NovelToon NovelToon
Immortality Through Suffering 2

Immortality Through Suffering 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Action / Fantasi / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Setelah membunuh Liu Sheng,pembunuh orang tuanya, Xu Hao justru menemukan teka-teki yang lebih besar: segel mematikan pada jiwa Liu Sheng. Segel serupa juga ia temukan pada musuh-musuh tingkat tingginya. Segala petunjuk mengarah ke Dataran Tengah, tempat asal Klan Xu yang perkasa. Dengan bakat aslinya yang dicuri, orang tuanya yang difitnah sebagai pengkhianat, dan pengusiran kejam dari klan, Xu Hao kini menyamar memasuki dunia yang jauh lebih berbahaya. Di sana, sebagai murid baru di Sekte Gunung Jati dengan identitas palsu, ia harus menyelidiki konspirasi gelap di balik pembunuhan keluarganya, menghindari deteksi kerabatnya sendiri yang mungkin adalah dalangnya, dan membangun kekuatan dari nol di tanah di mana Dao Awakening-nya saja hampir tak berarti. Siapa sebenarnya "Tuan dari Atas" yang memasang segel itu? Dan bisakah Xu Hao membalas dendam tanpa mengungkapkan identitas aslinya yang akan membuatnya jadi buruan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Pelabuhan Timur dan Bisikan dari Kedalaman

Perjalanan udara Xu Hao menuju timur memakan waktu tiga hari tiga malam. Dia terbang tinggi di atas awan, menghindari wilayah wilayah berpenduduk padat dan area area yang memancarkan aura kuat dari sekte sekte atau klan klan kecil. Tubuhnya melesat seperti anak panah perak yang membelah langit, meninggalkan jejak kabut tipis yang cepat hilang diterpa angin.

Pada hari keempat, bau asin yang khas mulai memenuhi udara, dicampur dengan aroma ikan, rumput laut, dan kayu basah. Di ufuk timur, sebuah garis biru tua yang tak berujung mulai terlihat. Lautan Tanpa Nama.

Dan di antara daratan dan lautan itu, terbentang sebuah kota yang ramai seperti sarang semut. Kota Pelabuhan Timur.

Xu Hao turun dari ketinggian, mendarat dengan lembut di sebuah bukit kecil berhutan beberapa li dari tembok kota. Dari sini, dia bisa melihat keseluruhan kota dengan jelas. Kota itu dibangun di tepi tebing curam yang menjorok ke laut, dengan dinding batu tinggi yang menghadap ke daratan. Di bagian yang menghadap laut, tidak ada dinding, hanya dermaga dermaga kayu dan batu yang memanjang seperti jari jari raksasa ke perairan biru. Puluhan, mungkin ratusan kapal berlabuh, dari perahu nelayan kecil hingga kapal dagang besar bertiang tiga, bahkan beberapa kapal perang dengan mermer yang terlihat garang.

Suara kota itu sampai ke bukit: teriakan para pedagang, lengkingan burung camar, dentang lonceng kapal, dan gemuruh ombak yang tak henti menghantam dermaga dan tebing.

Xu Hao mengamati dengan cermat. Dia melihat gerbang utama kota dijaga ketat oleh prajurit berseragam biru dengan tombak panjang. Ada juga beberapa orang dengan aura kultivasi, sekitar Foundation Establishment hingga Core Formation, yang berjaga jaga di menara pengawas.

"Pertahanan lumayan ketat untuk kota pelabuhan," gumamnya. "Mungkin karena sering terjadi serangan dari perairan, atau dari kultivator bajak laut."

Dia memeriksa penyamarannya sekali lagi. Dia telah mengubah penampilannya menjadi seorang pria berusia tiga puluhan dengan wajah biasa, kulit agak gelap terbakar matahari, dan pakaian sederhana seperti pedagang atau petualang. Aura-nya ditekan ke level Soul Transformation awal, cukup untuk dihormati tetapi tidak terlalu mencolok. Lukisan warisan dan barang barang berharganya diamankan di dalam cincin penyimpanan dengan lapisan segel tambahan.

Setelah yakin, dia berjalan menuruni bukit, menyusuri jalan setapak berdebu menuju gerbang kota.

Antrean di gerbang cukup panjang. Pedagang dengan gerobak, petani dengan hasil bumi, nelayan dengan keranjang ikan, dan beberapa orang dengan pakaian asing yang jelas bukan penduduk setempat. Xu Hao mengambil tempat di belakang seorang pedagang gemuk yang sedang menggerutu tentang pajak masuk yang baru dinaikkan.

