HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Sedangkan di bad yang terletak di paling pojok, Winda yang sejak tadi memperhatikan Ronald dan kedua sahabatnya, dia mulai tidak tahan melihat mereka mengobrol dan sesekali tertawa dengan Hazel, entah apa yang mereka obrolkan Winda tidak bisa mendengar dengan jelas, karna antara bad yang di tempati Luna dan Hazel berjarak sepuluh meter, dan masih di pisah dengan tirai tebal.
Dengan langkah cepat Winda menghampiri mereka, dan menyibak tirainya dengan kasar, membuat orang orang yang ada di dalam terkejut.
Sreettt
''Kenapa kalian malah tertawa asik di sini, apa kalian tidak tahu kalau kondisi Luna jauh lebih parah di banding Hazel'' sentak Winda marah.
Clara yang tidak terima di bentak oleh Winda langsung berkacak pinggang, dan menatap tajam pada Winda.
''Memangnya kenapa ha?!, lagian salah Luna sendiri, suruh siap ikut campur urusan orang, kena hajar juga kan akhirnya'' ketus Clara. ''Dan satu lagi, seharusnya sahabatmu itu berterima kasih sama Hazel, kalau bukan karna dia, sudah di pastikan kedua kakinya itu patah mungkin juga bisa sampai cacat,'' imbuhnya dengan nafas naik turun.
Ronald dan Winda mengerutkan dahinya, mendengar apa yang di katakan oleh Clara.
''Cla, sebenarnya apa yang terjadi di toilet tadi?'' tanya Ronald.
''Itu karna Luna yang sok ngurusi hidup Veronika, makanya tadi Veronika mendatanginya untuk balas dendam, dengan menampar dan memukuli kaki Luna pakai alat pel lantai'' jawab Clara.
''Maksud kamu apa, bilang Luna ngurusi hidup Veronika?, dia tidak bilang apa apa sama aku'' tanya Winda.
Akhirnya Clara menceritakan kejadian di kantin barusan, saat tidak sengaja bertemu dengan salah satu teman Veronika yang tadi ikut membalas Luna, wanita itu mengatakan kalau Luna melaporkan Veronika yang ketahuan sedang merokok di halaman belakang kampus, dan akhirnya Veronika mendapat hukuman skors selama satu bulan, dan kebetulan ketika Luna melaporkan Veronika pada pihak kampus, ada salah satu mahasiswi yang mengetahuinya jadi dia mengadukannya pada Veronika.
''Lagian, sudah tahu kalau di universitas ini tidak boleh ikut campur urusan orang, kok malah sok jadi pahalawan kebenaran'' cibir Clara.
Sedangkan Ronald yang mendengar perkataan Clara, kembali menoel hidung Hazel dengan gemas.
''Tuh, dengar kata sahabat kamu, tidak usah ikut campur urusan orang lain, lihat sekarang kamu juga ikut terluka kan'' ucap Ronald.
Hazel langsung cemberut. ''Aku tidak tega melihat Luna di pukuli di depan mataku, jadi apa salahnya membantu memisahkannya, yah walaupun akhirnya kami yang berantem''
Ronald menggelengkan kepalanya mendengar alasan Hazel.
''Lain kali kalau mau bantu jangan turun tangan sendiri, panggil David saja atau engga Kenzo juga bisa'' tukas Ronald berpesan.
''Kenapa gak Kak Ronald saja?'' tanya Hazel.
''Enggak bisa, selagi itu tidak berkaitan denganmu, aku tidak bisa membantu'' tolak Ronald dengan cepat.
''Cih, dasar bucin'' cibir David pelan.
Berita perundungan yang di lakukan oleh Veronika pada Luna, dan juga perkelahian antara Hazel dan Veronika untuk membela Luna, begitu cepat tersebar di forum kampus, walaupun tidak ada rekaman saat kejadian tapi berita itu menghebohkan seluruh kampus. Dari beberapa komentar di forum , kebanyakan memojokkan Luna yang menurut mereka terlalu ikut campur dengan urusan Veronika, tapi ada juga sebagian yang merasa kasihan dengan kondisi Luna yang babak belur, dan selebihnya banyak yang merasa kasihan pada Hazel, yang ikut terluka karna menolong Luna dari amukan Veronika.
Di asrama Clara menatap Hazel yang sedang memakai lotion di kedua kaki dan tangannya.
''Kenapa kamu menatapku seperti itu?, apa wajahku berubah aneh karna ada plaster di dahiku?'' tanya Hazel.
