NovelToon NovelToon
Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Pendamping Sakti / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Fantasi Wanita
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Turun dari langit bukan untuk jadi Dewi, tapi untuk jadi istrimu!"
​Demi kabur dari perjodohan Dewa Matahari, Alurra—bidadari cantik yang sedikit "gesrek"—nekat terjun ke bumi. Bukannya mendarat di istana, ia malah menemukan Nael Gianluca Ryker, pewaris tunggal yang sekarat dan kehilangan suaranya akibat trauma masa lalu.
​Bagi Alurra, Nael adalah mangsa sempurna. Tampan, kaya, dan yang paling penting: tidak bisa protes saat dipaksa jadi pangerannya!
​Nael yang dingin dan bisu mendadak pusing tujuh keliling. Bagaimana bisa bidadari penyelamatnya justru lebih agresif dari pembunuh bayaran? Ditolak malah makin menempel, diusir malah makin cinta.
​Dapatkah sihir bidadari bar-bar ini menyembuhkan luka bisu di hati Nael? Atau justru Nael yang akan menyerah pada "teror" cinta dari langit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: JARING PERAK DAN PENGKHIANATAN TERAKHIR

Suasana di markas besar Ryker Group masih mencekam meski Hadi telah diseret keluar oleh pihak keamanan. Nael berdiri di tengah ruang rapat, dikelilingi oleh para direksi yang kini menunduk tak berani menatap matanya. Wibawa Nael bukan lagi sekadar jabatan, melainkan kekuatan murni yang meledak setelah lima tahun terpendam dalam keheningan.

"Paman..." suara Nael tenang, namun dinginnya menusuk tulang. Ia menatap Paman tertuanya, Hendra Ryker, yang duduk mematung di pojok meja. "Jadi, selama ini kau adalah tangan di balik kemudi yang membunuh saudaramu sendiri?"

Hendra gemetar, keringat dingin membanjiri dahinya. "Nael, kau salah paham... Hadi itu pembohong! Dia hanya ingin memeras keluarga kita!"

"Bohong!" Alurra menyela, ia melangkah maju dengan mata ungu yang berkilat-kilat marah. "Aku bisa mencium bau busuk dari jantungmu, Paman Tua! Kabut hitam di sekitarmu sudah berbentuk rantai yang menyeretmu ke neraka!"

Nael mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Alurra tenang. Ia menatap Hendra dengan tatapan yang sangat dalam. "Aku punya bukti transfer bank dari akun rahasiamu ke rekening Hadi lima tahun lalu, Paman. Aku hanya menunggu suaraku kembali untuk mengucapkannya di depan semua orang. Hari ini, kekuasaanmu berakhir."

Nael menoleh ke arah tim legal yang sudah siap di pintu. "Bawa dia. Serahkan semua bukti pada kepolisian. Jangan ada yang terlewat."

Saat Hendra diseret keluar sambil berteriak histeris, Jayden yang tadinya terpojok tiba-tiba menghilang dari ruangan. Nael tidak menyadarinya karena ia terlalu fokus menenangkan emosinya yang meluap.

"Selesai, Nael," bisik Alurra, ia memegang tangan Nael yang masih bergetar. "Kau sudah menang. Pangeranku sudah menjadi raja sekarang."

Nael menatap Alurra, lalu tersenyum tipis. "Belum, Alurra. Tanpamu, aku masih akan terjebak di dalam api itu. Terima kasih."

...****************...

DI PARKIRAN BAWAH TANAH

Namun, kemenangan itu hanya bertahan sesaat. Saat Nael dan Alurra berjalan menuju mobil di parkiran bawah tanah yang sepi, bulu kuduk Alurra mendadak berdiri.

"Nael, berhenti!" teriak Alurra.

Tiba-tiba, dari balik pilar beton, Jayden muncul dengan wajah yang benar-benar gila. Ia tidak sendiri. Di sampingnya, Ki Gendeng memegang sebuah jaring raksasa yang terbuat dari jalinan benang perak murni yang telah direndam dalam darah gagak hitam.

