NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Ternyata Kamu Yang Selingkuh, Mas!

"Sayang, melamun aja..." Arya menyentuh lembut pundak Elok yang sedari tadi tidak mendengarkan panggilan dirinya yang mengajaknya pergi dari restoran itu.

"Eeeh--, maaf.... Kamu bilang apa tadi, Sayang?" Elok yang terus memandangi Pandji menaiki eskalator bersama Melitha dan dua keponakan mereka menuju area time zone di lantai teratas mall itu mengalihkan pandangannya pada Arya.

"Jadi nggak kita ke toko perhiasan untuk ambil cincin pertunangan kita?" Arya tetap tersenyum menatap Elok, wanita yang paling ia cintai di jagad ini selain ibunya.

"Jadi dong, Sayang... masa nggak," Elok balas tersenyum, dengan senyumannya yang paling manis dan memikat.

Arya menekuk lengannya, tanpa buang kesempatan Elok segera menggandengnya dengan mesra. Siapa yang tidak bangga bisa jadi calon menantu keluarga Widjaya yang sangat terpandang di kota mereka.

"Kamu lama sekali tadi, aku sampai kangen..." manja Elok, memeluk erat lengan kekasihnya, tak perduli pandangan julid beberapa pengunjung mall, masih seperti mimpi bisa memikat hati anak bungsu dari keluarga konglomerat.

Arya terkekeh mendengar gombalan Elok, tapi ia suka dengan itu.

"Biar nggak kangen, kita mesti cepet-cepet nikah," Arya tak mau kalah.

Selain kaya, Arya memang bukan tipe pria yang hobi mengumbar janji, setiap kata yang terlontar dari mulutnya akan berusaha ia wujudkan, itulah yang membuat Elok sampai berpindah hati.

"Mmmm.... Kamu yah... Paling bisa buat aku bahagia..." Elok menoel hidung mancung Arya yang licin, lalu mereka tertawa berdua. Dunia ini serasa milik mereka, orang-orang yang melintas dan diam-diam mengamati tidak mereka hiraukan.

"Tadi kenapa lama banget sih, Sayang? Memang ngomong apaan sama mas Pandji?" Elok kembali mengulang pertanyaannya untuk mengobati rasa penasarannya, hatinya diselimuti oleh rasa was-was, ia juga telah menyiapkan cerita karangannya bila memang diperlukan.

Arya terdiam sesaat, obrolan terakhir Pandji kembali mengusik hatinya.

"Laki-laki yang adiknya aku tolong tadi, mereka tetanggamu kan?" tanyanya, mengingat ucapan ayah Elok ketika itu.

"Iya, memang kenapa?" Rasa was-was Elok makin menjadi, tapi berusaha menutupinya.

"Aku heran saja, kalian sepertinya tidak akrab, seperti ada jarak, terutama mas Pandji, ia sama sekali tidak menyapamu, padahal malam itu aku melihat dia ke rumahmu...."

Elok terkekeh, berusaha bersikap sesantai mungkin. "Mas Pandji itu memang orangnya tidak mudah akrab, Sayang.... orangnya kaku, pendiam, juga dingin."

Arya tercenung sesaat memikirkan ucapan Elok, dia memang merasakan hal itu saat berhadapan dengan Pandji tadi.

"Juga sedikit aneh.... " Arya menambahkan.

"Aneh apanya?" Elok kembali terkekeh, tersenyum hangat begitu seorang pramuniaga toko perhiasan datang menyapa.

"Selamat siang dokter Elok dan dokter Arya... mau ambil pesanannya, ya?""sambutnya ramah.

"Iya...." sahut Elok.

"Mohon tunggu sebentar, saya ambilkan," ucap pramuniaga itu, lalu berlalu pergi.

Elok kembali menoleh pada Arya. "Aneh gimana, Sayang?" tanyanya lagi, masih penasaran pada ucapan kekasihnya tadi.

"Gadis yang aku tolong, adiknya bukan?" Arya balik bertanya hanya untuk memastikan.

Elok mengangguk. "Iya, namanya Melitha."

"Mas Pandji itu... Mau menikahi adiknya itu dalam waktu dekat--"

"APA?" Bagai tersengat listrik, Elok kaget bukan kepalang. "Itu--, itu tidak mungkin!" lutut Elok mendadak lemas mendengarnya.

"Aku rasa, tetanggamu itu tidak waras, Sayang...." ucap Arya lagi, tidak menyadari perubahan mimik kekasihnya.

"Sayang, aku kebelet, mau ke toilet dulu..."

"Toiletnya jauh lho, di dekat restoran tadi... Aku temani," Arya menatap wajah Elok yang meringis sambil memegangi perutnya yang sakit.

"Nggak usah. Kamu disini aja sambil menunggu cincin kita yang diambil tadi...." Tanpa menunggu jawaban, Elok cepat beranjak pergi, Arya terpaksa menarik tangannya yang tadi ingin membantu kekasihnya itu ke toilet.

"Dokter Arya, ini cincinnya,".ucap pramuniaga itu menyita perhatian Arya, menyerahkan kotak beludru merah dengan desain hati.

Arya tersenyum. Dengan hati-hati tangannya membuka kotak itu, sehati-hati dirinya menjaga cintanya yang telah bersemi subur pada Elok, wanita yang mampu merebut hatinya.

