mata kecil itu tidak memancarkan kepolosan bayi, melainkan memancarkan pusaran hitam pekat ketiadaan yang sangat tipis. Zhao Ying mengepalkan tangan mungilnya, dan tanpa disadari, ruang spasial setingkat Alam Dewa di sekeliling kepalan tangannya bergetar pelan, menelan udara spiritual di sekitarnya ke dalam kehampaan kecil!

Bakat mengerikan yang diwarisi dari Zhao Xuan perlahan mulai terbangun, menembus segel yang ditanamkan ayahnya.

Bao Zhu tersentak bangun, Suaranya menggema panik di paviliun surgawi itu, merasakan bahaya mutlak yang mendadak turun dari langit Alam Dewa.

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!