NovelToon NovelToon
Di Manja Suami Om-Om

Di Manja Suami Om-Om

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta setelah menikah / Cintamanis
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erunisa

Nara tak pernah membayangkan hidupnya berubah jauh. Dari gadis yang diremehkan karena nilai akademik, kini ia menjadi istri pria mapan yang usianya terpaut jauh darinya.
Arkan, sosok dingin dan misterius, justru memanjakan Nara tanpa syarat. Namun menikah bukan akhir perjuangan, kelas sosial, tekanan keluarga, dan mimpi Nara yang belum selesai menjadi ujian terbesar.
Apakah Nara hanya akan menjadi istri yang dimanja, atau perempuan yang tetap berdiri dengan mimpinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erunisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Nara tidak bisa memungkiri, ada kepuasan kecil saat melihat wajah Karina memucat sebelum pergi dari rumahnya.

Bukan karena Nara menikmati penderitaan orang lain. Tapi karena cinta bertepuk sebelah tangan bukan salahnya, semuanya permainan takdir.

“Cara kamu jadi pelakor kurang canggih. Mengaku hamil tiba-tiba? Membawa foto editan?" Nara berbicara sendiri.

"Itu terlalu klasik. Terlalu mudah ditebak. Dunia sudah berubah. Permainan seperti itu justru terlihat permainan lama, memangnya proses bikin anak itu mudah? Harus lepas celana..tapi ya sudahlah, kamu sudah kalah." Nara berbicara dengan dirinya sendiri.

Namun kepuasan yang baru saja Nara dapatkan tidak membuat Nara lengah. Nara tahu, perempuan yang ambisinya terluka bisa saja lebih berbahaya. Dan Nara harus siap dengan kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi.

Ponsel dalam genggaman Nara tiba-tiba berdering. Membuyarkan lamunan Nara. Nama yang muncul di layar membuat wajah Nara langsung cerah. "Ibu mertua."

“Iya, Bu!” jawab Nara dengan suara ceria.

Di ujung sana, suara Indah terdengar bersemangat.

“Nara, dekorasi sudah hampir selesai. Ibu baru dari venue. Cantik sekali! Gaun kamu juga sudah final fitting. Tinggal sedikit penyesuaian.”

Nara tersenyum lebar, dan kemudian duduk kembali di sofa.

“Serius, Bu?”

“Serius. Ini sudah 98% siap. Ibu mau kamu jadi pengantin paling bersinar.”

Hati Nara menghangat. Di tengah badai yang sempat mengguncang, ada seseorang yang tulus menyiapkan kebahagiaannya.

Indah bahkan terdengar seperti ibu kandung yang bangga.

“Kamu tidak perlu pusing apa-apa. Fokus bahagia saja,” lanjut Indah.

Kalimat itu membuat dada Nara terasa penuh. Beberapa jam lalu ia masih menghadapi fitnah dan kebohongan. Sekarang, ia mendengar kabar bahwa resepsinya hampir sempurna. Kontras yang aneh, tapi indah.

“Terima kasih, Bu,” ucap Nara tulus.

Setelah panggilan berakhir, Nara memandangi ruang tamu yang tadi menjadi saksi konfrontasinya dengan Karina.

Hidupnya memang tidak sepenuhnya mulus, Ada iri. Ada fitnah. Ada ujian. Tapi ada juga cinta. Ada dukungan. Ada keberuntungan yang tidak Nara sia-siakan.

Nara tersenyum kecil pada dirinya sendiri. "Mungkin benar, nasib baik membawaku ke posisi ini. Namun bertahan di posisi ini butuh keberanian, kecerdasan, dan hati yang kuat. Aku tahu, badai rumah tangga ini pasti bukan cuma Karina, tapi aku akan mempertahankan keberuntunganku ini." kata Nara dengan tekad yang kuat.

Dan saat itu, Nara benar-benar merasa, Ia bukan sekadar beruntung. Ia memang pantas bahagia.

***

Nara berdiri lama di depan cermin.

Gaun putih dengan detail halus membalut tubuhnya sempurna. Potongannya elegan, tidak berlebihan, tapi jelas menunjukkan kelas. Rambutnya sudah ditata untuk gladi bersih, dan untuk sesaat Nara hampir tidak mengenali dirinya sendiri.

“Ini aku…” bisik Nara pelan.

Besok, gaun yang digunakan Nara akan menemaninya di resepsi besar keluarga Arkan. Resepsi yang dipersiapkan hampir tanpa cela.

Semua sudah direncanakan rapi. Libur kuliah Nara sudah diagendakan jauh-jauh hari untuk resepsi dan langsung disambung honeymoon. Itu semua ide Arkan. Bahkan jadwalnya sudah disinkronkan dengan pekerjaan supaya mereka bisa benar-benar menikmati waktu bersama.

Keluarga Nara dari kampung pun tidak perlu khawatir. Mereka akan dijemput khusus, diinapkan di hotel yang nyaman. Semua sudah diatur oleh Indah dengan detail yang membuat Nara terharu.

Tidak ada yang setengah-setengah. Semua terasa seperti mimpi yang disusun dengan sangat serius.

