NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:853
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Dungeon: Rumah Hantu (5)

Clae tidak tau berapa lama dia kehilangan kesadaran. Saat mendapatkan kembali indra perasaannya, dia merasa gerah. Panas dimana-mana. Namun basah, lembab seperti berbaring di kolam air panas.

Apakah dia benar-benar tertelan. Dia tidak menyangka bahwa pencernaan boneka sama seperti makhluk hidup lainnya.

"TIDAK!!! Hentikan, tolong berhenti, Ibunda!"

'Oh, iya. Gadis itu juga ditelan.'

Meski gadis itu merupakan Wraith, ditelan oleh boneka mainannya rasanya menyedihkan.

Clae membuka mata, ingin menenangkan gadis itu. Tapi....

Dia tidak ada di perut monster seperti yang dia kira. Jantungnya bergetar hebat saat menyadari dirinya berada di panci besar dengan air mendidih.

Dia benar-benar ada di kolam air panas. Bukan hanya panas, tapi mendidih!

Sakit, dia bisa merasakan kulitnya melepuh. Bahkan air di sekelilingnya perlahan berubah merah karena darahnya.

Apakah dia sedang dimasak?

Tidak, bukankah ini aneh.

Clae kemudian mendengar suara tangisan dan melihat asal suara.

Gadis itu sama dengan boneka gadis kecil yang pemarah. Kiesha. Tapi dia tidak terlihat seperti boneka sama sekali. Dia seperti gadis kecil yang menangis pada umumnya.

"... Jangan me..."

Clae terkesiap. Suara yang baru saja dia keluarkan berbeda dari suara yang dia miliki!

'Tapi sakit sekali...'

Dia benci rasa sakit. Dia ingin keluar dari sini.

'Sungguh! Hal gila apa yang terjadi.'

Sebelum Clae memutuskan untuk pingsan, dia mendengar sebuah langkah kaki mendekat.

Tubuhnya dididihkan, rasa sakit dan terbakar di kulitnya sangat nyata. Clae tidak bisa menahan dengungan sakit. Namun wajahnya tenang, hanya alisnya yang sedikit berkerut.

Clae tidak melihat asal langkah kaki. Dia hanya ingin mengakhiri penderitaan pada dirinya. Juga menggapai anak di depannya. Namun dia tidak bisa bergerak sedikitpun.

"Tsk. Tidak bisa terus begini."

Suara wanita dewasa yang baru datang terdengar.

Langkah kaki yang Clae dengar berhenti. Dia perlahan mendongak.

Dia menemukan seorang wanita muda berdiri menutupi pandangannya dari Kiesha. Clae langsung mengenalinya. Wanita ini ada di foto keluarga penuh darah.

Wanita itu perlahan menuangkan cairan merah.

Rasa pedas tercium. Clae bisa merasakan perih masuk ke setiap inci tubuhnya.

'Sial! Psikopat gila ini!'

Clae yang tidak mengubah wajahnya meski merasa sangat sakit menggigil. Dia ingin berteriak, namun suaranya tidak keluar.

"Masih bisa bertahan? Sangat hebat."

'Matamu!'

Clae melihat wanita itu dengan tatapan tajam.

"Bagus, mari campur ramuan baru ini."

Wanita itu kemudian memasukkan cairan kuning kedalam panci. Setelah cairan kuning dituangkan, aroma pedas perlahan menghilang. Clae bisa merasa tubuhnya yang sakit beristirahat.

Namun....

Sedetik kemudian, Clae bisa merasakan tulangnya di gigit semut-semut kecil. Benar, dia merasa tulangnya hancur perlahan-lahan.

"AAAARRRGGGGHHHH."

Clae tidak bisa menahan jeritan. Wanita itu tersenyum senang dan Kiesha menangis semakin keras.

Dari sudut matanya, Clae melihat Kiesha menarik rok wanita itu dan memintanya mengehentikan siksaan yang dia alami.

Wanita itu melirik kebawah dengan jijik, lalu menendang Kiesha.

"Bersyukurlah kamu terlalu kecil untuk dijadikan percobaan."

Ada senyum sinis di bibirnya sebelum dia berbalik kearah Clae.

"Tenang, masih ada waktu untuk percobaan obat selanjutnya."

Clae perlahan merasa semuanya gelap. Dia tidak bisa merasakan apapun terjadi. Namun mulutnya terbuka mengeluarkan rintihan.

