NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"iya-iya Aruna keluar iya," kata Aruna yang kemudian berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan keluar dari kamar Erlan.

Malam harinya. "Kok mama belum pulang ya? Kak Hana juga di telponin gak di angkat," kata Aruna sambil mondar mandir di depan pintu rumah menunggu kepulangan sang mama terlihat sangat khawatir.

"Nona, sebaiknya nona masuk ke dalam, cuaca sangat tidak bagus," kata salah seorang maid yang saat ini menghampiri Aruna.

"Gak bi, aku gak mau, mama belum pulang," kata Aruna tidak ingin masuk ke dalam rumah karena sang mama tak kunjung pulang.

"Tapi non ..." sang maid tak bisa berkata apa-apa saat melihat Erlan menghampiri mereka dan memberikan kode agar sang Maid segera pergi. Sang Maid yang mengerti pun kemudian berjalan pergi meninggalkan Aruna.

"Masuk Aruna," kata Erlan yang kini berdiri di belakang Aruna.

Aruna menoleh dan melihat ke arah Erlan yang kini berdiri di belakang nya. "Kak, cari mama, mama gak pulang, Aruna khawatir," ucap Aruna yang menghampiri Erlan dan memegang lengan sang kakak.

"Lo gak bisa di tinggalin mama Lo apa gimana sih? Manja banget, lagian dia pergi juga gak sendirian," kata Erlan merasa kalau Aruna adalah anak mama yang manja tak bisa di tinggal sebentar sudah merengek.

"Gak gitu, Aruna cuma ..." Belum sempat Aruna meneruskan ucapannya, terlihat mobil papa Firman masuk ke halaman rumah, begitu juga dengan mobil yang di bawa Hana. Namun sang mama keluar dari mobil papa Firman, sementara Hana sendirian.

"Mama!" kata Aruna yang kemudian bergegas menghampiri sang mama.

"Sayang, apa yang kau lakukan di depan pintu dengan piama pendek ini? Kau bisa masuk angin," ucap mama Dinda khawatir sambil menatap Aruna.

"Aruna khawatir ma, kok mama sama papa pulang nya lama banget," kata Aruna dengan wajah cemas nya.

"Sayang, tadi mama dan Hana melihat-lihat butik yang di belikan papa mu, jadi agak sedikit lama, apalagi papa mu menghampiri setelah dari kantornya dan kami sama-sama mengurus transaksi," kata mama Dinda menjelaskan.

"Papa beliin butik baru buat mama?" tanya Aruna.

"Hmm," jawab sang mama sambil meneguk.

"Iya Aruna, dan setelah ini mama juga akan mengurus butik, akan sedikit sibuk sepanjang hari, jadi kau harus terbiasa ya, kalau mama jarang menemani mu di rumah," kata sang mama menjelaskan.

"Sayang, untuk apa khawatir, Aruna bisa bersama Erlan," ucap sang papa tampa pikir panjang mengatakan hal tersebut. Sementara itu Erlan telah berjalan masuk kembali ke dalam rumah, tak ingin melihat keromantisan keluarga itu karena ia tak mau masuk ke dalam lingkaran tersebut.

"Sudah lah, ayo masuk, papa sudah lelah, Aruna istirahat lebih awal," ucap papa Firman yang kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.

"Ma, papa kok baik banget sampe kasih mama butik baru, Aruna jadi pengen lihat deh," kata Aruna penasaran.

"Nanti sayang, tunggu libur sekolah kau boleh datang ke butik, jangan lupa ajak kakak mu juga, sekarang kita masuk ya, mama juga sangat lelah, ingat untuk tidur lebih awal," kata sang mama yang kemudian mengandeng tangan putri kesayangannya masuk ke dalam rumah.

Setelah sang mama kembali, Aruna jadi sedikit lebih tenang, rasanya semua beban pikiran telah hilang, dia yang tidak terbiasa jauh dari sang mama merasa sedikit gelisah karena kali ini mama nya tidak ada di rumah bahkan saat malam hari.