Nara menyentuh kain gaunnya perlahan. Kemarin ia hanya gadis sederhana. Bahkan sempat bekerja membantu di rumah besar milik Arkan. Tidak pernah terlintas di benak Nara bahwa suatu hari ia akan berdiri sebagai nyonya rumah, mengenakan gaun mahal, menjadi pusat perhatian ratusan tamu. Nara merasa sangat terharu dengan nasibnya sendiri.

Namun di sudut kota yang sama, seseorang sedang menyusun rencana berbeda. Karina belum menyerah. Gagal dengan fitnah kehamilan. Gagal dengan foto editan.

Sekarang Karina ingin menyerang dari sisi lain. Bukan dengan kebohongan. Tapi dengan penghinaan.

Karina tahu satu kelemahan yang bisa ia gunakan yaitu latar belakang Nara.

Gadis kampung. Tidak setara. Tidak satu level.

Karina yakin, kedatangan keluarga Nara akan sangat terlihat kontras dengan keluarga Arkan, relasi bisnis Arkan dan juga tamu-tamu Arkan yang lain. Dan ini akan Karin gunakan untuk mempermalukan Nara.

Karina mulai menghubungi beberapa kenalan media dan rekan sesama influencer. Ia menyebarkan narasi halus, bahwa istri Arkan bukan dari kalangan yang pantas. Bahwa keluarga besar Arkan terlalu tinggi untuk menerima seseorang seperti Nara.

Karina ingin publik yang menjatuhkan Nara. Dan terlihat itu semua memang asumsi publik, bukan Karin penyebabnya.

Kembali ke Nara yang masih memandangi bayangannya sendiri.

“Apa aku benar-benar pantas?” pertanyaan itu muncul tiba-tiba, dan sangat manusiawi.

Nara ingat masa kecilnya. Rumah sederhana. Orang tua yang bekerja keras. Pendidikan yang ia perjuangkan sendiri. Ia memang bukan dari keluarga konglomerat. Ia bukan sosialita. Ia bukan influencer dengan jutaan pengikut.

Tapi Nara tahu satu hal yang pasti yaitu Arkan memilihnya. Dan pilihan itu bukan karena kasihan. Bukan karena kebetulan. Melainkan karena Arkan melihat sesuatu yang orang lain mungkin tidak peduli untuk lihat yang ada pada Nara.

Nara mengangkat dagunya sedikit. Nara ingat dengan Karin, "Jika Karina ingin membuktikan bahwa aku tidak pantas, maka aku akan membuktikan sebaliknya." kata Nara dengan yakin, karena sebenarnya Nara juga berusaha memantaskan diri.

Bukan dengan kesombongan. Bukan dengan harta. Tapi dengan sikap.

Karena menurut Nara, menjadi setara bukan soal asal-usul. Melainkan tentang bagaimana seseorang membawa dirinya. Dan besok, di resepsi megah miliknya, Nara tidak hanya akan berdiri sebagai istri Arkan.

Nara akan berdiri sebagai perempuan yang tahu nilai dirinya sendiri. Apalagi gaun yang Nara pakai juga hasil desainnya sendiri.

"Sayang." tiba-tiba Arkan memeluk Nara dari belakang.

Nara tersenyum, suaminya selalu manja kalau padanya, bahkan sikap dingin yang di tunjukkan di kantor, langsung hilang ketika bersama Nara, tadinya Nara pikir menikah dengan om-om akan sedikit kaku, tapi meskipun Arkan kurang peka terhadap hal-hal romantis, tapi Arkan tetap saja manja.

"Kamu cantik banget." kata Arkan.

"Terima kasih." jawab Nara.

Arkan tersenyum dan kemudian mencium pipi Nara, Arkan merasa gemas sendiri, dan tidak menyangka akan jatuh cinta dengan gadis kecil yang datang ke rumahnya dengan ransel lusuh.

"Besok acaranya sampai jam berapa sayang?" tanya Nara.

"Engga tahu, ibu semua yang atur." jawab Arkan yang sebetulnya merasa tidak perlu pesta besar, tapi demi keinginan orang tua, Arkan terpaksa menurut.

"Padahal pengennya besok langsung honeymoon saja." kata Arkan sambil meletakan dagunya di pundak Nara.

Tiba-tiba sebuah benda keras mengenai kepala Arkan dan ternyata sebuah kipas tangan yang dilempar oleh Indah.

"Aww, ibu.." keluh Arkan.

"Minggir kamu, apa-apaaan kamu ini, rusak nanti gaunnya." kata Indah yang langsung membuat Arkan manyun.

"Ini istriku Bu." kata Arkan.

"Menantu ibu." Indah tidak mau kalah.

Nara tersenyum, salah satu ketakutannya mendapatkan mertua jahat, ternyata tidak terjadi, malah sebaliknya, Nara mendapatkan mertua yang sangat baik.

1
Mita Paramita
hempaskan pelakor 🤣🤣🤣
Drama Queen
lanjut
piah Hasan
1001 ya cara pwrempuan mau jadi pelakor..
Uthie
keep dulu ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!