NovelToon NovelToon
Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri

Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.

Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.

Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.

Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.

Mereka salah.

Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.

Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Palung Tangis sang Dewi

...Bab 30: Palung Tangis sang Dewi...

Langkah kaki Han Xuan bergema di lorong bawah tanah yang dipahat dari kristal es purba. Setiap langkah yang ia ambil meninggalkan jejak uap perak yang langsung membeku di udara. Di belakangnya, Master Agung Xue Ren dan para tetua yang tersisa tidak berani mengikuti. Mereka hanya berdiri di depan pintu masuk makam dengan wajah pucat, menyadari bahwa otoritas atas sekte mereka telah berpindah tangan secara paksa kepada pemuda berambut putih ini

Wanita transparan yang mengaku sebagai fragmen kesadaran Yue Ling melayang di depan Han Xuan. Tubuhnya yang semi-nyata memancarkan cahaya biru pucat yang menjadi satu-satunya sumber penerangan di lorong yang semakin menyempit dan menurun tajam menuju jantung gunung. Suhu di sini telah melewati batas logika kultivasi; jika bukan karena Void-Thundering Sovereign Body milik Han Xuan, sel-sel tubuhnya pasti sudah meledak karena pembekuan instan

"Tempat ini disebut Palung Tangis," suara wanita itu terdengar bergema, memantul di dinding kristal. "Sepuluh ribu tahun lalu, saat Yue Ling jatuh, ia tidak langsung mati. Ia menghabiskan sisa energinya untuk membangun penjara bagi rasa sakitnya sendiri. Kau mencari kekuatan, Han Xuan, tapi apakah kau siap menanggung beban dari ingatan yang menolak untuk padam?"

Han Xuan tidak menjawab. Matanya yang memiliki pupil ganda tetap fokus pada kegelapan di depan. Ia bisa merasakan tarikan yang luar biasa kuat dari arah bawah—sebuah tarikan yang membuat Inti Dunia di dalam dadanya bergetar hebat. Han Zhao di dalam jiwanya juga terdiam, tampak terintimidasi oleh kemurnian energi yang ada di tempat ini

Setelah menempuh perjalanan yang terasa seperti ribuan mil ke dalam perut bumi, lorong itu berakhir di sebuah ruang terbuka yang sangat luas. Ruangan itu berbentuk kubah raksasa yang seluruh dindingnya tertutup oleh kristal-cahaya yang berdenyut lambat seperti jantung yang sedang berdetak. Di tengah ruangan tersebut, terdapat sebuah danau kecil berisi cairan perak yang kental, dan di atas danau itu melayang sebuah bongkahan kristal berbentuk jantung manusia yang memancarkan cahaya yang sanggup membutakan mata fana

Itulah Jantung Yue Ling, esensi murni dari seorang dewi yang jatuh

"Indah, bukan?" wanita itu berbalik menatap Han Xuan. "Ini adalah sumber dari seluruh kehidupan di Tanah Beku. Namun, ia juga merupakan bom waktu. Jika ia tidak segera menemukan wadah yang tepat untuk menyerap kelebihannya, esensi ini akan meledak dan mengubah seluruh Benua Cangyuan menjadi gurun es abadi dalam satu malam"

Han Xuan berjalan mendekati pinggir danau perak tersebut. Ia bisa merasakan tekanan hukum yang luar biasa. Ini bukan lagi tingkat Spirit Severing atau Void Trekking; ini adalah tingkat Godhood yang meski sudah redup, tetap memiliki otoritas di atas segala hukum dunia rendah

"Kenapa aku?" tanya Han Xuan datar. "Kau memiliki ribuan murid di atas sana yang menyembahmu selama berabad-abad"

Wanita itu tertawa sedih. "Mereka? Mereka hanya melihat kekuatan ini sebagai senjata. Mereka tidak memiliki 'kehampaan' yang cukup besar untuk menampung rasa sakit Yue Ling. Jika mereka mencoba menyentuh jantung ini, mereka akan hancur dalam hitungan detik. Tapi kau... kau membawa Hukum Nihilitas dan Hukum Devour. Kau adalah lubang hitam yang sanggup menelan segalanya tanpa meledak"