"Kau pikir kau sudah menang, Nael?!" teriak Jayden, suaranya bergema di parkiran yang luas. "Kau mengambil perusahaanku, kau mempermalukanku! Sekarang, aku akan mengambil apa yang paling kau cintai!"

"Jayden, hentikan! Kau sudah kalah!" bentak Nael, ia mencoba melindungi Alurra di belakang punggungnya.

"Kalah? Tidak sebelum jalang sihirmu ini lenyap!" Jayden memberi kode pada Ki Gendeng.

Ki Gendeng merapalkan mantra dengan cepat. "Jaring Perak Langit Gelap... Ikatlah Cahaya yang tak berhak ada di Bumi!"

Jaring itu meluncur dengan kecepatan cahaya. Alurra mencoba menjentikkan jarinya untuk memanggil petir, namun anehnya, tidak ada percikan api yang keluar.

"Nael! Sihirku... sihirku tidak bekerja!" seru Alurra panik. "Perak itu... itu perak kutukan!"

Jaring perak itu menghantam tubuh Alurra, melilitnya dengan sangat kuat. Alurra menjerit kesakitan saat benang-benang perak itu membakar kulit bidadarinya, mengeluarkan asap putih yang harum namun menyiksa.

"ALURRA!" Nael menerjang, mencoba merobek jaring itu dengan tangan kosong. Namun, setiap kali tangannya menyentuh jaring tersebut, ia terpental oleh energi gelap yang sangat kuat.

"Hahaha! Jangan coba-coba, Nael!" Jayden berlari maju dan memukul tengkuk Nael dengan gagang pistol, membuat Nael terjatuh lemas di lantai semen. "Bawa wanita ini ke mobil! Kita akan menjualnya pada kolektor benda antik supranatural di luar negeri. Dia akan menjadi pajangan abadi!"

Nael mencoba bangkit, pandangannya kabur. Ia melihat Alurra yang mulai melemas di dalam jaring, matanya yang ungu meredup menatap Nael dengan pilu.

"Nael... larilah..." bisik Alurra pelan, tenaganya terkuras habis oleh jaring perak itu.

"TIDAK! JANGAN BAWA DIA!" Nael berteriak, suaranya parau. Ia merangkak, mencoba menggapai ujung gaun Alurra, namun mobil van hitam milik Jayden sudah menderu pergi meninggalkan parkiran.

Nael memukul lantai semen dengan tinjunya hingga berdarah. Suara yang baru saja ia temukan kini hanya bisa digunakan untuk meneriakkan nama bidadarinya dalam keputusasaan yang mendalam.

"Alurra... aku tidak akan membiarkanmu pergi..."

Nael bangkit dengan sisa tenaganya. Matanya tidak lagi menunjukkan kesedihan, melainkan kegelapan yang murni. Ia merogoh ponselnya, bukan untuk mengetik pesan cinta, melainkan untuk menghubungi unit keamanan bayangan Ryker Group yang selama ini ia sembunyikan.

"Cari mobil itu," suara Nael terdengar seperti malaikat maut di telepon. "Tutup semua akses keluar Jakarta. Jika ada satu helai pun rambutnya yang hilang... aku akan memastikan Jayden memohon untuk mati."

Perang sesungguhnya baru saja dimulai. Dan kali ini, sang CEO tidak akan bermain dengan aturan manusia.

...****************...

1
umie chaby_ba
mari kita coba
Ariska Kamisa
semoga kalian bisa menikmati nya juga...
Aldah Karisa
semangat thorr... aku suka gaya bahasamu. 👍
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
wow hebat jugaa
Aldah Karisa
termasuk cerita fiksi yang bikin kita membayangkan jauh ga sih... dengan adanya dewa matahari dewa langit... dan ini cinta dua dunia .. berharap happy ending yaaa... suka takut kalo cinta beda dunia... dan semoga Nael ini bisa sembuh dan mau bicara lagi....
aku suka namanya Nael ....
Aldah Karisa
bidadari genit parah
Aldah Karisa
kenapa nael bisa bisu
Aldah Karisa
ini bidadari nya ga pake selendang??? 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!