Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Aldi, Ilham dan Nara.
Sebulan setelah mamanya Aldi pulang dari rumah sakit, kinan dia akhirnya bisa santai karena sang mama sudah sembuh. Hari ini Kinan ingin ingin mengajak Lia untuk jalan ke mall sekalian ada barang yang ingin dia beli. Kinan sudah bersiap dengan penampilannya yang sederhana. Kinan pun menuruni tangga dan sebelum berangkat dia pamitan ke pada sang mama.
"Ma, " panggil Kinan sambil membuka pintu kamar sang mama.
"Ada Kinan? " tanya sang mama.
Kinan pun melangkah mendekati sang mama ya g sedang beristirahat.
"Kinan mau pamit buat jemput Lia, tapi Kinan mau beli sesuatu ulu jadi pulangnya sedikit terlambat, " jawab Kinan.
"Ya sudah gak apa-apa, " balas sang mama.
"Mama mau nitip apa?, siapa tau ada yang mau mama beli, " tanya Kinan.
"Gak usah, kamu gak usah buru-buru pulang, gak usah khawatirkan mama. Yang tenang belanjanya, " ujar sang mama yang mengerti Kinan karena hampir satu bulan Kinan selalu menemaninya dan merawat dirinya.
"Kinan pasti langsung pulang kok ma kalau barang yang Kinan butuhkan sudah Kinan dapat kan, " balas Kinan.
Kinan pun berdiri lalu dia langsung pamit dan meninggalkan sang mama. Tujuan Kinan yang pertama menjemput sang anak dan tibanya di sekolah Kinan tak butuh waktu lama karena Lia sudah pulang.
"Kok mama yang jemput? "tanya Lia saat melihat sang mama.
" Mama maj ajak Lia jalan-jalan ke mall, "jawab Kinan dan Lia pun langsung senang.
" Asik, Lia pengen beli buku boleh ma? "tanya Lia karena Lia paling senang membaca dan sekarang dia sedang senang membaca novel.
" Boleh sayang, "jawab Kinan sambil tersenyum.
Kinan dan Lia pun naik ke mobil dengan lalu sang sopir langsung tancap gas menuju tempat yang Kinan tuju.Tak butuh waktu lama mereka pun tiba dan langsung turun.
" Pak, bapak pulang saja! "titah Kinan pada sang sopir.
" Oh baik non, "jawab sang sopir lalu meninggalkan Kinan dan Lia.
Mereka pun masuk dan berkeliling mencari barang yang di butuhkan Kinan, setelah di dapat barulah Kinan mengikuti mau nya Lia yaitu ke toko buku. Kinan mengirim pesan pada Aldi sang suami memberitahu jika dirinya sedang berada di mall.
"Mama, Lia udah dapat bukunya, " panggil Lia sambil menu bukan bukunya.
"Udah ini aja?, " tanya Kinan.
"Ya ma ini saja dulu, yang lainnya belum ada, " jawab Lia.
"Ya sudah ayo bayar dulu, " ajak Kinan dan Lia pun mengangguk.
Setelah di bayar tujuan mereka sekarang tempat makan karena Lia sudah merasa lapar. Namun saat sedang mencari tempat makan tiba-tiba ponsel Kinan berdering ternyata itu panggilan dari Aldi yang memberitahu jika dirinya sedang berada di luar dan dekat dengan tempat Kinan jadi Aldi minta Kinan untuk menunggunya biar sekalian pulang.
"Papa bilang apa ma? " tanya Lia setelah Kinan mematikan panggilan telponnya.
"Papa nyuruh kita nunggu dia, papa mau jemput kita, " jawab Kinan.
"Ma, kita makan disitu aja, " tunjuk Lia pada salah satu tempat makan.
"Ya udah ayo masuk, " ajak Kinan dan mereka pun langsung masuk ke restoran itu.
Saat Kinan sedang sedang mencari tempat duduk tiba-tiba ada yang memanggil namanya. Kinan pun mencari orang yang memanggil nama dan ternyata itu Nara.
"Mbak Nara, " ucap Kinan kaget.
"Mau makan kami? " tanya Nara dan Kinan pun mengangguk.
