NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah

Keesokan hari....

Bel istirahat berbunyi, menandakan waktu istirahat telah tiba. Para siswa di sekolah itu mulai keluar dari kelas masing-masing, menuju kantin atau lapangan untuk beristirahat.

"Gue lapar banget!" kata chacha.

"Gue juga!" timbal zea, membuka tasnya untuk mengambil bekal makan siang.

"Lo masih mau ngasih bekal ke kak leo?" tanya chacha.

"Ini misi gue selanjutnya! nggak ada lagi drama gue ngasih bekal tiap hari ke kelas kak leo secara diam-diam, terus dimasukin ke laci mejanya." kata zea.

Selama ini, zea memang selalu memberikan bekal untuk leo setiap hari, ia menyempatkan diri pergi ke kelas cowok itu tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, zea tak pernah lupa menyelipkan secarik kertas kecil di dalamnya yang bertuliskan. "Dimakan ya."

"Bagus! semoga konsisten." timbal angel.

"Harus dong." balas zea, ia membuka bekal tersebut yang berisi roti, buah, dan susu.

"Mau?" tanya zea kepada kedua sahabatnya.

Chacha dan angel mengangguk. "Mau!" ucap keduanya serempak.

Mereka bertiga duduk di dalam kelas, menikmati bekal makan siang bersama.

"Roti sama buah, kombinasi yang pas!" ucap angel sambil mengunyah roti.

"Syhumpha guwe lapier bahnget." ucap chacha.

"Ditelan dulu rotinya cha! ntar lo kesel-

"Uhuk....uhuk...."

Belum juga angel meneruskan ucapannya, chacha sudah lebih dulu tersedak, wajahnya memerah padam.

"Air....air....minum."

Zea langsung memberikan susu kotak kepada chacha.

"Minum ini cha." kata zea.

"Air ze....gue nggak mau susu." chacha menggelengkan kepala.

"Udah minum ini dulu, nanti lo nggak bisa napas." dengan spontan zea langsung memaksa chacha untuk meminum susu rasa vanila tersebut.

"Ih nggak lucu zea!" setelah meminum beberapa tegukan, chacha menepis tangan zea.

"Lo hampir mati keselek gila!" ucap zea.

"Gue nggak suka susu! lo kan tau."

"Ya terus gimana? gue juga nggak bawa air putih."

"Bodoh ah! gue mau ke kantin beli minum." kata chacha, ia berdiri dari duduk nya.

"Yaudah kalo gitu, sekalian gue juga mau kekantin beli cilok." ujar angel.

"Mau ikut?" tanya chacha kepada zea.

"Nggak deh, gue nitip aja le mineral satu." zea meronggoh kantong seragamnya dan memberikan secarik uang 50 ribu.

"Serius lo nggak mau ikut?" tanya chacha kembali.

"Iya, lo berdua aja."

Kedua gadis didepannya mengangguk, lalu mereka keluar dari dalam kelas dan berjalan ke arah kantin.

Zea tetap duduk, menikmati sisa makan siangnya.

Disisi lain, leo dan ketiga temannya duduk di tribun, melepas napas setelah bermain basket bersama.

"Wihh....keren lo son, shoot tiga poin masuk semua!" ujar digo.

"Pertama kali lo ngalahin kapten kita." timbal dani.

Sony tersenyum lebar. "Haha, thanks bro!"

Mereka melihat leo yang hanya diam, sambil menatap ke arah kedua gadis yang baru saja melewati mereka. Sony mengikuti arah pandang leo dan tersenyum tahu.

"Liatin siapa le?" tanya sony kapada leo.

Digo dan dani juga melihat ke arah leo memandang.

"Ooh....kayaknya ada yang kurang, satu lagi, kemana?" tanya digo sambil memandang leo dengan nada mengesalkan.

"Kemana dia? apa dia sakit?" gumam leo dalam hati. Biasanya gadis itu akan selalu merusuhi nya dimana pun dia berada.

Bodoh! terserah gadis itu mau kemana, lagi pula tidak ada urusannya dengan dia, leo menggelengkan kepalanya sedikit.

Sony menyenggol lengan leo dengan lembut.

