Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
Setelah makan makanan masakan dari Arvin, Risa merasa sangat mengantuk.
"Mas, aku ngantuk banget. Aku ke kamar duluan ya!" Risa berkata sambil menguap.
"Iya sayang, ayo mas antar ke kamar!" Arvin membimbing tangan Risa dan membawa nya ke kamar.
Begitu tiba di kamar nya, Risa langsung merebah kan badan nya di atas kasur yang empuk. Mata nya terasa begitu berat, hingga dia langsung terpejam begitu saja.
"Bagus, obat itu bekerja dengan baik. Aku bisa bertemu dengan Wulan malam ini!" Arvin berguman sambil tersenyum puas memandangi sang istri yang sudah tertidur pulas.
Arvin segera berganti pakaian, dia ingin melepas kam rindu pada adik ipar nya sekaligus selingkuhan nya. Sudah seminggu ini Arvin berada di luar kota dan dia baru saja tiba di kota ini malam kemarin.
Arvin yang tidak bisa menahan kerinduan nya pada sang kekasih, akhir nya nekat menemui Wulan di rumah nya. Tanpa mereka sadari jika pertemuan mereka lah yang membuat pak Darmawan meregang nyawa.
Secara tidak sengaja pak Darmawan melihat perselingkuhan antara menantu nya dan juga anak tiri nya, sehingga dia mendadak terkejut dan terkena serang jantung. Hingga akhir nya dia kehilangan nyawa nya.
"Hai sayang, aku kangen banget loh sama kamu!" Wulan menyambut kedatangan Arvin dengan sangat bahagia.
Mereka berdua pun berpelukan selayaknya suami istri, Mama Lia pun sangat senang karena malam ini Arvin menemui anak nya.
"Aku juga kangen banget sama kamu sayang!" Arvin membalas pelukan Wulan dan tidak lupa mencium pipi nya.
"Emang nya Risa kemana Vin? Kok kamu bisa datang ke sini?" Mama Lia bertanya pada Arvin.
"Mama tenang aja, Risa udah aku urus dan dia gak bakalan bisa gangguin kita!" Arvin menampakkan senyuman licik nya.
"Bagus sekali Arvin, saran Mama sebaik nya cerai kan saja Risa, biar kalian bisa hidup bersama!" Mama Lia memberi saran pada Arvin.
"Ma, aku gak bisa cerein Risa sekarang, Ibu ku bisa ngamuk jika aku mencerai kan nya. Risa adalah menantu kesayangan Ibu!" Arvin memberikan alasan pada Mama Lia.
"Mas, kapan kita nikah nya jika mas gak cerein Risa, aku mau jadi istri kamu satu - satu nya!" Wulan tampak merajuk pada Arvin.
"Tunggu dulu lah sayang, kan Risa baru saja kehilangan ayah nya. Tunggu sebentar lagi!" Arvin membujuk Risa.
Malam ini Arvin menghabis kan malam nya bersama Wulan hingga lewat tengah malam.
Sementara itu di rumah nya, Risa terbangun setelah lewat tengah malam. Risa menyadari bahwa suami nya tidak ada di samping nya.
"Kemana Mas Arvin?" Guman Risa sambil duduk di atas tempat tidur.
"Mas, kamu di mana mas?" Panggil Risa dan dia pun menuju kamar mandi.
Kosong, di dalam nya tidak ada Arvin. Sambil menahan kantuk nya, Risa turun ke bawah. Dia mencari Arvin di ruang kerja nya, tapi tetap saja dia tidak menemukan keberadan suami nya.
"Kemana Mas Arvin pergi tengah malam begini?" Risa bertanya pada diri nya sendiri.
Risa kembali ke kamar nya, karena mata nya masih terasa sangat mengantuk akhir nya Risa kembali tertidur. Padahal niat awal nya tadi dia ingin menelepon sang suami dan menanyakan keberadaan nya.