Sementara itu ...

"Kak, cari mama, mama gak pulang, Aruna khawatir,"

"Kak Erlan yang ngerjain tugas Aruna ya?"

Erlan tak bisa memejamkan mata karena suara dan wajah Aruna yang selalu menatap nya dengan tatapan manja memenuhi isi pikiran nya sepanjang detik dan menit. Suara imut yang khas, bibir mungil berwarna merah muda, tatapan imut dengan bola matanya yang bulat dan terlihat jernih itu selalu menghantui pikiran Erlan.

Tak hanya itu, Aruna selalu bicara dengan memegang tangan atau ujung baju Erlan sambil menatap wajah sang kakak.

"Arghhhhh! Aruna, kenapa harus Lo? Kenapa?" ucap Erlan yang mengacak-acak rambut nya sambil berusaha menghilangkan pikiran tentang Aruna.

Erlan yang memang punya riwayat insomnia, kini semakin menderita karena ia semakin susah untuk tidur. Erlan bangkit dan duduk di tepi ranjang nya, rasanya ia benar-benar tidak bisa mengontrol diri sendiri.

"Kenapa pas pertama gue ketemu dia, dia selalu nangis dan kelihatan sedih banget? Kenapa sekarang malah jadi kayak kelinci kecil yang cari perhatian?" ujar Erlan sambil memijat alis nya pelan. Cinta pada pandangan pertama, tak ada yang bisa menghentikan kalimat ini.

"Kenapa semakin gue cuek sama dia semakin gue gak bisa ngelupain dia? Muka nya itu, arghhh! Aruna Lo bener-bener bikin masalah sama gue," kata Erlan yang akhirnya berdiri dan mengambil bantal lalu berjalan keluar dari kamar nya.

Sementara itu saat ini Aruna sedang duduk di depan meja riasnya sambil membersihkan wajah untuk segera tidur.

Cklek ...

Dukhh ...

Suatu pintu terbuka dan kemudian tertutup. Aruna menoleh ke arah pintu tersebut dan kaget melihat Erlan yang masuk ke kamar nya dengan membawa sebuah bantal.

"Kak Erlan," ucap nya yang kemudian berdiri dari kursi tersebut.

Erlan tidak menjawab nya, dia berjalan ke arah ranjang Aruna dan kemudian melemparkan bantal yang dia bawa ke atas ranjang tersebut lalu berguling di atas ranjang Aruna tampa sepatah kata pun.

"Kak Erlan, ngapain, ini tempat tidur Aruna," kata Aruna tak terima dan kemudian menarik Erlan untuk turun dari ranjang nya.

"Diam gak, gue mau tidur di mana itu terserah gue, lagian ini juga kamar gue ini rumah gue," ucap Erlan terdengar sedikit berkuasa namun membuat Aruna risih.

"Gak bisa gitu dong kak! Ini kan kamar Aruna, kak Erlan sendiri kan juga punya kamar! Kenapa malah tidur di sini? Kalau Kak Erlan di sini, Aruna mau tidur di mana?" kata Aruna sambil menarik-narik tangan Erlan berharap pria itu pergi dari ranjang nya.

"Kalau gue gak mau?" tanya Erlan sambil menatap Aruna dengan tatapan angkuhnya.

"Kak, Aruna tau ini rumah kak Erlan, tapi kan kita punya kamar masing-masing kak,atau kakak mau Aruna tidur di kamar kak Erlan?" kata Aruna mulai semakin kesal.

"Coba aja," jawab Erlan singkat dan sedikit pun tubuh nya tak beranjak dari tempat tidur tersebut.

"Astaga, jangan bikin Aruna kehilangan kesabaran ya kak! Aruna aduin ke papa nih!" Kata Aruna mulai mengancam dan hendak beranjak keluar dari kamar tersebut untuk mengadu.

Melihat itu, Erlan segera menahan tangan Aruna dan menarik nya.

****

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!