NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 25

"Bagaiman keadaannya dokter?" Kenan masih terbaring lemah di atas ranjang setelah diperiksa dokter yang sebelumnya dihubungi Jen.

"Apa dia memiliki alergi?" tanya Dokter yang mana mendapat lirikan dari Kenan.

"Sosis," lirih Kenan berusaha berbicara.

"Tapi di makanan mu tidak ada sosis, apa ada makanan lain yang membuat mu alergi?" Kenan menggelengkan kepalanya.

"Kalau seperti itu saya akan membawa sisa makanan tersebut dan memeriksanya takut jika makanan itu beracun," terang dokter memberikan resep obat pada Jen.

Jen menggenggam resep obat dan mengantarkan dokter itu keluar lalu kembali lagi ke dalam sebelum ia menemui Kenan Jen beralih ke dapur untuk membuat kan sesuatu untuk Kenan.

Akkkhhh

"Berikan padaku sisa makanan itu! Jangan pernah ikut campur kalau kau masih ingin selamat!"

Dokter itu terkejut ketika di lift ia di cegat beberapa gerombolan pria yang penampilannya seperti preman. Karena takut ia pun memberikannya. Pintu lift terbuka dokter itu pun langsung berlari pergi ketakutan menuju mobilnya.

"Bos, aku sudah membereskannya," ucap pria itu melalui sambungan telepon.

Kembali ke Kenan yang saat ini sudah bisa bangun dan memakan sup jagung buatan Jen agar perutnya tidak merasa mual.

"Habis kan makanan mu aku akan keluar membeli obat," Jen beranjak dari duduknya, tetapi Kenan menahannya membuat Jen terduduk kembali menatap bingung seolah bertanya kenapa Kenan menahannya.

"Di luar sangat bahaya, aku takut kejadian ini ada hubungannya dengan proyek kita. Nanti orang ku akan datang ia menghubungi ku jika aku harus berhati-hati," terang Kenan seraya menghabiskan sup itu Jen sangat senang jika Kenan menyukai sup buatannya.

"Memangnya ada apa sebenarnya proyek berbahaya ini mengapa kau masih meneruskannya," tanya Jen.

"Tanah tempat pembangunan itu milik sepasang suami istri yang ingin menjualnya padaku, tetapi anak mereka tidak setuju orang tuanya bercerita padaku jika tidak di jual anak mereka akan membuat sebuah markas yang entah itu markas apa padahal sebenarnya orang tuanya juga tidak ingin di jual tapi berhubung anak nya itu selalu membawa orang-orang yang menurutnya tidak jelas seperti preman menganggu ketentraman orang tuanya terpaksa ia menjual nya,"

Saat Kenan dan Jimmy melakukan perjalanan bisnis ke Paris saat itu mereka di datangi dua pasangan paru baya dan memohon untuk membeli tanah mereka karena tidak ada seorang pun yang mau membeli tanahnya karena tidak ingin berurusan dengan putranya yang berandal. Karena Kenan merasa kasihan apalagi kedua orang tua itu bukan asli penduduk Paris dan sama berasal dari Indonesia.

Jimmy sempat menolak dan memperingatkan Kenan, tetapi pria itu tidak mendengarkan nya maka dari itu Jimmy tidak mau ikut ke Paris dan menyarankan membawa pengacara agar cepat di tangani kalau perlu jalur hukum agar anak berandal itu sadar.

"Nyali mu besar juga ya, apa sangat berharga tanah itu hingga kau masih mempertahankan nya sampai nyawa mu taruhannya," tanya Jen.

"Kau benar aku akan membangun hotel atas nama wanita yang kucintai saat itu tapi sekarang nama itu akan ku ganti dengan nama putri ku, Clearesta hotel," terang Kenan.

"Baiklah, aku akan ke luar dulu ada berkas yang harus di pelajari karena besok kita akan memulai sidang Perbutan tanah itu. Sebelum itu kita akan menemui kedua orang tua itu dan mencari keberadaan putranya untuk ikut sidang dan mempertanggung jawabkan perbuatannya padamu karena aku sudah punya bukti dan aku sudah tau wajah pria itu,"

Kenan tercengang mendengar nya padahal ia sudah menyuruh orang-orang nya untuk mencari tau pria itu lalu membawanya tapi sangat sulit. Sedangkan Jen ia sudah sangat cepat menemukannya.