Sementara itu, Elok sesekali melihat ke belakang. Begitu dilihatnya Arya sibuk dengan pramuniaga yang tadi mengambil cincin pesanan mereka, secepat mungkin ia berjalan menuju eskalator yang tadinya dinaiki oleh Pandji.

"Mas, kamu harus jelasin semua itu padaku...." Elok tidak sabar tiba di lantai atas. Ia menaiki anak-anak tangga eskalator yang sedang meluncur ke atas, beberapa orang yang ia lewati menoleh kesal karena tersenggol olehnya.

"Maaf, saya buru-buru," ucap Elok, terus memanjat ke atas.

Begitu kakinya memijak lantai atas, area time Zone, pandangannya mengedar, mencari keberadaan Pandji bersama Melitha dan kedua keponakan mereka.

"Mbak, minggir dong, menghalangi orang lewat aja!" omel seorang ibu yang membawa anaknya.

"Oh, maaf... Maaf," Elok cepat beranjak dari depan eskalator. Pandangannya kembali mengedar, beberapa detik kemudian ia melihat sosok tinggi Pandji berjalan cepat meninggalkan area time zone.

Tak ingin ketinggalan jejak, Elok melepas high heels yang ia kenakan lalu mengejar sambil berlindung di balik tubuh beberapa orang secara zigzag yang ada di sana agar tidak terlihat oleh Pandji.

Langkah Elok terhenti tepat di depan Bridal Boutique, menatap Pandji masuk kesana tanpa hambatan. Setahunya, hanya orang-orang berkantong tebal lah yang berani masuk ke sana.

"Mas Pandji, ternyata kamu yang selingkuh!" tangan Elok terkepal, menatap marah pada pintu yang tertutup rapat, dimana Pandji masuk.

...***...

Di dalam Bridal Boutique, Melitha cepat berdiri dari duduknya begitu melihat Pandji telah kembali.

"Anak-anak dimana, Mas?" melihat Adri dan Naomi tidak bersama pria itu.

"Jangan cemas, Mas menyewa jasa dua orang untuk menemani mereka bermain selama sembilan puluh menit ke depan," Pandji tersenyum.

"Kamu sudah menentukan gaun pengantinnya?" Pandji menatap katalog yang tergeletak di atas meja, mendudukan bokongnya di kursi sofa dimana sebelumnya Melitha duduk.

"Apa aku pantas, Mas?"

Tangan Pandji yang hendak membuka lembar katalog terhenti, ia mendongak ke atas, menemukan Melitha juga sedang memandang ke arahnya.

"Kita juga sepupu, Mas..." parau Melitha.

"Bolehkah kamu duduk di sebelah Mas sini, Mel?" Pandji menepuk sisi kosong di sebelahnya.

"Kasihani Mas mu ini, bagai pungguk menatap bulan yang tak terjangkau."

Mendengarnya, wajah suram Melitha yang sedih sontak berubah cemberut. "Mas Pandji meledekku?"

Pandji terkekeh pelan.

"Yang ada tuh, Meli yang jadi pungguknya, mas Pandji yang jadi bulannya! Bagai pungguk merindukan bulan," serbu Melitha, masih berdiri pada posisinya semula.

Pandji kembali terkekeh melihat roman adik sepupunya itu. "Kamu bilang begitu, setelah berhasil meretas akun Mas, iya kan?"

Melitha terbelalak. Ia gegas duduk di samping Pandji, tanpa sadar memegangi kedua lengan kakak sepupunya itu. "Ba-bagiamana mas Pandji bisa tahu?"

Bersambung✍️

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyk acara transtv dl. dibawain ama si panda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sapose neh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
laki2 tuh klo curhat begini y? harus ada perantara nya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sambil nyanyi aq bacanya
〈⎳ FT. Zira
kann kann kann.. bener kannn🤧
〈⎳ FT. Zira
pandji yg seorang perwira aja gini, apalagi Arya nanti yak🤭
〈⎳ FT. Zira
kakak adek nasib nnya gini amat... athor nya hahat...😭😭😭 harus ada ganti pokoknya
〈⎳ FT. Zira
main serong biar dapet doku gak sih ini🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
wweehhh😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
mau sekeras apa juga pada akhirnya runtuh juga
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
kan Si jalan raya dengan tak Elok itu satu jenis bun🤔 sama2 murahan eh🤸🤸🤸
Teteh Lia
habis sudah kesabaran babang Harry
Teteh Lia
Oh ya ampuun... kejam sekali dirimu, masa suami suruh tidur di lantai.
sari. trg
atur dulu anakmu Bu
sari. trg
waduh! siapa tuh bapaknya?
Zenun
harusnya tanya dulu mengapa Hary bisa bicara gitu, ada bukti apa
Dewi Payang: Harusnya begitu memang.....
total 1 replies
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
waduhhh... ternyata oh ternyata Raya berani sekali ya melakukan itu... ishhh ishhh ishhh...
Dewi Payang: Baiklah....😁😍
total 7 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
is is is ternyata jalang teriak jalang oy
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: is is is... kok mirip elok ya🤭
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
masih aja loh si ibu. gmn klo si harry yg selingkuh?! pasti kln nge reog
Dewi Payang: klo anak sendiri dimaklumi, kko menantu gak boleh salah🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
woaahhhh ortunya juga mau2 aja menampung
Dewi Payang: Wkwk😂😂 padahal maksud mengadu pengen ortu jadi penengah kalu bisa dibelain ya kak🙈🙈🙈🙈
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!