******
Risa terbangun saat memasuki waktu subuh dan dia melihat sang suami tertidur dengan nyenyak di samping nya. Risa heran, tadi malam dia tidak menemukan nya. Tapi sekarang dia sudah ada di sini.
Risa bergegas bangun dan melaksanakan sholat subuh dan setelah itu dia turun ke bawah. Dia membuat sarapan untuk sang suami. Untuk semua keperluan Arvin, Risa menyiap kan semua nya sendiri tanpa bantuan dari asisten rumah tangga nya.
Dulu sebelum menikah dengan Arvin, Risa bekerja sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan besar. Tapi setelah menikah, Arvin meminta nya berhenti bekerja dan Risa menjadi ibu rumah tangga sentuh nya.
Setelah selesai membuat sarapan, Risa kembali ke kamar nya dan dia menyiapkan pakaian kerja untuk Arvin. Saat ini Arvin sedang mandi, Risa menunggu Arvin hingga dia selesai mandi. Rusa ingin bertanya tentang pergi nya Arvin semalam.
"Hai, sayang. Kok kamu bengong gitu?" Sapa Arvin pada sang istri yang sedang duduk di sisi tempat tidur.
"Gak papa mas, aku mau nanya sesuatu sama kamu!" Risa berdiri dan dia mengancing kan satu persatu kemeja suami nya.
"Tentang apa sayang?" Tanya Arvin lagi.
"Tadi malam aku bangun dan mas kok gak ada, aku udah cari ke ruang kerja kok gak ada, mas kemana ya?" Tanya Risa pada suami nya.
"Mas gak kemana - mana kok sayang, mas tidur di sini sama kamu!" Arvin menjelaskan dengan penuh keyakinan.
"Kok semalam aku gak lihat mas ya!" Risa merasa heran mendengar penjelasan suami nya, karena saat dia terbangun Arvin tidak ada di sana.
"Mungkin kamu bermimpi sayang melihat mas tidak ada, mas ada di sini loh. Mas ikut tidur bersama mu sejak awal kau tidur dan mas baru saja bangun!" Arvin tampak mengarang cerita yang lebih meyakin kan.
"Mungkin aku terlalu stres karena kepergian ayah, dan aku juga takut kehilangan mas, hingga aku terbawa mimpi!" Risa pun merasa mungkin saja memang dia yang salah lihat atau memang dia sedang bermimpi.
"Mas tidak akan meninggalkan kamu sayang, kamu adalah satu - satu nya wanita yang mas cintai!" Arvin memeluk tubuh Risa dengan erat.
Risa merasa sangat bahagia mendapat kan suami sebaik Arvin, kesedihan nya karena kepergian sang ayah membuat nya sedikit terhibur dengan kasih sayang sang suami.
"Sarapan dulu mas, aku udah buatin sarapan buat mas!" Risa mengajak suami nya untuk sarapan bersama.
"Ayo sayang!" Kedua nya pun turun ke bawak ke ruang makan dan mulai sarapan bersama.
Arvin tersenyum puas, karena Risa percaya begitu saja dengan cerita karangan nya. Padahal semalam Risa tidak bermimpi, memang Arvin tidak ada di rumah dan dia berada di rumah ayah nya Risa bersama Wulan.
Arvin pulang ke rumah menjelang dini hari dan langsung tidur di sebelah sang istri.
"Mas berangkat dulu sayang!" Arvin pamit pada sang istri.
Risa mengantar kan sang suami hingga ke depan pintu, tidak lupa dia mencium tangan suami nya dengan takzim. Begitu pun dengan Arvin yang tidak melewat kan kesempatan untuk mencium kening istri nya sebelum berangkat bekerja.
"Dah sayang!"
"Dah!"
Arvin segera pergi ke kantor dan Risa kembali ke kamar nya, dia ingin memberes kan koper Arvin yang dia bawa dari luar malam kemarin. Kemarin Pagi ketika dia baru saja ingin memberes kan koper itu, Risa mendapat telepon bahwa ayah nya terkena serangan jantung mendadak hingga membuat dia harus menyusul ayah nya ke rumah sakit.