"Satu kristal rendah per orang! Atau sepuluh koin perak biasa!" teriak seorang penjaga dengan suara parau. "Barang dagangan diperiksa! Senjata harus dilaporkan!"

Ketika tiba giliran Xu Hao, penjaga itu mengamatinya dengan mata waspada. "Tujuan ke kota?"

"Berburu informasi dan mungkin menyewa kapal," jawab Xu Hao singkat, sambil menyodorkan sebutir kristal rendah.

Penjaga itu menerima kristal itu, memeriksanya dengan cepat, lalu mengangguk. "Jangan cari masalah. Ada banyak orang kuat di kota ini. Hati hati dengan bajak laut yang menyamar sebagai pedagang. Dan jauhi daerah dermaga Gelap setelah matahari terbenam."

"Terima kasih untuk peringatannya," kata Xu Hao, lalu melangkah masuk ke dalam kota.

Keramaian langsung menyergapnya. Jalan jalan sempit dipenuhi oleh lapak lapak yang menjual segala macam barang: ikan segar dan asin, kerang kerangan aneh, potongan potongan kayu apung berukir, jimat jimat laut dari tulang dan gigi monster, peta peta kasar, bahkan pil pil dan ramuan yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit laut atau meningkatkan kekuatan di air.

Suara tawar menawar, klakson kereta dorong, dan teriakan pengumuman berbaur menjadi simfoni kekacauan yang khas pasar pelabuhan. Bau ikan, keringat, rempah rempah, dan kotoran memenuhi udara.

Xu Hao berjalan pelan, matanya menyapu sekeliling, telinganya menangkap percakapan percakapan. Dia mendengar tentang harga ikan tenggiri yang turun, tentang badai yang datang dari timur laut, tentang serangan bajak laut di rute perdagangan ke Pulau Karang, dan... tentang kedatangan orang orang aneh dari Dataran Tengah beberapa hari lalu.

Itu yang menarik perhatiannya. Dia mendekati sebuah warung kecil yang menjual minuman keras kelapa, tempat tiga nelayan tua sedang duduk sambil minum dan mengobrol.

"...dan mereka memakai jubah bagus, bersih, tidak seperti kita yang bau ikan," kata salah satu nelayan, seorang pria berjanggut putih dengan mata satu buta. "Mereka tanya tentang tempat tempat aneh di laut dalam. Tentang pusaran pusaran besar yang tidak pernah hilang. Tentang cahaya cahaya aneh di malam hari."

"Kultivator daratan," geram nelayan lain, yang lebih muda dengan luka bakar di lengan. "Mereka selalu mencari masalah. Mengganggu tempat tempat tenang, membangunkan monster tua."

"Tapi mereka bayar baik," kata nelayan ketiga, yang paling gemuk, sambil meneguk minumannya. "Memberikan kristal menengah hanya untuk informasi yang bahkan anak anak tahu."

Xu Hao duduk di bangku di sebelah mereka, memesan segelas minuman yang sama. "Maaf menyela, Lao Ge," katanya dengan sopan, menggunakan sebutan umum (Lao) untuk orang tua. "Aku baru datang. Mendengar tentang kultivator daratan yang bertanya tentang laut dalam. Mereka masih di kota?"

Si nelayan tua bermata satu memandangnya dengan curiga. "Kenapa? Kau juga kultivator daratan?"

"Pedagang rempah," jawab Xu Hao dengan mudah. "Tapi tertarik dengan cerita cerita aneh. Bisa jadi peluang bisnis."

Si nelayan tertawa parau. "Peluang bisnis? Di laut dalam? Kau akan mati sebelum mendapatkan keuntungan pertama!" Tapi kemudian dia menggeleng. "Tapi ya, mereka masih di sini. Menginap di Penginapan Tiga Layar, yang mahal itu di dekat dermaga utama. Sekitar lima enam orang. Pemimpinnya pria muda tampan tapi matanya dingin seperti ikan mati."

Xu Hao mengangguk, lalu menyerahkan sebutir kristal rendah sebagai tambahan bayaran untuk informasinya. Si nelayan terkejut, lalu tersenyum lebar, menunjukkan gigi yang ompong.

"Kau lebih baik dari kultivator daratan itu! Mereka sombong!"

Xu Hao tersenyum tipis, lalu meninggalkan warung itu. Dia menuju ke Penginapan Tiga Layar.