"Ya udah duduk sini aja, biar sekalian, " pinta Nara dan Kinan pun melirik Ilham suami Nara.
"Udah bareng aja, lagian kita juga baru datang kok, " ucap Ilham yang mengerti lirikan Kinan.
Akhirnya Kinan pun duduk bersama mereka dan memesan makan. Setelah makan datang Kinan pun menanyakan posisi Aldi masih dimana dan ternyata masih di jalan.
"Mbak maaf ya acara tempo hari aku batalin karena mertua ku sakit, " ucap Kinan meminta maaf atas rencana mereka makan satu bulan lalu.
"Udah gak usah minta maaf, lagian aku ngerti kok" balas Nara sambil menepuk pundak Kinan.
"Iya santai aja, mungkin belum jodohnya aku ketemu suami kamu, " lanjut Nara dan Kinan pun tersenyum.
Mereka pun makan sambil berbincang sampai tiba-tiba Lia memberitahu Kinan jika Aldi sudah datang.
"itu papa, " beritahu Lia membuat Kinan melihat ke arah tunjuk Lia.
Nara dan Ilham mereka langsung melihat ke belakang dan saat tau siapa yang berjalan ke arah mereka Ilham dia langsung berdiri sedangkan Nara dia kaget melihat pria yang di panggil Lia papa ternyata mantan suaminya.
Aldi yang melangkah mendekati Kinan sempat kaget dan berhenti melangkah saat melihat Kinan bersama Nara dan Ilham. Namun Aldi dia melanjutkan langkahnya karena apa pun yang terjadi dia harus menghadapinya. Namun belum sempat mendekat Ilham sudah menghampirinya dan menariknya keluar dari restoran itu ke tempat sepi. Lia yang melihat itu langsung mengejar Ilham dan Aldi. Nara dia hanya diam saja karena dia teringat dengan kejadian sepuluh tahun lalu.
Ilham tanpa basa basi dia langsung melayangkan tinjunya ke wajah Aldi. Aldi dia hanya diam saja karena dia sadar diri.
"Akhirnya gue bisa ketemu lo, sudah lama gue menantikan hari ini, " teriak Ilham.
Aldi dia hanya diam saja menerima setiap pukulan Ilham. Kinan yang melihat itu langsung mendekat dan menghentikan Ilham.
"Kenapa bang Ilham pukul bang Aldi? " tanya Kinan.
"Kamu tanya dia, " jawab Ilham masih dengan nada kesel.
Kinan melirik Aldi namun Aldi diam saja.
"Ada apa sebenarnya bang? " tanya Kinan.
"Dia mantan suami ku yang pernah aku ceritakan sama kamu dulu, " beritahu Nara tiba-tiba membuat Kinan kaget.
"Jadi wanita yang dulu menikah dengan kamu itu mbak Nara? " tanya Kinan lirih.
"Papa, " teriak Lia saat melihat Aldi babak belur.
"Om Ilham kenapa pukul papa? " tanya Kinan melirik Ilham.
"Papa kamu pantas mendapatkan itu semua, kalau bisa lebih baik dia mati, " jawab Ilham sarkas.
"Jangan om, Lia gak mau kehilangan papa lagi. Lia baru punya papa, " ujar Lia.
Aldi dia hanya terdiam mendengar ucapan Lia.
"Dia gak pantas buat kamu Kinan, " ucap Ilham.
"Dia pria brengsek yang gak pantas hidup, " lanjut Ilham.
"Bunda, " panggil anaknya Ilham karena melihat Nara tiba-tiba pingsan.
Semua orang melirik ke arah Nara.
"Sayang, " teriak Ilham lalu berlari ke arah Nara.
Ilham langsung menggendong Nara dan sebelum pergi dia berkata, "kalau bukan anak lo, lo udah gue habisi, ".Ilham pun langsung pergi.
Kinan dia hanya terdiam begitu pun Aldi yang tidak bisa menjelaskan apa-apa.
" Ayo Lia, "ucap Kinan sambil menarik Lia pergi dan Aldi dia hanya bisa diam membiarkan Kinan pergi.
Kinan berjalan dengan hati sakit dan kecewa saat mengetahui semua nya. Lia dia hanya bisa diam karena tidak mengerti apa yang terjadi.