"Jangan menatap ku begitu aku tau aku ini sangat hebat," puji Jen pada dirinya sendiri sedangkan Kenan hanya tersenyum dan memberikan satu jempolnya untuk pengacara Jen.

***

Siang hari tepatnya di kediaman Dirgantara Ayumi dari pagi menjelang siang ini anak itu sangat rewel ia trus saja menangis. Arumi berusaha menenangkan nya tapi putrinya tidak diam malah tangisannya semakin menjadi.

Tiara datang untuk membantu Arumi dengan sangat kesal memberikannya pada mertuanya itu sedikit kasar.

"Arumi, kau kasar sekali?" seru Tiara.

"Mami saja yang diam kan aku mau tidur siang kepala ku pusing sangat pusing," sambil berjalan meninggalkan Tiara yang melongo melihat sikap Arumi yang baru saja membentaknya dalam hatinya ia merasa Arumi berubah atau itu memang sifat aslinya.

Ceklek

Ayumi sedikit tenang sambil melangkah sedikit melamun Tiara masuk ke dalam kamar Riana membuat anak perempuan nya pun bingung.

"Kenapa, mih?" Riana melepaskan headset di telinganya Tiara mendudukkan bokongnya di tepi ranjang lalu membaringkan Ayumi.

"Kakak ipar mu makin hari makin aneh saja sikapnya apalagi sama Ayumi dia sangat kasar," terang Tiara sembari mengelus dadanya.

Riana terkejut tapi ia tidak percaya karena mungkin Riana jarang di rumah dan melihat Arumi masih merawat Ayumi dengan baik.

"Perasaan mami aja kali, apa mungkin kak Arumi kelelahan?" Tiara mengangguk kepalanya pelan ia menitipkan Ayumi pada Riana karena ingin ke dapur menyiapkan makanan untuk Arsyad yang akhir-akhir ini kesehatannya kurang membaik.

Namun, saat sampai dapur lagi-lagi ia melihat Arumi sedang memarahi Tina karena hal sepele langsung saja Tiara menghampiri mereka.

"Ada apa ini? Kenapa kau memarahi Tina," tanya Tiara sedangkan Arumi menatap sinis ke arah ibu mertuanya itu.

"Dia gak becus buat masakan aku tidak bisa makan makanan terlalu asin tapi dia malah membuatnya sangat asin," omel Arumi menyilangkan tangannya.

"Maaf, nyonya biasanya saya memang masak dengan porsi raaa seperti biasanya, tetapi nona Arumi malah memarahi saya dan bilang kalau makanan ini sangat asin,"

Tiara mencicipi Ayam goreng mentega itu di rasanya pas mengapa Arumi mengatakan jika masakan ini asin,"Lidah mu bermasalah atau otak mu yang bermasalah, hah!" seru Tiara.

Arumi menghentikan kaki nya melangkah pergi ke kamar tidak lupa ia meraih tasnya yang langsung diselempangkan ke samping lalu kembali lagi melewati Tiara dan Tina.

Sontak wanita paru baya itu menanyakan Arumi yang ingin pergi,"Aku mau makan di luar," ketus Arumi.

Sejak kapan Arumi biasa makan di luar? Tiara benar-benar tidak tahan dengan sikap menantunya belakangan ini. Tidak adanya Kenan di rumah membuatnya kesal dengan kelakuan istrinya yang bertolak belakang dengan sikapnya selama ini.

"Ingin sekali aku mengadu pada Kenan tapi apa dia percaya dan juga aku takut menganggu pekerjaannya nanti saja lah kalau dia pulang aku akan langsung ceritakan kelakuan buruk istrinya," batin Tiara masih berada di dapur menggenggam erat kedua tangannya karena merasa jengkel.

Arumi telah sampai di sebuah restoran ia pun duduk sembari celingukan dan sesekali melihat ponsel nya. Seorang pelayan menghampiri ingin menanyakan pesanan makanan pada Arumi lalu ia memilih memesan minuman terlebih dahulu karena masih menunggu seseorang.

"Di mana dia? Apa dia membohongi ku?" gumam Arumi.

"Maaf, aku terlambat," ucap seseorang yang langsung duduk di hadapan Arumi membuat wanita itu mengangkat pandangannya ia sangat terkejut hingga ponselnya lepas dari genggaman nya dan terjatuh.

"Jangan kaget begitu, sayang,"

Degh

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!