Penginapan itu adalah bangunan tiga lantai dari kayu gelap yang kokoh, dengan ornamen ornamen berbentuk layar dan jangkar. Terletak di tepi dermaga utama, dengan pemandangan langsung ke laut. Saat Xu Hao mendekat, dia bisa merasakan beberapa aura kultivasi di dalamnya. Dua di tingkat Core Formation, tiga di tingkat Nascent Soul, dan satu... Soul Transformation akhir. Kuat, tapi tidak sebanding dengannya.

Dia tidak langsung masuk. Sebaliknya, dia duduk di sebuah warung mie di seberang jalan, memesan mangkuk mie seafood, dan mengamati.

Tidak lama kemudian, sekelompok orang keluar dari penginapan. Mereka memang mengenakan jubah bagus, berwarna biru laut dengan hiasan perak. Pemimpinnya adalah seorang pria muda berwajah tampan, tapi seperti kata nelayan tadi, matanya datar dan dingin, seperti batu. Aura Soul Transformation akhir berasal darinya. Di belakangnya, dua pria paruh baya dengan aura Nascent Soul, dan dua wanita muda dengan aura Core Formation.

Mereka berbicara dengan suara rendah, tapi telinga Xu Hao yang tajam bisa menangkap sebagian.

"...konfirmasi dari nelayan tua itu. Pusaran abadi itu muncul setiap bulan purnama di koordinat yang kita miliki. Besok malam."

"Apakah kita sudah mempersiapkan segalanya, Kakak Senior Chen? Formasi penahan tekanan air? Perlindungan terhadap monster laut?"

"Sudah. Tapi kita tetap harus berhati hati. Tempat itu... tidak alami. Ada sesuatu yang mengintai di kedalaman."

Mereka kemudian berjalan menuju dermaga, di mana sebuah kapal panjang ramping berwarna hitam dengan lambang yang tidak dikenali sedang menunggu. Kapal itu memancarkan aura energi yang halus, jelas diperkuat oleh formasi.

Xu Hao mengamati mereka sampai mereka naik kapal dan kapal itu berangkat perlahan meninggalkan dermaga. "Mereka juga mencari sesuatu di laut dalam. Pusaran abadi. Mungkin berhubungan dengan dunia bawah laut? Atau hanya kebetulan?"

Dia menghabiskan mienya, membayar, lalu memutuskan untuk mencari informasi dari sumber lain. Dia menuju ke sebuah bangunan yang tampak seperti guild pelaut atau petualang, sebuah rumah besar dari batu dengan papan nama "Guild Penjelajah Samudra".

Di dalam, suasana lebih tenang. Ada beberapa papan pengumuman berisi pekerjaan, peta peta kasar digantung di dinding, dan beberapa orang duduk di meja meja sambil membicarakan hal hal dengan serius. Seorang pria tua dengan kacamata duduk di belakang konter, membaca sebuah buku tebal.

Xu Hao mendekati konter. "Permisi."

Pria tua itu menatapnya dari atas kacamatanya. "Ya? Cari pekerjaan? Atau jasa pemandu?"

"Informasi. Tentang Lautan Tanpa Nama. Khususnya tentang tempat tempat aneh, pusaran abadi, atau... fenomena pelangi di malam hari."

Pria tua itu mengangkat alisnya. "Pelangi di malam hari? Itu baru. Tidak pernah dengar." Tapi kemudian matanya berbinar. "Tapi pusaran abadi... ada beberapa. Yang paling terkenal adalah 'Mata Dewa Laut', sekitar tiga hari pelayaran ke timur laut dari sini. Pusaran raksasa yang tidak pernah berhenti, bahkan di hari tenang. Banyak kapal hilang di sana. Dikatakan itu adalah pintu ke dunia lain, atau mulut monster purba."

"Apakah ada yang pernah mencoba menyelam ke dalamnya?"

Pria tua itu tertawa pendek. "Menyelam? Anak muda, tekanan air di sekitar pusaran itu bisa menghancurkan kapal baja! Dan di dalamnya... siapa yang tahu? Tapi..." dia menurunkan suaranya, "ada cerita. Sekitar dua puluh tahun lalu, seorang kultivator kuat, katanya dari Dataran Tengah, datang dan menyelam ke dalam 'Mata Dewa Laut'. Dia tidak pernah muncul kembali. Tapi beberapa bulan kemudian, seorang nelayan yang tersesat di kabut tebal mengaku melihat seorang pria terluka parah berjalan di atas air di tengah laut, lalu menghilang ke dalam cahaya aneh."

Xu Hao merasakan jantungnya berdebar. "Kultivator dari Dataran Tengah? Apa ciri cirinya?"