Han Xuan menatap pantulan dirinya di danau perak tersebut. Wajahnya tampak lebih tua, lebih letih, dan lebih dingin. Ia menyadari bahwa perjalanannya sejak dari Kota Azure hingga ke titik ini seolah-olah telah diatur oleh tangan takdir yang tak terlihat. Ia bukan hanya seorang pengembara; ia adalah pemulung dari sisa-sisa kegagalan para dewa

"Jika aku menyerap ini, apa harganya?" tanya Han Xuan

"Kau akan kehilangan sebagian dari kemanusiaanmu yang tersisa," jawab fragmen Yue Ling dengan jujur. "Emosimu akan menjadi sedingin es di sekitarmu. Kau akan menjadi penjaga abadi bagi tanah ini, atau kau akan menjadi musuh utama bagi mereka yang berada di Alam Atas yang tidak ingin melihat dewi ini bangkit kembali dalam bentuk apa pun"

Han Xuan terdiam sejenak. Ia teringat pada Wei yang terluka demi melindunginya, dan Xiao Mei yang menangis ketakutan. Jika ia ingin melindungi mereka di dunia yang semakin gila ini, ia tidak bisa tetap menjadi "manusia". Ia harus menjadi sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang ditakuti oleh para dewa itu sendiri

"Aku sudah tidak punya banyak kemanusiaan untuk diserahkan," ucap Han Xuan.

Ia melangkah masuk ke dalam danau perak tersebut. Cairan itu terasa seperti logam cair yang dingin, merambat naik ke kakinya dan menyusup ke dalam setiap pori-porinya. Jantung Yue Ling yang melayang di udara mulai berputar cepat, merespon kehadiran Hukum Devour yang mulai dilepaskan Han Xuan

Proses penyerapan dimulai. Namun, ini tidak seperti saat ia menelan Inti Dunia yang bersifat kasar. Penyerapan Jantung Dewi adalah proses penyatuan jiwa yang sangat intim dan menyakitkan. Han Xuan dipaksa untuk melihat seluruh kehidupan Yue Ling—dari saat ia diciptakan dari cahaya bintang, hingga saat ia melihat pengkhianatan dari dewa-dewa lain yang membuatnya jatuh ke bumi

Di dalam batinnya, nggcclkllllllllHan Xuan meraung. Rasa sakit dari sepuluh ribu tahun kesepian menghantam jiwanya. Han Zhao mencoba mengambil kesempatan ini untuk memberontak, namun ia pun langsung ditekan oleh energi suci dari Yue Ling. Mereka bertiga Han Xuan, Han Zhao, dan esensi Yue Ling mulai melebur menjadi satu entitas baru di dalam wadah tubuh Han Xuan

[Hukum Nihilitas berevolusi menjadi: Frost-Void Law]

[Basis Kultivasi meningkat pesat...]

Di luar gunung, seluruh wilayah The Frozen Wasteland of Gods mengalami gempa hebat. Lonceng-lonceng di menara es berbunyi tanpa ada yang memukulnya. Langit ungu gelap mendadak terbelah oleh cahaya perak yang memancar dari puncak Pegunungan Air Mata, menembus kabut dan terlihat hingga ke benua-benua tetangga

Xue Ren jatuh berlutut di luar makam. "Dia... dia benar-benar melakukannya. Dia menelan tangisan dewi..."

Setelah waktu yang terasa seperti selamanya, cahaya di dalam makam mulai meredup. Danau perak itu kini kering kerontang. Jantung yang melayang tadi telah lenyap. Yang tersisa hanyalah Han Xuan yang berdiri di tengah ruangan yang kini dipenuhi oleh retakan es

Penampilannya telah berubah sekali lagi. Rambut putihnya kini memiliki gurat-gurat perak yang bercahaya redup. Matanya tidak lagi memiliki pupil ganda yang bergetar; kini matanya adalah dua kristal perak yang jernih dengan kedalaman yang tak terbatas. Kulitnya memancarkan aura dingin yang begitu kuat hingga ruang di sekitarnya tampak membeku dan pecah secara terus-menerus

[Realm: Spirit Severing(Nascent Soul,)- Tahap 1 Awal]

Han Xuan telah melompati seluruh batasan besar dari Core Condensation langsung menuju Spirit Severing. Namun, ini bukan Spirit Severing biasa. Ia telah memotong "kemanusiaannya" dan menggantinya dengan "keilahian" yang dingin