"Woii! lo kenapa sih le? diam mulu, udah kayak jalan tol yang baru aja dicor." ujar sony.

"Nggak." jawab leo.

"Gua ke kelas duluan." lanjut leo.

Leo berdiri dan berjalan pergi, meninggalkan ketiga temannya yang masih duduk nangkring disana.

"Ada apa sama tu tembok?" tanya dani.

"Gak tau." jawab sony.

"Paling galau gara-gara zea nggak ngerusuhin dia lagi." ujar digo.

"Emang kenapa sama tu cewek?." tanya dani.

"Lah kok tanya adek kak? lo aja kagak tau apa lagi gua." kata digo.

"Kantin yok." sony berdiri sambil melambaikan tangan, pertanda menyuruh mereka bangkit dari duduk.

"Yoii."

****

Leo berjalan menuju kelasnya dengan langkah santai, sambil memegang bola basket di tangannya. Ia melewati koridor kelas yang di penuhi dengan murid-murid disana, dan beberapa di antaranya menyapa leo dengan senyuman, leo hanya bisa membalas dengan anggukkan kepala.

"Leo!" pangil seseorang dengan sedikit teriakkan.

Leo menoleh kesebelah kiri, dan melihat ibu santi wali kelas X-1 memanggil nya, tepat didepan pintu ruang guru.

"Ibu minta tolong sama kamu, bisa bawa buku tulis ini ke kelas X-1? sebentar lagi ada rapat guru, ibu tidak bisa membawanya langsung ke kelas X-1." ujar ibu santi dengan nada yang ramah.

Leo melihat setumpuk buku tulis ditangan ibu santi lalu ia tersenyum.

"Iya, bisa bu."

Leo mengambil buku-buku tersebut dari tangan ibu santi. Dengan satu tangan lagi masih memegang bola basket.

"Terima kasih ya leo." ucap ibu santi.

Leo kembali tersenyum sambil mengangguk. "Sama-sama bu." kemudian ia berbalik dan menuju ke kelas X-1 dengan sedikit kesulitan karena menyeimbangkan buku-buku dan bola basket ditangan nya.

Leo memandang buku yang paling atas dan membaca namanya, bifolla queen zealia. Leo memperhatikan tulisan tersebut, sepertinya dia pernah melihat tulisan itu tapi dimana. Namun leo tidak ambil pusing, ia melanjutkan langkahnya lagi.

Setelah beberapa saat berjalan, leo akhirnya tiba di depan kelas X-1. Dia membuka pintu kelas dan melihat beberapa murid yang sudah berada di dalam, sedang mengobrol dan melakukan kegiatan lain.

"Permisi." ucap leo, lalu ia menuju ke meja guru dan meletakkan setumpuk buku tersebut dengan hati-hati.

Saat leo meletakkan buku-buku di atas meja guru, semua murid di kelas tersebut memandangnya dengan mata yang sama sekali tidak berkedip. Mereka semua, terutama para cewek, tidak bisa tidak memuji ketampanan seorang leo.

"Ini serius kak leo ke kelas kita?" tanya salah satu murid cewek dengan tatapan pangling.

"Gila, kak leo keren banget!" bisik salah satu cewek.

"Gantengnya gak ada tanding!" tambah yang lain.

Suasana kelas menjadi agak riuh dengan pujian-pujian tersebut. Namun, ada satu gadis yang duduk di pojok belakang. Zea, gadis tersebut sama sekali tidak memandang ke arah leo. Dia tetap fokus pada bekal makanannya seolah tidak ada yang terjadi.

Leo tidak menghiraukan para murid di kelas tersebut, ia memilih menatap ke arah zea yang tampaknya masih fokus pada bekal dihadapannya.

Ternyata dia sekolah....tapi rasanya ada yang aneh! kenapa zea tidak menatap kearahnya bahkan untuk sedetik saja.

Leo memberikan tatapan tajam dan menghela napas kasar, lalu ia keluar dari kelas tersebut dengan perasaan campur aduk.

"Stres! ngapain juga gua peduli sama sikapnya."

"Seharusnya gua senang!"

"Sekarang lo nggak akan diganggu sama cewek aneh itu lagi, leo."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!