"Tidak tahu pasti. Tapi katanya dia membawa sebuah pedang hitam sederhana. Tidak seperti pedang kultivator pada umumnya."

Pedang hitam sederhana. Xu Hao menahan gejolak di dalamnya. "Dan cahaya aneh itu? Seperti apa?"

"Pelangi," bisik pria tua itu, matanya melotot. "Katanya seperti pelangi, tapi padat, seperti jembatan cahaya yang turun dari langit. Tapi itu hanya cerita nelayan yang mungkin sudah mabuk atau ketakutan."

"Di mana nelayan itu sekarang?"

"Meninggal. Terserang penyakit aneh tak lama setelah bercerita. Banyak yang bilang dia disumpahi oleh dewa laut karena membocorkan rahasia."

Xu Hao berdiam sejenak, mencerna informasi ini. Ini cocok. Pusaran abadi "Mata Dewa Laut" mungkin adalah lokasi formasi pelompat. Dan kultivator dengan pedang hitam itu... bisa jadi pamannya, Xu Tianmu, dua puluh tahun lalu.

"Apakah ada peta menuju 'Mata Dewa Laut'?" tanya Xu Hao.

"Ada. Tapi mahal. Dan aku harus memperingatkanmu, anak muda. Banyak yang pergi ke sana. Sedikit yang kembali. Bahkan kultivator kuat sekalipun."

"Saya mengerti. Saya tetap ingin membelinya."

Pria tua itu menggeleng, lalu mengambil sebuah gulungan peta kulit dari rak di belakangnya. "Lima kristal menengah. Atau setara dengan lima puluh kristal rendah."

Xu Hao mengeluarkan lima kristal menengah dari kantong yang diberikan Tetua Hong dan menyerahkannya. Pria tua itu terkejut dengan mudahnya transaksi, tapi kemudian tersenyum tipis. "Kau bukan pedagang rempah biasa, kan? Tidak masalah. Setiap orang punya rahasia. Tapi dengarkan nasihatku: jangan pergi sendirian. Cari kapal dan kapten yang berpengalaman. Ada beberapa di dermaga yang berani ke perairan berbahaya, asalkan bayarannya pantas."

"Terima kasih untuk peta dan nasihatnya," kata Xu Hao, mengambil gulungan peta itu.

Dia keluar dari guild, peta disimpan di dalam cincin penyimpanan. Dia memutuskan untuk mengikuti saran pria tua itu. Menyewa sebuah kapal dan kapten yang berpengalaman akan lebih tidak mencolok daripada terbang sendiri atau menggunakan teknik berjalan di atas air. Juga, kapten yang berpengalaman akan tahu cara menghindari bahaya bahaya lain di lautan.

Dia menuju ke dermaga, mencari kapal kapal yang tampak tangguh dan kapten yang berpenampilan tepercaya. Setelah bertanya pada beberapa pelaut, dia diarahkan ke sebuah kapal kayu tua namun terawat baik bernama "Ombak Pemberani". Kaptennya adalah seorang perempuan paruh baya bernama Kapten Lan, dengan kulit coklat gelap, tatapan tajam, dan lengan yang berotot. Aura-nya di level Core Formation, kuat untuk seorang pelaut biasa.

"Kau ingin pergi ke 'Mata Dewa Laut'?" tanya Kapten Lan setelah Xu Hao menyampaikan tujuannya. Suaranya serak karena asap dan angin laut. "Kau punya nyawa ekstra untuk dibuang?"

"Saya siap membayar dengan baik. Dua puluh kristal menengah untuk perjalanan pulang pergi, plus bonus jika kita berhasil kembali dengan selamat."

Kapten Lan menyeringai, menunjukkan gigi yang beberapa hilang. "Bayaran yang bagus. Tapi tidak sebanding dengan risiko. Lima puluh kristal menengah. Dan kita tidak akan mendekat lebih dari lima li dari tepi pusaran. Hanya mengantarmu ke zona aman terdekat. Setelah itu, kau sendiri."

"Setuju," kata Xu Hao tanpa tawar menawar. "Kapan kita bisa berangkat?"

"Besok pagi, saat air pasang. Persiapkan dirimu. Lautan tidak memaafkan kesalahan." Kapten Lan memandangnya dengan tajam. "Dan kau... kultivator, kan? Jangan bawa masalah ke kapalku. Aku tidak ingin dikejar monster atau badai energi karena kesombonganmu."