Ia mengangkat tangannya, dan sebuah pedang yang terbuat dari es transparan namun dialiri kilat ungu muncul di genggamannya. Pedang itu tidak memiliki berat, namun ia memiliki berat dari seluruh sejarah tanah ini

"Terima kasih, Yue Ling," ucap Han Xuan. Suaranya kini tidak lagi memiliki gema ganda dari Han Zhao. Saudaranya itu kini telah sepenuhnya tersegel di dalam lapisan es abadi di dasar jiwanya, menjadi bagian dari kekuatannya tanpa bisa lagi memprotes

Fragmen kesadaran wanita itu tersenyum tipis sebelum akhirnya perlahan menghilang. "Gunakan kekuatan ini untuk menjaga apa yang berharga bagimu, Han Xuan. Dan ingatlah... saat kau merasa terlalu dingin, carilah kehangatan dari mereka yang kau lindungi. Jangan sampai kau menjadi es yang tidak bisa mencair lagi"

Wanita itu lenyap sepenuhnya. Han Xuan berdiri sendirian di makam yang sunyi tersebut. Ia menutup matanya, dan dengan indra barunya, ia bisa merasakan setiap inci dari wilayah utara ini. Ia melihat Wei dan Xiao Mei yang sedang beristirahat di bawah perlindungan segelnya. Ia juga melihat kapal-kapal dari Pemburu Bintang yang mulai bergerak menuju posisinya karena ledakan energi tadi

"Mereka datang," gumam Han Xuan.

Ia tidak merasa takut. Ia justru merasakan sebuah ketenangan yang mematikan. Dengan satu pemikiran, tubuhnya menghilang dari makam tersebut dan muncul kembali di atas puncak tertinggi Pegunungan Air Mata, berdiri tegak menghadap cakrawala di mana armada musuh mulai terlihat

Babak pertama dari petualangannya di Tanah Beku telah usai. Kini, ia bukan lagi seorang pengungsi dari Benua Cangyuan. Ia adalah The Frost-Sovereign, dan siapapun yang berani mengganggu kedamaian wilayahnya akan merasakan dinginnya ketiadaan yang sesungguhnya

Di kejauhan, di atas salah satu kapal terbang raksasa dari Benua Matahari Terbenam, seorang pria dengan zirah emas menatap ke arah puncak gunung menggunakan teleskop sihir. "Energi itu... itu bukan Inti Dunia biasa. Itu adalah otoritas dewa yang telah bangkit. Perintahkan seluruh armada untuk siaga penuh. Kita tidak sedang berburu serangga lagi. Kita sedang berburu seorang penguasa"

Pertempuran besar yang akan menentukan nasib wilayah utara baru saja akan dimulai, dan Han Xuan berdiri di garis depan dengan pedang es di tangannya, siap menuliskan sejarah baru dengan darah para penjajah

<>Cerita Bersambung

...----------------...

Kultivasi Dunia Hei Ying Tun Tian (20 Realm) dan Sub Tingkatan (1-9)

Mortal Tempering Realm

Qi Awakening Realm

Meridian Forging Realm

Spirit Foundation Realm

Core Condensation Realm

Nascent Soul Realm - (Kultivasi MC Saat ini)

Soul Refinement Realm

Domain Manifestation Realm

Law Comprehension Realm

Half-Step Ascendant Realm

Heaven Tribulation Realm

Void Walking Realm

Immortal Flesh Realm

Celestial Sovereign Realm

Dao Fusion Realm

Law Devouring Realm

Heaven Defying Realm

Eternal Paragon Realm

World Shaper Realm

Transcendent Tyrant Realm

Dari terendah (atas)↑ ke tertinggi (bawah)↓

1
johanes ronald
idenya bagus sekali, dia ahli perang yg aesungguhnya
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasihh 🔥😄
total 1 replies
johanes ronald
balonku ada 5 ya? 🤣🤣🤣
cimownim
waah bagus ka ceritanya😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥 jadi semangat nih😄
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
btw bisa kali Like sama Koment🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Inspirasi Novel Dari > Reverend Insanity (Fang Yuan), The Villain Of Destiny (Gu Change), Myst, Might, Mayhem / Legend Of Heavenly Chaos Demon (Cheon Ma), ada lagi tapi malas nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!