Clara menggelengkan kepalanya. ''Aku cuma sedang penasaran, kamu sama Kak Ronald kan gak ada hubungan darah, terus Kak Ronald itu selalu perhatian sama kamu, nah aku mau tanya, masa kamu ga ada perasaan sedikitpun sama Kak Ronald?, secara dia itu tampan iya, tinggi iya, punya badan kekar iya, terus sudah punya penghasilan sendiri juga, masa iya kamu enggak tertarik?'' tutur Clara panjang lebar.
Hazel terdiam sembari berfikir, apa sebaiknya dia jujur saja sama Clara, kalau dirinya sama Ronald itu sebenarnya dua orang yang di jodohkan, dan juga bukan saudara jauh seperti yang di akuinya selama ini, lagian David dan Kenzo juga sudah tahu, dari pada nanti Clara tahu kebenarannya dari orang lain, pasti dia kecewa padanya.
" Sebaiknya aku katakan yang sebenarnya sama Clara, sebelum dia tahu dari orang lain" batin Hazel.
Hazel perlahan bangkit dan duduk di samping Clara yang sedang memakai masker mata panda.
''Cla, aku mau jujur tentang sesuatu sama kamu'' ucap Hazel.
''Apa?'' sahut Clara.
''Em,, sebenarnya aku sama Kak Ronald tidak memiliki hubungan saudara'' ucap Hazel pelan.
''Terus?''
''Kami berdua di jodohkan, sama mendiang kakek kami''
Sontak Clara yang sedang rebahan langsung duduk, karna terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Hazel, bahkan masker yang di pakainya sampe terhempas.
''Kamu barusan bilang apa?, coba ulangi, aku takut salah dengar'' tukas Clara dengan memasang telinga baik baik, takut salah dengar.
Hazel menghela nafasnya, dan kembali mengulang apa yang di ucapkannya barusan. ''Aku sama Kak Ronald sudah di jodohkan sama mendiang kakek kakek kami''
''Whatt?!'' pekik Clara, suaranya sangat nyaring sampai sampai Hazel menutup telinganya.
''Ih, Clara, jangan teriak teriak'' tukas Hazel.
Clara tidak menghiraukan perkataan Hazel, dia membenarkan posisi duduknya dengan bersila menghadap Hazel, wajahnya sangat serius.
''Zel, kamu tidak sedang bercanda kan?'' tanya Clara yang masih tidak percaya dengan pengakuan Hazel.
Hazel menggelengkan kepalanya. '' Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya langsung sama Kak Ronald, atau enggak sama kedua sahabatnya, Kak David atau Kak Kenzo'' tukas Hazel.
Expresi wajah Clara langsung berubah masam. ''Kenapa kamu merahasiakan kebenaran ini padaku, sedangkan Kak Kenzo sama Kak David tahu?'' tanya Clara sedikit kesal.
Hazel terkekeh pelan. ''Awalnya aku juga mengira Kak David sama Kak Kenzo tidak tahu kebenaran ini, eh tadi saat di klinik mereka ngaku, kalau sudah tahu sejak lama, bahkan sejak pertama kami di jodohkan''.
''Jadi itu alasan kamu, mau jujur sama aku?'' tanya Clara yang di angguki oleh Hazel.
''Ish, kalau misalnya kak Kenzo sama Kak David tidak tahu, apa kamu akan terus merahasiakannya dariku sampai kalian nikah?'' ketus Clara.
''Bisa jadi'' sahut Hazel sambil tertawa.
''Ih, nyebelin'' dengus Clara.
''Hemmm,, pantas saja tadi Kak Ronald sangat panik saat dengar kamu berantem sama Veronika, bahkan tadi saat melihat luka di dahimu dia khawatirnya bukan main, ternyata karna kamu calon istrinya, padahal cuma luka gores tidak akan sampai menghilangkan nyawa'' tukas Clara.
Hazel terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Clara, benarkah tadi Ronald sangat menghawatirkannya, tadi dirinya masih di sulut amarah jadi tidak fokus dengan expresi Ronald.
''Apa menurutmu Kak Ronald menyukaiku?'' tanya Hazel lirih.
Tuk
Clara dengan gemas menyentil kening Hazel.
''Kalau Kak Ronald enggak menyukaimu, mana mungkin dia sepanik itu melihat kamu terluka walau hanya secuil goresan, padahal ada Luna yang juga di kenal sangat dekat dengan Kak Ronald, dan saat itu kondisinya lebih sangat memprihatinkan'' ujar Clara yang berhasil membuat Hazel mengembangkan senyumnya dengan pipinya yang bersemu merah.
"Mungkinkah perasaan cintaku di kehidupan pertama, terbalas di kehidupan kedua ini"
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....