"Saya hanya seorang penjelajah yang mencari pengetahuan tuan," jawab Xu Hao. "Tidak berniat membuat masalah."

"Baik. Temui aku di dermaga nomor tujuh saat fajar. Kapalku yang berwarna biru dengan lambang matahari terbit."

Xu Hao mengangguk, lalu pergi untuk mencari penginapan sederhana untuk bermalam. Dia memilih sebuah losmen kecil di pinggir kota, jauh dari keramaian. Di kamarnya, dia memeriksa peta yang dibelinya.

"Mata Dewa Laut" ditandai dengan jelas, bersama dengan rute yang relatif aman yang menghindari wilayah wilayah monster laut yang dikenal.

Dia juga merenungkan tentang kelompok kultivator yang dilihatnya tadi. Mereka juga menuju ke pusaran, besok malam, bertepatan dengan bulan purnama. Apakah mereka juga mencari dunia bawah laut? Atau sesuatu yang lain? Apakah mereka dari Klan Xu? Atau dari sekte lain?

"Siapa pun mereka, sebaiknya aku menghindari konflik," gumamnya. "Tujuanku adalah masuk ke dunia bawah laut, bukan bertarung."

Dia duduk bersila di lantai, mulai bermeditasi, mempersiapkan dirinya untuk perjalanan berbahaya esok hari. Di luar jendela, matahari terbenam, melukis langit dengan warna jingga dan ungu yang indah. Suara kota perlahan mereda, digantikan oleh nyanyian nyanyian pelaut dari kapal kapal dan desiran ombak yang abadi.

...~Selamat Tahun Baru~...

...... ...

1
Sarip Hidayat
waaah jadi gitu
Dragon🐉 gate🐉
Mayan... dpt 2 jiwa lg...lanjuuuttt panen
Dragon🐉 gate🐉
lah, pantas paket gw gak Dateng",sejak kapan si Arif jd prajurit, ikut perang pula ?? 🤔 rif.. paket gw loe sangkutin di mana ?.. 😂
Dragon🐉 gate🐉: waduh... si Arif kang paket side jobnya ngeri,jd asasin🤣
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
Qingtian gege~/Kiss/🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
woooaaaahhh..... 😎 Kereeennn.... mana nasi tumpeng sm bubur merah putihnya 🍚🎂
Dragon🐉 gate🐉: sipp, jangan lupa sambel goreng ati,sm kering ikan teri,krupuk udang 1 toples gede😂
total 2 replies
Agus Rose
ok.
up up up
YAKARO: Terimakasih bro🙏
total 3 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor... kl boleh gw ada saran nama buat si kadal biru.. Lan Long( naga biru) / Lan se shandian long (naga petir biru) itu versi serius kl versi lawaknya Aoman de xiyi( kadal sombong)🤣
Dragon🐉 gate🐉: manttaaafff👍
total 2 replies
qwenqen
mantap👍👍👍💪💪💪💪💪
OldMan
neng ratu calon bini juga kahh🤣🤣🤣
Agus Rose
Di tunggu up nya lagi,seperti kemarin yg banyak.
OldMan
mantapp bangetttt ..daratan tengah ini apakah pulau jawa🤣🤣🤣
YAKARO: Mungkin🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
terjawab sudah ..👍
YAKARO: Mantap👍
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
loh... neng Sari nyasar kesini ternyata,pantesan di cariin di kios angkringan kok gak ada... Balik Neng, bahaya disini bukan tempatmu🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉: aaiih... ngeri🤣
total 6 replies
OldMan
mantaap thorrr 💪💪💪💪
Dragon🐉 gate🐉
sekilas.. knp Xu Hao gak bunuh Bai Feng pdhl mampu, tp mungkin ada bbrp alasan, 1 biar gak ngebuka samaran di dpn anbu ratu Du Yan, 2 setiap anggota Klan pasti punya 'GpS' kl mereka mati biasanya bakal ketahuan siapa yg membunuh mereka🤔
YAKARO: itu bener banget, malah kalau keliatan semuanya jadi agak hambar/Hammer/
total 3 replies
OldMan
mataappp Thor ..mulai banteiii
Dragon🐉 gate🐉
sial!! mari kita mulai Pestanya....
Dragon🐉 gate🐉: /Toasted/
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
yeeaayy... panen lagi kita,kali ini panen besar...😈
YAKARO: Gass srudukkk💪💪
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aroma Rivalitas yg kental dr Mo Xin...🤔
YAKARO: Mungkin saja🧐
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
kau pun sama woy😂
Dragon🐉 gate🐉: anti dia🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!