...****************...

Di kamar tempat Clae menemukan Baibai.

Baibai mengeluarkan semua sihir yang dia ketahui. Angin, api, hingga tanah, namun tidak ada satupun sihir yang berhasil melukai boneka itu.

Bahkan jika boneka itu rusak, dia akan langsung tersambung dan sembuh.

Tubuh boneka itu sangat aneh. Mulut di seluruh tubuhnya terbuka dan terlihat tidak memiliki dasar, namun tidak ada satupun hal bisa masuk setelah Gadis kecil dan Clae ditelan olehnya.

Baibai merasa frustasi. Begitu juga Burnout dan Pinky.

Mereka bertiga mencoba mengendalikan boneka itu di dalam ruangan.

[Emma, tolong kembalikan Kiesha]

Baibai melihat Pinky dengan cemberut. Dia rasa gadis kecil tadi memanggil boneka ini Beary, bagaimana sekarang berubah menjadi Emma.

Dia merasa, Pinky ini juga bukan sebuah boneka biasa.

Ada aroma familiar diudara. Aroma menjijikkan dan dia benci. Namun dia tidak melihat petunjuk apapun.

Baibai mengabaikan dua orang itu. Dia melihat beberapa tengkorak dibalik pintu.

Para tengkorak terlihat sangat gembira. Namun, para tengkorak ini aneh. Tubuh mereka tidak lengkap, mereka juga sepertinya tidak bisa melakukan sihir.

Apa mereka bawahan Lich lantai ini.

Baibai tidak tau. Dia tidak bisa berfikir seperti Clae.

"Clae..."

Pikirkan itu membuat Baibai lengah, Beary tiba-tiba menyerangnya.

Dia menghempaskan Baibai dengan tangannya, membuat Baibai terlempar ke dinding. Dinding itu sampai runtuh karenanya.

Dari tumpukan batuan itu, Baibai keluar seperti tidak memiliki masalah. Namun hatinya sangat kesal

"Aku akan menghentikan pergerakannya, meow. Bantu aku mengeluarkan Clae."

[Eh?]

"Tuan kucing..."

Baibai mengabaikan Pinky dan Burnout. Dia berdiri di atas keempat kakinya. Perlahan, dia diselimuti kabut.

Pinky dan Burnout terkejut. Mereka merasakan tekanan tidak terlihat datang dari kabut.

Beary mungkin juga merasakannya, dia mundur perlahan menuju pintu saat kabut itu muncul.

Sementara para tengkorak yang tiba-tiba datang, ketika kabut muncul mereka juga tiba-tiba melarikan diri.

"MEOOO.… RROOOAARRR..."

Setengah kamar itu tertutup bulu hitam. Baibai si kucing telah berubah.

Dia memiliki tubuh raksasa, kepalanya memiliki surai layaknya singa. Bulunya yang hitam bersinar dengan kilau perak melingkar di lehernya.

Selain itu, ekornya bukan hanya sebuah bulu. Ketika ekor digoyangkan, bulu-bulu itu jatuh dan memperlihatkan sisik keras. Itu adalah ular. Ular yang tidak jauh berbeda dari naga.

Singa dengan ekor ular. Burnout dan Pinky tidak bisa menahan pikiran mereka. Mereka kembali tersadar setelah kata-kata Baibai masuk ke telinga mereka.

Mereka telah mendengar bahwa dungeon ini dibuat untuk sebuah makhluk. Makhluk pembangkang yang bergegas mati demi tuannya. Demi keselamatan makhluk itu, dia disegel.

"TARIK CLAE KELUAR DARINYA!!"

"Ah, kamu, kamu.…"

[Bagaimana mungkin. Binatang buas berbulu hitam dari abu neraka. Singa putih, Bai Shizi...][1]

"Kaisa" / [Kaisa]

Baibai melirik dua makhluk yang mengetahui identitasnya. Tapi dia mengabaikannya.

Dia sudah melompat menerkam Beary, si boneka mengerikan. Dia menghentikan pergerakan Beary.

Baibai tidak lupa, dia melihat Burnout dan Pinky. Matanya meminta mereka bergerak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pojok penulis :

[1] Yah, Bai Shizi dan Singa Putih memiliki arti yang sama. Aku bingung ingin menggunakan yang mana, jadi keduanya ku masukan (✿^‿^)

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!